Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 103


__ADS_3

"Gimana sayang? Syifa mau dilamar?" tanya Desta penasaran.


"Iya, sayang, sama Dokter Ari." Sahut Khalisa tersenyum.


"Alhamdulillah, jadi aku gak takut lagi kamu dilirik deh!" sahut Desta.


"Apaan sih sayang, jangan suhuzon dulu!" sahut Khalisa.


"Enggak suhuzon sayang, tapi fakta dan bukti!" sahut Desta.


"Ya udah, aku masak dulu kesukaan ya sayang, coba lihat lukanya? Alhamdulillah, udah mulai kering," sahut Khalisa tersenyum.


"Alhamdulillah, sayang, sayang sini dulu!" minta Desta.


"Apa?" tanya Khalisa.


"Kita jenguk Yuda ke penjara yuk! biar bagaimana pun, dia tetap teman aku, aku gak tega juga sayang," sahut Desta.


"Iya, kapan?" tanya Khalisa.


"Habis makan, luka aku juga hampir sembuh kok, berkat istriku yang setia mengobati." Sahut Desta tersenyum.


"Iya sayang, oh, iya, semalam aku mimpi buruk!" sahut Khalisa.


"Astaghfirullah, mimpi kaya gimana sayang?" tanya Desta.


"Aku mimpi, Umi hanya pura-pura taubat, pas beberapa hari, Umi kambuh lagi, dia ngancam aku gak boleh bilang sama kamu! Umi pisahin aku sama kamu," sahut Khalisa.


"Sayang, gak akan terjadi seperti itu! itu hanya bunga tidur, gak akan aku biarkan sayang, gak akan ada yang bisa misahin kita, mau siapa pun itu, kecuali Allah, aku akan berjuang terus buat kamu, udah jangan pikirin, nanti kamu stres lagi, kasihan Dedek kita sayang." Sahut Desta menasihati Khalisa.


"Semoga gak terjadi ya sayang," sahut Khalisa.


"Iya sayang, semoga gak terjadi," sahut Khalisa.


"Iya sayang, gak akan, mmmuacchh..." sahut Desta sambil mencium kening Khalisa.


"Aku masak dulu ya Kak," sahut Khalisa.


"Iya, sayang," sahut Desta.


🌷🌷🌷🌷


Di kediaman Umi Sarah, Umi sedang menghubungi Ines. Ternyata Umi gak benar-benar taubat, Umi Sarah bercerita sama Ines kalau Umi Sarah hanya akting. Semua percaya sampai dimaafkan. Saat itu, Abi Mahmud mendengarkan perbincangan Umi Sarah dan Ines. Abi langsung mendobrak pintu dan membentak Umi. Umi Sarah lebih setuju kalau Desta nikah dengan Ines. Ines diam-diam mengincar Desta. Tapi gak akan pernah tergoda dan luluh hati Desta untuk orang lain.


"Umi, Abi gak nyangka yah, Umi bohongin kita semua, Khalisa udah baik sama Umi, tapi Umi hanya akting? masya Allah, setan apa yang bersarang di otak istriku, bahkan Abi, sudah percaya sama Umi, sini handphonenya! sini!" Abi Mahmud menghubungi Ines kembali.

__ADS_1


"Abi, Abi mau apa?" tanya Umi.


"Diam! diam!" sahut Abi Mahmud.


"Hallo, Assalamu'alaikum, Umi ada apa lagi?" tanya Ines.


"Wa'alaikumsalam, dengar kamu! kamu jangan pernah pengaruhi istri saya lagi! kamu itu gak laku yah? mau ngambil suami orang? di Jakarta banyak cowok lain, jadi tolong jangan pernah ganggu keluarga ini ngerti kamu!" Abi langsung mematikan telepon dan memblokir nomor Ines.


"Abi, Abi jangan laporkan ke Desta dan Khalisa!" Minta Umi Sarah.


"Umi itu, gak pantas dipanggil sebagai Umi! Abi akan laporkan semua pada Desta! untuk merubah semua keputusan dan balik seperti awal! biar Umi kapok! karena Abi pusing, kalau gak tegas sama Umi, dimaafin begitu lagi, begitu lagi, apa sih mau Umi, ya Allah! hiks-hiks-hiks," Sahut abi Mahmud.


"Abi!" panggil Umi Sarah.


"Jangan sentuh Abi!" sahut Abi Mahmud.


🌷🌷🌷🌷


Abi Mahmud menghubungi Desta. Desta sedang asyik menonton televisi. Desta kaget saat Abi Mahmud cerita semua ke Desta. Desta menangis dan sangat kesal, harus bagaimana menghadapi Umi Sarah. Setelah teleponan, Desta kesal dan teriak langsung membanting remote tv. Abi Mahmud berkata pada Desta tinggalkan Jakarta ini, sebaiknya Desta dan Khalisa sementara tinggal yang jauh dari Jakarta, agar Umi Sarah bisa sadar kehilangan anak dan menantunya. Jika benar-benar sadar, baru Desta dan Khalisa bisa kembali ke Jakarta.



