
"Betul Mi, kaki saya sakit kalau harus naik dan turun tangga, tas saya tadi di mana ya Bi Aning?" tanya Bunda Maryam.
"Ada di kamar atas Bunda, mau saya ambilin?" tanya Bi Aning.
"Pindahin aja Ning, biar nanti Besan tidur sama saya!" sahut Umi Sarah.
"Siap Umi!" sahut Bi Aning.
"Makasih ya Bi!" sahut Bunda Maryam.
"Sama-sama Bunda." Sahut Bi Aning.
Mirna dan Anaknya keluar dari kamar. Bi Aning meminta tas Bunda Maryam pada Mba Mirna. Mba Mirna memberikan tas Bunda Maryam sambil bersamaan turun tangga.
"Permisi, Mba Mirna, mau ambil tas Bunda Maryam!" sahut Bi Aning.
"Kenapa Bi? kok mau diambil?" tanya Mba Mirna.
"Iya, mau pindah kamar bawah, kalau naik tangga sakit katanya Mba!" sahut Bi Aning.
"Oh, gitu? ya udah, ini tasnya! bareng yuk ke bawah!" sahut Mba Mirna.
"Ayo Mba!" sahut Bi Aning.
"Raja, sama Dewa, ayo ikut!" sahut Mba Mirna.
"Ewa atut ama enek enek Alak Mah!" sahut Dewa cadel.
"Mangkanya jangan cengeng dan nakal! nanti Mamah kasih ke Omah galak mau?" sahut Mba Mirna.
"Aaaa... gak auuu...." sahut Dewa.
"Enak banget yah, yang udah tidur segar." Sahut Bunda Maryam.
"Ngantuk Mba, ditambah ada Ac, aduh, Anak-anak aja betah!" sahut Mba Mirna.
"Raja sama Dewa duduk yah! gak boleh nakal!" sahut Umi Sarah, Raja dan Dewa hanya melirik ke arah Umi Sarah.
"Tuh, nanti di sunatin sama Omah Sarah mau?" tanya Khalisa, Dewa langsung melempar bawang satu ke muka Khalisa.
"Dewa! nakal yah!" Mba Mirna langsung mencubit Dewa.
"Uuuaaaaa..." Dewa menangis kencang.
"Diam gak! Omah sunat nih!" sahut Umi Sarah, Dewa langsung diam.
"He-he-he, Mba udah biarin aja, orang gak kena aku kok!" sahut Khalisa.
"Kebiasaan songong! Dewa! minta maaf sama Tante Khalisa!" sahut Mba Mirna.
"Biarin, kalau gak minta maaf, gak boleh main sama Om lagi!" sahut Bunda Maryam.
"Ante, aafin Ewa!" sahut Dewa cadel.
__ADS_1
"Iya, udah, gak apa-apa!" sahut Khalisa tersenyum.
"Kalau Kakaknya kalem yah!" sahut Umi Sarah.
"Iya, beda sama Adiknya Umi." Sahut Mba Mirna.
Setelah lama, Desta membawa dua belas pake hokben dan meletakannya di Meja. Dewa menarik Desta dan mengajak main Desta.
"Paket sampai! buat makan nanti malam!" sahut Desta.
"Alhamdulillah." Sahut Khalisa.
"Om! ain agih yuk!" ajak Dewa.
"Main apa sayang?" tanya Desta.
"Om, jangan main sama Dewa! Dewa nakal, tadi lempal bawang ke Ante!" sahut Raja cadel.
"Endak....." teriak Dewa pada Raja.
"Sssttt... Dewa gak boleh teriak gitu sama Kak Raja! Kalau Dewa nakal, Om gak mau main! tahu gak? sini deh, Dewa! Dewa gak boleh nakal sama Tante Khalisa, Dewa pegang perut Tante, di sini ada Dedek bayinya, nanti kalau Dewa nakal, Dedek bayinya nangis gimana? hayo!" Desta menasehati Dewa dengan lembutnya sambil menuntun ke arah Khalisa dan memegang perut Khalisa.
"Hi-hi-hi, ada Dedek bayi!" sahut Dewa tertawa.
"Iya, ada Dedek bayinya, gak boleh nakal lagi yah! sini! mau pegang gak?" tanya Desta menarik tangan Dewa ke perut Khalisa.
"Hi-hi-hi-hi, delak-delak Om!" sahut Dewa.
"Oceh!" Dewa tersenyum.
"Dewa mau cium gak? nih, Om cium Dedek bayi, mmmuuacch...!" sahut Desta tersenyum sambil mencium perut Khalisa.
