Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-177


__ADS_3

"Sayang bangun yuk! kamu minum dulu yah, biar segar!" sahut Desta.


"Tumben kamu bangunin aku, ada apa?" tanya Khalisa.


"Ternyata, Umi hanya prank, gak benaran marah yang masalah Mba Mirna." Sahut Desta tersenyum.


"Alhamdulillah, Umi bisa aja, kaya Anak muda aja prank segala, aku senang sayang, aku udah kepikiran aja." Sahut Khalisa.


"Enggak sayang, dia hanya marah sama Mba Mirna aja, atas kelakuan anehnya." Sahut Desta.


"Iya sayang, kenapa dengan Mba Mirna yah? sampai dia kuras semua makanan di sini? maksudnya apa coba? ada apa dengan dia gitu." Sahut Khalisa.


"Aku juga gak nyangka sayang, kamu tahu gak, seprei yang di kamar atas, dibawa pulang sama dia." Sahut Desta.


"Astaghfirullah, serius kamu? ya Allah, Mba Mirna, kamu kenapa sih, Mba?" sahut Khalisa sedih.


"Aku dan orang tua kita sih, nyaranin agar Mirna diobatin aja ke Ustadz Arif." Sahut Desta.


"Emang dia diguna-guna? aku gak mau ikut campur urusan Mba Mirna sayang, aku takut! aku gak mau sampai Anak kita kenapa-kenapa!" sahut Khalisa.


"Siapa yang mau ikut campur, kita cuma nyaranin aja, udah, kamu tenang yah, jangan dipikirin, nanti biar Ayah Umar yang urus semua." Sahut Desta.


"Mba Mirna itu, keras kepala, mana mau dia diobatin kaya gitu, yang ada dia ngamuk!" sahut Khalisa.


"Tapi kan yang urus Ayah Umar, bukan kita, biarin aja, kita gak usah ke sana!" sahut Desta.


"Iya sayang, aku gak mau kenapa-kenapa, dengan Anak kita, bilangin Ayah, udah lah jangan pakai Ustadz Arif, aku takut aja, disangka Mba Mirna kita yang nyuruh, aku takut dia marah-marah nanti ke sini!" minta Khalisa.


"Iya juga, yah!" sahut Desta.


"Iya, nanti dia berpikir kita yang nyuruh, aku gak mau dia ke sini lagi, marah-marah, nanti malah jadi bayi aku di apa-apain, aku gak mau sayang!" minta Khalisa.


☀☀☀☀


Saat itu Umi dan lainnya mengetuk pintu kamar Khalisa, sambil memberi salam. Mereka ingin pamit pulang. Khalisa melarang Ayah Umar mengobati Mirna, Ayah Umar mengerti maksudnya Khalisa. Akhirnya semua mengerti dan mengabaikan Mirna, hanya Ayah Umar mencari tahu saja, ada apa dengan Mirna.


"Assalamu'alaikum." Salam Umi dan yang lainnya bersamaan.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Desta dan Khalisa.


"Umi, Bunda, Abi, Ayah, mau kemana?" tanya Khalisa.


"Sayang, Bunda harus pulang Nak, banyak pekerjaan di rumah, gak baik ninggalin rumah lama-lama, sekalian ngurus masalah Mirna." Sahut Bunda Maryam.


"Umi sama Abi juga pamit pulang Khalisa, besok Umi ada pengajian sama Arisan, gak apa-apa ya Neng?" tanya Umi Sarah.


"Iya, gak apa-apa kok, Umi, Bunda, Abi, Ayah, Ayah, Khalisa boleh minta satu hal gak?" tanya Khalisa.

__ADS_1


"Kamu minta apa sayang?" tanya Ayah Umar.


"Khalisa minta, Ayah gak usah obatin Mba Mirna ke Ustadz Arif, efeknya nanti malah ke Khalisa, Khalisa gak mau Mba Mirna ke sini, disangka dia, Khalisa udah nyuruh Ayah, tolong Ayah dipikirin lagi!" minta Khalisa.


"Iya juga sih, Mirna itu keras kepala, pasti marah kalau diobatin, ya udah, Ayah batalin manggil Ustadz Arif, Ayah hanya cari tahu aja, ada apa dengan Mirna." Sahut Ayah Umar.


