Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 110


__ADS_3

"Oke, jangan lama-lama yah!" sahut Umi Sarah.


Gak lama, mereka sampai Bandung. Bandung tempatnya Kakaknya Abi. Kakaknya Abi Mahmud tidak memiliki anak, dia mengambil anak dari panti asuhan, dan sekarang sudah besar dan perawan, namanya Euis. Kakaknya Abi menyambut kedatangan mereka dengan sangat gembira, Euis tertarik dan naksir dengan Desta. Sampai Khalisa selalu cemburu dan ingin pulang.


"Assalamu'alaikum, salam Umi, Desta, Khalisa, dan Bang Joni.


"Wa'alaikumsalam, jawab Kakaknya Abi.


"Teh, maafin Sarah baru main, ini anak Sarah, Desta, dan ini istrinya Khalisa." Sahut Umi Sarah.


"Oh, ini teh, istrinya Desta? wah, geulis pisan atuh, maaf yah, waktu nikahan kalian Teteh gak bisa datang, karena suami sakit, oh, iya, ini Euis anak Teteh!" sahut Teh Sani.


"Iya, tidak apa-apa Teh, hallo, Khalisa," sapa Khalisa tapi Euis hanya diam dan agak judes ke Khalisa, malah tersenyum ke Desta.


"Aa Desta yah, udah lama kita gak ketemu Aa, jarang main ke sini!" sahut Euis.


"Iya, karena sibuk Is, apa lagi sekarang Aa udah punya istri, cantik kan?" tanya Desta, Euis hanya diam saja dan melirik judes ke Khalisa.


Nyebelin banget sih, disapa malah kaya gitu. Kayanya Euis ini naksir sama Kak Desta deh.


🌷🌷🌷🌷


Umi, Desta, dan Khalisa, langsung menghampiri Abi Mahmud yang sedang menyapu belakang rumah.


"Abi," panggil Umi Sarah.


"Umi, Desta, Khalisa, ngapain kalian di sini? kalian kok bisa sama-sama?" tanya Abi Mahmud.


"Abi, maafkan Umi Abi, Desta tolong bantu jelasin ke Abi kamu!" minta Umi.


"Abi gak mau pulang, sebelum Umi berubah, Desta, Khalisa, kan Abi sudah bilang, jangan pernah maafin perempuan ini!" sahut Abi Mahmud.


"Abi, tenang dulu yah, biar Desta jelasin, jadi gini Abi, sebenarnya Umi jahat itu karena Umi diguna-guna mantan Desta, supaya benci sama Khalisa Bi, kemarin, Umi habis diruqiyah, Alhamdulillah, sekarang sudah baikan, dan sehat seperti semula," sahut Desta.


"Abi mau maafin Umi kan?" tanya Umi Sarah, Abi Mahmud langsung memeluk Umi Sarah sambil menangis.


"Maafin Abi juga Umi, Abi udah salah menilai Umi, Abi sampai bingung harus gimana waktu itu, maafin Abi sudah tinggalin Umi yah!" sahut Abi Mahmud.


"Iya Abi, Umi benar-benar tidak tahu apa yang Umi lakuin, Umi lupa!" sahut Umi Sarah.


"Efek ruqiyah memang seperti itu Bi, Alhamdulillah, Umi berhasil, karena Ustadz Arif benar-benar bisa mengobati Umi." Sahut Desta.


"Syukur Alhamdulillah, Abi ikut senang mendengar Umi sehat lagi, dan baik sama Khalisa." Sahut Abi Mahmud tersenyum.


"Masakan udah matang, mari yuk kita makan sama-sama, oh, iya, nanti buat Khalisa sama Desta ada kamar yang gak terpakai, tapi bersih, betah-betah di sini yah," sahut Teh Sani.


Gimana mau liburan, lihat anaknya aja judes banget, jadi gak betah. Pengen ngomong sama Kak Desta.


"Ayo! makan! makan! namanya di kampung keadaannya begini, ini yang masak Neng Euis Lho, enak pokoknya!" sahut Teh Sani.


"Aa, mau Euis ambilin!" tawar Euis menyendok nasi.


"Gak usah Is, istri Aa aja! sayang ambilin dong!" sahut Desta.

__ADS_1


"Oh, ya udah!" sahut Euis kesal sambil membanting centong nasi ke tangan Khalisa sampai Khalisa kena nasi panas.


"Aaaaw..." Khalisa kaget kena centong yang berisi nasi panas menyentuh Khalisa.


"Sayang, kenapa? Euis, hati-hati dong! kok kamu begitu!" sahut Desta.


"Udah, gak apa-apa sayang," sahut Khalisa.


"Euis! kamu kenapa sih? ini mereka tamu lho, sopan sedikit atuh!" bentak Teh Sani.


"Sebal, semua pada nyalahin Euis!" Euis bangun dan melangkah ke kamarnya.


"Sudah, sudah, ayo dimakan! jangan dipikirin, Euis memang seperti anak kecil, maafin yah Khalisa! biar Teteh yang bujuk!" sahut Teh Sani.


