
"Siap Neng, Neng, kakinya sampai besut gitu, apa gak ke rumah sakit aja Neng, takut ada apa-apa sama kandungan Neng," sahut Bang Joni.
"Gak apa-apa Bang, Mudah-mudahan gak apa-apa, iya tadi Yuda narik tangan Syifa, Yuda malah dorong sampai lutut kena batu, doain ya Bang supaya gak terjadi apa-apa," sahut Khalisa.
"Iya Neng, pasti Abang doain, orang baik mah pasti selalu di lindungin, saya takut aja Den Desta marah kalau lihat Neng sampai luka begitu," sahut Bang Joni.
"Enggak kok Bang, untung Bang Joni teriak maling, jadi dia kabur, aku heran kenapa jadi begitu ya si Yuda?" tanya Khalisa.
"Stres kali Neng, aduh ngilu saya lihatnya Neng!" sahut Bang Joni.
"Iya Bang, gak apa-apa kok, perih sih, tapi gak apa-apa, yang penting kandungan aku baik-baik aja Bang." Sahut Khalisa.
Kalau luka gini jadi ingat Kak Desta, cepat pulang Kak, aku membutuhkan Kakak.
🍁🍁🍁
Desta menemui Pak Jaya, ternyata Desta sudah bisa pulang hari ini juga, dan Pak Jaya tidak memutuskan project kerja sama bersama Desta. Desta sangat senang, dan ia tidak akan memberi kabar Khalisa, karena Desta ingin memberi kejutan kepulangannya. Desta sudah tidak sabar ingin memeluk Khalisa dan mencium dede bayi yang ada di dalam perut Khalisa.
"Kenapa anda tidak mau menambah satu hari atau dua hari di sini Pak Desta? padahal saya sangat suka kinerja anda, sangat membantu buat perusahaan saya dan Pak Darma." Sahut Pak Jaya.
"Mohon maaf Pak, bukan saya menolak, tapi kondisi istri saya sedang mengandung, dan sangat membutuhkan saya, saya tidak bisa terlalu lama meninggalkan istri saya, jika Pak Jaya mau batalkan project saya tidak ada masalah kok!" sahut Desta.
"Anda jangan berburuk sangka dulu sama saya, saya mengerti posisi anda, project yang anda tawarkan sangat bagus dan menarik, saya tidak akan membatalkannya, Pak Desta sudah bisa pulang hari ini juga, saya sangat senang bekerja sama dengan anda!" sahut Pak Jaya.
"Benar Pak? Alhamdulillah, kalau seperti itu, terima kasih atas kerja samanya, saya juga sangat senang bekerja sama dan bisa membantu di perusahaan yang maju ini! semoga kerja sama kita tidak akan pernah putus Pak!" sahut Desta sangat gembira sekali.
"Salam untuk keluarga di rumah dan istri tercinta Pak Desta, karena keluarga itu nomor satu dalam hidup kita! Welcome to join again Pak Desta!" sahut Pak Jaya.
"You are welcome, ha-ha-ha." Sahut Desta.
🍁🍁🍁
Desta bersiap-siap ke hotel untuk merapikan baju-baju nya, ia akan kasih kejutan ke istrinya kalau tiba-tiba depan matanya ada suaminya. Ponsel sengaja Desta matikan dan tidak memberi kabar.
Sayang, aku pulang, maaf handphone aku matiin sementara ya sayang, aku mau kasih kejutan buat kamu.
🍁🍁🍁
Khalisa dan Bang Joni sampai di rumah Bunda Maryam. Bunda Maryam kaget melihat kaki Khalisa berdarah, semua pada khawatir dengannya.
"Assalamu'alaikum." salam Khalisa.
"Wa'alaikumsalam, masya Allah kenapa ini kaki kamu Nak? sampai luka begini Ya Allah." Bunda Maryam kaget.
"Aku gak apa-apa Bun, bantuin Syifa ditarik sama mantannya, Khalisa gak tega, eh Khalisa didorong kena batu." Sahut Khalisa.
"Bunda, maafin Joni yah, gak bisa jaga Neng Khalisa," sahut Bang Joni.
__ADS_1
"Ya Allah Lis, kamu kenapa?" tanya Mba Mirna.
"Mirna, kamu ambilin betadine yah, sama perban!" minta Bunda Maryam.
"Iya Mbak!" sahut Mba Mirna.
"Bang Joni ngopi aja dulu yah, Bunda bikinin!" sahut Bunda Maryam.
"Ayah kemana Bun, kok sepi?" tanya Bang Joni.
"Biasa dia mah mancing, nanti juga pulang." Sahut Bunda Maryam.
