Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 62


__ADS_3

"Den Desta gak akan kaya gitu kok Neng, sabar ya Neng," sahut Bang Joni.


🍁🍁🍁


Akhirnya, Khalisa sampai di rumahnya. Saat keluar dari mobil, Pak Jamal, Slamet, dan Boro melihat mata Khalisa bengkak.


"Neng, udah pulang? kenapa matanya kok bengkak gitu Neng?" tanya Pak Jamal.


"Gak apa-apa Pak, saya masuk dulu yah," sahut Khalisa.


"Neng, baik-baik aja?" tanya Bang Boro.


"Iya, gak apa-apa kok Bang," Khalisa tersenyum.


"Assalamu'alaikum," sahut Khalisa.


"Wa'alaikumsalam, eh Neng Khalisa, Neng kenapa matanya? kok bengkak gitu?" tanya Bi Aning.


"Gak apa-apa Bi, Bi Khalisa hamil," sahut Khalisa tersenyum.


"Alhamdulillah, ya Allah, selamat ya Neng, Bibi ikut senang, pasti Den Desta, Umi dan lainnya senang," sahut Bi Aning.


"Iya Bi, Alhamdulillah," sahut Khalisa.


"Tapi kenapa Neng kelihatan sedih? matanya sampai bengkak gitu?" tanya Bi Aning.


"Masalah kecil kok Bi, gak apa-apa," sahut Khalisa.


"Apa ada hubungannya sama Umi Neng?" tanya Bi Aning.


"Kok Bibi bisa tahu?" tanya Khalisa.


"Siapa lagi Neng kalau bukan Umi, waktu di sini aja kan Neng abis-abisan di omelin," sahut Bi Aning.


"Iya Umi marah sama aku Bi, gara-gara aku gak mau makan salad buatan Umi, aku emang gak suka, apa lagi aku lagi mual-mual, Umi marah sama aku dan kayanya kecewa banget, sampai nyuruh aku pulang, Umi gak mau nemuin aku pas aku mau pulang, yang bikin sedih, aku mau salaman ia gak mau bilang tangannya kotor," sahut Khalisa.


"Ya Allah, yang sabar ya Neng, jangan dipikirin dan diambil hati, ia kalau keinginannya dibantah ya begitu pasti marah, kaya Bibi dulu kerja di rumah dia, habis kena omel mulu, tapi Bibi gak ambil hati, sabarin aja," sahut Bi Aning.


"Iya Bi, Khalisa berusaha kuat dan sabar, tapi air mata ini selalu menetes, entah aku emangnya cengeng, atau apa," sahut Khalisa.


"Kalau sedih wajar Neng, justru Neng tuh keluarin semua kesedihannya sampai puas, biar hati Neng lega, sabar ya Neng," sahut Bi Aning.


"Nanti mata saya tambah bengkak Bi, ini aja saya gak berani pulang ke rumah Bunda, takut pada nanyain, aku gak mau mereka tahu," sahut Khalisa.


"Maksud Bibi, Neng di sini aja dulu, sampai hilang bengkak nya, tenangin diri di sini," saran Bi Aning.

__ADS_1


"Makasih ya Bi, sarannya, aku ke kamar dulu ya Bi, kalau Syifa datang, suruh langsung ke kamar aku aja," minta Khalisa.


"Iya Neng siap, mau Bibi bikinin minuman gak Neng?" tanya Bi Aning.


"Gak usah Bi, makasih yah," sahut Khalisa.


"Sama-sama Neng," sahut Bi Aning.


Kasihan Neng Khalisa, punya suami sayang, tapi Mertuanya bawel, semoga Neng Khalisa bisa menjadi istri yang sabar dan kuat.


🍁🍁🍁


"Umi, kok begitu sih sama Khalisa? gak baik lho Mi, itu kan menantu kita, wajar kalau Khalisa mual, kan dia lagi hamil, Abi kecewa lho sama Umi," sahut Abi Mahmud.


"Umi cuma kesal aja, Umi udah capek-capek masak, tapi malah dibuang dan gak hargai," sahut Umi Sarah.


"Astaghfirullah, kan Abi udah bilang Umi, Khalisa lagi mual, Umi gak sadar-sadar ini, sadar Umi, kalau kelakuan Umi seperti itu, mengganggu kehamilannya gimana? dia lagi mengandung cucu kita, sadar Umi, sadar!" sahut Abi Mahmud.


"Coba Abi telepon, apa Khalisa udah sampai rumah belum? Maafin Umi Abi, kalau udah keterlaluan," sahut Umi Sarah.


"Umi udah dua kali lho, darah tinggi Umi berlebihan, coba Umi nyebut istighfar, terus salat ambil wudhu," saran Abi Mahmud.


