
"Kok gitu? mau dikelitikin, atau mau dicium? ha-ha-ha," tanya Desta tertawa.
"Gak mau dikelitikin, tapi cium aja!" sahut Khalisa tersenyum.
"Ha-ha-ha, istriku udah mulai genit dan berani yah!" sahut Desta gemas mencium Khalisa.
🌷🌷🌷🌷
Seperti biasa Khalisa dan Desta salat magrib dan mengaji bersama sampai isya. Setelah habis salat isya, Umi Sarah datang, dan sujud di kaki Khalisa sambil menangis.
"Khalisa, maafkan kesalahan Umi sama kamu selama ini, Umi udah banyak salah, Umi memberi nomor Desta ke Ines sudah lama, saat Desta di rumah sakit, Umi ngelakuin itu supaya kamu bisa pisah sama Desta, dan bertengkar, Umi gak terlalu suka sama kamu Khalisa, maafkan Umi Khalisa, maafkan!" sahut Umi langsung bersujud di kaki Khalisa.
"Umi, jangan Umi! jangan seperti itu, Khalisa udah maafkan Umi, Hiks-hiks, sebegitu bencinya Umi sama Khalisa? sampai Umi tega, sebesar apa pun kesalahan Umi, Umi tetap orang tua Kak Desta, orang tua Khalisa juga, Khalisa sudah maafkan Umi," sahut Khalisa sambil berlinang air mata.
"Umi dengar! Umi lihat! mantu Umi ini, sangat mulia hatinya, dia tetap mau memaafkan Umi, Desta gak habis pikir sama Umi, Desta gak akan merubah keputusan Desta Umi, Umi lebih baik perbaiki diri Umi sendiri, kalau Umi udah benar-benar taubat, Desta baru mau temuin Umi!" sahut Desta tegas.
"Tapi, Desta... Abi kamu marah sama Umi, sampai sekarang dia cuekin Umi, Umi bingung harus bagaimana? hiks-hiks," sahut Umi Sarah.
"Urusan Abi, biar Desta yang ngomong, Umi mendingan pulang sekarang, nanti Abi malah tambah marah," sahut Desta tegas dan kesal.
"Sayang, kamu gak boleh kaya gitu, biarkan Umi minum dulu, kasihan, Umi mau minum apa? biar Khalisa ambilin yah?" sahut Khalisa tersenyum meskipun hatinya masih terasa sakit.
"Khalisa... sekali lagi Umi minta maaf sama kamu yah, Umi udah salah nilai kamu, Umi janji akan sayangin kamu, Umi gak akan marah-marah lagi sama kamu," sahut Umi Sarah sambil memeluk Khalisa.
"Iya Umi, Khalisa gak marah kok sama Umi, Umi gak usah takut kasih sayang Kak Desta aku rebut, Umi bakal selalu jadi nomor satu di hatinya Kak Desta," sahut Khalisa tersenyum.
"Makasih sayang, makasih!" sahut Umi Sarah.
"Sayang, maafin Umi, cabut kata-kata kamu yah, aku gak mau kamu seperti itu sayang," sahut Khalisa.
"Umi, ini karena istriku, kalau gak karena istriku, aku masih tetap sama keputusan aku, hiks-hiks, maafin Desta Umi, maafin yah, kalau Desta salah sama Umi, Desta kata-kata kasar sama Umi, itu semua karena Desta gak mau Umi nyakitin istri Desta, Desta sangat mencintai Khalisa Umi, Umi akan selalu ada di hati Desta, Umi, Khalisa, itu sangat berharga buat Desta," Desta memeluk Umi Sarah sambil menangis dan mencium tangan punggung Umi Sarah.
"Makasih Nak, makasih Khalisa, hiks-hiks, Umi akan bertaubat, Umi akan membersihkan diri Umi, atas kelakuan Umi pada kalian berdua," sahut Umi Sarah.
"Alhamdulillah, Oh, iya, Umi, Khalisa punya coklat, coklatnya dari Bunda, tadi Bunda ke sini, titip buat Umi, sebentar yah, Khalisa ambilin!" sahut Khalisa menuju dapur.
"Umi baru menyadarinya Nak, kalau Khalisa benar-benar perempuan soleha, dan sangat berhati mulia, Umi merasa berdosa sekali sama Khalisa," sahut Umi Sarah.
"Mangkanya, Desta gak mau kehilangan Khalisa Umi, mutiara cinta Desta, pujaan Desta, tulang rusuk Desta, Desta gak mau sampai kehilangan," sahut Desta.
__ADS_1
"Iya Nak, maafin Umi sekali lagi ya Nak," sahut Umi Sarah memegang kepala Desta.
🌷🌷🌷🌷
Gak lama, Khalisa datang membawa coklat untuk Umi Sarah. Khalisa sangat senang Umi Sarah udah taubat dan baik padanya, dan berharap gak sementara, tapi selamanya.
