
"Makasih Aa," sahut Euis.
Euis pura-pura kena cipratan tanah ke mata Euis, Desta berusaha menolongnya, dengan air bersih. Khalisa selesai mandi melihat Desta membersihkan mata Euis. Khalisa lari sambil menangis.
"Nih, embernya!" sahut Khalisa membanting Ember.
"Sayang!" panggil Desta mengejar Khalisa.
"Sayang, kamu salah paham, tadi matanya Euis kena tanah timbaan, aku bantuin takut kenapa-kenapa," sahut Desta menarik Khalisa.
"Udah sana bantuin aja tuh si Euis, sekalian cium aja dia! hiks-hiks," sahut Khalisa.
"Enggak, aku gak bakal ngelepasin kalau kamu marah gini, aku cuma bantuin sayang, ya Allah, kamu salah paham!" sahut Desta.
"Lepasin! aku mau wudhu! udah siang nih, nanti aku gak salat! lepasin!" bentak Khalisa.
"Enggak! enggak, sebelum aku jelasin kamu," sahut Desta memeluk Khalisa tapi Khalisa memberontak.
"Lepasin! aku mau pulang aja! hiks-hiks," sahut Khalisa.
"Pulang sama aku! please maafin aku, demi Allah, aku cuma bantuin dia kena tanah sayang, dia saudara aku juga, gak mungkin aku diemin, kalau perlu aku sujud nih, di kaki kamu!" sahut Khalisa.
"Gak usah! gak perlu! istri mana yang gak sakit hati Kak, suaminya megang cewek lain bukan muhrimnya, ya Allah, cobaan apa lagi sama aku, sampai nasib aku kaya gini, hiks-hiks," sahut Khalisa.
"Sayang, oke aku salah, harusnya aku cuekin dia, biarin dia buta gitu? kamu jangan egois sayang," sahut Desta.
"Siapa yang egois? andaikan aku ditiupin orang lain gimana perasaan Kamu? sekarang lepasin tangan aku! kamu sama aja cari kesempatan kan? pantas aku gak boleh ikut, kamu suka sama dia? kalau kamu suka sama dia kenapa nikahin aku? kenapa? hiks-hiks," sahut Khalisa.
"Astaghfirullah, aku gak suka sama dia sayang, aku cinta sama kamu, sayang maafin aku kalau aku salah, maafin ya Allah, maafin! kamu boleh hukum aku kalau aku salah, tapi jangan tinggalin aku!" sahut Desta.
"Lepas!" sahut Khalisa langsung berlari ke kamar mandi hampir kepeleset, Desta langsung menarik Khalisa agar tidak jatuh.
"Hiks-hiks,hiks," Khalisa langsung memeluk Desta.
"Ya Allah, sayang hampir aja kamu jatuh, aku sayang sama kamu, gak mungkin aku selingkuh atau berpaling, aku mau sumpah apa pun kalau aku bantuin Euis karena kena tanah," sahut Desta.
"Teh, maafin saya yah, tadi saya benaran kelilipan kena tanah, Aa Desta gak salah kok, Euis yang salah Teh, harusnya, Euis sadar, kalau A Desta sudah punya istri, maafin Euis ya Teh!" sahut Euis.
"Kenapa ini? Neng, gak apa-apa? kok nangis?" tanya Teh Sani.
"Tadi mau kepeleset Teh, tapi Alhamdulillah, gak apa-apa," sahut Desta.
"Emih, ini teh salah Euis, tadi Teh Khalisa cemburu, gara-gara A Desta bantuin mata Euis kena tanah," sahut Euis.
__ADS_1
"Haduh, Euis, kamu mah ada-ada aja sih, Neng, maafin Anak Teteh yah," sahut Teh Sani.
"Gak apa-apa Teh," sahut Khalisa langsung mengambil air wudhu dengan raut wajah sedih dan kesal.
"Sini, sini! aku timba lagi yah!" sahut Desta.
"Euis sini ikut Emih!" ajak Teh Sani ke Euis.
"Sayang, kamu masih marah sama aku?" tanya Desta.
🌷🌷🌷🌷
Khalisa hanya diam, selesai wudhu, Khalisa langsung berjalan tanpa melihat wajah Desta. Desta memanggilnya tapi Khalisa terus berjalan. Khalisa salat subuh sendiri tidak menunggu Desta.
"Sayang, sayang!" panggil Desta.
Desta pun masuk kamar langsung salat subuh sendiri, Desta melihat Khalisa hanya tidur miring dan sedih. Setelah selesai salat subuh, Desta langsung mendekati Khalisa dan memeluk Khalisa.
"Sayang, kamu masih marah sama aku? jangan marah dong, aku harus gimana jelasin sama kamu, jangan cuekin aku dong!" sahut Desta.
"Kamu makan aja dulu sana! aku capek mau rebahan kepala aku sakit!" sahut Khalisa.
