Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 102


__ADS_3

"Assalamu'alaikum, Ari, maaf telat!" sahut Syifa.


"Oh, iya, gak apa-apa kok, kira aku kamu gak datang," sahut Dokter Ari.


"Kalau udah janji, gak akan aku batalin, tapi kita gak bisa lama ya Ri, soalnya udah malam juga," sahut Syifa.


"Iya, gak apa-apa, kita makan yuk! sambil ngobrol-ngobrol, gak enak juga kalau sambil berdiri kan?" sahut Dokter Ari.


🌷🌷🌷🌷


Dokter Ari dan Syifa begitu akrab. Dokter Ari malam itu bilang ke Syifa, kalau dia gak mau pacaran lagi, Dokter Ari mau langsung melamar Syifa menjadi istrinya. Syifa gak menyangka kok Dokter Ari cepat banget ingin melamar Syifa, Syifa minta waktu dua hari untuk menjawab.


"Syifa, benar-benar kaget lho, kok Ari cepat banget nyatain, Syifa gak bisa jawab sekarang!" sahut Syifa dengan raut wajah merah.


"Gak apa-apa, Syifa gak harus jawab hari ini, karena aku orangnya simple, langsung aja gitu, maaf kalau ini membuat Syifa kecewa!" sahut Dokter Ari.


"Enggak kok Ari, Syifa hanya butuh waktu aja dua hari ya, gak apa-apa kan? kita juga kan baru ketemu sekali, tolong mengerti ya Ari!" sahut Syifa.


"Iya gak apa-apa, Ari takut Syifa kecewa Ari bilang seperti ini, baru kenal udah berani mau ngelamar, dari pada harus nunggu lama-lama, hanya buat dosa, mendingan kita langsung aja, insya Allah, Ari gak pernah takut oleh apa pun, Ari benar-benar serius Syifa!" sahut Dokter Ari.


"Iya, Ari, kalau udah siap, Syifa kabarin," sahut Syifa.


"Oke, kalau Syifa siap, Ari bilang ke keluarga dan datang ke rumah Syifa." Sahut Dokter Ari.


"Tapi Ari, Syifa bukan orang kaya, Syifa sederhana, takut keluarga Ari gimana gitu?" sahut Syifa.


"Dengar Syifa, keluarga aku gak seperti itu, mereka selalu menerima, yang penting akhlaknya baik, soleha, pasti dia menerima dengan terbuka." Sahut Dokter Ari.


"Iya Ari, Syifa ngerti," sahut Syifa.


🌷🌷🌷🌷


Keesokan paginya, Khalisa dan Desta sudah bangun seperti biasa salat subuh berjamaah. Khalisa memasak sayur asam pesanan Desta. Karena Desta ingin sekali makan sayur asam buatan Khalisa.


"Sayang mau dimasakin apa?" tanya Khalisa.


"Sayur asam, sama seperti kemarin sayang," sahut Desta tersenyum.


"Oke, siap Papah Desta!" sahut Khalisa.


"Alhamdulillah, aku dibilang Papah, kalau Dedek bayi sudah lahir, aku maunya dipanggil Papah!" minta Desta.


"Iya sayang, oh, iya, kemarin Bunda bilang, kita sering-sering nginap di rumah Bunda, kamu mau gak? soalnya Mba Mirna sebentar lagi pindah, karena sudah jadi rumahnya, Bunda kesepian, ya kita nginap sehari atau dua aja, gimana?" tanya Khalisa.

__ADS_1


"Iya sayang, aku mau! buat istri aku, apa sih yang enggak," sahut Desta.


"Tapi rumah Bunda gak seperti di sini, gak apa-apa?" tanya Khalisa.


"Memangnya harus kaya gimana? ya, enggak apa-apa sayang, gak masalah, rumah kamu kan adem banget, beda sama Jakarta, pengen keliling kampung sama kamu!" sahut Desta.


"Mau ngapain? keliling kampung?" tanya Khalisa.


"Iya, keliling kampung," sahut Desta.


"Rumah aku gak ada view yang bagus sayang, apa yang mau dilihat?" tanya Khalisa.


"Cewek-ceweknya mungkin, biar aku cuci mata, ha-ha-ha," ledek Desta.


"Hah? ya, udah sana! sana! sama cewek-cewek lain, sana!" sahut Khalisa cemberut.


"Ikh... orang bercanda juga, bercanda istriku, cie-cie-cie, udah mulu cemburu nih!" ledek Desta memeluk Khalisa.


"Tau ah... awas!" sahut Khalisa cemberut.


"Cium dulu! mmmmuaacch... aku bercanda sayang, sini! aku mau bicara sama Dedek bayinya!" minta Desta.


"Hmmm...." Khalisa memeluk Desta.