"Gak apa-apa Teh," sahut Khalisa.


"Udah sayang, sini piringnya biar aku yang ambilin aja yah!" sahut Desta.


"Anaknya, gak ada sopan santunnya!" sahut Umi Sarah.


"Umi, udah ah..." sahut Abi Mahmud.


🌷🌷🌷🌷


Teh Sani menghampiri Euis yang menangis. Teh Sani membujuk Euis. Euis bilang ke Teh Sani, kalau Euis suka sama Desta. Teh Sani menasehati Euis, kalau Desta sudah punya istri, gak baik merebut istri orang.


"Euis, kenapa kamu?" tanya Teh Sani.


"Euis kesal! kenapa sih harus ada perempuan itu dekat Desta!" sahut Euis.


"Emih, apa salahnya Euis suka, Euis kan bukan anak kandung Emih, jadi bisa dong, Euis suka sama Aa Desta!" sahut Euis.


"Prak__ sadar kamu! Desta sudah punya istri! cari cowok lain!" Teh Sani menampar Euis.


"Emih tega nampar Euis, mendingan Emih gak usah angkat Euis sebagai anak! Euis hanya ingin punya suami seperti Aa Desta, Euis iri sama cewek itu!" sahut Euis.


"Maafin Emih ya Neng, Emih gak sengaja, Emih kesal sama kamu, Emih gak mau kamu ngambil suami orang, cari yang lain, yang lain lebih banyak dan lebih baik dari Desta, ya Neng!" nasihat Teh Sani.


🌷🌷🌷🌷


Desta dan Khalisa sudah di kamar, Desta menghampiri Khalisa dan memeluk Khalisa. Desta melihat Khalisa melamun.


"Sayang, kenapa melamun?" tanya Desta.


"Enggak apa-apa sayang, Euis itu suka sama kamu, kita pulang aja yuk! gak jadi liburan ke sini!" minta Khalisa.


"Biarin aja dia suka, orang aku udah punya istri kok, hati aku gak akan bisa pindah ke lain hati sayang," sahut Desta.


"Aku gak nyaman Yang, lihat wajahnya jutek banget, aku gak tenang," sahut Khalisa.


"Kamu cemburu?" tanya Desta.


"Aku mau pulang!" minta Khalisa.

__ADS_1


"Gak enak sayang, masa besok sudah pulang, besoknya lagi aja kita pulang yah! besok, kita jalan-jalan yah, daerah sini, kan kamu senang lihat pemandangan," sahut Desta.


"Ya, udah!" sahut Khalisa.


"Kok gitu jawabannya?" tanya Desta tersenyum.


"Harus gimana?" tanya Khalisa.


"Harus cium!" sahut Desta.


"Gak mau!" sahut Khalisa.


"Kok gak mau sih, cium!" minta Desta memaksa Khalisa sambil mencium Khalisa.


"Maksa!" sahut Khalisa.


"Biarin!" sahut Desta.


🌷🌷🌷🌷


Keesokan harinya, seperti biasa, Khalisa dan Desta bangun pagi untuk salat berjamaah. Kamar mandi di kampung jika mengambil air, itu harus menimba kerek, Khalisa melihat air di ember kosong. Desta langsung menghampiri Khalisa untuk menimba.


"Sayang! jangan nimba sendiri, aduh, nanti kenapa-kenapa sama bayi kamu, biar aku aja yah!" sahut Desta.


"Makasih sayang, tapi hati-hati licin!" sahut Khalisa. Khalisa tersenyum melihat Desta menimba, cipratan tanah tambang timbaan ke wajah Desta, Khalisa langsung membersihkannya.


"Ya, ampun, sayang wajah kamu kotor, sini!" sahut Khalisa.


"Makasih ya sayang," sahut Desta tersenyum.


"Di kamar mandi jangan mesra-mesraan, cepatan ngantri nih!" sahut Euis.


"Euis mau duluan silakan, biar aku belakangan!" sahut Khalisa.


"Ya, iya lah, Aa, airnya makasih yah, udah ditimbain!" sahut Euis.


"Euis! itu buat Khalisa! kamu timba sendiri! Khalisa kasihan udah nunggu dari tadi, gak bisa nimba lagi hamil, taro lagi!" minta Desta kesal.


"Sayang, udah biarin aja! kita timba lagi aja yah!" minta Khalisa sabar.


"Gak bisa gitu! dia sehat, kuat, kamu kan lagi hamil, kalau dia harusnya bisa nimba sendiri!" sahut Desta.


"Ya, udah! awas! Euis timba sendiri! minggir!" sahut Euis kesal.


"Sayang, ini kamu mandi duluan yah, aku tunggu sini, kalau kurang aku timbain lagi!" Desta mengangkat ember ke dalam kamar mandi.


"Makasih ya sayang," sahut Khalisa.


"Sama-sama istriku," sahut Desta.


"Aa tolongin dong! berat ini!" minta Euis.


"Ya, udah, minggir! aku masih baik hati sama kamu, aku tolongin!" sahut Desta.

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2