"Desta gak menyangka, Umi bisa bohongin Desta dan Khalisa, Umi benar-benar jahat dan gak ada pikirannya! hiks-hiks," sahut Desta.


"Nanti Desta pikirkan Abi, Desta bingung harus bilang apa, sama orang tuanya Khalisa, kalau Desta jujur, Umi masih jahat, Bunda Maryam bakal misahin aku sama Khalisa, hiks-hiks, Desta bingung Abi!" sahut Desta.


"Itu saran Abi, soalnya Umi udah keterlaluan, gak akan pernah sadar, kalau gak digituin!" minta Abi Mahmud.


"Nanti, Desta pikirkan Abi!" sahut Desta.


"Ya, udah, yang sabar ya Nak! kalau emang kamu masih mau tetap tinggal di Jakarta, kamu harus tetap sama keputusan kamu yang awal yah!" saran Abi Mahmud.


"Ya, udah, Desta tutup telepon ya Bi, makasih infonya! Assalamu'alaikum." Sahut Desta.


"Sama-sama Nak, Wa'alaikumsalam." Sahut Abi Mahmud.


"Aaaaaaaa...." Desta teriak dan membanting remote, Khalisa yang di dapur terdengar bantingan. Khalisa langsung berjalan menghampiri kamar Desta.


🌷🌷🌷🌷


Khalisa langsung berlari ke kamar, Khalisa melihat Desta menangis dan membanting remote. Khalisa melihat Desta menangis jadi ikut nangis, tidak kuat melihat Desta menunduk.


"Astaghfirullah, sayang, ada apa ini? sayang kenapa remotenya di buang? hiks-hiks, kenapa sayang? hiks-hiks, jangan diam! lihat aku! sayang! hiks-hiks," sahut Khalisa memegang wajah Desta sambil ikut menangis dan menghapus air matanya.


"Hiks-hiks-hiks," sahut Desta langsung memeluk Khalisa dan menangis.

__ADS_1


"Istighfar, ya Allah, sayang, ada apa? hiks-hiks," tanya Khalisa ikut menangis.


"Umi, Umi sayang, Umi masih belum taubat, Umi semalam hanya akting, dia udah bohongin kita, Umi jahat sama kita, hiks-hiks," sahut Desta.


"Astaghfirullah, hiks-hiks-hiks, salahku apa? salah aku apa? hiks-hiks-hiks, aku gak tahu harus bagaimana lagi sayang, perasaan waktu awal nikah sama kamu baik-baik aja, apa karena waktu itu gak bisa masak steak? hiks-hiks-hiks," Khalisa menangis sesak.


"Cukup aku aja yang nangis, jangan kamu! ya Allah, apa salah hamba, kenapa Umi belum taubat juga Ya Allah," Desta bersujud sambil menangis.


🌷🌷🌷🌷


Khalisa melihat Desta yang sujud, mata Khalisa agak pusing, Khalisa langsung pingsan. Desta membangunkan Khalisa, dan berteriak memanggil Bi Aning, untuk mengambil minyak angin. Meskipun perut Desta sakit, Desta berusaha kuat mengangkat Khalisa ke kasur.


"Sayang, bangun sayang, bangun! Astaghfirullah, istriku, hiks-hiks-hiks, BI Aning! Bi Aning!" panggil Desta.


"Iya, Den! Neng Khalisa kenapa Den? ya Allah," sahut Bi Aning.


"Tolong ambilin minyak angin Bi! cepat!" perintah Desta.


"Siap Den!" sahut Bi Aning.


"Bangun sayang, bangun!" minta Desta.


🌷🌷🌷🌷


Gak lama, Bi Aning datang membawa minyak angin. Bi Aning berusaha memijat kaki Khalisa, Bi Aning pun ikut menangis melihat Desta menangis.


"Sabar ya Den, ini Neng Khalisa kecapean mungkin," aduh, Bibi ikut nangis." Sahut Bi Aning.


"Umi ternyata gak ada perubahan Bi, saya bingung harus gimana? entah, apa yang ada di pikiran dia! hiks-hiks-hiks," sahut Desta masih menangis.


"Sabar Den, suatu saat Umi pasti sadar, kan dari dulu begitu si Umi mah, Den Desta sampai frustasi kan? sampai mutusin kuliah di Mesir, Bibi juga bingung Den," sahut Bi Aning.


🌷🌷🌷🌷


Gak lama, Khalisa sadar, lalu memeluk Desta sambil menangis. Desta bilang cukup Desta aja yang mikirin semua dan menangis, Desta menghapus air mata Khalisa, sedangkan Bi Aning memijat kaki Khalisa.


Bersambung...


Teman-teman dan readersku, sambil menunggu episode Ta'aruf Cinta, kalian bisa mampir ke cerita romantisku yang lainnya, gak kalah seru kok ceritanya, cekidot 🥰🥰🥰




__ADS_1


__ADS_2