
"Mas Desta, kita berdua mah udah makan, tapi kalau dibungkus buat bawa pulang boleh deh, iya gak Bu Dini?" sahut Bu Ningsih.
"Iya, buat bawa pulang aja, buat Anak-anak kita!" sahut Bu Dini.
"Iya, gak apa-apa, karena Ibu-ibu tadi udah bantu saya di persidangan tadi, oke! saya traktir yah, buat di rumah!" sahut Desta.
"Asik... makasih Mas Desta, suami Khalisa top dah!" sahut Bu Ningsih.
"Betul, Ibu-ibu sekampung salah kalau gosipin Khalisa, buktinya Khalisa bahagia, gak kaya Anak Bu Yeyen, yang ngakunya Ta'aruf sesuai agama, taunya malah cerai gak bahagia." Sahut Bu Dini.
"Astaghfirullah, udah Ibu-ibu, jangan gosipin orang lain ah, gak baik!" sahut Bunda Maryam.
"Iya, Bunda Maryam, he-he-he." Sahut Bu Ningsih.
"Mirna, kamu kalau nanti digosipin Ibu-ibu, tahan hati, dan telinga yah, biasanya janda jadi bahan gosip!" sahut Bu Dini.
"Ibu-ibu, sudah yah!" minta Ayah Umar.
Akhirnya, mereka sampai di tempat makan. Desta dan keluarga langsung berjalan menghampiri tempat makan tersebut. Khalisa langsung memotret Desta yang tersenyum padanya.
"Ih... kok asal foto aja sayang, jelek banget lagi, kucel." Sahut Desta.
"Bagus kok, suami aku, adalah suami tertampan di dunia, dan hanya aku yang memiliki." Sahut Khalisa tersenyum.
"Kamu lihat aja, rambut aku acak-acakan." Sahut Desta.
"Biarin ah..." sahut Khalisa.
"Khalisa, Desta, ayo! mau makan apa?" tanya Bunda.
"Tahu nih, mesra-mesraan mulu!" sahut Mirna.
"Bagus dong, harus seperti itu!" sahut Ayah Umar.
"Bun, Ibu-ibu itu mau kemana?" tanya Desta.
"Biarin aja lah, katanya mau ngadem dekat danau, sambil minum es cendol, udah biarin!" sahut Bunda Maryam.
"Ada-ada aja, Ibu-ibu, rempong!" sahut Khalisa.
"Iya, Mirna kesal banget." Sahut Mirna.
"Semuanya, kita makan di warung Sunda aja yah, kayanya enak dan adem." Sahut Desta.
"Kita mah di mana aja Desta, asalkan bersih!" sahut Ayah Umar.
"Tunggu yah, Desta pesan dulu!" sahut Desta.
"Lah, emang pelayannya gak nyamperin Des?" tanya Mirna.
"Desta aja, nanti sekalian mau ke toilet!" sahut Desta.
"Silakan Mas! menu semua ada meja! silakan mau pesan apa ditulis dulu yah!" sahut Pelayan warung makan.
"Oh, gitu? ya udah, kalian pada pesan aja! sayang aku samain aja sama kamu, aku mau ke toilet!" sahut Desta.
"Iya sayang." Sahut Khalisa.
__ADS_1
Khalisa dan yang lainnya telah memesan makanan. Setelah lama, Desta datang, habis dari toilet.
"Belum yah?" tanya Desta.
"Belum sayang." Sahut Khalisa.
Setelah dua puluh menitan, makanan pun sampai. Pelayan menyiapkan semua makanan di meja. Suasana adem, sejuk, melihat makanan khas sunda. Membuat Desta dan keluarga betah dan ingin cepat melahapnya.
"Terima kasih Mba." Sahut Desta.
"Silakan dinikmati!" sahut pelayan.
"Wah, mantap! kurang dua piringnya yah!" sahut Desta.
"Mba, kurang dua piringnya!" panggil Khalisa.
"Oh, iya, siap! mohon di tunggu!" sahut pelayan.
"Mba, satu aja!" sahut Mirna.
"Kok satu Mba? nanti Dewa mana?" tanya Khalisa.
"Dewa berdua aja sama Mba! takut gak habis mubazir, kaya gak tahu Dewa aja." Sahut Mirna.
"Oh, oke! satu aja Mba, makasih!" sahut Desta.
"Dewa mau sendili!" sahut Dewa.
"Enggak! bareng aja sama Mamah! Dewa nurut! gak boleh nakal! Dewa mau tinggal sama Nenek Susan?" sahut Mirna.
"Ya udah, nurut!" sahut Mirna.
