Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 89


__ADS_3

"Jangan gitu ah Kak, kalau niat Dokter Ari mau dekatin Syifa dengan tulus, Alhamdulillah ya Kak, semoga gak seperti Edwin.


"Iya sayang, kita doakan aja yah!" sahut Desta.


"Kakak udah bilang sama Umi, kalau besok udah boleh pulang? nanti gak dibilangin malah aku yang kesalahan lagi," sahut Khalisa.


"Udah kok sayang, kamu juga bilangin Bunda kamu, takut jenguk ke sini," sahut Desta.


"Sama udah kok kak, he-he," sahut Khalisa.


"Aku jadi mikir sayang, pasti Bunda marah banget pas kejadian kemarin yah, kalau sembuh, aku mau ke rumah Bunda, mau minta maaf semuanya, atas perlakuan Umi," sahut Desta.


"Iya Kak, Bunda pasti maklumin kok," Khalisa tersenyum.


🍁🍁🍁


Keesokan harinya, Khalisa seperti biasa salat subuh di musholah sedangkan Desta ta'yamum. Setelah selesai salat, Khalisa membereskan semua pakaian Desta, Desta pun sudah memakai jaket dan tidak sabar untuk pulang ke rumah.


"Selamat pagi Pak Desta dan Bu Khalisa, sebelum pulang saya coba cek kondisi Pak Desta yah," sahut Dokter Ari.


"Silakan Dok!" sahut Khalisa.


"Saya kok terasa berat sekali yah, kalian pulang, saya merasa sudah seperti saudara sendiri, meskipun baru beberapa hari kenal, pesan saya, jangan lupakan saya meskipun sudah jarang ke sini, yah silahturahmi gak apa-apa kan Pak Desta?" sahut Dokter Ari.


"Iya Dok, terima kasih juga udah merawat saya, udah selamatin saya, saya juga sangat berterima kasih pada Anda Dok!" sahut Desta.


" Sama-sama Pak Desta, saya hanya perantara, semua kehendak Allah," sahut Dokter Ari.


🍁🍁🍁


Gak lama, Umi dan Abi Mahmud datang. Umi menyuruh Desta dan Khalisa tinggal di rumah Umi Sarah, tapi Desta menolaknya.


"Assalamu'alaikum," salam Abi Mahmud dan Umi Sarah.


"Wa'alaikumsalam," Desta, Khalisa dan Dokter Ari serempak menjawab salam Abi dan Umi Sarah datang.


"Umi, Abi," Khalisa dan Desta mencium tangan punggung Umi dan Abi Mahmud.


"Kamu sudah mau pulang Nak?" tanya Umi Sarah.


"Iya Umi," sahut Desta.

__ADS_1


"Gimana Dok luka anak saya sudah kering?" tanya Umi Sarah.


"Belum Ibu, tapi kondisi Pak Desta makin hari, makin membaik kok, kalau untuk luka setiap hari diolesi juga akan kering," sahut Dokter Ari.


"Gimana sih Dok, belum kering udah disuruh pulang," sahut Umi Sarah.


"Umi, mulai deh!" sahut Abi Mahmud.


"Ibu jangan khawatir, gak akan terjadi apa-apa kok sama luka Pak Desta, karena saya memberikan obat terbaik untuk Pak Desta," sahut Dokter Ari.


"Kalau sampai terjadi apa-apa, Dokter tanggung jawab yah!" sahut Umi Sarah.


"Umi, apa-apaan sih? kalau kata Dokter seperti itu ya udah, ngapain protes sih!" sahut Desta kesal.


"Kok kamu jadi marah-marah sama Umi sih? dulu kamu gak pernah bentak-bentak Umi," sahut Umi Sarah.


"Umi, udah dong! malu itu ah, sama Dokter!" sahut Abi Mahmud.


"Desta, kamu pulang ke rumah Umi, biar Umi rawat kamu, Umi gak yakin sama Khalisa, Khalisa gak bakal bisa ngerawat kamu," sahut Umi Sarah.


"Umi Khalisa bisa ngerawat Kak Desta kok, kalau Kak Desta di rumah Umi, Khalisa gimana?" tanya Khalisa.


"Kamu ikut lah, Umi gak yakin kamu bisa!" sahut Umi Sarah.


"Tapi Nak, kamu butuh Umi, kamu butuh perawatan Khusus, Khalisa belum paham semuanya Nak!" sahut Umi Sarah.


"Perawatan apa yang mau Umi kasih? hah? Desta gak butuh itu, Desta hanya butuh Khalisa, Desta butuh Khalisa disamping Desta, dan Desta percaya dan bahagia semua yang Khalisa lakuin buat Desta, itu sangat sederhana, Desta suka," sahut Desta menarik tangan Khalisa.


"Maaf! saya tunggu di luar yah! permisi!" sahut Dokter Ari.


