
"Wah, kayanya enak banget, ada ayam bakar, tahu, tempe, ini di mangkok apa sayang?" tanya Desta.
"Ini namanya sayur asam, kamu cobain dulu, rasanya enak banget lho, emang Umi gak pernah masak sayur asam kaya gini?" tanya Khalisa.
"Enggak pernah sayang, aku coba ya? asam gak?" tanya Desta.
"Cobain aja dulu, Bibi orang depan udah Bibi kasih?" tanya Khalisa.
"Sudah Neng," sahut Bi Aning.
"Mmmm.... enak banget sayang, ya Allah, istri aku pintar banget sih? pasti aku nambah ini, enak!" sahut Desta.
"Benaran? gak bohong kan? nanti keasinan lagi," sahut Khalisa.
"Benaran sayang, enak banget, masya Allah," sahut Desta
"Alhamdulillah, Bibi, ayo makan Bi, kita sama-sama!" ajak Khalisa.
"Iya Neng, makasih yah!" jawab Bi Aning.
"Besok bikin kaya gini lagi sayang, aku suka banget, baru tahu namanya sayur asam, ha-ha-ha." Jawab Desta sambil tertawa.
🍁🍁🍁
Setelah selesai makan, Khalisa minum obat, begitu pun Desta. Khalisa dan Desta di ruang tv, sambil mengolesi luka Desta. Desta tersenyum bahagia memiliki istri yang setiap hari perhatian dan sayang.
Umi salah menilai istri Desta, istri Desta sangat soleha, perhatian, dan nurut pada suami, yang Umi bilang Khalisa gak bisa apa-apa itu salah, hidup aku sangat bahagia bersama dia.
"Sudah selesai sayang, kok melamun?" tanya Khalisa.
"Aku bahagia banget, sangat bahagia sayang, makasih ya istriku," sahut Desta mencium kening Khalisa.
"Permisi, Neng, Den, ada tamu, katanya teman kantornya Den Desta." Sahut Bi Aning.
"Ya, udah, Bibi suruh masuk aja, siapin minum dan makanan untuk mereka yah!" perintah Desta.
"Siap, Den!" sahut Bi Aning.
🍁🍁🍁
Desta dan Khalisa keluar menumui teman kantornya Desta. Desta menyambutnya dengan senang hati begitu pun dengan Khalisa. Desta tidak bilang kalau celaka karena Yuda, tapi Desta bilang ke teman-temannya kalau ditusuk karena rampok.
Setelah lama ngobrol-ngobrol, Bunda Maryam datang bersama Mirna, Dewa dan Raja. Khalisa dan Desta, langsung mencium tangan Bundanya dan tangan Mba Mirna. Bunda Maryam sangat tidak enak datang di saat yang tidak tepat.
"Wah, ramai yah, Bunda gak tepat datang sekarang," sahut Bunda Maryam.
"Gak apa-apa kok Bunda, malah ramai bagus, itu teman-teman Kak Desta, pada mau jenguk," sahut Khalisa.
"Sayang aku bawa Bunda ke taman aja yah, semuanya, mohon maaf, saya tinggal sebentar yah, soalnya mau temanin Bunda, lanjut sama Kak Desta yah!" sahut Khalisa dengan sopannya pamit.
"Iya sayang, Bunda maaf nih, Desta belum bisa nemenin, masih banyak tamu, maaf ya Bun!" sahut Desta meminta maaf.
"Gak apa-apa Kak, lanjutkan! Bunda tinggal yah," sahut Bunda Maryam dan Mirna mengikuti Khalisa ke taman.
__ADS_1
"Aku mau main sama Om, Mah," sahut Raja.
"Om lagi banyak tamu, nanti yah, jangan rewel, udah janji sama Mamah, ikut tapi jangan apa tadi hayo!" sahut Mba Mirna.
🍁🍁🍁
Khalisa, Bunda, Mba Mirna dan anak-anaknya sampai di taman, Raja dan Dewa langsung bermain di area taman dengan sangat senang.
"Rumah kamu besar sekali Nak, kalau sendirian, Bunda bisa nyasar ini," sahut Bunda Maryam.
"Nyasar masih di rumah Khalisa Mba," sahut Mba Mirna.
"Alhamdulillah, Bun, Bunda sama Mba Mirna udah makan belum? makan dulu yah, Khalisa masak sayur asam lho, yang seperti Bunda bikin, he-he," sahut Khalisa.
"Boleh Nak," sahut Bunda Maryam.
"Iya Lis, mau dong, Mba udah lapar," sahut Mba Mirna.
"Bi!" panggil Khalisa.