"Tapi telepon dulu Abi, Umi jadi gak tenang ini, hiks-hiks-hiks, saya kenapa sih begini, saya emosional, Abi coba telepon ke besan kita, Umi khawatir," sahut Umi Sarah.


"Telepon Khalisa dulu aja Mi, aktif atau enggak," saran Abi Mahmud.


"Gimana Umi? aktif gak?" tanya Abi Mahmud.


"Gak aktif Bi," sahut Umi.


"Mungkin ponselnya mati kali, coba Abi telepon ke rumah besan kita yah," sahut Abi Mahmud.


"Gimana Bi?" tanya Umi Sarah.


"Gak diangkat, mungkin pada sibuk kali, ya sudah lah, kita doakan saja, semoga tidak terjadi apa-apa yah Umi, tolong Umi sikapnya rubah, jangan diulangin lagi," sahut Abi Mahmud.


"Iya Abi, Umi emosi tadi, Coba Abi telepon Desta, siapa tahu dia tahu," sahut Umi Sarah.


"Umi gimana sih? Desta kan di Jogja, mana tahu ia," sahut Abi Mahmud.


"Siapa tahu mereka habis teleponan," sahut Umi Sarah.


Gak lama Abi Mahmud menghubungi Desta, Desta langsung mengangkatnya. Abi Mahmud menceritakan semua pada Desta.


"Assalamu'alaikum, Abi ada apa? tumben telepon Desta?" tanya Desta.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam, Nak maaf Abi ganggu yah, kalau ganggu matikan saja gak apa-apa," sahut Abi Mahmud.


"Enggak ganggu Abi, ada apa?" tanya Desta.


"Khalisa hubungi kamu gak Nak?" tanya Abi Mahmud.


"Enggak Abi, bukannya Khalisa ada di rumah Abi?" tanya Desta.


"Gak ada, udah pulang Nak, tadi ada masalah sedikit sama Umi, jadi Abi sama Umi nanya kamu, mungkin kamu tahu Khalisa udah di rumah orang tuanya atau di mana? khawatir Abi," sahut Abi Mahmud.


"Masalah apa lagi sih? Astaghfirullah, Umi kenapa sih? Umi buat Khalisa sedih yah? coba Abi, Desta mau ngomong sama Umi!" minta Desta.


"Iya Nak, maafin Umi, tadi Umi emosi sama istri kamu Nak, tadi Umi masakin salad, tapi ia malah mual dan muntah, Umi suruh pulang dia dan marahin dia, maafin Umi Nak," sahut Umi Sarah.


"Astaghfirullah, Umi, hiks-hiks, itu istri Desta Umi, kalau sampai terjadi apa-apa gimana sama Khalisa dan Anaknya, Khalisa emang lagi mual, gak enak makan, kenapa Umi maksa sih, Desta kecewa lho, Umi tahu gak? ini Desta sampai sedih, sampai keluar air mata gini, Desta jauh Umi, gak bisa jaga Khalisa, Desta belum bisa pulang, kenapa sih Umi? ya Allah Umi, Desta jadi gak tenang kerjanya," sahut Desta.


"Maafin Umi Desta, maafin! Umi khilaf Nak, hiks-hiks-hiks," sahut Umi Sarah menangis.


"Sini Umi, biar Abi bicara!" minta Abi Mahmud.


"Nak, kamu kerja-kerja aja yah, gak usah dipikirkan, nanti Abi, hubungi terus keluarganya, soalnya Khalisa gak aktif ponselnya, kamu tenang ya Nak," sahut Abi Mahmud.


"Gimana Desta tenang, kalau begini Abi, ya udah, Desta mau coba hubungi Khalisa dulu! Assalamu'alaikum, Abi, Umi," sahut Desta dengan raut suara yang kesal.


"Wa'alaikumsalam Nak, kabar-kabar ya Nak," sahut Abi Mahmud.


"Desta marah sama Umi ya Abi?" tanya Umi Sarah.


"Desta gak marah, cuma kesal aja sama kelakuan Umi, begini akibatnya kalau hidup penuh emosi aja, mendingan sana Umi salat, wudhu, perbaiki kesalahan-kesalahan Umi," nasehat Abi Mahmud.


"Iya Abi, Umi tinggal salat dulu!" sahut Umi Sarah.


Sayang, kenapa handphone kamu gak aktif sih? kamu di mana sekarang? aku khawatir sama kamu, ya Allah, lindungi istri dan Anakku supaya gak terjadi apa-apa, semua pada kemana sih? Bang Joni juga gak aktif.


Bersambung....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Teman-teman dan readersku, sambil menunggu episode Ta'aruf Cinta, kalian bisa mampir ke cerita romantis dari sahabat Author Author ku yang keren keren ini, yang ceritanya juga gak kalah menarik, penasaran langsung aja baca ya, cekidot 😍


Linanda Anggen



Aldekha Depe

__ADS_1



__ADS_2