Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 27


__ADS_3

"Sama Kak, aku juga mencintai Kakak, aku rela meskipun diomelin Umi demi Kakak," sahut Khalisa.


"Jangan dong! aku juga gak rela lah, aku ingin kamu bahagia, bukannya malah tekanan batin," sahut Desta.


"Iya Kak, oh iya, sekarang Kakak mandi, makannya aku siapin yah," sahut Khalisa.


"Iya sayang, makasih yah," jawab Desta.


🍁🍁🍁


Khalisa mempersiapkan mempersiapkan semua untuk Desta, dari baju, makannya, Khalisa sangat bersemangat dan ingin buktiin Khalisa bisa.


"Neng, udah gak apa-apa Bibi aja, kan Neng capek," sahut Bi Aning.


"Gak apa-apa kok Bi, aku pengen siapin makan untuk suami aku, oh iya, steak tadi masih ada kan Bi?" tanya Khalisa.


"Maaf Neng habis, tadi Umi ngasih ke Bibi semua, Bibi kasih Pak Jamal," sahut Bi Aning.


"Oh gitu? ya udah gak apa-apa, kirain aku masih ada, he-he-he," sahut Khalisa.


"Maaf ya Neng, Bibi jadi gak enak," sahut Bi Aning.


"Gak apa-apa Bi, oh iya sini Bi!" panggil Khalisa sambil memberi uang seratus ribu pada Bi Aning, karena sudah mau mengurutnya.


"Neng, gak usah Neng ya Allah ih,, si Neng," sahut Bi Aning.


"Bibi pegang aja, buat pegangan Bibi beli apa gitu," sahut Khalisa.


"Ya Allah Neng, makasih ya Neng, Bibi gak enak ini," sahut Bi Aning."


"Udah Bi, gak apa-apa," sahut Khalisa.


"Ya Allah, Neng baik banget, Bibi doakan, semoga Neng Khalisa cepat hamil, lancar rezekinya, dilanggengkan rumah tangganya dengan Aden Desta," sahut Bi Aning mendoakan.


"Aamiin, sama-sama Bi," jawab Khalisa sambil tersenyum.


"Wah, kamu masak apa sayang?" tanya Desta.


"Kak, maaf aku buatin nasi goreng telur dulu yah, besok-besok aku masak," sahut Khalisa.


"Gak apa-apa sayang, apapun itu yang masak istri, pasti makan, katanya tadi kamu masak steak, mana?" sahut Desta.


"Tadi Umi kasih Bi Aning semua, gak apa-apa ya Kak," sahut Khalisa.

__ADS_1


"Maaf ya Aden, Bibi jadi gak enak," sahut Bi Aning.


"Hmmm,, gimana yah? doooorrr__ ha-ha-ha, ya gak apa-apa lah, kalian itu lucu tahu, mukanya pada tegang semua, apa lagi Bi Aning, sampai gak ngedip gitu, ha-ha-ha," Desta tertawa sambil meledek Khalisa dan Bi Aning.


"Kakak ih, jangan gitu! kasihan Bibi tuh, kalau jantungan gimana?" sahut Khalisa.


"Tahu nih Den Desta, dari tadi Bibi di buat kaget terus," jawab Bi Aning.


"Lagian kalian lucu, di sini kaya takut-takut gitu, kalau tegang pada melotot semua, di sini kita keluarga, jadi gak ada yang perlu di takutin, Bibi gak usah sungkan-sungkan sama saya, saya itu gak anggap Bibi pembantu, tapi seperti Ibu, rumah ini, rumah Bibi juga, makanan ini makanan Bibi juga, jadi Bibi gak usah tegang, takut sama saya," sahut Desta.


"Makasih ya Den, Aden Desta sama Khalisa benar-benar baik banget, jarang orang itu kaya kalian, semoga kalian tetap langgeng ya sampai nenek dan kakek, lancar rezekinya, hiks-hiks-hiks," sahut Bi Aning sambil menangis.


"Ssst__ kok Bibi malah nangis sih? ya Allah, sini Bi, sini, udah ah jangan nangis gitu, Saya jadi gak enak Bi," sahut Desta memeluk Bi Aning seperti Ibu sendiri.


"Bibi terharu Den, Bibi gak bisa balas kebaikan Aden sama Neng Khalisa, Bibi gak punya anak Den sampai sekarang, mangkanya pas Aden sama Neng Khalisa bilang anggap Bibi sebagai Ibu kalian, Bibi terharu dan sangat senang," sahut Bi Aning.


