
"Emang Mertua gue macan," sahut Khalisa.
"Gak enak aja gue Lis, gue tunggu lo balik ke rumah aja deh," sahut Syifa.
"Ya udah, terserah lo aja," sahut Khalisa.
"Gimana Mertua lo Lis? baik-baik aja kan sama lo?" tanya Syifa.
"Baik, karena gue udah hadiahin dia cucu, gue juga gak tahu, ini baik sementara atau enggak, tapi gue positif thinking aja," sahut Khalisa.
"Gue doain, biar selamanya baik yah," sahut Syifa.
"Aamiin," sahut Khalisa.
"Udah dulu ya Lis, gue mau berangkat ngampus," sahut Syifa.
"Iya Hati-hati yah, belajar yang pintar, biar cepat lulus kuliah," sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Setelah chatan dengan Syifa, Khalisa melihat sebuah buku dan terselip foto Desta dengan Ririn. Desta lupa membuangnya dan tidak tahu kalau foto Ririn masih ada di buku itu. Entah kenapa Khalisa melihat foto itu rasa ingin menangis, dia berusaha kuat dan sabar. Lalu ia mengambilnya dan memberi tahu Desta dan mengirimnya melalui Chat.
"Assalamu'alaikum, Kak, ini foto Ririn yah, kenapa belum Kakak buang, Kakak masih cinta yah, soalnya disimpan di buku Kakak," sahut Khalisa dalam chatnya.
Saat itu Desta belum membalas dan membacanya, karena sibuk dengan kerjaannya. Saat itu Khalisa memandangi foto itu, sambil menangis.
Ternyata Ririn sangat cantik, pantas aja Kak Desta gak mau buang fotonya, apa ia masih cinta? ya Allah jauhkan pikiranku dari prasangka buruk, tapi kenapa air mata aku sampai netes gini yah.
🍁🍁🍁
Gak lama Desta membalas chat dari Khalisa, Desta meminta maaf sama Khalisa dan menjelaskan semuanya.
"Wa'alaikumsalam, Ya Allah kamu ketemu foto itu dari mana sayang? benaran aku gak tahu kalau foto itu masih ada," sahut Desta.
"Di kamar Kakak, aku lihat buku penasaran, eh, ada foto Ririn, aku gak mau berburuk sangka sama Kakak," sahut Khalisa.
"Itu buku udah lama gak aku buka, aku juga lupa kenapa itu foto ada di situ sayang, maafin aku ya sayang, aku udah gak cinta sama dia, yang aku cinta sekarang kamu, buat apa aku cinta sama istri orang, aku udah punya istri sendiri, istriku soleha, cantik, maafin aku ya sayang," sahut Desta.
"Tapi entah kenapa aku bisa netes gini air mata Kak, apa karena aku cengeng atau lebay, sekarang fotonya mau di apakan Kak? aku gak ada hak buat buang ini foto," sahut Khalisa.
"Terserah kamu sayang, kamu mau buang atau apa, aku udah gak peduli sama foto itu, semua ada ditangan kamu, karena kamu istri aku, hak kamu sayang, tapi satu minta aku, jangan pernah marah sama aku ya sayang, aku benar-benar mencintaimu kamu," sahut Desta.
"Aku gak marah Kak, cuma nanya aja, maaf ya Kak," sahut Khalisa.
__ADS_1
"Iya sayang gak apa-apa, gimana reaksi Umi saat dengar kamu hamil sayang?" tanya Desta.
"Alhamdulillah, Umi senang Kak, kayanya bahagia banget, dan perhatian sama aku," sahut Khalisa.
"Alhamdulillah, kamu banyak-banyak istirahat ya sayang, maafin aku belum sempat video call sama kamu, pokoknya kamu gak boleh capek dan pikiran, tolong soal foto itu jangan terlalu kamu pikirkan ya sayang," nasehat Desta.
"Insya Allah Kak, ya udah, Kakak kerja aja lagi, maafin aku udah ganggu kerja Kakak, aku sayang sama Kakak," sahut Khalisa sambil memberikan imoticon sedih.
"Kok imoticonnya kaya gitu, gak mau ah, artinya kamu masih kepikiran sama foto itu, tolong sayang jangan sedih gitu, aku gak tenang jadinya," sahut Desta.
"Cuma kangen aja Kak," sahut Khalisa.
"Sama sayang, aku juga, maafin aku ya sayang," sahut Desta.
"Kakak Gak salah, gak usah minta maaf," sahut Khalisa.
"I love you sayang, aku lanjut kerja lagi yah, aku gak mau kamu sedih, aku mau kamu selalu tersenyum buat aku, supaya aku kerja semangat," sahut Desta.
