
"Karena gue gak cinta," sahut Khalisa.
"Kenapa sama Desta lo gak cinta jadi mau?" tanya Syifa.
"Ya lo kan tahu, itu perjodohan dari orang tua, bukan kenal sendiri, pertama emang gue gak ada rasa sama Kak Desta, tapi dia bisa bikin gue jadi nyaman," sahut Khalisa.
"Iya, iya, kalau misalkan gue chatan atau suka sama Edwin, lo gak marah kan?" tanya Syifa.
"Astaga Syifa, ya enggak lah, ngapain gue marah, kan tadi gue bilang, mendingan lo sama dia aja, gue lebih setuju lo sama dia!" sahut dan saran Khalisa.
"Tapi kalau dia gak suka sama gue gimana? lo bantu gue dong!" minta Syifa.
"Sory Fa, gue untuk kali ini gak bisa bantu lo, lo tahu sendiri Edwin selalu ngejar-ngejar gue terus, yang ada rumah tangga gue berantakan," sahut Khalisa.
"Ya udah gak apa-apa, mau dia suka atau enggak ya gue terima," sahut Syifa.
"Jangan gitu dong, lo marah sama gue? gini aja lo jalanin aja sama dia, kalau lo butuh pendapat dari gue, bakal gue bantu, gimana?" saran Khalisa.
"Gue gak marah kok, oke, siap, kalau gue butuh pendapat kasih tahu gue yah," minta Syifa.
"Siap! tapi ingat jangan pernah lo kasih tahu alamat gue," minta Khalisa.
"Siap, Nyonya Desta!" sahut Syifa.
🍁🍁🍁
Tok-tok-tok
"Permisi Neng, ini Bibi sudah beli sayurannya, mau Neng yang masak, atau Bibi?" tanya Bi Aning.
"Bibi aja yah, soalnya kasihan Syifa kalau harus di tinggal terus," jawab Khalisa sambil tersenyum.
"Siap Neng, ini kembaliannya," Bi Aning memberi kembalian uangnya pada Khalisa.
"Bibi ambil aja, buat jajan," sahut Khalisa.
"Gak mau ah Neng, Bibi gak enak," bantah Bi Aning.
"Bibi, ambil, nanti saya marah nih!" sahut Khalisa.
"Iya deh Neng, makasih banyak ya Neng, Neng udah baik banget sama Bibi," sahut Bi Aning.
"Iya Bi, sama-sama, gerbangnya di gembok lagi kan? tanya Khalisa.
"Gembok kok Neng, Bibi permisi ya Neng," sahut Bi Aning.
"Iya Bi," sahut Khalisa tersenyum.
"Oh, iya, gue belum cerita sama lo, Kak Desta hari ini nemuin Yuda, gue khawatir nih," sahut Khalisa.
"Ya ampun, ngapain Kak Desta ke sana segala? pasti gara-gara gue ya Lis?" sahut Syifa memelas.
"Ia pengen selesain masalah sama Yuda, biar clear gitu, biar Yuda sadar atas kelakuannya, tapi sampai sekarang Kak Desta belum ngabarin gue," sahut Khalisa panik dan gelisah.
"Sabar Lis, gak akan kenapa-napa kok, lo doain aja supaya gak terjadi apa-apa," nasehat Syifa.
__ADS_1
Gak lama Desta pulang dan mengklakson mobil, Pak Jamal membuka gembok gerbang, saat Desta turun dari mobil, Pak Jamal melihat wajah Desta memar dan biru.
"Fa, panjang umur Kak Desta pulang, lo tunggu sini aja yah, gue mau keluar," sahut Khalisa.
"Ah gue ikut!" minta Syifa.
"Dasar, ya udah ayo!" ajak Khalisa.
"Pak tolong di gembok lagi yah! kalau Yuda datang, usir aja, jangan pernah bukain pintu ke dia, pura-pura gak dengar aja kalau dia datang!" perintah Desta.
"Siap Den, kenapa wajah Aden memar begitu?" tanya Pak Jamal.
"Kak, kenapa wajah kamu kok memar dan berdarah gitu sih? sampai bibirnya gitu berdarah, kamu bertengkar sama Yuda yah?" sahut Khalisa Khawatir dan ingin menangis.
"Gak apa-apa sayang, nanti aku ceritain di dalam, jangan sedih gitu ah, eh ada Syifa, udah dari tadi?" sahut Desta.
"Dari tadi Kak," sahut Syifa.
"Pak ingat pesan saya tadi yah!" perintah Desta.
"Baik Den!" sahut Pak Jamal.
"Makasih Pak, saya masuk dulu yah," sahut Desta.
"Aku ambil obat dulu yah," sahut Khalisa.
