Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-244


__ADS_3

"Hallo, Umi, udah mandi?" tanya Desta.


"Udah, Desta, sebaiknya, itu kamar mandi Besan kamu, di renovasi aja deh, gak enak banget diinjak." Sahut Umi Sarah.


"Emang kenapa sih, Umi? gak enak diinjak gimana?" tanya Desta.


"Gak enak buat diinjak kaki, ngeres banget, apa lagi, ada binatang segala, aduh, Umi gak betah lihatnya." Sahut Umi Sarah.


"Desta sih, belum lihat, tapi itu kan tergantung keputusan Bunda Maryam, mau atau enggak Umi, di renovasi, kalau Desta mah, setuju aja." Sahut Desta.


"Kalau menurut aku, nanti aja renovasinya sayang, Umi, lebih baik, buat beli keperluan bayi Khalisa dulu aja!" minta Khalisa.


"Kamu gak usah Khawatir, itu mah pasti Lisa! coba Desta, kamu bilang sama Bunda yah!" minta Umi Sarah.


"Iya, nanti Desta bilang Umi." Sahut Desta tersenyum dan melirik ke Khalisa.


"Hai, semuanya, Umi, ada lagi gak, yang Mirna harus bantuin?" tanya Mirna.


"Gak ada Mirna, kalau selamatan, Anak kamu suruh diam-diam yah! jangan lari-lari!" minta Umi Sarah.


"Iya Umi, mereka nurut kok!" sahut Mirna.


"Wah, ganteng-ganteng banget, nanti kalian, gak boleh nakal yah!" minta Desta.


"Enggak Om, Raja gak nakal." Sahut Raja.


"Dewa juga gak nakal." Sahut Dewa.


"Anak pintar, he-he-he. ikut Om yuk!" Sahut Desta.


"Sayang, mau kemana?" tanya Khalisa.


"Di depan sayang, kamu mau ikut?" tanya Desta.


"Mau magrib, Khalisa gak boleh keluar, lagi hamil, Khalisa, kamu di dalam aja yah, nanti kalau udah gak magrib baru." Sahut Umi Sarah.


"Iya Umi." Sahut Khalisa sambil duduk.


Magrib pun tiba, bergantian mereka tidak lupa untuk salat magrib. Setelah semua selesai salat magrib, banyak tamu satu persatu berdatangan untuk selamatan Ayah Umar. Desta dan Abi Mahmud menyambut kedatangan mereka. Ustaz Arif juga datang ke tahlilan itu.


"Terima kasih, Ustadz Arif, jauh-jauh sudah mau datang ke sini!" sahut Abi Mahmud.

__ADS_1


"Sama-sama Bi, sudah kewajiban saya, buat saling bantu.


"Astaghfirullah, aku lupa Bi, nyuruh Bi Aning, buat pulang." Sahut Desta.


"Kenapa suruh pulang? kan dia bantu-bantu di sini!" sahut Abi Mahmud.


"Besok pekerja Desta, Pak Dani mau ngerjain Bak Mandi Bi, masa gak ada orang." Sahut Desta.


"Habis selamatan aja Desta, tapi Abi minta diantar yah!" sahut Abi Mahmud.


"Iya Bi, sama lima Bodyguard dan Bang Joni aja, kasihan kalau Bi Aning sendiri." Sahut Desta.


"Iya, nanti kamu bilang aja, habis selamatan." Sahut Abi Mahmud.


"Iya, Bi." Sahut Desta.


Umi Sarah, menyuruh Mirna untuk membagikan air Aqua pada para tamu.


"Mirna, tolong, kamu bagikan air Aqua pada tamu yah!" minta Umi Sarah.


"Iya Mi." Sahut Mirna.


"Khalisa juga bantu ya!" minta Khalisa.


"Khalisa oper aja Mba, he-he-he." Sahut Khalisa.


"Oh, oke." Sahut Mba Mirna.


Saat Mba Mirna menyodorkan Aqua ke arah Yuda, Mirna dan Yuda agak salah tingkah dan tersenyum. Sampai Desta menegur Yuda.


"Bro... melamun aja." Sahut Desta tersenyum.


"Hah? iya." Sahut Yuda.


"Iya apa?" tanya Desta.


"Gue mulai jatuh cinta sama Mirna Des." Sahut Yuda.


"Ha-ha-ha, berjuang, dan semangat!" minta Desta menepak pundak Yuda.


Selamatan pun di mulai. Mirna senyum-senyum sendiri dan gak mau berhenti senyum. Khalisa bingung dan ikut tertawa kecil, melihat kelakuan Mba Mirna.

__ADS_1


"Mba, kenapa sih? kok senyum-senyum gitu?" tanya Khalisa.


"He-he-he, Mba kasmaran Lis, kaya Anak Abg aja, gak tahu kenapa perasaan ini muncul gitu aja." Sahut Mirna.


"Kasmaran sama siapa? tunggu masa idah selepas cerai dulu Mir, Kira-kira sembilan puluh hari." Sahut Umi Sarah.


"Iya Umi." Sahut Mirna.


"Kalau belum sembilan puluh hari, kamu jangan dekat sama cowok mana pun, emang cowok siapa yang dekat sama kamu Mir?" tanya Umi Sarah.


"Yuda, Umi." Sahut Mirna.


"Apa? Yuda?" tanya Umi Sarah pelan.


"Iya Mi." Sahut Mirna.


"Kalau Yuda, kamu pikir-pikir lagi deh, dia bekas nusuk Desta lho, mantan napi, kamu mau?" tanya Umi Sarah.


"Tapi, kata Desta sama Khalisa, dia sudah insyaf dan sadar Mi, udah taubat." Sahut Mirna.


"Iya Mi, Yuda udah taubat kok, Kak Desta saksinya." Sahut Khalisa.


"Yakin, kamu?" tanya Umi Sarah.


"Yakin Mi." Sahut Khalisa.


"Itu sih, terserah Mirna, Umi cuma bilangin aja, kamu kan janda, jangan sampai, kamu terulang kedua kalinya, kawin cerai, kawin cerai." Sahut Umi Sarah.


"Mirna, dulu kan Ayah Umar mau jodohin kamu sama Duda, kamu harus ikut Amanat Mas kamu!" minta Bunda Maryam.


"Tapi Mba, Mirna gak suka, teman Mas itu, botak, Mirna takut, gak suka." Sahut Mirna.


"Jangan lihat orangnya botak, yang penting sayang." Sahut Umi Sarah.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- CINTA DAN DETIK TERAKHIR

__ADS_1


- CINTA COWOK DINGIN


- CINTA GADIS BISU


__ADS_2