
Gak lama, Tante Siska datang ke rumah Bunda Maryam. Ternyata, apa yang dibicarakan Mirna dan dugaan Bunda Maryam salah. Justru, Tante Siska sangat baik dan berubah drastis. Dia meminta maaf pada Bunda Maryam, Khalisa dan Mirna, Tante sampai bersujud di kaki Bunda Maryam, atas kesalahan yang dulu-dulu.
"Jangan begitu Mba, sejak lama, saya sudah memaafkan Mba." Sahut Bunda Maryam.
"Makasih Maryam kamu mau memaafkan saya, Khalisa, maafkan saya, waktu itu gak datang ke pernikahan kamu, Mirna, Mba juga minta maaf, udah gak peduli sama kamu." Sahut Tante Siska.
"Saya, selalu suaminya Siska juga minta maaf ke semua keluarga yah!" sahut Suaminya Siska.
Khalisa sangat senang mendengar kabar gembira itu. Jadi gak sabar ingin cepat-cepat memberitahu Desta. Setelah mereka berkumpul-kumpul dan sibuk masing-masing dengan masak-masak. Khalisa langsung ke kamar dan memberitahu Desta dan menghubungi Desta.
Desta langsung mengangkat telepon Khalisa. Desta sangat gembira mendengar kabar baik dari Khalisa. Desta jadi bergairah lagi dan semakin semangat untuk bekerja, dan ingin cepat-cepat pulang.
Alhamdulillah, ternyata, dugaan aku, Mba Mirna, Bunda dan Khalisa salah, Ya Allah, aku ingin, keluargaku selalu harmonis terus, semoga gak ada masalah lagi dalam keluargaku ya Allah.
☀☀☀☀
Gak lama, Ibu yang di donorkan darah datang ke rumah Khalisa dengan Dokter Ari. Ibu dan Anak tersebut ingin mengucapkan, banyak-banyak terima kasih pada Bi Aning. Ibu itu memberikan uang untuk sebagai tanda terima kasih. Tapi, Bi Aning menolaknya, karena dia membantu dengan ikhlas tanpa pamrih.
"Ambil lah Bi, ini sebagai tanda makasih saya!" minta Ibu tersebut.
"Ibu, saya membantu Ibu ikhlas, melihat Ibu senang saja, saya sudah bersyukur, karena saya bisa menolong Ibu sampai Ibu sehat kembali, ambil saja uangnya, buat sekolah Anak Ibu." Sahut Bi Aning.
"Masya Allah, sungguh mulia Bibi ini, saya dipertemukan, dengan orang-orang baik seperti Dokter Ari dan Bibi, terima kasih banyak Bi, Dokter Ari." Sahut Ibu tersebut.
"Sama-sama Ibu." Sahut Bi Aning.
"Ibu, saya mau balik lagi ke rumah sakit yah, soalnya saya izin sudah terlalu lama sama Dokter Chandra." Sahut Dokter Ari.
__ADS_1
Akhirnya, Dokter Ari dan Ibu tersebut kembali pulang, dan pamit pada Bi Aning dan yang lainnya. Bi Aning sangat senang dan bangga pada dirinya sendiri sudah berhasil menolong orang dengan selamat.
☀☀☀☀
Gak lama sore pun tiba, semua besek-besek sudah terbungkus dengan rapi. Desta pun kembali pulang dan di sambut oleh Tante Siska.
Assalamu'alaikum. Salam Desta.
"Wa'alaikumsalam. Jawab semuanya.
"Khalisa, ini suami kamu?" tanya Tante Siska.
"Iya Tante, ini suami Khalisa." Jawab Khalisa dengan senyuman.
"Ya Ampun, tampan sekali, bening, gagah, kenalin, saya Tantenya Khalisa, ini Omnya Khalisa." Sahut Tante Susi tersenyum.
"Siapa dulu, Anak saya, ganteng kan?" tanya Umi Sarah.
Hari telah memasuki magrib, mereka masing-masing salat berjamaah, tapi bergantian. Setelah salat magrib dan nunggu sampai isya, mereka salat Isya juga secara bergantian. Setelah selesai isya, baru acara tahlilan Ayah Umar dimulai. Tamu-tamu banyak yang pada datang.
Mereka mengikuti pengajian dan mendoakan Ayah Umar agar tenang di alam sana. Khalisa berpikir pasti Ayah Umar bahagia melihat semua keluarganya rukun gak seperti dulu lagi. Desta pun tenang melihat keluarga semua rukun.
Setelah tujuh hari Ayah Umar, Desta dan Khalisa pamit pulang. Alhamdulillah semua masalah satu persatu terselesaikan, tujuh hari Ayah Umar juga telah selesai.
Usia kandungan Khalisa sudah memasuki usia sembilan bulan, hanya menunggu beberapa minggu lagi, Khalisa untuk lahiran. Desta dan Khalisa sudah membeli alat-alat bayi dan semua kebutuhan bayi, kamar untuk bayi kembar mereka juga sudah di hias sangat menarik.
__ADS_1
"Alhamdulillah, semua satu persatu telah terselesaikan ya sayang, tinggal menunggu baby twins kita lahir." Sahut Desta tersenyum dan mencium perut Khalisa.
"Alhamdulillah, sayang, makasih sayang, kamu sudah desain semenarik ini, bagus banget sayang, aku suka." Sahut Khalisa.
"Sama-sama sayang, semua kan buat Dedek kembar, jadi semua harus dipersiapkan dari sekarang." Sahut Desta.
"Perkiraan Dokter sih, dua mingguan, aku gemetar dan takut sayang, doakan aku yah, semoga aku dan Dedek kita selamat dan selalu baik-baik saja." Sahut Khalisa.
"Aamiin... pasti dong sayang, aku jadi gak sabar pengen gendong dan cium si kembar." sahut Desta.
Umi Sarah dan Bunda Maryam selalu bawel kapan Khalisa lahir, dan selalu menanyakan sudah mulai mules-mules atau tidak.
"Kenapa sayang?" tanya Desta.
"Umi, sama Bunda, nanyain aku, aku udah mules-mules atau belum." Sahut Khalisa.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- CINTA DAN DETIK TERAKHIR
- CINTA GADIS BISU
- CINTA COWOK DINGIN
__ADS_1