
Keesokan harinya, Desta dan Khalisa bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta. Khalisa telah menyiapkan semuanya.
"Sudah semua disiapkan sayang?" tanya Desta.
"Udah dong, tinggal berangkat aja." Sahut Khalisa.
"Wah, makasih istriku sayang, sarapan nanti di dekat Bandara saja yah!" sahut Desta.
"Iya Kak, aku juga belum lapar kok." Sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Desta dan Khalisa akhirnya pulang dan dan sampai di Bandara. Sebelum masuk Bandara mereka mampir ke sebuah tempat makan, dan Khalisa memotret Desta saat di jalan.
"Gimana? bagus gak?" tanya Desta.
"Wah, bagus kok Kak, he-he-he." Jawab Khalisa tersenyum.
🍁🍁🍁
Setelah selesai makan, mereka langsung ke Bandara dan memesan tiket. Gak lama mereka telah masuk ke pesawat dan menunggu berangkat. Setelah menunggu setengah jam, akhirnya pesawat berangkat menuju Jakarta. Setelah lamanya perjalanan memakan waktu dua jam, mereka sampai Jakarta.
"Wah, aku kangen nih Jakarta." Sahut Desta.
"Sama aku gak kangen?" tanya Desta.
"Ya kangen juga lah," sahut Khalisa tersenyum malu.
"Alhamdulillah." Desta langsung tersenyum menatap Khalisa.
🍁🍁🍁
Akhirnya mereka sampai di rumah, dan di sambut oleh Bi Aning dan Pak Jamal. Bi Aning langsung menyapa Desta dan Khalisa.
"Wah, yang udah bulan madu baru pulang, he-he-he, gimana Den, Non, bulan madunya?" sapa Bi Aning.
"Ikh, Bibi kepo banget, Alhamdulillah kok Bi semua berjalan lancar, ha-ha-ha." Sahut Desta.
"Mudah-mudahan cepat dapet momongan yah, Bibi doain." Jawab Bi Aning.
"Aamiin..." Sahut Khalisa dan Desta bersamaan.
"Aduh, meni kompak pisan euy pengantin baru ini mah, jadi ingat masa-masa Bibi sama Pak Jamal." Sahut Bi Aning tersenyum.
__ADS_1
"Pasti indah ya Bi, lebih indah dari kita?" tanya Khalisa.
"Gak bisa di bayangin Non, sekarang mah udah nikah boro-boro romantis, malah cuek." Jawab Bi Aning sambil curhat.
"Ah kalau saya lihat, Pak Jamal masih romantis kok Bi," Jawab Desta tersenyum.
"Aduh maaf atuh, Bibi jadi curhat gini, Non sama Aden mau minum apa? biar Bibi ambilin!" sahut Bi Aning.
"Gak usah Bi, nanti aku bisa ambil sendiri kok, kaya tamu aja Bi." Jawab Khalisa.
"Setuju dengan istriku, ha-ha-ha." Jawab Desta.
"Oh iya, Den kemarin Umi Sarah datang ke sini, ngeberesin kamar Aden sama Non Khalisa, katanya berantakan, padahal ada istri masih aja gak ke urus, gitu katanya Den." Sahut Bi Aning.
"Hah? serius Bi?" tanya Desta.
"Iya Aden, Bibi serius, Bibi permisi ke belakang ya Den, Non!" Jawab Bi Aning.
"Emang berantakan yah? setahu aku, udah aku rapikan sayang, aduh aku gak enak sama Umi Kamu." Jawab Khalisa panik dan gelisah.
"Udah gak usah dipikirin, Umi emang begitu agak bawel, kamu pintar-pintar ambil hati Umi aja!" sahut Desta.
"Aduh, aku jadi takut gini Kak," sahut Khalisa muka pucat.
"Kenapa takut sih sayang? udah sekarang kita ke kamar, soal Umi kamu gak usah takut yah!" sahut Desta." Memegang tangan Khalisa untuk beranjak ke kamar.
"Kenapa lagi? kamu takut Umi misahin kita? itu gak akan sayang, kamu berpikir positif aja yah! Umi itu baik, hanya bawel, mulutnya agak pedas, asli dia baik kok, apa lagi kalau sampai kamu hamil, wah, dia senang banget sayang, sini peluk aku!" sahut Desta langsung memeluk Khalisa dan mencium kening Khalisa sambil tersenyum.
"Iya Kak, Aamiin, aku harus berpikir positif, karena Kakak aku banyak belajar." Jawab Khalisa.
"Kamu itu, tulang rusuk aku, jadi udah tugas aku buat ngajarin kamu untuk banyak bersabar dalam rumah tangga, aku mau bilang sesuatu sama kamu." Sahut Desta menempelkan hidungnya ke hidung Khalisa, sambil menatap Khalisa dengan tajam.