"Kenapa sih Mirna, orang mau makan sendiri, kamu kan bisa sendokin dikit aja nasinya! kebangetan banget Mirna!" sahut Bunda Maryam.
"Jangan Mba, ngotorin piring! udah berdua sama Mirna aja!" sahut Mirna.
"Emang Mba yang nyuci, kan orang ini, kita bayar lho!" sahut Khalisa.
"Enggak, udah biarin aja Lis!" sahut Mirna.
"Kasihan Dewa Mba, ingin makan sendiri!" sahut Desta.
"Kasih Mirna, nangis tuh! kasihan!" sahut Ayah Umar.
"Udah, satu lagi aja yah, Mba, ada piring kecil buat seusia Anak ini?" tanya Desta.
"Ada Pak, tunggu sebentar yah!" sahut Desta.
"Desta, Mba gak enak, ngerepotin terus!" sahut Mirna.
"Gak enak kasih kucing Mba!" sahut Khalisa.
Mereka menikmati hidangan masing-masing. Setelah mereka menikmati, dan selesai makan, mereka kembali pulang.
"Mas Desta, pesanan kita udah kan?" tanya Ibu-ibu itu.
"Sudah Bu, sama Bunda Maryam yah!" sahut Desta.
__ADS_1
"Makasih Mas Desta." Sahut kedua Ibu-ibu tersebut.
Andaikan Desta mantu saya, bahagia banget pasti Anak saya. Sayangnya jodoh sama Khalisa.
"Mas Desta, andaikan jadi mantu saya, wah, saya senang banget, Anak saya juga gak kalah sama Khalisa, kemarin aja, dia nanyain, katanya cowok siapa? saya bilang itu suaminya Khalisa, eh, dia jawab sayang banget, kalau belum punya Khalisa mah saya jodohin." Sahut Bu Ningsih.
"Ibu Ningsih ngomong apa sih, ya mungkin belum jodoh, lagian mana mau Mas Desta sama Anak Bu Ningsih yang genit!" sahut Bu Dini.
"Kok Bu Dini malah bilang Anak saya genit sih, kan saya bilang misalkan." Sahut Bu Ningsih.
"Ngehalu aja kerjaannya!" sahut Bu Dini.
"Stop Ibu-ibu, jangan pada ribut! kalau ribut, keluar dari mobil mantu saya!" sahut Bunda Maryam.
"Sayang, kok kamu cemberut sih?" tanya Desta.
"Cemberut kenapa? enggak kok!" sahut Khalisa.
"Khalisa, jangan ambil hati yah!" sahut Bu Ningsih.
"Dengar ya Bu Ningsih, meskipun Khalisa gak secantik Anak Ibu, masih kalah dengan Anak Ibu, yang penting hati dan akhlaknya baik, karena saya mencintai bukan melihat dari cantik atau apa, saya mencintai Khalisa karena dia wanita soleha." Sahut Desta.
"Iya Mas, maaf! Mas belum lihat aja cantiknya Anak saya!" sahut Bu Ningsih.
"Mau bidadari cantik pun, iman saya gak akan goyah Bu, cinta saya hanya buat satu orang istri saya!" sahut Desta.
"Dengar tuh, Bu Ningsih!" sahut Bu Dini.
"Anak saya juga soleha." Sahut Bu Ningsih.
"Tapi Mas Desta gak suka poligami Bu!" sahut Bu Dini.
"Siapa yang poligami, saya cuma bilang, Anak saya cantik dan soleha!" sahut Bu Ningsih.
"Semoga Anak Bu Ningsih dapat suami yang baik yah, jauhin buat jadi pelakor Bu!" sahut Mirna.
"Pasti lah, Anak saya bukan pelakor, Aamiin..." sahut Bu Ningsih.
Akhirnya, Desta dan yang lainnya sampai rumah Bunda Maryam. Mereka pada turun dari mobil. Bu Ningsih dan Bu Dini mengucapkan terima kasih atas bungkusan makanannya pada Desta.
"Ibu-ibu, saya makasih banyak nih, atas bantuan Ibu-ibu semua, Alhamdulillah, semua lancar! terima kasih yah!" sahut Desta.
"Sama-sama, saya juga makasih nih, udah dibungkusin makanan, saya permisi Mba, Mas, Bunda, Ayah, Mirna! Assalamu'alaikum. Sahut Bu Dini.
" Saya juga makasih banyak nih Mas, pamit juga, semuanya, jangan lupa sering mampir yah, ke rumah!" sahut Bu Ningsih.
"Wa'alaikumsalam, nanti sama istri ya Bu!" sahut Desta.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu
__ADS_1