"Iya Neng, ada apa?" tanya Bi Aning.
"Siapin makan di sini yah, buat Bunda aku, sama Mba Mirna, nanti aku bantuin buat bawa!" minta Khalisa.
"Biar Bunda aja yang bantu bawa Nak!" minta Bunda Maryam.
"Iya Bun, biar Khalisa sama Bi Aning aja, Bunda nikmatin aja di sini! adem kan Bun?" tanya Khalisa tersenyum.
"Sama Mba, ayo! biar gak bulak-balik," saran Mba Mirna.
"Ya, udah, ayo Mba!" ajak Khalisa.
"Mba, aku nitip anak dua itu yah, takut hilang," minta Mba Mirna ke Bunda Maryam.
"Iya, orang anteng kok, biarin aja! sana bantu Khalisa! dia gak boleh bawa yang berat-berat," Minta Bunda Maryam.
🍁🍁🍁
Setelah lama, Khalisa, Mba Mirna, dan Bi Aning sudah membawa masakan Khalisa berikut piring, nasi, dan lauk-lauknya. Bunda lebih memilih makan di bawah seperti lesehan, begitu juga Mba Mirna. Khalisa membawa tiker untuk Bunda dan Mba Mirna. Khalisa tersenyum bahagia melihat Bunda, Mba Mirna dan anak-anaknya yang ikut makan.
"Kamu gak makan Lis?" tanya Mba Mirna.
"Iya, kamu gak makan Nak?" tanya Bunda Maryam mengulangi pertanyaan Mba Mirna.
"Aku udah makan tadi, udah Bunda sama Mba Mirna makan yang banyak, Raja sama Dewa juga emam yang banyak yah!" sahut Khalisa tersenyum.
"Ante, beyiin es cream lagi!" minta Dewa cadel.
"Nanti ah.. jajan mulu! makan dulu!" bentak Mirna.
"Gak apa-apa kok Mba, nanti ya sayang," sahut Khalisa.
__ADS_1
"Aku juga Ante!" sahut Raja.
"Iya, iya... makan dulu ya yang banyak!" suruh Khalisa tersenyum.
"Bun, Ayah kemana? kok gak ikut?" tanya Khalisa.
"Biasa arisan, salam aja buat kamu dan Desta.
"Oh... Bun, Mba, gimana masakan aku? enak gak?" tanya Khalisa.
"Enak banget Lis, lahap ini, ayam bakar ini juga enak banget, masih ada gak? ntar Mba bawa pulang kalau masih ada, he-he," sahut Mba Mirna.
"Sssttt___ kamu ada-ada aja sih!" sahut Bunda Maryam.
"Gak apa-apa Bun, masih ada kok, nanti bawa yah, buat Bunda juga, soalnya Khalisa masak banyak, tahu kalian mau datang," sahut Khalisa tersenyum.
"Nanti buat makan Desta, sama yang lainnya?" tanya Bunda Maryam.
"Banyak Bun, gak usah khawatir yah," sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Gak lama, Desta langsung datang karena teman-temannya sudah pulang, karena lumayan lama, ada sekitar satu jam lebih. Desta kaget yang lain pada duduk di lesehan.
"Wah, kok Bunda duduk di bawah? sayang kok pada duduk di bawah sih? dingin lho!" sahut Desta.
"Bunda sama Mba Mirna yang mau sayang," sahut Khalisa.
"Iya Nak, gak apa-apa, Bunda terbiasa makan di bawah gini, lebih enak, he-he," sahut Bunda Maryam.
"Iya Des, tenang aja! Khalisa juga sama udah biasa tuh!" sahut Mba Mirna.
"Iya juga sih? maaf yah, Bun tadi lama, teman-teman Desta pada datang," sahut Desta tersenyum.
"Gak apa-apa Nak," sahut Bunda Maryam.
"Kok Ayah Umar gak ikut? kenapa Bun?" tanya Desta.
"Iya, sedang ada arisan, biasa dia mah, he-he," sahut Bunda Maryam.
"Oh, barengan sama Abi mungkin yah, Abi juga suka gitu, ha-ha-ha," sahut Desta akrab mengobol dengan Bunda Maryam.
Andaikan aku bisa akrab dengan Uminya Kak Desta, kaya Kak Desta dengan Bunda, senangnya hatiku.
"Om____" teriak Raja dan Dewa dengan nada panjang.
"Hay, Dewa, Raja, apa kabar sayang?" Desta memeluk kedua anak Mba Mirna dengan senangnya begitu pun Raja dan Dewa.
"Main yuk Om! main!" Raja dan Dewa menarik tangan Desta.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
__ADS_1