Jadi Itu Ibunya Pak Desta, bawel sekali, Jangan-jangan Khalisa tekanan batin karena mertuanya itu, seperti membenci Khalisa sekali, Kasihan Khalisa.


"Kan Khalisa bisa nemanin kamu di rumah Umi, sekalian Khalisa belajar cara mengurus suami seperti apa," sahut Umi Sarah.


"Gak perlu Umi, tanpa belajar dari Umi, Khalisa bisa kok, kalau Umi maksa, lebih baik Umi keluar! Desta gak suka dipaksa," sahut Desta.


"Ya sudah, kalau kamu menolaknya, kalau keras kepala susah," sahut Umi Sarah.


"Umi, udah dong, biarin Desta dan Khalisa mandiri sendiri, Desta bukan anak kecil, yang harus nurut sama Umi, Desta punya keluarga, biarin istrinya yang ngurus, kita gak boleh ikut campur Umi, Umi mau Khalisa ditarik orang tuanya lagi?" tanya Abi Mahmud.


"Umi, Khalisa janji bakal merawat Kak Desta dengan baik, Khalisa gak akan kecewain Umi," sahut Khalisa.

__ADS_1


"Sayang, udah, aku percaya!" sahut Desta.


"Ya udah, kalau gitu, tapi awas yah Khalisa, kalau sampai anak saya kenapa-kenapa, Abi ayo Bi, kita ke Bogor, kan mau ada arisan," sahut Umi Sarah.


"Iya Umi ayo!" sahut Abi Mahmud.


"Umi sama Abi pamit yah, ingat Khalisa pesan Umi! Assalamu'alaikum," sahut Umi langsung pergi meninggalkan ruangan Desta, sambil membuang muka, saat Khalisa ingin bersalaman, Umi malah menangkisnya.


"Wa'alaikumsalam, Astaghfirullah, Umi!" sahut Desta.


"Kalian yang sabar yah, Khalisa yang sabar yah, jangan dimasukin di hati yah, Abi benar-benar bingung dan heran harus bagaimana lagi," sahut Abi Mahmud.


"Abi, sama Umi gak usah temuin Desta sama Khalisa dulu deh! Desta kecewa gak pernah ada perubahan sama Umi, selalu nyakitin hati istri Desta, bilangin Abi, mulai detik ini, jangan datang ke rumah Desta, dan jangan temuin kita berdua lagi!" sahut Desta kesal.


"Desta, Abi mohon jangan seperti itu! kamu harus mengerti karakter Umi kamu, tolong jangan seperti itu ya Nak!" minta Abi Mahmud.


"Kak, jangan kaya gitu, aku gak apa-apa kok, gak masukin hati, jangan ya kak!" minta Khalisa.


"Pokoknya keputusan aku udah bulat! Abi tolong mengerti keputusan Desta, Desta ingin memberikan pelajaran buat Umi, agar dia sadar dan gak egois, yang kemauannya harus diikutin! tolong hargai keputusan Aku Abi!" sahut Desta.


"Oke Nak! Abi terima keputusan kamu, semoga dengan perlakuan kamu ini, Umi bakal sadar! Abi pamit ya Nak! Assalamu'alaikum," sahut Abi Mahmud keluar ruangan sambil menepak pundak Desta dengan senyuman.


"Kak, kenapa seperti itu?" tanya Khalisa.


"Tolong sayang, hargai keputusan aku, Umi itu udah keterlaluan banget, aku memilih kamu karena aku memilih yang benar, jika kamu salah fatal, aku pun lebih memilih Umi, tapi selama ini kamu gak pernah kecewain aku, semakin lama aku semakin cinta sama kamu, yang membuat aku gak bisa kehilangan kamu, tolong mengerti yah sayang," sahut Desta.


"Tapi kalau Umi ke rumah gimana? masa aku usir, kan gak enak Kak," sahut Khalisa.


"Kamu tinggal bilang sama Bi Aning, kalau kamu gak ada di rumah, kamar kamu kunci aja! ini hanya sementara sayang, agar dia sadar, kalau kita beri maaf terus, dia gak akan pernah mau sadar," sahut Desta.


"Tapi Kak, aku takut dosa!" sahut Khalisa.


"Sayang, Allah pun tahu mana yang benar atau enggak, Allah tahu kok apa yang kita lakuin buat kebaikan Umi, untuk saat ini, aku harus tegas sama Umi," sahut Desta.


"Iya Kak, aku nurut apa kata Kakak, karena Kakak suami aku, aku dosa kalau sampai gak nurut sama suami aku," sahut Khalisa.


Desta langsung menatap Khalisa dengan raut wajah agak sendu tanpa senyuman. Desta masih kesal dengan Umi sampai buat tersenyum aja malas. Desta ingin menahan tangis, tapi tidak mau di depan Khalisa.



Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2