Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 77


__ADS_3

Setelah selesai makan, mereka salat Isya berjamaah, setelah selesai berjamaah, Desta membaca lantunan ayat-ayat Al-Quran dan Khalisa pun mengikuti dalam hati. Sampai satu jam lebih mereka membaca Al-Quran, setelah selesai mereka ke kamar dan saling melepas rindu. Desta melihat Khalisa sedang mengolesi kakinya.


"Perih ya sayang?" tanya Desta.


"Sedikit kok Kak." Sahut Khalisa.


"Sabar ya sayang." Desta memegang kepala Khalisa sambil tersenyum.


"Udah Kak, aku taro ini dulu!" sahut Khalisa.


"Udah, aku aja yang taro, kamu jangan banyak gerak dulu, biar lukanya kering!" sahut Desta.


🍁🍁🍁


Setelah Desta meletakan obat Khalisa, Khalisa bersandar di bahu Desta, tangan mereka tak pernah lepas dari genggaman. Desta bersalawat di perut Khalisa sambil mengelusnya dan Khalisa tersenyum sambil membelai rambut dan kepala Desta.


"Kak masih belum besar perutnya?" sahut Khalisa.


"Gak apa-apa sayang, nanti juga gede kalau udah tiga atau empat bulanan, mmmuacch, gemes!" sahut Desta mencubit pipi Khalisa.


"Kak." panggil Khalisa.


"Apa sayang?" tanya Desta sambil memandangi wajah Khalisa.


"Kemarin waktu di rumah Bunda, ada tetangga yang usil, ngomongin pernikahan kita, kenapa Ta'aruf pakai prewedding sama dansa, harusnya gak boleh katanya Kak." Sahut Khalisa.


"Kok gitu tetangga kamu? ngurusin hidup orang, itu semua aku yang mau, karena aku pengen punya momen sama kamu, sebenarnya Umi sama Abi juga ngelarang, tapi semua ini aku yang mau, biar aku yang nanggung dosa kalau emang itu menurut mereka kita dosa." Sahut Desta.


"Tapi kan kita gak berzina Kak, cuma salah di dansa aja." Sahut Khalisa.


"Gini sayang, mereka gak usah ngurusin hidup orang lah, mau orang kaya gimana juga, gak semua manusia suci, pasti punya dosa, kita juga gak boleh merasa suci, merasa paling benar, nilai orang begini, begitu, belum tentu mereka sempurna dan suci, kita semua punya dosa kok, gak ada manusia yang gak punya dosa, wah, lo salah ntar dosa lo begitu, padahal diri mereka juga dosa sayang, apa lagi sampai ngomongin kita, sekarang kan kamu istri aku, semua dosa-dosa kamu aku yang nanggung, kalau emang kita salah dalam pernikahan gara-gara dansa, kamu gak usah peduliin yah, yang dosa kita bukan mereka." Sahut Desta.


"Iya Kak, Bunda sampai nangis." Sahut Khalisa.


"Iya, setiap orang gak semua suka sama kita, pasti ada yang benci, ada yang suka, sabar aja yah, yang pasti aku akan selalu bahagiakan kamu, Dedek bayi kita, jangan dipikirkan yah sayang, sini peluk dulu!" sahut Desta.


"Makasih ya Kak." Sahut Khalisa.


"Dari tadi makasih mulu, makasih apa sayang?" tanya Desta tersenyum.

__ADS_1


"Makasih buat semuanya, he-he..." sahut Khalisa.


"Masya Allah cantiknya istriku kalau tersenyum." Desta memegang bibir Khalisa hendak menciumnya, Khalisa pun tidak menolaknya.


🍁🍁🍁


Desta langsung memainkan aksinya, selama seminggu menahan rindu pada Khalisa. Khalisa pun sama seperti Desta tidak bisa menahan rindu lagi pada Desta. Malam itu adalah malam yang indah untuk mereka berdua dalam bercinta, keringat yang mengucur dari tubuh mereka berdua membuat mereka semakin bergairah bercinta. Jari-jari tangan mereka yang seakan tak mau lepas dari genggaman, seakan tidak ingin berhenti bercinta, tatapan mata Khalisa dan Desta yang sendu seakan tak mau lepas dari pelukan, Bibir Khalisa yang pink membuat hasrat Desta ingin selalu mencumbunya. Sampai akhirnya mereka tertidur lelap karena merasa lelah, tidur pun tangan Desta selalu memeluk Khalisa.


🍁🍁🍁


Pagi pun tiba, Khalisa lebih dulu bangun dan mandi membersihkan badan. Khalisa melihat Desta masih lelap dan merasa capek, tapi biar bagaimana pun, Khalisa harus tetap membangunkannya untuk salat subuh berjamaah.


