Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-166


__ADS_3

"Makasih Mas, hati-hati ya Mas." Sahut Syifa.


☀☀☀☀


Tamu-tamu undangan semua sudah pada pada datang, Dokter Ari, Emaknya Syifa, Yuda, semua datang ke acara Khalisa. Suara marawis, pengajian juga sudah di mulai. Khalisa dituntun untuk menghampiri ruangan siraman yang akan dimulai. Dekornya sangat bagus dan menarik.



Sebelum melakukan siraman, Khalisa dan Desta sebagai calon Ibu, melakukan sungkeman meminta doa restu kepada orang tua, agar persalinan mereka lancar, setelah Desta dan Khalisa sungkeman, acara selanjutnya siraman, Khalisa duduk dengan manis yang dibaluti kain batik dan penutup kepala, lalu sesepuh yang menyiramkan air kembang dengan menggunakan batok kelapa, lalu dilanjutkan kepada orang tua dan keluarga yang menyirami Khalisa.


Setelah acara siraman selesai, acara selanjutnya adalah ngerogoh cengkir dan Brojolan, yang dilakukan oleh Desta, terakhir adalah potong tumpeng, yang artinya acara berjalan dengan lancar. Desta dan Khalisa memotong tumpeng secara bersama dan dibagikan ke orang tua mereka. Acara pun selesai, para tamu yang datang ikut makan bersama dan mencoba rujakan yang telah dihidangkan di meja. Untuk besek pun sudah disiapkan untuk mereka bawa pulang.


Sebagian tamu ada yang sudah pulang, dan ada yang masih menikmati hidangan. Tamu yang sebagian pulang sudah membawa besek. Desta mengobrol dengan Yuda, dan Dokter Ari.


"Selamat ya Mas, semoga persalinan Khalisa lancar, bayi dan Ibunya sehat." Sahut Dokter Ari.


"Sama-sama Ari, makasih yah, udah nyempetin buat datang, oh, iya, kenalin ini Yuda, teman saya!" sahut Desta.


"Hallo, Yuda!" sahut Yuda.


"Ari." Sahut Dokter Ari.


"Lo tahu gak Yud, Dokter Ari ini, suaminya Syifa." Sahut Desta.


"Oh, suaminya Syifa, wah, maaf ya Ri, saya gak bisa datang ke acara pernikahan kalian! salam buat Syifa." Sahut Yuda senang.


"Gak apa-apa, iya, nanti di salamin!" sahut Dokter Ari.


"Syifa sudah punya Anak lho, Yud! di tunggu giliran lo!" sahut Desta.


"Insya Allah, Desta, gue lagi masa-masa perubahan diri dulu, menjadi orang yang lebih baik!" sahut Yuda.


"Mantap-mantap! gue dukung dan gue lihat buktinya yah!" sahut Desta.


"Nak, Ari, kita pulang yuk! Emak belum ngurusin Bapak, Desta, Emak pamit pulang ye, soalnya Bapaknya Syifa sakit." Sahut Emaknya Syifa.


"Astaghfirullah, sakit apa Mak? Khalisa udah tahu? udah pamit sama Khalisa?" tanya Desta.

__ADS_1


"Emak malu, dia lagi sama Emaknye Desta, sama Ibu-ibu lainnya, mau manggil takut ganggu!" sahut Emaknya Syifa.


"Emak, tunggu sini yah, Desta panggil Khalisa dulu!" sahut Desta.


"Elo! elo Yuda! Yuda yang berengsek ntuh kan? Wah, berani-beraninya nye lo kesini ye! gak malu lo berani datang dimari? hah? lo kenalin ini lakinya Syifa! ganteng pan? dasar lo tukang bunuh, lo baru keluar dari penjare ye?" sahut Emaknya Syifa kesal dan ingin mukul Yuda.


"Emak! Emak! malu Emak! Emak! udah! gak enak, dilihatin orang!" sahut Dokter Ari.


"Biarin! biar orang tahu, kalau die udeh nyakitin Anak Emak! dan die udah nusuk Desta!" sahut Emaknya Syifa.


Gak lama, datang Khalisa dan Desta melihat keributan Emaknya Syifa dengan Yuda. Yuda habis dipukulin sama Emaknya Syifa, Dokter Ari menarik-narik Emaknya Syifa untuk melerai karena malu. Semua memandangi ke arah Emaknya Syifa, Dokter Ari, dan Yuda. Sampai Umi dan Bunda Maryam, semua keluarga kaget mendengar keributan.