"Aku mau bilang, selamanya sampai akhir hayatku, kalau aku mencintai kamu sayang, aku sangat mencintai kamu." Jawab Desta sambil menatap mata Khalisa. Khalisa bergetar dan gugup saat Desta menyatakan cinta dekat dengan matanya.
"Aku juga Kak," jawab Khalisa sambil bergetar melihat tatapan Desta yang sangat tajam.
"Aku juga apa?" tanya Desta.
"Aku juga mencintai Kakak." Sahut Khalisa tersenyum malu. Saat Desta ingin mencium bibir Khalisa, ponselnya berbunyi, ternyata dari Umi Sarah.
"Hmm.. kamu angkat yah! bilang aku lagi mandi." Jawab Desta.
"Tapi Kak, aku takut!" sahut Khalisa.
"Ayo coba angkat sayang, gak apa-apa kok." Jawab Desta tersenyum.
__ADS_1
"Hallo, assalamu'alaikum?" salam Umi Sarah.
"Wa'alaikumsalam, Umi, maaf ini Khalisa, Kak Destanya lagi mandi." Jawab Khalisa pelan.
"Oh, tidak apa-apa Neng, gimana udah pulang?" sahut Umi Sarah.
"Baru saja sampai Umi, Kak Desta langsung mandi." Jawab Khalisa.
"Oh, syukur Alhamdulillah kalau kalian sudah di Jakarta, Umi hanya memastikan saja kok, kamu sehat Neng?" tanya Umi Sarah.
"Alhamdulillah Umi, aku sehat kok, Umi sendiri gimana sekeluarga sehat?" tanya Khalisa.
"Alhamdulillah, sehat juga kok, gimana bulan madu kalian? apa sudah belah duren?" tanya Umi Sarah.
"Baik Umi lancar, sudah kok Umi." Sahut Khalisa gugup sambil melirik ke Desta, Desta hanya mendengarkan karena Khalisa load speaker, Desta tersenyum melihat Khalisa berbicara ke Umi nya.
"Oh, iya, Alhamdulillah Umi senang mendengarnya, semoga kalian bisa cepat menghadiahkan seorang cucu yah!" sahut Umi.
"Aamiin Umi, makasih doanya." Jawab Khalisa.
"Ya sudah, salam buat Desta yah, tolong jaga Desta, urus ia dengan sebaik-baiknya ya Neng, jangan sampai ia sakit, di rumah juga rajin bersih-bersih Neng, jangan hanya mengandalkan pembantu saja yah! sudah dulu yah! Assalamu'alaikum." Sahut Umi.
"Wa'alaikumsalam Umi." Jawab Khalisa.
"Ha-ha-ha, kamu telepon Umi gugup banget? kaya lagi di wawancarai saja sih, santai aja sayang, gak usah gugup gitu!" jawab Desta mengusap kepala Khalisa. Khalisa menunduk malu sambil menutupi bantal.
🍁🍁🍁
Gak lama, Desta mengajak Khalisa untuk mandi bersama lagi, Desta menggendong Khalisa untuk ke bathup. Setelah mereka berdua bercinta dan menghabiskan waktu berdua, mereka sama-sama saling mandi hadas besar, karena ingin salat zuhur berjamaah. Setelah salat berjamaah, Khalisa membereskan baju-baju yang di koper, dan memisahkan baju kotor dan bersih, Khalisa langsung ingin mencucinya.
"Kamu mau bawa kemana baju kotornya?" tanya Desta.
"Aku mau cuci baju kita yang kotor Kak," sahut Khalisa.
"Kok kamu yang nyuci? Biar Bi Aning saja yang nyuci sayang, nanti kamu capek, sakit lagi!" perintah Desta.
"Aku malu sayang, soalnya waktu pertama kali kita ngelakuin ada darah di baju aku sama kamu, masa aku harus nyuruh orang, nanti kita dosa." Jawab Khalisa.
"Serius kamu sayang sampai ke baju? ya sudah, tapi kamu jangan capek-capek yah, aku gak mau kamu sakit." Sahut Desta.
"Non, mau apa? sini biar Bibi yang nyuci!" sapa Bi Aning.
"Gak usah Bi, biar saya saja, oh, iya, Bibi ada oleh-oleh dari Bali, Bibi ke atas aja yah!" perintah Khalisa.
"Ya Allah, Bibi jadi gak enak Non, Non baik banget sih, tapi Bibi gak mau ke atas Non, malu sama Aden Desta, masa ke kamar minta oleh-oleh." Jawab Bi Aning.
__ADS_1
Bersambung ...