Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-250


__ADS_3

Setelah dua minggu, Khalisa seperti biasa di dapur untuk mempersiapkan sarapan untuk Desta. Setelah itu, Khalisa merasakan sakit di perutnya dan air ketuban Khalisa pecah. Bi Aning berteriak dan berlari memanggil Desta.


"Den Desta, maaf, Neng Khalisa, sepertinya mau lahiran." Sahut Bi Aning.


"Aduh... sayang sakit sayang, perih perut aku! hiks-hiks-hiks..." Khalisa merintih kesakitan.


Desta langsung membawa Khalisa ke rumah sakit dan menyuruh Bi Aning untuk membawakan keperluan Khalisa.


"Bi Aning, tolong siapkan semua keperluan Khalisa yah, dan bawakan baju saya dan Khalisa ke rumah sakit, Bibi diantar Bang Joni aja!" minta Desta.


Desta menghubungi Umi Sarah, dan Bunda Maryam. Khalisa sedang ditangani oleh Dokter Ari dan Dokter Chandra.


"Dokter, apa saya bisa lahir normal?" tanya Khalisa sambil keluar keringat dingin.


"Insya Allah, Bu, ini masih pembukaan lima, sabar yah!" sahut Dokter Chandra.


"Sabar ya Mba, semangat!" sahut Dokter Ari.


Dokter Candra dan Dokter Ari keluar ruangan, dan menjelaskan ke Desta, kalau Khalisa masih pembukaan lima, Dokter Ari memberi semangat untuk Desta.


"Dokter, gimana istri saya?" tanya Desta.


"Masih pembukaan lima Pak, ditunggu saja yah!" sahut Dokter Chandra.


"Semangat ya Mas Desta, semoga lahiran lancar, mau caesar atau normal, sama aja, berdoa untuk keselamatan Mba Khalisa." Sahut Dokter Ari.


"Makasih Dokter Chandra dan Ari, apa saya boleh masuk?" tanya Desta.


"Silakan!" sahut Dokter Chandra dan Dokter Ari.


Desta masuk ke ruangan Khalisa, Khalisa menangis dan memegang tangan Desta dengan erat.


"Sayang, sabar yah, tahan sayang, istighfar sayang, minta sama Allah, kamu pasti bisa, sayang." Sahut Desta.

__ADS_1


"Astaghfirullah, sayang, doakan aku ya sayang, semoga lancar!" sahut Khalisa.


Bunda, Umi Sarah, Mirna, Abi Mahmud dan Bi Aning telah berada di rumah sakit. Khalisa langsung merasakan kembali sakitnya. Dokter Ari, Dokter Chandra dan para suster membantu Khalisa melahirkan, karena sudah pembukaan sepuluh. Sudah tiga jam lebih, Desta dan keluarga menunggu Khalisa lahir.


"Sabar Desta, berdoa!" nasihat Umi Sarah.


"Berdoa ya Desta, pasti baik-baik aja!" sahut Bunda Maryam.


Desta bulak-balik, cemas dan meneteskan air mata karena khawatir dan cemas. Di dalam hati, Desta selalu istighfar gak pernah berhenti.


"Assalamu'alaikum." Sahut Syifa dan Anaknya Adhel ke rumah sakit untuk menjenguk Khalisa.


"Wa'alaikumsalam." Jawab semuanya.


"Gimana Kak, Umi, Bunda, Mba, Abi, Apa Khalisa sudah melahirkan?" tanya Syifa.


"Belum Syifa, ini kita lagi menunggu." Sahut Mba Mirna.


"Mudah-mudahan, Khalisa dan bayinya sehat dan selamat ya Allah." Sahut Syifa.


"Pasti Bunda." Sahut Syifa.


Gak lama, bayi Khalisa telah lahir dengan keadaan normal dan sehat walafiat, Khalisa menangis dan meneteskan air mata setelah berhasil melahirkan dengan selamat, Khalisa langsung teringat Ayah Umar, yang ingin sekali melihat bayinya itu.


Semua keluarga masuk dan melihat Khalisa dan bayinya bahagia, begitu dengan Bunda, Umi, Abi Mahmud dan yang lainnya. Desta langsung mengumandangkan azan di telinga kedua bayi tersebut yang artinya, mereka telah hadir di dunia.


"Sayang, makasih ya sayang, bayi kita." Sahut Desta mencium bayinya dan kening Khalisa.


"Sama-sama sayang, aku sekarang sudah menjadi Ibu sayang, dan kamu menjadi Bapak, semoga kita bisa mengurus bersama-sama kedua Anak kita ya sayang." Sahut Khalisa menetes air mata.


"Masya Allah, cucu Nenek." Sahut Bunda Maryam menggendong dan mencium bayi Khalisa yang laki.


"Masya Allah, cantiknya, cucu Omah, Bi, cucu kita, Besan cantik dan ganteng yah, cucu-cucu kita, Alhamdulillah, ya Allah." Sahut Umi Sarah.

__ADS_1


"Selamat ya Khalisa, gue ikut senang." Sahut Syifa tersenyum.


"Makasih Syifa, Adhel, jadi ada temannya yah!" sahut Khalisa tersenyum.


"Khalisa, selamat yah, Mba senang banget, sekarang, kamu udah menjadi Ibu." Sahut Mirna.


Satu persatu memberi selamat pada Khalisa dan Desta. Khalisa dan Desta memberi nama kedua bayi tersebut adalah Adelio dan Adelia, yang artinya mulia, bijaksana dan baik hati. Khalisa dan Desta berharap kedua bayi kembar mereka kelak menjadi Anak yang diharapkan kedua orang tuanya nanti.



"Wah, cantik dan ganteng Neng, Den, Bibi jadi gemes lihat bayi ini." Sahut Bi Aning ingin sekali menggendongnya.


"Bibi mau gendong?" tanya Khalisa.


"Boleh Neng?" tanya Bi Aning.


"Boleh Bi, Bibi mau gendong siapa? Adelio atau adelia?" tanya Khalisa.


"Gantian aja Neng, he-he-he." Sahut Bi Aning langsung menggendong Adelia.


Bi Aning meneteskan air mata melihat Adelio dan Adelia, Karena sampai sekarang, Bi Aning tidak memiliki Anak. Sampai Khalisa tersenyum dan menyemangati Bi Aning.


"Bi, kenapa sedih?" tanya Khalisa.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- CINTA DAN DETIK TERAKHIR


- CINTA COWOK DINGIN

__ADS_1


- CINTA GADIS BISU


__ADS_2