
"Sudah! biarkan dia!" minta Mamahnya Jono.
"Siap Bos!" sahut Anak buahnya Mamahnya Jono.
"Maafin Nenek ya sayang, Nenek lakuin ini, supaya kamu mengerti, dan nurut!" sahut Mamahnya Jono.
"Dewa mau pulang! Dewa mau pulang! buka! hiks-hiks-hiks... Mamah... Kakak..." sahut Dewa menangis dan menyebutkan nama Mamahnya dan Kakaknya.
Gak lama, Desta datang membawa lima Bodyguard dan polisi untuk menangkap Mamahnya Jono dan Anak buahnya.
"Heh, ada apa ini? Desta! kenapa kamu bawa polisi!" sahut Mamahnya Jono.
"Serahin Dewa sekarang! tante ini sudah tua, akalnya di mana sih, Anak Tante sudah salah, kenapa Tante malah dendam ke kami? saya minta, Dewa kembalikan!" minta Desta.
"Semua sudah dikepung Bu! saya minta, anda menyerah!" minta Pak Polisi.
"Buka! buka! Dewa mau pulang!" teriak Dewa.
"Dewa! di mana kamu Nak?" tanya Desta langsung mencari Dewa, sedangkan Pak polisi sudah menangkap Mamahnya Jono yang ingin kabur dan Anak buahnya.
"Astaghfirullah, Dewa! tega sekali orang itu, ikat Dewa sampai badannya dingin begini." Sahut Desta.
"Hiks-hiks-hiks... Om, aku mau pulang!" sahut Dewa menangis.
"Iya sayang, kita pulang yah!" Desta langsung menggendong Dewa dan keluar dari rumah Mamahnya Jono.
"Desta, saya mohon! jangan penjarakan saya! hiks-hiks-hiks..." Mamahnya Jono dengan tangan diborgol dan bersujud pada Desta.
"Maaf Tante, saya gak bisa maafin semua perlakuan Tante sama Anak ini, ini cucu Tante sendiri lho, ada yah, Nenek yang setega ini! Pak polisi hukum dia seberat-beratnya, saya serahkan ke Bapak Polisi!" sahut Desta.
"Dasar Desta! gak punya hati kamu!" sahut Mamahnya Jono.
☀☀☀☀
Akhirnya, Mamahnya Jono dan Anak buahnya sudah dibawa oleh polisi. Bang Joni mengantarkan ke empat Bodyguard untuk pulang. Sedang Bang Sandi ikut Desta karena Desta merasa bertanggung jawab atas yang melimpah tangannya Bang Sandi terluka.
"Terima kasih semua, atas bantuan kalian, saya ngeri ada apa-apa, jadi ajak kalian semua, Bang Joni tolong antar sahabat Bodyguard saya pulang yah!" minta Desta.
"Siap Den! sama-sama, kita semua, akan selalu ada buat Aden!" sahut Bang Joni.
"Kapan pun, Aden butuh, saya siap Den!" sahut Bang Sandi.
"Bang, Astaghfirullah, tangan Abang Sandi berdarah, Bang Sandi ikut saya aja, biar diperiksa." Sahut Desta melihat tangan Bang Sandi berdarah karena menangkap Anak buahnya Mamahnya Jono.
"Iya, tadi mau kenalin saya sama pisau, tapi Alhamdulillah gak kena perut saya! saya tangkis aja! udah, Den, ini hal biasa buat saya! nanti saya obatin sendiri di rumah." Sahut Bang Sandi.
"Jangan gitu dong Bang, kan gara-gara nolong saya, ikut saya yah!" minta Desta.
__ADS_1
"Udah nurut Bang, tangan berdarah gitu! kita berempat biar pulang sama Bang Joni." Sahut Bang Pandi.
"Iya deh, kalau emang gak ngerepotin Den Desta." Sahut Bang Sandi.
"Sama sekali enggak!" sahut Desta.
"Biar darahnya gak ngalir, pakai apa kek Bang!" minta Bang Misar.
"Sebentar, saya ambil handuk kecil, Dewa, kamu di dalam mobil dulu yah!" sahut Desta sambil membopong Dewa ke dalam Mobil Desta.
"Iya Om." Sahut Dewa.
"Bang Sandi, pakai ini! biar gak netes ke mobil saya!" minta Desta langsung memberi handuk kecil. Bang Sandi langsung mengikat tangannya.
"Makasih Den!" sahut Bang Sandi.
"Ya sudah, kita berempat pulang sama Bang Joni duluan yah!" minta Bang Pandi.
"Berlima kali, saya gak dianggap?" tanya Bang Joni.