"Sayang jangan gitu dong, kita ke Dokter yah, atau mau aku pijat?" tanya Desta.
"Aku gak akan makan, aku gak akan mau pergi!" sahut Desta tetap memeluk Khalisa.
🌷🌷🌷🌷
Desta mengambil Al-Quran untuk membuktikan kalau dirinya gak bohong dan benar-benar mencintai Khalisa.
"Sayang, kamu lihat! ini apa? kamu mau aku sumpah pakai ini?" sahut Desta.
"Apaan sih Kak! sini! jangan!" sahut Khalisa.
"Habis kamu cuekin aku, kamu gak percaya sama aku, aku gak pernah bohongin kamu sayang, kamu itu salah paham!" sahut Desta.
"Kak, aku bilang udah, udah, gak usah bahas lagi! aku cuma kesal aja sama Kak Desta, harusnya Kakak gak megang-megang dia! gimana aku gak kesal, aku gak percaya tadi si Euis minta maaf benaran sama aku, udahlah!" sahut Khalisa.
"Iya sayang, aku salah, aku minta maaf yah, please! aku minta maaf!" sahut Desta.
"Aku mau pulang! kalau kamu gak mau pulang, aku pulang sendiri!" sahut Khalisa.
"Iya, iya, kita pulang, tapi kamu mau maafin aku kan? kamu percaya kan sama aku!" sahut Desta.
__ADS_1
"Desta, Khalisa, makan dulu yuk!" ajak Umi Sarah.
"Iya Umi, nanti kita nyusul," sahut Desta.
"Sayang, kita makan dulu yuk!" ajak Desta.
"Sana! kamu aja! sana makan disendokin sama Euis, gak usah aja aku!" sahut Khalisa.
"Astaghfirullah, kamu cemburunya gede banget sih? kamu gak kasihan sama Dedek kita? apa perlu aku sujud!" sahut Desta.
"Hiks-hiks-hiks, kata Kakak aku cemburu gede? cewek mana Kak yang gak sakit hati suaminya megang wajah cewek lain, pokoknya aku gak mau makan! aku mau pulang!" sahut Khalisa.
"Astaghfirullah, istighfar sayang, istighfar! berapa kali sih aku jelasin sama kamu, sini Al-Qurannya kasih aku! kasih aku!" minta Desta.
"Enggak! enggak!" sahut Khalisa.
"Sini! sini!" minta Desta.
"Enggak! enggak!" sahut Khalisa.
"Hiks-hiks-hiks, harus berapa kali sih aku jelasin sama kamu, ya Allah, aku benar-benar minta maaf kalau buat hati kamu sakit, aku minta maaf sayang, tolong jangan cuekin aku!" Desta bersujud di kaki Khalisa, tapi Khalisa menariknya.
"Hiks-hiks-hiks, jangan begitu Kak, aku cemburu Kak, Kakak gak ngerti perasaan aku, gimana kalau Kakak di posisi aku? hiks-hiks-hiks," sahut Khalisa menangis sambil memeluk bantal.
"Sayang, jangan nangis! sini! sini! lihat mata aku! dengarin aku! Aku mencintaimu kamu! aku mencintaimu kamu! kamu lihat ketulusan dari mata aku sayang," Desta menatap Khalisa dengan berlinang air mata.
"Hiks-hiks-hiks, aku takut kehilangan Kakak, Aku cuma takut ada orang ketiga, aku takut ada perusak rumah tangga kita!" sahut Khalisa.
"Sayang, dengarin aku, beribu banyak orang dekatin aku, seusaha apapun dia, gak akan pernah hati aku pindah ke lain hati sayang, mau ada pelakor, atau apa, itu semua ujian buat aku dan kamu, seberapa kuat iman kita, kalau iman kita goyah, kita tergoda, mereka senang, itu gak akan pernah utuh rumah tangganya sayang, mangkanya ini ujian buat aku dan kamu, kalau kamu cemburu kaya gini yang merusak hubungan kita bakal senang, dan mengira akan cerai, mangkanya aku minta sama kamu, setiap ada pengganggu hubungan kita, kita harus bisa buktiin sama mereka, kalau cinta kita gak akan pernah goyah, dan di rumah tangga kita, gak akan pernah ada yang namanya orang ke tiga atau poligami, karena apa? kita bersatu, cinta kita tetap utuh kalau kita sama-sama bersatu, ngerti maksud aku?" nasihat Desta ke Khalisa.
"Ngerti Kak, maafin aku!" sahut Khalisa.
"Ya udah, gak apa-apa, janji sama aku? gak boleh kaya gini lagi!" minta Desta.
"Janji." Jawab Khalisa.
"Alhamdulillah, ya Allah, mmmuaach... i love you," sahut Desta tersenyum.
"I love you to..." sahut Khalisa memeluk Desta.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
__ADS_1