"Iya, iya, sudah jangan sedih lagi yah, kamu juga kenapa nangis? sini, sini, aduh pada cengeng, cengeng banget sih, kalau minta dipeluk bilang, jangan drama nangis begini, ha-ha-ha," sahut Desta kembali meledek Khalisa dan Bi Aning.


"Aden mah bisa aja, ngeledeknya, aduh, baju saya kok jadi wangi yah kena minyak wangi Aden, he-he-he," sahut Bi Aning.


"Ha-ha-ha, bisa aja si Bibi," sahut Desta.


"Kak, masaknya jadi tertunda, Kakak mau nunggu gak?" sahut Khalisa.


"Lebay banget sih," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Gak lama, ponsel Desta berdering, ternyata Yuda. Yuda memberi kabar baik pada Desta dan Khalisa, kalau ia baru saja jadian dengan Syifa, Desta dan Khalisa sangat senang mendengarnya, dan selalu mendoakan agar selalu langgeng sampai akhir hayat.


"Tralala, makanan sudah siap suamiku, silakan dicoba," sahut Khalisa.


"Makasih istriku sayang, kamu tahu gak yang telepon siapa?" sahut Desta tersenyum.


"Siapa Kak?" tanya Khalisa.


"Yuda, dia baru saja jadian sama Syifa," sahut Desta tersenyum.


"Alhamdulillah, aku ikut senang Kak, akhirnya kita berhasil ya jadi biro jodoh, he-he-he," jawab Khalisa.


"Iya sayang, nanti kita usaha di sini toko biro jodoh Khalisa dan Desta di jamin manjur, langsung jadian dan nikah, ha-ha-ha," Desta tertawa sambil memandangi Khalisa.


"Ha-ha-ha, bisa aja Kak, Kak makan dong nasinya, kok jadi ngelihatin aku kaya gitu sih, aku gak kuat kalau ngelihat mata Kakak," sahut Khalisa tersenyum dan menunduk malu di meja.

__ADS_1


"Kok nunduk sih? jangan gitu ah, ayo bangun jangan nunduk gitu, emang mata aku ada apanya sampai kamu gak kuat," sahut Desta tersenyum dan memegang dagu Khalisa.


"Susah dijelasin," sahut Khalisa malu-malu sambil tersenyum.


"Kok susah dijelasin? aku tampan yah, sampai kamu gak kuat lihat mata aku?" sahut Desta mengedipkan matanya ke Khalisa.


"Suami aku paling tampan di hati aku, pokonya gak ada yang ngalahin ketampanan suami aku, he-he-he," sahut Khalisa.


"Masya Allah, pujian istriku bikin aku jadi berdebar-debar, kamu juga istri tercantik di hati aku, walau bidadari mana pun sangat cantik, tapi di hati aku tetap kamu yang tercantik," sahut Desta.


"Kak, kasih komentar dong, nasi goreng buatan aku gimana?" tanya Khalisa.


"Enak banget, lebih enak masakan istri aku dibanding restoran," sahut Desta.


"Bohong," sahut Khalisa.


"Ya Allah, buat apa aku bohong sayang, masa sama istri bohong, enak banget sayang," sahut Desta.


"Makasih ya Kak, he-he-he," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Setelah selesai makan Desta dan Khalisa duduk di taman, Khalisa sambil mendengarkan Desta bernyanyi sambil bermain gitar, selain pintar mengaji, Desta juga pintar menyanyi.


"Kok berhenti Kak?" tanya Khalisa.


"Sini sayang," sahut Desta memegang tangan Khalisa dan menciumnya.


"Ada apa Kak?" tanya Khalisa.


"Aku pengen ngomong sama kamu, tapi kamu jangan sedih yah," sahut Desta.


"Ada apa?" tanya Khalisa.


"Seminggu lagi, aku bakal Dinas ke Yogyakarta, mungkin aku dua mingguan di sana," sahut Desta.


"Hmmm, lama banget dua minggu?" tanya Khalisa langsung berlinang air mata.


"Tuh kan, jangan nangis ah, iya sayang, aku pengen ngomong sama kamu berat banget," sahut Desta langsung memeluk Khalisa.


"Hiks-hiks-hiks, jujur aku gak bisa nahan air mata ini Kak, biarinin aku nangis," sahut Khalisa langsung menangis dipelukan Desta.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2