"Mau...!" minta Dewa.
"Mmmuuacch, gitu! maafin aku Dedek bayi!" perintah Desta.
"Mmmuuacch, aafin Ewa Dedek bayi!" sahut Dewa mencium perut Khalisa.
"Anak pintar! Raja, sini Nak!" Desta tersenyum memanggil Raja, Raja menghampiri Desta.
"Sini Raja!" ajak Khalisa.
"Raja, mau cium perut Tante Khalisa juga sayang? sini tangannya!" ajak Desta dengan lembutnya.
"Mmmuuacch..." sahut Raja tersenyum dan mencium perut Khalisa.
"Udah Nak? Raja juga gak boleh nakal yah, kalau Dewa nakal, Raja bilangin! gak boleh mukul, Raja harus sayangin Dewa, jagain Dewa yah! Raja janji sama Om! Raja gak boleh nakal dan harus jaga Dewa! janji!" minta Desta.
"Dandi Om!" sahut Raja cadel.
"Sekarang Raja sama Dewa ikut Om! Om ada mainan buat kalian!" sahut Desta.
"Acikkk..." sahut Raja dan Dewa sangat senang.
__ADS_1
"Sayang, sebentar yah, aku ajak main Raja sama Dewa dulu!" sahut Desta.
"Iya, sayang, jangan lama-lama, mau magrib juga!" sahut Khalisa.
"Iya Desta, jangan lama-lama mau magrib!" sahut Umi Sarah.
"Iya Umi, mari semua!" sahut Desta.
☀☀☀☀
Desta membawa Raja dan Dewa bermain. Raja dan Dewa mendapatkan hadiah mobil-mobilan dari Desta. Umi, Bunda, Khalisa dan Mirna sangat bangga pada Desta. Desta sangat bisa merayu Anak kecil dan memang pantas menjadi seorang Bapak.
"Mba, benar-benar salut sama suami kamu Khalisa, andaikan Mas Jono seperti Desta, bahagianya aku!" sahut Mba Mirna.
"Iya, Bunda juga salut sama Desta, benar-benar kebapaan." Sahut Bunda Maryam.
"Apa lagi Umi nya, siapa dulu dong, Anak Umi! Umi juga bangga sama Khalisa, Khalisa sudah membuktikan kalau Khalisa bisa merawat Desta, dulu Desta kurusan, semenjak nikah sama Khalisa jadi gemukan." Sahut Umi Sarah.
"Alhamdulillah, Umi, insya Allah, Khalisa akan merawat Kak Desta dengan sebaik-baiknya." Sahut Khalisa.
"Makasih ya Khalisa." Sahut Umi Sarah.
"Sama-sama Umi." Sahut Khalisa.
"Sejak awal ketemu ya Lis, Raja sama Dewa sudah lengket sama Desta." Sahut Mba Mirna.
"Iya Mba." Sahut Khalisa.
"Kamu harus bersyukur Khalisa, meskipun kamu kenal sama Desta hanya lewat Ayah, kamu itu, termasuk orang yang beruntung! meskipun waktu itu kata orang Ta'aruf Khalisa dan Desta masalah karena bersentuhan." Sahut Mba Mirna.
"Siapa yang bilang kaya gitu?" tanya Umi Sarah.
"Biasa Umi, tetangga di rumah!" sahut Bunda Maryam.
"Desta susah dibilangin sih, padahal Abi sama Umi udah bilangin, tapi dia ngotot mau adain praweding sekalian dansa, Umi udah larang!" sahut Umi Sarah.
"Udah Umi, Umi jangan dipikirin, yang sudah terjadi ya sudah, nasi sudah menjadi bubur! kata Kak Desta, kalau emang itu dosa, aku dan Kak Desta kok yang bakal nanggung dosa, bukan Umi atau yang lain! yang dosa itu, malah justru mereka, gibahin orang lain, mau tahu urusan orang, dan mencari kesalahan orang lain, Khalisa dan Kak Desta, gak terlalu pus ingin Umi, kan tetangga kalau enggak bicarain orang gak enak, kita sebagai orang normal diam ajalah, pasrah!" sahut Khalisa.
"Betul Neng, yang penting sampai sekarang, Desta gak buat kamu kecewa kan? bisa bahagiakan kamu lahir batin!" sahut Umi Sarah.
"Iya, Umi, Alhamdulillah, Khalisa bahagia, dan sangat bahagia, lebih dari bahagia Mi." Sahut Khalisa tersenyum.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta Dan Detik Terakhir
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu
__ADS_1