"Sayang, kenapa itu!" sahut Khalisa.


"Cukup! cukup! Emak, emak! cukup Emak!" sahut Desta ikut kepukul Emaknya Syifa.


"Emak! ada apa Mak? kok ribut-ribut sih?" Cukup Mak!" sahut Khalisa.


"Desta, Khalisa, napa ini dedemit ada dimari? kaga diundang die datang! bahaya nih, orang kaya gini!" sahut Emaknya Syifa.


"Alah, paling taubat sambel! Desta Emak kaga terime lo belain die, jangan percaye same die! Ari! pulang!" sahut Emaknya Syifa kesal.


"Emak, jangan marah dong, kita harus saling memaafkan Mak, Mak istighfar yah, tolong maafin Kak Yuda, kasihan kan Kak Yuda, jadi malu sama orang, ini ada besek buat Emak sama Syifa dan Dokter Ari.


"Kaga useh, udeh, kite pamit! ayo Ari! gak useh di terime!" sahut Emaknya Syifa.


"Dokter, Emak tolong diterima! Dokter Ari, bawa yah!" sahut Khalisa.


"Makasih Mba, Mas Desta! saya pamit yah! maafkan Mertua saya, untuk Yuda, maafin Mertua saya yah!" sahut Dokter Ari.


"Ari! ayo! lo kaga dengar omongan gue! balikin kaga! balikin!" sahut Emaknya Syifa.


Dokter Ari mengembalikan besek yang sudah di tangan Dokter Ari. Dokter Ari merasa serba salah dan merasa tidak enak pada Khalisa dan Desta.


"Maaf Mba, saya kembalikan, saya pamit yah!" sahut Dokter Ari.


"Khalisa, Desta, ada apa ini? bikin malu aja! kamu lagi, berani-beraninya injak kaki di rumah Anak saya! pergi kamu! gara-gara kamu saya jadi malu!" sahut Umi Sarah kesal.

__ADS_1


"Umi jangan salahin Yuda, Desta yang undang Yuda." Sahut Desta.


"Maaf, kalau saya buat kacau! Desta, Khalisa, Umi saya pamit pulang! terima kasih!" sahut Yuda dengan wajah melas.


"Yuda! ambil ini!" Desta memberikan besek ke Yuda.


"Gak usah Des! udah sana! Umi lo melotot tuh!" sahut Yuda.


"Gue marah nih! ambil! ambil!" Desta menarik tangan Yuda untuk membawa besek.


"Makasih Des, gue pamit!" sahut Yuda.


"Khalisa, Desta, Umi mau bicara sama kalian!" sahut Umi kesal, karena malu.


☀☀☀☀


Umi Sarah menyuruh Desta dan Khalisa berbicara di kamar Khalisa. Sedangkan tamu-tamu di handle oleh Mba Mirna, agar tamu-tamu semua nyaman menikmati hidangan. Bunda Maryam juga mengikuti Umi, Desta dan Khalisa, takut ada apa-apa. Sedangkan Abi dan Ayah Umar masih ngobrol dengan tamu-tamu mereka.


"Khalisa, Desta, kalian ini gimana sih? malah bikin kacau semua! mau taro di mana muka Umi? Desta kenapa kamu undang orang yang udah nyakitin kamu? kenapa? dia udah nusuk kamu Nak! dia pernah menjadi narapidana! Astaghfirullah, kamu mau terulang seperti dulu?" tanya Umi Sarah kesal.


"Biar bagaimana pun, dia tetap sahabat Desta Umi, dia mau taubat Umi, masa kita gak mau memaafkan, Allah aja maha pemaaf!" sahut Desta.


"Dengar Desta! taubat sih, taubat, tapi gak kamu suruh datang ke sini juga! jadi kita semua yang malu! Khalisa tadi Emak-emak aneh gitu kenapa kamu undang? gak tahu malu! ribut di acara orang! Umi benar-benar kecewa sama kalian!" sahut Umi Sarah.


"Maaf Umi, dia orang yang dekat sama kita, masa iya, kita gak undang, gak enak Khalisa Umi, sekali lagi, maafkan Khalisa, kalau buat Umi malu!" sahut Khalisa.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2