"Sini Lis, Mba obatin! kenapa bisa begini sih?" tanya Mba Mirna.
"Bantuin teman Mba, dia ditarik sama mantannya, Khalisa berusaha nolong kasihan!" sahut Khalisa.
"Tapi kamu mikir dong! kamu kan lagi hamil, tapi kandungan kamu gimana? sakit gak? ke Dokter aja yah Lis!" saran Mba Mirna.
"Tadi udah saya suruh ajak ke Dokter, tapi Neng Khalisa gak mau Mba!" sahut Bang Joni.
"Ini kopinya Bang!" sahut Bunda meletakan Kopi Bang Joni di meja.
"Makasih Bunda." Sahut Bang Joni.
"Mba, mendingan bawa Khalisa ke rumah sakit aja, Mirna takut ada apa-apa sama kandungannya Mba!" saran Mba Mirna.
"Iya Neng, ke rumah sakit aja yuk! Bunda takut dan khawatir!" minta Bunda.
"Bandel banget sih kamu Lis, keras kepala!" sahut Mba Mirna kesal.
"Khalisa gak apa-apa Mba!" sahut Khalisa.
"Kakak itu kenapa kakinya?" tanya Raja.
"Sakit sayang." Khalisa tersenyum.
"Hmmm, Ewa atut, uhhhh, atut!" sahut Dewa ketakutan melihat perban yang di kaki Khalisa.
"Mangkanya Dewa sama Raja main di dalam aja yah! nanti bakal Mamah kasih kaki Kak Lisa!" sahut Mba Mirna.
"Auh, ahhh, auh, ahh ayo!" rengek Dewa pada Mba Mirna.
"Ini anak nakal banget sih, sakit ahh! tarik-tarik aja!" sahut Mba Mirna kesal.
"Uuuwahhhh... uwahhhhh... uhhhhh..." Dewa menangis kencang sambil guling-guling.
"Begitu kalau nangis, guling-guling gak jelas! Mba tinggal ya Lis!" sahut Mba Mirna.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Mba Mirna menarik Dewa, tapi Dewa ngambek malah tambah kencang nangisnya, Dewa habis dicubitin sama Mba Mirna.
"Kalau di sini begini Bang rame sama anak-anak," sahut Bunda Maryam.
"Dewa, Dewa, jangan nangis ah! Mba udah Mba ah, masa dicubitin gini sih?" tanya Khalisa.
"Habis nakal, biarin! gak usah di kasihanin! emaknya dijambakin!" sahut Mba Mirna.
"Kamu jangan begitu kalau ngajarin anak, kerjaannya cubitin anak mulu sih!" sahut Bunda Maryam.
"Dewa, Dewa mau es cream gak? beli es cream yah sama Kak Raja yah, tapi diam dulu! gak boleh nangis lagi!" sahut Khalisa membujuk Dewa.
"Ewa mau es cream Kak!" Dewa langsung diam dibujuk dengan es cream.
"Raja, ajak adiknya beli es cream yah, Raja juga beli aja yah! gandeng adiknya!" sahut Khalisa.
"Biar Abang ikutin ya Neng, sekalian mau beli rokok! he-he." Sahut Bang Joni.
"Iya Bang, makasih yah!" sahut Khalisa.
"Lis, maaf yah, jadi beliin anak Mba es." Sahut Mba Mirna.
"Gak apa-apa Mba, dari pada nangis kaya gitu, gak enak sama tetangga, Mba juga jangan sampai keras gitu Mba kasihan kan!" sahut Khalisa.
"Dia mah gitu Lis, kaya gak tahu Mirna aja dari dulu kaya gimana? anak pada biru dicubitin mulu!" sahut Bunda Maryam.
"Habis kesal, gregetan banget!" sahut Mba Mirna.
"Lisa, itu Bodyguard kamu yah, keren sekarang udah pakai Bodyguard segala! suami kamu kemana gak pulang-pulang? main cewek lagi yah!" sahut tetangga yang suka bergosip.
"Ibu, hati-hati kalau ngomong!" sahut Bunda Maryam.
"Udah Bun, biarin aja! mulutnya gatal kali!" sahut Khalisa.
"Kebiasaan Lis, kalau gak dibalikin, terus-terusan nyerocos!" sahut Mba Mirna.
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Teman-teman dan readersku, sambil menunggu episode Ta'aruf Cinta, kalian bisa mampir ke cerita romantis dan Horor dari sahabat Author ku yang keren ini, yang ceritanya juga gak kalah menarik, penasaran langsung aja baca ya, cekidot 😍
LINA AGUSTIN
__ADS_1
Ay Fie