"I love you to Kak, semangat Kak kerjanya, ini aku senyum," sahut Khalisa sambil memberikan imoticon tersenyum.
"Alhamdulilah, sekarang aku semangat kerjanya, makasih ya sayang, udah percaya sama aku, Assalamu'alaikum," sahut Desta.
"Wa'alaikumsalam." sahut Khalisa.
Khalisa baru ingat, kalau dia belum salat zuhur, Khalisa langsung bersiap-siap untuk wudhu dan salat zuhur. Di dalam doa Khalisa meminta agar rumah tangganya selalu baik-baik aja, dan bayinya pun sehat.
"Iya Umi," sahut Khalisa.
"Makan siang dulu yuk! kok kamu salat di kamar sih? kenapa gak di ruangan salat?" sahut Umi Sarah.
"Maaf Umi, Khalisa lihat ada mukena di sini, jadi nanggung di sini aja," sahut Khalisa.
"Ya udah kalau gitu, sekarang kamu makan yah, Umi udah masakin sayur buat kamu, biar sehat, udah biarin gak usah di lipat, biar Irna aja yang lipat," sahut Umi.
"Gak apa-apa Umi," sahut Khalisa.
"Kamu ngelipatnya gak rapi, biar Irna aja, sekarang kamu makan dulu aja yah," sahut Umi Sarah.
Perasaan ngelipat mukena emang begitu deh, gara-gara aku gak rapi ngelipat mukena, jadi gak boleh di terusin, ya Allah, sabar-sabar.
"Kalau lagi hamil, jangan banyak melamun gak baik," nasehat Umi.
"Iya Umi," sahut Khalisa.
"Kamu bawa obat sama susunya gak?" tanya Umi Sarah.
__ADS_1
"Gak bawa Umi," sahut Khalisa.
"Aduh, kamu gimana sih? harusnya kemana-mana itu harus bawa, gimana sih kamu, gak perhatian banget sih sama bayi kamu," sahut Umi Sarah.
"Maaf Umi, Khalisa lupa," sahut Khalisa.
"Gitu aja lupa, masih muda juga, ya udah, sekarang kamu makan yah, ini Umi buatin sayur buat kamu, salad sayur," sahut Umi Sarah.
"huek-huek-huek," Khalisa muntah karena Khalisa tidak suka salad sayur, dan mencium bau salad sayur, sampai Khalisa muntah dan mual.
"Aduh gimana sih? belum di makan udah muntah, udah dibuatin capek-capek," sahut Umi Sarah.
Ya Allah gimana ini, aku benar-benar gak suka salad sayur, bilangnya gimana ini? aku gak mau kecewain Umi.
"Neng, udah mualnya, cepatan dimakan!" panggil Umi.
"Maaf ya Umi, mual banget, iya Khalisa makan Umi," sahut Khalisa terpaksa.
"Siapa suruh kamu gak dibawa obat mualnya, ya udah, kamu makan sekarang, ini sengaja Umi buatin buat kamu, biar sehat," sahut Umi Sarah.
Terpaksa aku makan deh, nanti kecewa kalau sampai gak dimakan, bismillah, jangan sampai enek, kuat-kuat, Dek, bantu Mamah Dek, jangan sampai mual.
"Gimana? enak gak?" tanya Umi.
"Enak Umi," Khalisa menahan mual sambil memerah wajahnya.
"Wah, apa itu Umi?" tanya Abi Mahmud.
"Salad sayur, Abi mau?" tanya Umi Sarah.
"Mau, Khalisa kok merah gitu wajah kamu? kamu gak suka yah, Umi, kalau Khalisa gak suka, jangan dipaksa dong," sahut Abi Mahmud.
"Enggak Abi, enak kok," sahut Khalisa berbohong.
"Abi selalu tuduh Umi yang enggak-enggak, Khalisa tuh habis mulai tadi, karena ia lupa bawa obatnya, jadi merah gitu, Umi gak maksa, Umi mau bayi itu sehat karena makan sayur, Khalisa kamu kalau di rumah sering-sering buat kaya gini yah, Umi mau kamu sehat dan bayi kamu juga sehat," sahut Umi Sarah.
"Iya Umi," sahut Khalisa tidak kuat menahan mual dan akhirnya Khalisa memuntahkan makanannya di Wastafel, hingga Umi marah dan kesal.
Bersambung ...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Teman-teman dan readersku, sambil menunggu episode Ta'aruf Cinta, kalian bisa mampir ke cerita romantis dari sahabat Author Author ku yang keren keren ini, yang ceritanya juga gak kalah menarik, penasaran langsung aja baca ya, cekidot 😍
__ADS_1
Yang mengisahkan tentang Gadis cantik yang harus memilih salah satu dari tujuh pria yang benar-benar tulus mencintainya.