"Benar Khalisa juga, Umi gak kepikiran, iya ah, ngeri, udah, Besan, batalin aja!" minta Umi Sarah.


"Iya, Khalisa udah gak mau berurusan sama Mba Mirna, yang Khalisa mau, dia minta maaf ke sini atas perbuatannya, padahal di rumah sakit udah minta maaf, masa pulang kuras makanan, sampai bawa seprei segala, Khalisa sih, gak masalah makanan atau apa, kalau dia baik-baik caranya gak kaya gitu!" aneh banget Khalisa.


"Iya, apa salahnya nunggu kita pulang, izin minta makanan, pasti kita kasih, padahal Desta sudah baik banget sama Anaknya." Sahut Umi Sarah.


"Ya udah, Khalisa, kamu jangan dipikirin soal Mirna lagi yah, nanti, Ayah cari tahu kenapa dia seperti itu!" minta Ayah Umar.


"Iya, jangan banyak dipikirin ya sayang, Bunda gak mau kamu stres dan terjadi apa-apa sama bayi kamu, gara-gara Mirna." Sahut Bunda Maryam.


"Iya Khalisa, biarin aja, mungkin dia lagi eror, ingin makanan buat Anaknya." Sahut Umi Sarah.


"Iya, Khalisa fokus masa depan Khalisa aja, yang udah terjadi udah lah, buat pelajaran kita semua, Desta, Abi mohon sama kamu, lebih perhatian lagi sama istri kamu, kamu jaga istri kamu yah!" minta Abi Mahmud.


☀☀☀☀


Umi dan yang lainnya pamit pulang. Khalisa tidak bisa mengantar Umi dan yang lainnya sampai depan, karena Khalisa masih lemah. Hanya Desta yang mengantar.


"Desta, kami pamit Nak, Bunda titip Khalisa yah, jaga dia!" minta Bunda Maryam.


"Alhamdulillah, makasih Desta." Sahut Bunda Maryam.


"Boro, selamat, cepat naik mobil, betah di sini?" tanya Umi Sarah.


"Siap Umi!" sahut Bang Boro.


"Siap Umi!" sahut Bang Selamat.


"Pak Jamal, jangan lupa digembok lagi yah!" minta Desta.


"Siap Den!" sahut Pak Jamal.


"Kalau Mirna datang, jangan dikasih masuk!" minta Desta.


"Kenapa Den? bukan Mba Mirna itu saudara dan baik hati?" tanya Pak Jamal.


"Mba Mirna sedang ada kasus, jadi saya melarang dia ke sini!" sahut Desta.


"Siap Den!" sahut Pak Jamal.


"Makasih Pak Jamal, bilangin Bang Joni juga yah!" Sahut Desta.

__ADS_1


"Siap Den!" sahut Pak Jamal.


☀☀☀☀


Khalisa berusaha untuk bangun dari tempat tidur, Khalisa bete hanya bisa di kasur, dia mencoba untuk bangun. Desta membuka pintu kamar langsung menghampiri Khalisa.


"Astaghfirullah, sayang mau kemana sih? kamu masih lemas!" sahut Desta.


"Aku mau keluar sayang, aku bete di dalam kamar, aku gak mau!" minta Khalisa.


"Sayang, kamu mau kemana lagi sih? sini pakai kursi rodanya! aku yang dorong! kamu mau jalan sore Ke taman?" tanya Desta.


"Iya sayang, boleh kan?" tanya Khalisa.


"Boleh, tapi sama aku dan kursi roda ini!" minta Desta.


"Iya sayang, makasih yah!" sahut Khalisa.


"Sama-sama sayang, ayo naik!" ajak Desta tersenyum.


Desta jalan-jalan keluar rumah, Desta berjalan memutar taman perumahan, di dekat perumahan ada danau, Desta membawa Khalisa ke tempat itu.


"Sayang, kita kemana?" tanya Khalisa.


"Ke danau." Sahut Desta


"Emang di dekat perumahan ada danau?" tanya Khalisa.


"Ada sayang, di sana ramai kok, penghuni komplek banyak yang ke sana!" sahut Desta.


"Kok kamu gak pernah ajak aku?" tanya Khalisa.


"Aku lupa sayang, he-he-he, ini baru aku ajak!" sahut Desta.


"Makasih ya sayang, kamu capek gak?" tanya Khalisa sambil memegang tangan Desta yang mendorong roda.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2