"Kok sekarang manja sih? bawaan Dedek kali yah? tapi gak apa-apa, aku bahagia dan senang banget sayang, sini! aku mau ngomong dulu sama Dedek bayinya! Assalamu'alaikum, Dedek, lagi apa kamu sayang? Papah kangen banget sama kamu, kamu baik-baik ya sayang dalam perut Mamah, jangan nakal, cepat besar ya sayang, mmmuacchh..." sahut Desta mencium perut Khalisa.


"I love you sayang! mmmuacchh..." sahut Desta mencium kening Khalisa dan tersenyum.


"I love you too, Kak, aku sayang banget sama Kakak!" sahut Khalisa memeluk Desta.


"Oh, iya, besok kita USG ya sayang," sahut Desta.


"Iya Kak, kata Bidan Susi USG harus tiga kali, kalau USG umur sebulan belum terlalu terlihat," sahut Khalisa.


"Gak apa-apa sayang, yang penting aku tahu perkembangan Dedek bayi kita," sahut Desta mengelus perut Khalisa.


🌷🌷🌷🌷


Saat Khalisa mau izin masak dengan Desta, tiba-tiba Syifa telepon Khalisa. Khalisa meminta izin untuk mengangkat telepon dari Syifa.


"Kak, Syifa, gimana? aku izin angkat yah!" minta Khalisa.


"Ya, udah, angkat aja dulu!" sahut Desta.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, Fa, ada apa?" tanya Khalisa.


"Wa'alaikumsalam, Lis, semalam gue ketemuan sama Dokter Ari, Dokter Ari mau ngelamar gue masa, gue harus gimana nih? gue bingung Lis, gue takut!" sahut Khalisa.


"Gitu aja bingung Fa, lo ikhlas gak nerima dia? suka gak? kalau lo ragu, lo salat Istikharah Fa, kan gue bilang jangan takut sama apa pun juga, Alhamdulillah, lo bersyukur dong, ada cowok yang benar-benar ingin ngelamar lo, minta petunjuk sama Allah ya Fa, gue cuma kasih saran aja Fa," sahut Khalisa.


"Gue sih, udah cocok kayanya Lis, dia baik banget sama gue, dia serius sama gue," sahut Syifa.


"Kalau lo cocok, ngapain takut? ya, lo terima dong! Bismillah Fa!" sahut Khalisa.


"Iya, dia gak mau pacaran Lis, mau langsung," sahut Syifa.


"Ya, bagus itu! ya, udah, keputusan ada di tangan lo, gue cuma bisa kasih saran aja, tolak atau terima semua ada di lo!" sahut Khalisa.


"Gue terima aja Lis!" sahut Syifa.


"Yakin?" tanya Khalisa.


"Yakin Lis! bismillah, akhirnya gue bisa Ta'aruf kaya lo!" sahut Syifa.


"Alhamdulillah, ya Allah, ikhlas lho Fa, jangan paksaan! ingat Fa, kalau Ta'aruf jangan kaya gue ya, lo jalanin sesuai syariat islam, kalau kaya gue, nanti malah diomongin orang, kan tahu sendiri kampung kita kaya gimana? mau tahu aja urusan orang lain, mau orang begini diomongin, kalau menurut mereka salah, ya, salah bahan gosip, padahal belum tentu dirinya benar, selalu mencari kesalahan orang lain," sahut Khalisa.


"Iya, makasih banyak sarannya, nasihatnya ya Lis, gue senang banget, punya sahabat kaya lo!" sahut Syifa.


"Alhamdulillah, gue ikut senang, sahabat gue mau dilamar, gue bahagia banget, ya Allah, selamat ya Fa!" sahut Khalisa.


"Iya, gue juga banyak makasih sama lo Lis, maaf kalau gue sering ganggu lo," sahut Syifa.


"Lo ganggu banget tahu gak, sekarang gue mau masak, suami gue belum makan dan minum obat, tanggung jawab lo Fa! he-he," sahut Khalisa.


"Maafin gue ya, Kak Desta maafin Syifa ya!" sahut Syifa.


"Gak mau dimaafin, sebelum kamu traktir kita!" sahut Desta.


"Siap, nanti Syifa traktir deh, semua!" sahut Syifa.


"Syifa, kita bercanda, kok dianggap benar sih," sahut Khalisa.


"Benaran gue Lis, kalau ada rezeki kalian berdua, gue traktir!" sahut Syifa.


🌷🌷🌷🌷


Syifa dan Khalisa mengakhiri teleponnya. Khalisa dan Desta senang mendengarnya, Desta berpikir gak akan ada yang melirik Khalisa lagi. Desta langsung memeluk Khalisa karena bangga pada istrinya, selalu berhati baik dan mau mendengarkan semua keluhan dan curhatan sahabat atau siapa pun.

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2