Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-163


__ADS_3

"Benar Umi." Sahut Bi Aning.


"Benar apa? kamu juga, kalau sama Pak Jamal, jangan nolak!" sahut Umi Sarah.


"Saya jarang Umi, lagian Pak Jamal juga kan jaga rumah kalau malam." Sahut Bi Aning.


"Ya, kan gak terus-menerus jaga, ya kalau waktu istirahat aja!" sahut Umi Sarah tersenyum meledak Bi Aning.


"He-he-he, Umi bisa aja!" sahut Bi Aning tertawa.


"Bisa gimana? Khalisa kasih waktu buat mereka berdua!" sahut Bi Aning.


"Kita udah kasih kok Umi, kan sekarang ada Bang Joni, kalau emang Pak Jamal mau istirahat dan mau sama Bi Aning, kan bisa." Sahut Khalisa.


"Oh, iya, gak ada alasan lagi tuh, Ning! Ada Joni bisa gantian jaga!" sahut Umi Sarah.


"Ah, Umi sama Neng Khalisa bisa aja, udah tua Umi, gak mikirin gituan ah!" sahut Bi Aning.


"Eh, kamu gak boleh gitu Aning! itu hak lelaki lho, minta sama istrinya!" sahut Umi Sarah.


"Malu Umi, masa iya, saya bilang-bilang mau kaya gituan!" sahut Bi Aning.


"Ha-ha-ha, bercanda ya Aning!" sahut Umi Sarah.


"Mmm... Umi, Khalisa bikin teh hangat dulu yah, Umi sama Bi Aning mau teh hangat atau susu?" tanya Khalisa.


"Teh aja Neng, makasih yah!" sahut Umi Sarah.


"Bi Aning apa?" tanya Khalisa.


"Teh aja Neng, makasih ya Neng!" sahut Bi Aning.


"Sama-sama, kita makannya nanti ya Umi, kalau yang lain pada kumpul, oh iya, Bi Aning, sekalian nanti kasih kopi buat yang di depan yah!" minta Khalisa.


"Siap Neng!" sahut Bi Aning.


"Ini buat Umi, ini buat Bi Aning, ini kopi buat yang di depan, Bibi tolong antar yah! sekalian sama rotinya!" sahut Khalisa.


"Siap Neng!" sahut Bi Aning.


"Menantu Umi memang idaman, Umi bangga sama kamu Neng, peduli sama orang lain." Sahut Umi Sarah.

__ADS_1


"Alhamdulillah, Umi, oh, iya, Bang Boro rapi yah Umi, dipotong kaya gitu." Sahut Khalisa.


"Iya Neng, itu dipotong rambut, bukan salon biasa lho, tapi sama Ustadz Arif." Sahut Umi Sarah.


"Kenapa sama ustadz Arif Umi? emang salon biasa gak bisa?" tanya Khalisa penasaran.


"Gak mempan Neng, malah guntingnya patah, Umi sempat heran, tapi dia gak punya pegangan apa-apa, katanya sih, dari lahir, Umi juga gak ngerti Neng." Sahut Umi Sarah.


"Hah? patah? kok aneh Umi, jadi seram yah!" sahut Khalisa.


"Boronya aja gak tahu, kenapa dia bisa kaya gitu, udah kaya samson aja." Sahut Umi Sarah.


"Khalisa masih gak percaya Umi, iya, kaya samson jadinya." Sahut Khalisa.


"Kalau udah tahu, kamu diam aja! nanti takut sakit hati dia!" sahut Umi Sarah.


"Iya Umi." Sahut Khalisa.


"Sudah dikasih Bi Aning?" tanya Khalisa.


"Sudah Neng, baru Pak Jamal yang bangun, kayanya pada begadang, tapi nanti Pak Jamal yang bangunin!" sahut Bi Aning.


☀☀☀☀


Gak lama, Bunda Maryam datang. Bunda Maryam sudah mandi, bergantian sama Umi dan Bi Aning. Mereka saling bergantian untuk mandi pagi.


"Bunda, udah selesai?" tanya Khalisa.


"Udah, mau ngapain lama-lama, Umi, Bi Aning, udah, biar saya lanjutin yah! Umi sama Bi Aning mandi aja!" sahut Bunda Maryam.


"Iya, Besan, tinggal dulu yah, Khalisa, Umi tinggal, jangan lupa bangunin Desta, suruh bantu yang lain, buat angkat-angkat bangku!" minta Umi Sarah.


"Siap Umi." Sahut Khalisa.


"Bunda, Neng, saya juga tinggal dulu yah!" minta Bi Aning.


"Silakan Bi." Sahut Khalisa dan Bunda Maryam.


"Bunda, mau Khalisa bikinin teh, apa susu?" tanya Khalisa.


"Teh aja Neng!" minta Bunda Maryam.

__ADS_1


"Sebentar Bun, aku bikinin, tadi mau bikinin, Bunda lagi mandi, takut dingin, sambil ngemil Bun, roti!" sahut Khalisa.


"Iya Neng, makasih yah!" sahut Bunda Maryam.


"Sama-sama Bunda." Sahut Khalisa.


"Suami kamu masih tidur?" tanya Bunda Maryam.


"Iya Bun, ngantuk katanya." Sahut Khalisa.


"Emang Desta ikut begadang?" tanya Bunda Maryam.


"Enggak Bun, semalam, Kak Desta ngajakin kaya gitu sama Khalisa." Sahut Khalisa.


"Oh, gitu? ya udah, kamu sebagai istri, jangan nolak yah! emang sudah hak dia!" sahut Bunda Maryam.


"Iya, Bun, Kak Desta tiap malam minta terus, kalau nolak kan dosa!" sahut Khalisa.


"He-he-he, wajar Neng, kan dia suami kamu, mau dia kaya gimana, kamu harus tetap nurut!" nasehat Bunda Maryam.


"Iya Bun, Khalisa gak pernah nolak, Khalisa juga sayang sama dia Bun." Sahut Khalisa.


"Ya udah, kamu bangunin gih, suami kamu! biar bantu yang lain." Minta Bunda Maryam.


"Iya Bun, Khalisa tinggal bentar yah!" sahut Khalisa.


☀☀☀☀


Khalisa pun ke kamar, Desta sedang duduk dan merapikan rambutnya. Khalisa menghampiri Desta sambil bercanda, dan Khalisa meledek Desta dengan model rambut culun. Desta hanya pasrah pada istrinya dan tetap tersenyum manis.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2