"Kak, Kak, bangun yuk salat dulu!" colek Khalisa.


"Mmm... udah subuh ya sayang?" Desta memeluk dan menarik Khalisa.


"Kak, salat dulu! aku udah mandi lho!" sahut Khalisa.


"Hmmm... kok gak barengan sih mandinya?" tanya Desta cemberut.


"Kakak tidur lelap, aku gak tega bangunin Kakak." Sahut Khalisa.


"Ya udah, sekarang mandi dulu ya Kak, abis itu kita ke ruang salat, kita wudhu berjamaah bareng, aku tunggu di mushola kita ya Kak, ini handuknya!" sahut Khalisa.


"Iya sayang, tunggu aku yah!" sahut Desta.


"Iya Kak." sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Khalisa mengambil air wudhu duluan, dan langsung memakai mukena sambil menunggu Desta. Akhirnya Desta pun sudah datang, dan langsung mengambil air wudhu, dan langsung salat berjamaah bersama sang istri. Setelah selesai salat subuh, Khalisa mencium tangan punggung Desta.


"Sayang, aku izin keluar yah, mau olahraga." Sahut Desta.


"Olahraga di mana Kak? aku ikut yah!" minta Khalisa.


"Jangan sayang, kamu kan lagi sakit kakinya, kamu istirahat aja di rumah yah!" sahut Desta.


Maafin aku ya sayang, aku kali ini bohongin kamu, aku ingin bertemu Yuda, aku mau kasih pelajaran buat ia, agar ia sadar, kalau aku bilang, pasti kamu melarang.

__ADS_1


"Makan dulu yah, nanti aku masakin dulu!" sahut Khalisa.


"Gak usah sayang, kan ada roti tuh, aku makan roti aja yah!" sahut Desta.


"Benaran Kak? tapi jangan lama-lama!" sahut Khalisa.


"Enggak sayang." Sahut Desta.


🍁🍁🍁


Desta langsung berangkat menggunakan mobil zeepnya, Desta berharap Yuda itu ngerti semuanya. Saat Desta sampai di rumahnya, kebetulan Yuda keluar sambil membawa cewek.


"Desta! ngapain lo di sini?" tanya Yuda.


"Mana yang dibilang taubat, mana?" tanya Desta.


"Des, lo pasti mau marah, gara-gara kemarin gue celakain istri lo! terus istri lo gimana? gak apa-apa kan?" tanya Yuda.


"LO TAHU GAK APA YANG DIALAMI DENGAN ISTRI GUE? ISTRI GUE LAGI HAMIL, MENAHAN SAKIT DI KAKINYA, SEMUA GARA-GARA LO! APA SIH MAU LO HAH? LO KALAU MAU KAYA GINI SILAKAN! TAPI GAK USAH GANGGU ISTRI GUE ATAU SYIFA LAGI!" bentak Desta.


"Lo tahu kenapa? gue jadi gak ikhlas buat taubat? semua gara-gara Syifa, karena Syifa gak mau balikan sama gue, ya gue gagalin taubat gue, buat apa? istri lo emang keguguran apa? hah?" sahut Yuda.


Desta langsung menojok Yuda, dan menghajar Yuda, saat Yuda kalah dan berontak, Yuda mengeluarkan pisau dan menusuk perut Desta. Sedangkan perempuan yang bersama Yuda kabur. Yuda khilaf, langsung memangku Desta.


"Desta!!!!!! maafin gue Des! hiks-hiks-hiks, maafin gue! gue khilaf Desta, gue Khilaf!" sahut Yuda menangis.


"Hiks- hiks-hiks-hiks, gue, gak menyangka, sahabat gue sendiri berani membunuh dan melukai gue, lo tahu gue punya istri yang harus gue hidupi, dan Khalisa sedang hamil," Desta bersimbah darah dan meneteskan air mata, Desta mengingat Khalisa waktu pertama ketemu sampai ia menikah dan memiliki bayi.


"Desta!!!! lo harus kuat yah! gue bakal tanggung jawab, gue rela masuk penjara, tolong!!!!!!!!" Yuda berteriak meminta tolong dan melaporkan dirinya sendiri ke polisi.


"Kha- Kha- lisa," Desta menyebut nama Khalisa dan langsung pingsan.


"Desta!!!!!!!! hiks-hiks-hiks, maafin gue! TOLONG PANGGIL AMBULAN! CEPAT!" teriak dan bentak Yuda.


🍁🍁🍁


Desta akhirnya, dilarikan ke rumah sakit dan di masukan ke ruang IGD dan ditangani oleh dokter, polisi dan pihak rumah sakit menghubungi Khalisa. Sedangkan Yuda sudah menyerahkan diri ke kantor polisi dan sedang di tangani oleh polisi.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2