
Setelah selesai menjenguk Yuda, Khalisa dan Desta kembali pulang. Mereka akhirnya, sampai rumah. Pak Jamal langsung membuka gembok dan gerbang.
"Alhamdulillah, Den Desta sama Neng Khalisa pulang." Sahut Pak Jamal.
"Iya Pak." Sahut Desta.
"Bang Boro, Bang Slamet sehat? udah pada ngopi belum? ngopi dulu gih! pada lesu gitu!" sahut Desta.
"Iya Den, gampang!" sahut Bang Boro.
"Iya Den, saya mah udah bosan ngopi mulu," sahut Bang Slamet.
"Saya masuk dulu yah! Bang Joni, nanti jelasin aja mereka yah!" sahut Desta.
"Siap Den!" sahut Bang Joni.
"Assalamu'alaikum," sahut Khalisa dan Desta.
"Wa'alaikumsalam, eh, Neng Khalisa dan Den Desta sudah pulang, kok cepat Den, Neng?" tanya Bi Aning.
"Khalisa kasihan sama Bi Aning di rumah sendiri, ha-ha-ha," sahut Desta sambil tertawa.
"Bisa aja Den Desta," sahut Bi Aning.
"Bi, ini ada makanan dari Bandung, kalau mau ambil aja yah!" sahut Khalisa.
"Makasih ya Neng, Den," sahut Bi Aning.
"Sama-sama," sahut Khalisa dan Desta.
"Oh, iya, besok Bibi ikut jalan-jalan ke dufan yah! Bibi sama Bang Joni aja sama yang lain juga, mau kan jalan-jalan kan?" tanya Desta.
"Mau Den, terus nanti Den Desta sama Neng Khalisa gimana?" tanya Bi Aning.
"Nanti kita nyusul, kan masih ada mobil," sahut Desta.
"Sayang, kamu udah bisa nyetir? bukannya masih sakit?" tanya Khalisa.
"Aku strong, jadi aku kuat! ha-ha-ha," sahut Desta tertawa.
"Siap Den! makasih ya Den," sahut Bi Aning.
"Kita istirahat dulu ya Bi," sahut Desta.
🌷🌷🌷🌷
Khalisa dan Desta akhirnya masuk kamar. Setelah mereka sama-sama ganti baju dan mandi mereka salat ashar berjamaah. Setelah salat Khalisa menghampiri Desta dan mencium tangan Desta.
"Sayang, sekali lagi aku minta maaf atas kelakuan aku tadi pagi, aku udah cemburu terlalu besar," sahut Khalisa.
__ADS_1
"Gak apa-apa sayang, mungkin kamu lagi sensitif sama aku, gara-gara bawaan bayi yah," sahut Desta.
"Gak tahu sayang, akhir-akhir ini aku ingin banget dimanja, terus marah-marah terus, apa lagi kamu dekat sama cewek," sahut Khalisa.
"Aku mengerti sayang, aku terima semua kekurangan kamu, sampai tadi aku sulit banget buat bujuk kamu, jangan gitu lagi ya sayang!" minta Desta.
"Iya sayang, sekali lagi maafin!" sahut Khalisa.
"Iya, iya, sekarang kita ke kamar yuk! kamu kangen gak sama aku?" tanya Desta.
"Kangen masa enggak, emang kenapa?" tanya Khalisa.
"Ya, udah ayo!" ajak Desta.
"Kamu minum obat dulu ah, obatin luka kamu, biar cepat kering!" sahut Khalisa tersenyum.
🌷🌷🌷🌷
Desta dan Khalisa sudah berada di kamarnya, Khalisa menyiapkan obat dan cream untuk Desta. Desta tersenyum dan bangga sama istrinya, Khalisa sangat perhatian gak pernah lupain kalau Desta harus minum obat dan obati lukanya.
"Astaghfirullah, sayang, kamu kan harus kontrol!" sahut Khalisa.
"Ya, udah, besok aja sayang, sampai panik gitu! Dokter Ari sudah chat aku, besok sore atau malam baru ada di rumah sakit, masya Allah, istriku benar-benar perhatian, sampai kaget gitu aku belum kontrol.
" Aku gak mau kalau kamu gak kontrol, takut kenapa-kenapa, kamu kan lagi dalam pemulihan," sahut Khalisa sambil mengolesi cream ke luka Desta.
"Besok yah sayang, kita pulang dari sea word baru ke rumah sakit, aku gak apa-apa sayang," sahut Desta mengusap kepala Khalisa.
"Harus dong! ya, udah, minum!" minta Desta.
🌷🌷🌷🌷
Khalisa menuang vitamin ke dalam gelas, dan langsung meminumnya. Desta bilang kalau Khalisa sudah mulai agak gemukan dan sexy, membuat hasrat Desta tidak bisa menahannya lagi.
