
"Siapa suruh, kamu prank aku, he-he-he." Sahut Khalisa.
"Khalisa, Desta, boleh Umi masuk!" sahut Umi Sarah.
"Silakan Mi!" sahut Khalisa.
"Astaghfirullah, Desta, yang lain pada nunggu kamu, kamu masih di kamar aja! mesra-mesraan nanti aja! ayo cepatan! Khalisa, ini ada amplop para tamu undangan, kamu yang simpan yah!" sahut Umi Sarah.
"Maaf Mi, tadi lagi ngobrol sebentar." Sahut Desta.
"Ya udah, sana!" sahut Umi Sarah.
"Mi, istriku, aku ke depan dulu yah! benar Umi, uang dari tamu undangan kamu aja yang pegang! aku percaya!" sahut Desta tersenyum.
"Kenapa aku Mi? aku gak enak jadinya." Sahut Khalisa.
"Ini kan acara kamu, ya kamu simpan, buat nambah-nambah beli keperluan bayi nanti, Umi percaya sama Khalisa, jumlah uang ini lumayan banyak Neng, Umi udah hitung dari tamu undangan Umi, Abi, Bunda, Ayah kamu, teman Desta, teman kamu, sekitar tiga puluh jutaan lebih, kamu simpan!" sahut Umi Sarah.
"Banyak banget Mi, kok kaya acara nikahan aja yah! yang uang empat bulanan aja lima belas juta belum terpakai Umi, kalau emang Umi percaya sama Khalisa, insya Allah, Khalisa akan pegang uang ini dengan baik, untuk nambah keperluan Dedek bayi juga." Sahut Khalisa.
"Iya sayang, kenapa bisa banyak, setiap tamu yang datang itu, ke sini datang gak cuma-cuma, mereka ngasih uang amal pengajian tujuh bulan besar-besar sayang, jadi kamu jangan kaget, Umi udah bilang sama Bunda kamu, Bunda kamu setuju uangnya disimpan kamu." Sahut Umi Sarah.
"Alhamdulillah, semua percaya sama Khalisa, semoga acara ini berkah ya Umi, Khalisa bisa lahiran dengan lancar, bayi Khalisa juga sehat." Sahut Khalisa.
__ADS_1
"Iya, Neng, Aamiin..." sahut Umi Sarah.
"Aamiin..." sahut Khalisa.
☀☀☀☀
Saat semua selesai, dan rapi seperti semula, gak terasa hari sudah malam, semua keluarga menginap di rumah Khalisa dan sudah tidur sehabis salat Isya. Hanya Khalisa dan Desta yang masih mengobrol di kamar.
"Sayang, Alhamdulillah, acara kita selesai dan berjalan lancar yah, meskipun sedikit ada keributan sedikit tadi." Sahut Khalisa tidur di pangkuan Desta.
"Iya sayang, Alhamdulillah, semoga kamu lahiran nanti lancar yah, Dedek bayi kembar kita, sehat Wal'afiat, Mamahnya juga sehat, Aamiin..." sahut Desta mengusap perut Khalisa sambil tersenyum.
"Aamiin... maafin aku sayang, tadi aku prank kamu! habis kamu ngerjain aku, kebalas deh, he-he-he." Sahut Khalisa.
"Maafin aku ya sayang, udah buat kamu panik, sampai kamu mau sujud segala, sampai segitunya sih, sayang?" tanya Khalisa.
"Iya sayang, karena aku cinta sama kamu, gak mau sampai kehilangan kamu, dan gak mau terjadi apa-apa sama Dedek kembar." Sahut Desta.
"Masa hal sepele gitu aja aku sampai marah sih, ya enggak akan sayang, aku juga sayang kamu, aku marah, kalau kamu selingkuh!" sahut Khalisa.
"Gak akan sayang, aku gak gitu orangnya, kan aku pernah bilang, beribu wanita suka sama aku, aku tetap gak peduli, hanya istriku yang terindah, yang Allah berikan sama aku." Sahut Desta.
"Aku percaya sayang, oh, iya, tadi uang amal tamu-tamu banyak banget sayang, ada tiga puluh juta, Umi percaya sama aku, katanya buat keperluan perlengkapan Dedek bayi." Sahut Khalisa.
__ADS_1
"Alhamdulillah, aku juga percaya sama kamu, kamu simpan aja yah! kalau butuh, baru kita ambil." Sahut Desta.
"Aku baru tahu sayang, setiap yang amal ngasih itu gak cuma-cuma, banyak banget, kata Bunda, waktu Mba Mirna hajatan gak sampai segitu, waktu tujuh bulan aku juga, yah, karena kan tamu biasa, mungkin yang ngasih besar itu tamu mewah ya sayang?" tanya Khalisa.
"Aku juga gak ngerti gitu-gituan sayang, emang sih, aku akuin tamu undangan Umi sama Abi, itu orang berada, udah, kamu jangan dipikirin, syukuri aja, ini berkah buat kita dan si kembar, yah, Dedek kembar, kalian lagi apa Nak, udah bobo yah, ini rezeki Dedek ya Nak!" sahut Desta mencium perut Khalisa.
"Sayang, besok kita ke rumah Syifa yuk! aku gak enak sama dia soal kemarin!" ajak Khalisa.
"Sayang, besok kan aku kerja, sore nya aja yah!" minta Desta.
"Oh, iya, kamu besok kerja yah? aku lupa sayang, ya udah, sorenya aja deh, sebentar, aku lihat handphone, dari tadi, aku gak nyalahin mati." Sahut Khalisa.
"Iya, sayang, lagian, Emaknya Syifa, masalah dulu dibahas, harusnya Emaknya Syifa malu, kan lagi ada acara kita!" sahut Desta.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
- Cinta Cowok Dingin
__ADS_1
- Cinta Gadis bisu