"Ini Umi, coklatnya, Khalisa sih belum coba, Bunda sendiri yang mengolah," sahut Khalisa sambil memberi coklat ke Umi Sarah.
"Wah, makasih banyak ya Neng, salamin buat Bunda kamu yah," sahut Umi Sarah.
"Ini Bunda yang buat sayang? wah, hebat, aku jadi mau cobain sayang," minta Desta.
"Kamu mau? aku buatin yah, Umi mau sekalian aku buatin gak?" tanya Khalisa.
"Gak usah Neng, Umi kayanya mau pamit pulang aja, takut Abi nyariin," sahut Umi Sarah.
🌷🌷🌷🌷
Gak lama, Abi Mahmud menghubungi Desta, menanyakan keberadaan Umi Sarah. Desta langsung mengangkatnya.
"Assalamu'alaikum, Abi," salam Desta.
"Ada kok Abi," sahut Desta.
"Mau ngapain dia kesitu? mau buat onar lagi? suruh pulang aja Desta!" sahut Abi Mahmud kesal.
"Abi, sabar dulu, Umi ke sini sudah minta maaf kok, Desta dan Khalisa sudah memaafkannya, dan Umi gak akan mengulanginya lagi Abi, jadi Desta mohon sama Abi, jangan marah lagi sama Umi yah," minta Desta.
"Kamu serius? kita lihat aja nanti, ada perubahan gak sama dia, mana Abi mau ngomong!" minta Abi Mahmud.
"Iya Abi, maafin Umi pergi gak bilang-bilang, kok Abi gak percaya gitu sih, sama Umi?" sahut Umi Sarah.
"Bukan Abi gak percaya, tapi Umi itu, udah sering menyakiti mereka, tolong Umi janganlah seperti itu!" sahut Abi Mahmud.
"Umi akan buktiin ke Abi, kalau Umi benar-benar mau taubat," sahut Umi Sarah
"Ya, udah, sekarang Umi pulang! Umi sama siapa ke rumah Desta?" tanya Abi Mahmud.
"Sama Pak Mamad Abi," sahut Umi Sarah.
__ADS_1
"Ya udah, pulang sekarang!" minta Abi Mahmud.
"Abi udah gak marah sama Umi?" tanya Umi Sarah.
"Enggak, udah cepat pulang!" perintah Abi Mahmud.
🌷🌷🌷🌷
Akhirnya, Umi Sarah pulang dan pamit ke Desta dan Khalisa. Khalisa berharap Umi benar-benar taubat, Khalisa sangat bahagia melihat Desta mau memaafkan Uminya, Khalisa terharu melihat Desta memeluk Uminya.
"Sayang, makasih yah, kamu udah maafin Umi aku, berkat kamu, aku dan Umi hubungannya gak renggang lagi, aku tambah sayang banget sama kamu," sahut Desta.
"Alhamdulillah, aku selalu memaafkan kok Yang, aku ingin keluarga kita utuh lagi, gak mau saling musuh-musuhan, benci, atau apa, terutama kamu sama Umi, semoga aja Umi benar-benar mau taubat ya sayang, kalau dia ulangin lagi, aku gak tahu harus gimana?" sahut Khalisa.
"Sini, peluk aku dulu! dengarkan aku ya, gimana pun keadaannya, apa pun rintangannya, aku gak akan melepaskan kamu sayang," sahut Desta sambil memeluk Khalisa.
"Iya sayang, aku percaya, oh, iya, katanya kamu mau coklat? aku buatin yah?" sahut Khalisa.
"Gak usah, besok aja sayang, aku mau malam ini manja-manjaan sama kamu, mau gak?" sahut Desta menarik tangan Khalisa.
"Kan setiap hari udah manja," sahut Khalisa tersenyum.
"Manjanya beda, manja kaya semalam, ha-ha-ha," sahut Desta masih memeluk Khalisa dan mencium leher Khalisa.
"He-he-he, kelitikin nih, genit!" sahut Khalisa.
"Kok maksa sih? ha-ha-ha," ledek Desta sambil tertawa.
🌷🌷🌷🌷
Akhirnya, Syifa dan Dokter Ari tiba-tiba ketemuan. Dokter Ari yang minta ketemu supaya bisa lebih dekat lagi dengan Syifa. Syifa bergetar dan ada rasa takut, tapi Syifa ingat pesan Khalisa jangan pernah takut untuk mencoba, gagal satu tumbuh seribu, dan jangan pernah takut oleh hal yang baru.
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Teman-teman dan readersku, sambil menunggu episode Ta'aruf Cinta, kalian bisa mampir ke cerita romantis dari sahabat Author ku yang keren ini, yang ceritanya juga gak kalah menarik, penasaran langsung aja baca ya, cekidot 😍
Duwi Sukema
__ADS_1