
Khalisa dan Desta akhirnya mandi dan mengambil wudhu. Khalisa dan Desta salat subuh berjamaah. Setelah salat subuh, Khalisa bangun dan membantu menyiapkan makanan untuk sarapan pagi.
"Kamu mau kemana?" tanya Desta.
"Nyiapin sarapan sayang." Sahut Khalisa.
"Gak usah sayang, biar Bi Aning aja!" sahut Desta.
"Sayang jangan gitu dong, meskipun aku hamil, aku harus banyak gerak, aku gak mau manja!" sahut Khalisa.
"Benaran gak apa-apa?" tanya Desta.
"Gak apa-apa sayang." Sahut Khalisa.
"Ya udah, nanti habis masak, kita berobat yah, cek leher kamu itu! aku gak mau infeksi!" sahut Desta.
"Iya sayang, Mba Mirna telepon sayang." Sahut Khalisa.
"Angkat aja!" sahut Desta.
"Hallo, Assalamu'alaikum, Khalisa." Sahut Mirna.
"Wa'alaikumsalam, ada apa Mba?" tanya Khalisa.
"Khalisa, Mba mau ngabarin, kalau kamu gak usah ke rumah sakit, Ayah nanti pulang kok! Alhamdulillah, Ayah gak apa-apa." Sahut Mirna.
"Alhamdulillah, aku udah takut banget Mba Ayah kenapa-kenapa, aku tetap mau ke rumah sakit, mau cek luka di leher aku." Sahut Khalisa.
"Khalisa, Mba minta maaf yah, suami Mba, sudah buat kamu susah, terluka, sudah menyusahkan kamu dan Desta, hiks-hiks-hiks, Mba menyesal waktu itu, Mba itu terlalu nurut sama Jono." Sahut Mirna.
"Sudah Mba, Mba jangan nangis lagi yah, yang lalu biar berlalu, nasi sudah menjadi bubur, sekarang Mba fokus ke perceraian Mba saja, dan fokus mencari Raja, kasihan Raja Mba, kita gak tahu sekarang dia di mana, Aku berdoa, semoga suami aku bisa cepat menemukan Raja, kalau soal Jono gak usah khawatir, dia sekarang sudah di kantor polisi, semoga dia dihukum seumur hidup!" sahut Khalisa.
"Iya Khalisa, biarin dia busuk di penjara, Mba nyesal rujuk sama dia!" sahut Mba Mirna.
"Ya udah Mba, Khalisa mau nyiapin sarapan dulu buat Kak Desta, salam buat Ayah dan Bunda." Sahut Khalisa.
__ADS_1
"Iya Lis, makasih yah, kamu udah mau maafin Mba, iya Lis, silakan! Mba tutup yah teleponnya, Assalamu'alaikum." Sahut Mba Mirna.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Khalisa.
"Ayah gimana sayang?" tanya Desta.
"Alhamdulillah, hari ini sudah bisa pulang." Sahut Khalisa.
"Alhamdulillah, Aku senang dengarnya." Sahut Desta.
"Sayang, Kira-kira Jono berapa tahun penjara yah?" tanya Khalisa.
"Belum tahu sayang, kan aku baru mau kasih kesaksian hari ini, sama hasil visum Mba Mirna dan Dewa, semoga aja seumur hidup." Sahut Desta.
"Aku takut sayang jadinya, kalau dia keluar penjara." Sahut Khalisa.
"Kamu tenang aja sayang, kita jual rumah ini aja, kita pindah rumah lagi, yang gak ada orang pun tahu, termasuk Jono, jadi yang tahu hanya keluarga-keluarga kita saja, bahaya juga kalau kita masih netep di sini." Sahut Desta.
"Iya sayang, kalau kita jual, kita tinggal di mana?" tanya Khalisa.
"Iya sayang, kalau bisa, habis lahiran aja, kalau dedek bayi kita sudah empat puluh hari." Sahut Khalisa.
"Iya sayang." Sahut Desta.
"Sayang, aku mau masak dulu yah, gak apa-apa aku tinggal yah?" sahut Khalisa.
"Iya, ingat! jangan terlalu capek, sini aku mau ngomong sama Dedek kembar dulu! Assalamu'alaikum, Dedek kembar Papah, lagi apa sayang? kamu mau ikut masak sama Mamah yah, sehat-sehat di dalam perut Mamah ya sayang, Papah selalu merindukan kalian hadir, mmmmuuuaccch.... Papah sayang kalian berdua, sama Mamah juga, mmmmuuuaccch...." sahut Desta mencium perut Khalisa dan mencium kening Khalisa.
"Aku masak dulu ya suamiku..." sahut Khalisa.
"Iya istriku..." sahut Desta tersenyum.
Khalisa sampai di dapur, ada Bi Aning yang sedang mencuci piring. Khalisa langsung menyapa Bi Aning dengan senyuman.
"Pagi Bi, lagi apa?" tanya Khalisa.
__ADS_1
"Pagi Neng, biasa Neng cuciin piring, kayanya Neng semangat banget, ada apakah gerangan?" tanya Bi Aning tersenyum.
"Harus semangat dong Bi, orang hamil gak boleh manja, kita bikin sarapan nasi goreng yuk Bi!" ajak Khalisa.
"Ayo Neng, tapi Neng jangan terlalu capek yah!" minta Bi Aning.
"Enggak Bi, kalau capek, Aku tinggal duduk aja, he-he-he." Sahut Khalisa.
"Siap Neng!" sahut Bi Aning.
"Bibi cek dulu, bahannya yang habis apa aja? nanti bilang aku yah, nanti aku yang belanjain online aja!" sahut Khalisa.
"Iya Neng, keren yah Neng, sekarang mah belanja melalui online bisa, jadi gak capek-capek ke supermarket." Sahut Bi Aning.
"Iya dong Bi." Sahut Khalisa tersenyum.
☀☀☀☀
Di rumah sakit, Ayah Umar dan Bunda Maryam siap-siap ingin pulang ke rumah. Saat Ayah Umar dan Bunda Maryam ingin pulang, di lorong rumah sakit, bertemu Dokter Ari. Dokter Ari langsung menyapa Bunda Maryam dan Ayah Umar.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu
__ADS_1