Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 123


__ADS_3

Ya Allah kenapa harus ketemu dia lagi, dan buat apa dia balik lagi ke sini, benar-benar gila.


Setelah keesokan harinya, Khalisa sudah diperbolehkan untuk pulang. Desta bersiap-siap untuk merapikan baju Khalisa ke koper.


"Alhamdulillah, kita pulang sayang, kamu masih pusing?" tanya Desta.


"Sedikit kok sayang." Jawab Khalisa.


"Permisi! sudah mau pulang Mba, sama Mas Khalisa, sebelum pulang saya periksa dulu yah!" sahut Dokter Ari.


"Dokter rajin banget, mau pulang aja diperiksa, ha-ha-ha." Sahut Desta tertawa.


"Kan udah tugas saya! oh, iya, jangan panggil saya Dok lagi dong! cukup Ari aja!" minta Ari.


"Oh, iya, lupa!" sahut Desta.


"Ari, makasih banget yah, kamu udah dua kali selamatkan saya, waktu saya koma, dan istri saya koma." Sahut Desta.


"Sama-sama Mas, ini kan udah kewajiban saya buat menolong, semoga Mba Khalisa dan Mas Desta selalu baik-baik aja, dan sehat yah!" sahut Dokter Ari.


"Aamiin..." sahut Khalisa dan Desta.


🌷🌷🌷🌷


Khalisa dan Desta sudah dijemput Bang Joni diparkiran, saat berjalan bersama Desta, langkah kaki Khalisa terhenti. Khalisa melihat dari kaca ada ruangan bayi, Khalisa ingin sekali melihatnya, sampai meneteskan air mata ingat bayinya yang gugur.



"Sayang, kenapa?" tanya Desta sambil melihat Khalisa tertuju pada bayi-bayi yang ada di ruangan.


"Hiks-hiks-hiks, sayang bayinya lucu!" sahut Khalisa menangis.


"Sabar sayang, sabar yah!" sahut Desta memeluk Khalisa dan mencium kening Khalisa sambil berlinang air mata.

__ADS_1


"Sayang, izinin aku buat lihat sebentar yah! aku ingin banget lihat sayang!" minta Khalisa pada Desta.


"Tapi sayang, itu bayi orang!" sahut Desta.


"Aku tahu, tapi aku ingin lihat sebentar aja sayang, hiks-hiks," sahut Khalisa menangis.


"Iya sayang, aku izin dulu yah!" sahut Desta.


🌷🌷🌷🌷


Desta mengetuk pintu ruangan bayi itu, ada dua orang penjaga bayi. Desta menghampiri kedua penjaga itu! Desta meminta izin untuk melihat bayi-bayi lucu untuk istrinya, karena istrinya habis keguguran dan syok banget.


"Permisi!" sahut Desta dan Khalisa mengikuti langkah Desta menghampiri kedua penjaga bayi tersebut.


"Iya, Bapak, Ibu, ada yang bisa saya bantu!" tanya penjaga tersebut.


"Begini Pak, Bu, kedatangan saya mau minta izin untuk melihat-lihat bayi yang ada di sini, soalnya istri saya ingin melihatnya, karena habis keguguran dan syok banget, apa boleh Pak, Bu? hanya sebentar saja!" minta Desta memohon.


"Silakan Pak, Bu!" penjaga itu memperbolehkannya dengan senyuman.


🌷🌷🌷🌷


Khalisa melihat-lihat bayi tersebut sambil tersenyum. Khalisa sampai berlinang air mata melihatnya. Khalisa hanya bisa memegang dan tersenyum pada bayi orang.


"Sayang, lucu yah, cantik!" sahut Khalisa tersenyum.


"Iya sayang, cantik!" sahut Desta tersenyum.


"Heh, siapa anda? berani-beraninya megang bayi saya!" ada seorang Bapak-bapak marah karena tidak suka bayinya dipegang.


"Maaf Pak, istri saya hanya melihat saja, karena kemarin habis keguguran, maaf Pak!" sahut Desta.


"Gak bisa gitu dong! Bapak, Ibu, kenapa orang ini anda suruh masuk dan diperbolehkan megang-megang, kalau bayinya sampai kenapa-kenapa gimana? kalau sampai orang ini jahat gimana?" bentak Bapak yang punya bayi.

__ADS_1


"Astaghfirullah, emang istri saya virus Pak, dan kami bukan orang jahat Pak, Bapak jangan sembarangan nuduh kami yah! istri saya baru keluar dari rumah sakit karena keguguran, dia syok, lihat bayi lucu dia jadi ingat sama bayinya! saya bisa laporkan atas pencemaran nama baik Pak!" sahut Desta kesal.


"Hiks-hiks-hiks," Khalisa keluar ruangan sambil menangis.


"Sayang, Bu, Pak terima kasih atas izinnya," Desta keluar menghampiri Khalisa.


"Sayang, sabar yah!" sahut Desta memeluknya.


"Dia gak ngerasain apa yang aku rasain, kehilangan anak, cuma ingin pegang aja gak boleh!" sahut Khalisa cemberut.


"Sabar sayang, sabar, mungkin dia takut Anaknya kena virus, atau diculik sama kita, setiap orang beda-beda pemikirannya sayang, kamu yang sabar, aku yakin, sebentar lagi kamu hamil lagi kok, sabar yah!" sahut Desta mencium kening Khalisa.


"Aamiin..." sahut Khalisa.


"Sekarang, kita pulang yah, kasihan Bang Joni nunggu kita!" sahut Desta menggandeng tangan Khalisa.


🌷🌷🌷🌷


Khalisa dan Desta sampai diparkiran, Bang Joni tersenyum dan menyapa Khalisa dan Desta. Bang Joni ada rasa gak enak dengan Khalisa dan Desta yang masalah kecelakaan.


"Heh, Neng, Den, Alhamdulillah, udah sehat yah!" sapa Bang Joni.


"Alhamdulillah, udah Bang," sahut Desta.


"Neng Khalisa, maafin saya yah, kalau saja, saya gak pakai mobil ini, Neng sama Den Desta gak akan kecelakaan," sahut Bang Joni.


"Gak apa-apa Bang, bukan salah Bang Joni, semua udah takdir, saya belum dikasih kesempatan buat punya Anak dulu." Sahut Khalisa sedih.


"Udah, Bang Joni, ayo jalan! gak jalan-jalan ini kita!" sahut Desta.


Mereka akhirnya berangkat dan kembali pulang. Desta melihat wajah Khalisa masih sedih dan memikirkan sesuatu. Desta mencoba menghiburnya agar Khalisa tersenyum.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


__ADS_2