"Lis, lo sini aja, gue aja yang ambilin yah," minta Syifa.
"Benaran?" tanya Khalisa.
"Lo minta tolong Bi Aning yah, kalau gak tahu, makasih Fa," sahut Khalisa.
"Oke siap!" sahut Syifa.
"Kak, kenapa bisa kaya gini sih?" tanya Khalisa sambil menangis.
"Tadi aku sama Yuda bertengkar, aku melihat Yuda berzina sama cewek lain, aku kesal, aku jijik aku tinggal, tapi dia halangin aku jalan, malah ngomong yang enggak-enggak, aku langsung tonjok dia," sahut Desta.
"Astaghfirullah," sahut Khalisa.
"Ini obatnya Lis," sahut Syifa.
"Makasih ya Fa," sahut Khalisa, Khalisa langsung mengobati luka wajah Desta.
"Aku gak nyangka Kak, dia begitu, udah Kakak gak usah sahabatan sama dia lagi!" minta Khalisa.
"Emang Yuda kenapa Lis?" tanya Syifa.
"Yuda berzina sama cewek lain, Kak Desta melihat semuanya," sahut Khalisa.
"Astaghfirullah, untungnya gue gak lama Lis sama dia, ya Allah, gak nyangka benaran," sahut Syifa.
"Kamu masih di lindungi Allah Fa, seperti kisah Khalisa sama Reza, kalau Khalisa melihat jelas Reza berzina sama orang lain, kalau kamu hampir saja di zinai," sahut Desta.
"Iya Kak, jangan kenal-kenalin aku lagi lah Kak, Sifa jadi takut," sahut Syifa.
__ADS_1
"Kenapa harus di takutin? kita minta perlindungan sama Allah, kalau kita merasa takut aja gimana kita mau nikah-nikah, semua harus dihadapin, pasti ada jalan kalau kita ikhlas, kaya aku sama Khalisa," sahut Desta.
"Tadi kenapa kamu bisa nonjok Yuda, emang Yuda ngomong apa?" tanya Khalisa.
"Yuda ngomong aku munafik, dulu aku juga pernah berzina sama Ririn, demi Allah sayang, aku gak pernah nyentuh Ririn sama sekali, aku sangat menghargai wanita," sahut Desta.
"Kok gitu banget sih Yuda, nuduh-nuduh Kakak segala, Khalisa jadi makin benci sama dia!" sahut Khalisa.
"Sama Lis, gue juga jadi ilfil tahu sama Yuda," sahut Syifa menambahkan.
"Sudah-sudah, dendam jangan sampai ke hati, doakan saja selalu yang terbaik buat dia, semoga bisa lebih baik lagi, tapi ingat karena kita sudah tahu kelakuan dia kaya gitu, kita wajib waspada juga, jangan terlalu percaya, kita itu butuh bukti untuk melihat ia sudah menyadari atau belum," sahut Desta.
"Ya Allah, suami aku benar-benar soleh, aku bangga punya imam kaya Kakak," sahut Khalisa.
"Semoga Syifa punya calon suami kaya Kak Desta yah," sahut Syifa.
"Aamiin," sahut Khalisa dan Desta bersamaan.
"Ya Allah, kompak banget sih, jadi iri, he-he," sahut Syifa.
"Gue selalu doain lo kok Fa," sahut Khalisa.
"Makasih yah," sahut Syifa.
"Kak Desta, katanya mobil Kakak banyak yah?" tanya Syifa.
"Tahu dari mana?" tanya Desta.
"Dari Pak Jamal, sahut Syifa.
"Ha-ha-ha, Pak Jamal ember juga ya sayang," sahut Desta.
"Hust, jangan gitu ah, gak baik itu orang tua juga," sahut Khalisa.
"Bercanda istriku," sahut Desta.
"Jadi benar Kak?" tanya Syifa.
"Iya, Syifa mau pakai? kalau mau pakai, pakai aja!" sahut Desta.
"Syifa gak bisa nyetir mobil Kak, kalau Khalisa tuh bisa," sahut Syifa.
"Benar sayang, kamu bisa? kok gak bilang sama aku?" tanya Desta.
"Bisa Kak, aku pernah ikut latihan belajar mobil, sekarang udah jarang, kayanya udah kaku deh Kak," sahut Khalisa.
"Ya udah, nanti belajar lagi sama aku," sahut Desta.
"Kalau lo udah lancar, ajarin gue Lis," sahut Syifa.
"Siap!" sahut Khalisa.
Bersambung...
Makasih teman-teman udah dukung dan setia menunggu cerita Ta'aruf cinta, semoga bisa menghibur dan makin suka ya🙂🙂
__ADS_1
Selamat membaca 🥰🥰🥰