"Sayang, badan kamu agak gemukan yah?" sahut Desta mendekati Khalisa sambil menciumnya.
"Kamu mau apa? mau juga? gak boleh, orang ini buat orang hamil," sahut Khalisa.
"Kangen, karena tadi kamu udah cemburu sama aku, jadi kamu harus bayar sama aku!" sahut Desta menciumi leher Khalisa.
"Sayang, ini belum habis!" sahut Khalisa malu-malu," sahut Khalisa.
"Ya udah, habisin aja sayang, aku mau peluk kamu, sama cium Dedek bayi dulu! sini, Assalamu'alaikum, Dek, kamu lagi apa sayang, lagi bobo yah? sayang, Papah mau ngadu sama kamu, kalau tadi Mamah cemburu sama Papah, jadi Papah gak bisa ajak ngobrol kamu, bantu Mamah supaya gak cemburu ya sayang, mmmuacchh..." sahut Desta menciumi perut Khalisa.
"Mamahnya udah aku omelin kok Papah, maafin Mamah ya Papah, Ini karena perintah aku gak boleh ada yang dekat-dekat sama Papah! he-he," sahut Khalisa mewakili Dedek bayi sambil memegang kepala Desta, Desta sambil tersenyum menatap Khalisa.
"Alhamdulillah, sudah habis vitaminnya, biar sehat-sehat ya sayang, biar Dedek bayi juga sehat, aku udah gak sabar ingin dia hadir diantara kita," sahut Desta.
__ADS_1
"Sama Sayang, aku juga! aku masih begah sayang, sabar yah!" sahut Khalisa.
"Iya, sayangku, aku tunggu di kasur yah!" sahut Desta.
"Iya, sayang," sahut Khalisa.
🌷🌷🌷🌷
Setelah satu jam Khalisa minum vitamin, Khalisa ke kasur, melihat Desta yang sedang tertidur lelap, Khalisa tidak mau membangunkannya, Khalisa menarik selimut dan menyelimuti Desta yang sedang kecapean.
Kasihan suamiku, kecapean, sayang maafin atas kecemburuan aku tadi yah! aku udah lebay, cuekin kamu, sampai susah dibujuk, aku cuma gak mau kehilangan kamu.
🌷🌷🌷🌷
Setelah lama Desta tidur, Khalisa pun ikut tertidur lelap di samping Desta. Gak terasa azan maghrib pun terdengar. Desta bangun dan melihat Istri solehanya tidur di sampingnya sambil menggenggam tangan Desta.
Astaghfirullah, aku ketiduran, istriku juga ketiduran, sebenarnya gak tega buat bangunin kamu, tapi kita gak boleh tinggalin salat sayang.
"Sayang, bangun sayang, sudah magrib, kita salat dulu yuk!" sahut Desta membisikkan di telinga Khalisa.
"Mmmm... Astaghfirullah, maaf sayang, aku ketiduran," sahut Khalisa.
"Gak apa-apa sayang, aku juga ketiduran, kayanya kita berdua capek banget, sudah maghrib, salat jamaah, terus kita ngaji sampai isya," sahut Desta.
"Iya, sayang," sahut Khalisa.
Khalisa dan Desta akhirnya salat maghrib berjamaah, setelah salat maghrib, mereka ngaji bersama sampai isya tiba.
🌷🌷🌷🌷
Di kediaman Rumah Syifa, Syifa sedang sibuk mempersiapkan acara lamaran lima hari lagi. Sebenarnya dua minggu lagi, tapi dipercepat jadi lima hari lagi. Syifa melamun tidak menyangka sebentar lagi Syifa akan menikah.
"Kenapa, Neng?" tanya Emak Syifa.
"Gak apa-apa Mak, Syifa gak nyangka aja sudah mau menikah," sahut Syifa.
"Kamu harus bersyukur dong Neng, ada orang yang mau melamar, karena lamaran itu gak boleh ditolak Neng, Emak doain supaya Neng bahagia dan Ari pasangan Neng yang tepat." Sahut Emaknya Syifa.
"Iya Mak," sahut Syifa.
"Oh, iya, gimana keadaan Khalisa? Mertuanya masih jahat gak Neng?" tanya Emaknya Syifa.
"Katanya sih udah sadar dan taubat, tapi gak tahu juga Mak, Syifa kadang sedih melihat nasib Khalisa, jadi tekanan batin gitu!" sahut Syifa.
"Ya Allah, kasihan nasibnya, semoga Khalisa kuat dan selalu tabah, sabar, ya Neng, kapan-kapan ajak ke sini, Emak mau banyak cerita sama Khalisa!" sahut Emaknya Syifa.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