
"Kamu gak sadar yah, tadi Dokter Ari mandangin kamu terus lho!" sahut Desta.
"Mandangin aku? mandangin aku kaya gimana Kak? biasa aja!" sahut Khalisa.
"Sejak tadi dia masuk, aku udah perhatiin pandangan dia ke kamu, kayanya suka sama kamu," sahut Desta dengan wajah sendu.
"Kak, Kakak cemburu yah? Kak, meskipun ia suka sama aku atau apa, hati aku tetap milik Kakak, Kan aku udah jadi istri Kakak, masa aku sama dia sih, aku cinta sama Kak Desta," sahut Khalisa mencium tangan Desta sambil menempelkan ke pipinya.
"Aku gak mau seorang pun dekatin kamu, mau siapa pun itu, aku gak mau kehilangan kamu sayang," sahut Desta.
"Sampai kapan pun, rintangan apa pun, aku gak akan pernah ninggalin Kakak, mau susah atau senang, aku bakal selalu ada buat Kakak," sahut Khalisa.
"Makasih ya sayang, i love you!" sahut Desta.
"I love you too, ini bubur siapa? dari suster tadi ya Kak? aku suapin yah," sahut Khalisa.
"Buburnya gak enak, gak ada rasanya," sahut Desta.
"Atau mau aku teleponin Bi Aning suruh ke sini? buat bawain bubur?" tanya Khalisa.
"Boleh sayang," sahut Desta.
"Tapi, sekarang Kakak makan ini dulu yah, biar perut Kakak keisi!" minta Khalisa.
"Tapi kamu sendiri gak makan?" tanya Desta.
"Aku udah makan roti Kak," sahut Khalisa.
"Enggak-enggak! kamu harus makan juga pokoknya biar perutnya keisi!" minta Desta sambil tersenyum.
🍁🍁🍁
Di ruangan, Dokter Ari heran kenapa ia bisa memikirkan Khalisa, sedangkan Khalisa sudah punya suami, pikirannya selalu terbayang wajah Khalisa. Banyak wanita yang suka dengannya, tapi semua tidak ada yang cocok untuknya. Dokter Ari merenung memikirkan Khalisa.
Aduh, kenapa aku kepikiran Khalisa yah, sadar Ari! sadar! ia udah punya suami Astagfirullah, hilangkan dalam pikiranku ya Allah.
"Dokter, permisi! operasi siap dilaksanakan!" sahut suster memanggil Dokter Ari.
"Siap! nanti saya ke ruangan!" sahut Dokter Ari tersenyum.
🍁🍁🍁
Saat Khalisa sedang menyuapi Desta, Syifa dan Edwin datang menjenguk Desta. Desta dan Khalisa kaget Syifa membawa Edwin.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum," salam Syifa dan Edwin.
"Wa'alaikumsalam," sahut Khalisa dan Desta.
"Lisa, ya Allah maafin gue yah baru bisa jenguk, Kak Desta gimana kabarnya?" tanya Syifa.
"Alhamdulillah, baik," sahut Desta.
"Kak, Lis, maaf ya aku bawa Kak Edwin, soalnya ia juga pengen tahu kabar Kak Desta dan Khalisa," sahut Syifa.
"Hay, lis, apa kabar? Bro! gue Edwin! temannya Khalisa di Mesir, gimana kabar lo!" sahut Edwin.
"Gue Desta, alhamdulillah baik, Khalisa udah cerita semua sama gue," sahut Desta.
"Lisa, kandungan lo gak apa-apa kan? baik-baik aja kan? maafin gue yang kemarin yah? kenapa sih kok Kak Desta bisa jadi kaya gini? sini yuk ceritanya diluar aja!" ajak Syifa.
"Tapi Fa," sahut Khalisa.
"Udah ayo! biarin cowok-cowok, kita cewek-cewek di luar aja!" sahut Syifa.
"Lo beruntung Bro, bisa dapatin Khalisa, gue yang bertahun-tahun sulit buat dapatin ia!" sahut Edwin.
"Mungkin udah jodoh!" sahut Desta singkat.