"Oh, iya, he-he-he, maaf Bang, sensi!" sahut Bang Pandi.
☀☀☀☀
Akhirnya, Desta, Dewa dan Bang Sandi ke rumah sakit. Mirna langsung berterima kasih pada Desta, sudah berhasil membawa Dewa pulang. Bang Sandi sedang diperiksa oleh Dokter untuk dicek tangan yang luka. Di situ, sudah ada Abi Mahmud datang dan berada di luar bersama-sama Mirna, Khalisa dan Bunda Maryam.
"Wa'alaikumsalam." Jawab semuanya.
"Dewa, ya Allah, kamu gak apa-apa Nak? hiks-hiks-hiks... Mamah khawatir sayang." Sahut Mirna memeluk Dewa.
"Maafin Dewa Mah." Sahut Dewa.
"Gak apa-apa sayang, Desta ya Allah, makasih banyak yah, sudah berhasil membawa Dewa pulang, saya gak tahu harus bilang apa lagi sama kamu." Sahut Mirna.
"Sama-sama Mba, kan kita keluarga, harus saling bantu." Sahut Desta.
"Lain kali, hati-hati jaga Anak Mirna!" sahut Umi Sarah.
"Iya Umi." Sahut Mirna.
"Sayang, maafin aku yah, pergi gak bilang-bilang sama kamu, soalnya darurat sayang." Sahut Desta.
"Gak apa-apa, yang penting, kamu gak apa-apa kan?" tanya Khalisa mengecek tangan dan wajah Desta.
"Alhamdulillah, aku gak apa-apa sayang, sehat, gak ada luka sama sekali, malahan Bang Sandi yang luka tangannya, tapi sekarang lagi diperiksa sama Dokter Ari.
"Astaghfirullah, semoga gak infeksi ya sayang lukanya." Sahut Khalisa.
__ADS_1
"Aamiin..." sahut Khalisa dan Desta.
"Bunda, kenapa? Ayah gimana?" tanya Desta.
"Hiks-hiks-hiks... masih belum sadarkan diri Desta." Sahut Bunda Maryam.
"Yang tabah ya Besan, kita hanya bisa berdoa dan pasrah." Sahut Abi Mahmud.
"Iya Besan, jangan ditangisin terus, saya ngerti kok, perasaan Besan, tapi kita harus kuat!" sahut Umi Sarah.
"Iya Bunda, Khalisa minta, Bunda jangan sedih lagi, Bunda kuat yah! Khalisa mohon!" minta Khalisa.
"Iya Nak." Sahut Bunda Maryam.
"Besan, Khalisa, Desta, Mirna, Umi sama Abi pamit pulang dulu yah, nanti besok, kita ke sini lagi, kita istirahat dulu!" minta Umi Sarah.
"Iya Umi, gak apa-apa, Khalisa, sebaiknya kamu pulang dulu sama Desta, biar Ayah, nanti Bunda sama Mba Mirna yang jaga!" sahut Bunda Maryam.
"Iya Khalisa, kamu harus banyak istirahat, kamu kan lagi hamil, jangan sampai kecapean, Desta, bawa Khalisa pulang! besok kan bisa jenguk lagi!" minta Umi Sarah.
"Iya Khalisa, kasihan sama kondisi kamu!" sahut Abi Mahmud.
"Kamu gak usah khawatir, ada Mba jagain Bunda sama Ayah kamu!" minta Mirna.
"Iya lah, kamu harus tanggung jawab! kan semua gara-gara masalah kamu!" sahut Umi Sarah.
"Umi..." sahut Desta.
"Umi, ayo pulang! gak boleh ah, kaya gitu! Abi pamit sama Ayah Umar dulu, meskipun dia masih belum sadarkan diri." Sahut Abi Mahmud.
Abi Mahmud dan Umi Sarah, masuk ruangan Ayah Umar. Mereka pamit pulang dan menyemangati Ayah Umar agar lekas sembuh.
"Besan, saya sama istri, pulang dulu yah, nanti kita balik lagi, saya mohon, sembuh, kuat, bangun! saya yakin, kamu orangnya kuat dan tegar!" sahut Abi Mahmud.
"Sudah Bi, ayo!" ajak Umi Sarah.
Akhirnya, Umi Sarah dan Abi Mahmud pulang. Mereka diantar oleh supirnya Umi Mamad. Setelah Umi dan Abi Mahmud pulang, Desta membujuk Khalisa untuk pulang, dan akhirnya, Khalisa nurut apa kata Desta.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- CINTA DAN DETIK TERAKHIR
- CINTA COWOK DINGIN
__ADS_1
- CINTA GADIS BISU