"Tanpa lo bilang juga gue bakal jaga ia! bahkan lebih dari lo, kenapa gak bisa move on? lo kan udah punya Syifa, tolong hilangin rasa lo buat istri gue!" sahut Desta.
"Sampai kapan pun gak pernah hilang, butuh waktu lama buat move on!" sahut Edwin.
"Lo mau cerita soal rasa jangan di sini deh, gue pusing, mau istirahat!" sahut Desta kesal.
"Sory-sory, lo kenapa bisa kaya gini?" tanya Edwin.
"Di tusuk, gue gak tega lihat istri gue luka, akhirnya gue datangin, tapi tiba-tiba ia nusuk gue, ia itu pengen balikan sama Syifa, jadi korbannya gue! lo jaga perasaan Syifa, hilangkan rasa cinta lo buat Khalisa, karena ia udah jadi milik gue!" sahut Desta.
"Melupakan, gak segampang jatuh cinta, itu sulit!" sahut Edwin.
"Kalau gitu lo gak usah nikahin Syifa, jangan sakitin hati orang, jangan lo buat pelampiasan lo doang, pengecut namanya!" sahut Desta.
"Woy, santai jangan emosi gitu dong! sakit-sakit emosian terus sih!" sahut Edwin.
"Lo bisa pergi dari ruangan gue gak!" perintah Desta.
"Kok lo jadi sensi sih?" tanya Edwin.
"Gak usah banyak omong, tinggalin gue!" sahut Desta.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Edwin pun keluar dari ruangan Desta dengan raut wajah senang, karena ungkapan isi hatinya sudah ia ungkapkan ke Desta.
"Kak Edwin, kok keluar kenapa? Lis, bentar yah! gue kejar Kak Edwin dulu!" sahut Syifa berlari mengejar Edwin.
"Kak, kakak sama Kak Edwin gak ada apa-apa kan?" tanya Khalisa.
"Mulai hari ini, kamu gak usah kenal lagi yang namanya Edwin, muak aku!" sahut Desta.
"Aku gak pernah ketemu dia lagi Kak, aku aja kaget Syifa bawa Kak Edwin ke sini!" sahut Khalisa.
"Asal kamu tahu yah, Edwin itu jahat sayang, ia hanya memanfaatkan Syifa aja, tadi dia ngomong di sini masih cinta sama kamu, gak akan bisa lupain kamu, aku dengarnya aja muak, kalau bisa kamu bilang sama Syifa jangan sampai dia nikah sama Edwin, nanti hanya bikin sakit hati Syifa aja," saran Desta.
"Aku harus cepat-cepat hubungin Syifa Kak, aku gak mau ia terluka," sahut Khalisa.
"Iya sayang," sahut Desta.
🍁🍁🍁
Saat Khalisa keluar ruangan, Khalisa melihat Syifa menangis di bangku, Khalisa sebagai sahabatnya langsung mendekatinya.
"Fa, lo kenapa?" tanya Khalisa.
"Gak usah pegang gue! lo puas kan lihat semuanya puas kan?" bentak Syifa marah-marah.
"Apa maksud lo? gue gak ngerti?" tanya Khalisa.
"Edwin mutusin gue! dia gagalin nikah sama gue! dia itu cinta sama lo! dia hanya manfaatin gue! hiks-hiks..." sahut Syifa menangis.
"Gue gak tahu masalah ini! baru gue mau jelasin sama lo Fa, apa yang dia omongin ke Kak Desta!" sahut Khalisa.
"Lo gak usah deh pura-pura baik sama gue Lis, lo enak punya segalanya, ada suami yang sayang sama lo! lo udah buat gue kecewa!" sahut Syifa.
"Gue buat kecewa lo kaya apa? tolong lo jelasin! gue gak ngerti! Ga, jangan gini dong!" sahut Khalisa.
"Mulai sekarang persahabatan kita putus! lo gak usah temanan sama gue lagi!" sahut Syifa.
"Syifa, Syifa tunggu! gue gak ngerti apa maksud lo! gue benar-benar gak ngerti Fa! Syifa!" teriak Khalisa.
Ya Allah, cobaan apa lagi ini, Fa kenapa sih lo nyalahin gue? gue benar-benar gak ngerti, hiks-hiks-hiks.
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
__ADS_1