Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 104


__ADS_3

"Kalau gitu, Bibi permisi ya Den, Neng! kalau ada apa-apa bilang yah!" sahut Bi Aning.


"Iya Bi, Makasih yah!" sahut Desta dan Khalisa bersamaan.


"Kamu jangan nangis sayang! jangan! kamu harus kuat! kuat! udah yah," sahut Desta menghapus air mata Khalisa.


"Kamu juga!" sahut Khalisa.


"Lihat nih! mmmm..." Desta berusaha untuk senyum.


"Mmm..." sahut Khalisa berusaha untuk tersenyum juga.


"Masih pusing gak?" tanya Desta sambil memegang kening Khalisa.


"Alhamdulillah, enggak! tadi tiba-tiba mata aku gelap, aku sedih lihat Kakak kaya gitu, aku juga bingung harus kaya gimana menghadapi Umi." Sahut Khalisa.


"Kita pindah yah, kita pindah ke Bali, di sana masih ada rumah aku, di sana, kita hidup berdua, gak ada orang yang ganggu, Umi juga gak tahu rumah yang di Bali, kamu mau yah!" minta Desta.


"Bali? tapi gimana dengan keluarga aku? dan Syifa mau nikah, masa kita gak hadiri? aku benar-benar bingung sayang!" sahut Khalisa.


"Kita tunggu sampai Syifa nikahan, dan kita jelaskan ke keluarga kamu," sahut Desta.


"Jelasin gimana? yang ada Bunda marah seperti waktu itu, aku gak mau sampai pisah sama kamu!" sahut Khalisa.


"Demi kita bersama, kita harus berbohong demi kebaikan sayang!" sahut Desta.


"Bohong gimana?" tanya Khalisa.


"Bilang aja, aku pindah perusahaan, tapi nyatanya emang aku pindah perusahaan, dan kita harus selamanya tinggal di sana, kamu harus aku bawa, gak mungkin aku tinggalin, Bunda pasti mengerti." Sahut Desta.


"Ya, udah, terserah kamu, kok jadi ribet begini yah? kita mau marah, tapi gak bisa, karena itu orang tua kamu, orang tua aku juga, jadi kita yang nanggung beban," sahut Khalisa.


"Aku sebagai anaknya mewakili, maafkan dia ya sayang, tolong jangan pernah kamu bawa pikiran, yang penting kita pikirin masa depan kita, kita nunggu sampai Syifa nikah, dan kamu, ingat! jangan temuin Umi, nanti aku bilang sama yang lain, kalau Umi ke sini, bilang kamu dan aku gak ada, Umi emang harus diginiin biar sadar!" sahut Desta.


"Iya, tapi aku mohon sama kamu, jangan sama sekali ada dendam yah, aku gak mau! Oh, iya, kalau sampai Umi ke rumah Bunda, nyariin kita berdua, dan bilang ada masalah gimana?" tanya Khalisa.

__ADS_1


"Biarin aja! yang penting kita bisa bebas, kamu jangan pikirin itu, kita buktikan sama mereka kalau kita bisa, oke! senyum dong!" sahut Desta.


"Mmm..." Khalisa tersenyum.


"Maafin aku yah, udah buat kamu khawatir dan pingsan," sahut Desta.


"Udah, jangan bahas lagi sayang, ini remote tv-nya hancur gara-gara kamu banting," sahut Khalisa.


"Nanti beli lagi yang baru yah, maafin aku yah!" minta Desta.


"Sebenarnya, aku gak suka, kalau lagi marah banting barang, kalau tadi aku jatuh lari di tangga gimana? hargai barang, barang juga beli pakai uang, uang itu, hasil tenaga dan pikiran kamu, jadi tolong, jangan ulangin lagi yah!" minta Khalisa.


"Masya Allah, istriku, aku bahagia banget punya istri yang bisa mengingatkan, aku jadi malu!" sahut Desta tersenyum sambil mencium tangan Khalisa.


"Gak apa-apa, aku lanjut masak lagi ya sayang, kasihan Bi Aning," sahut Khalisa memegang kepalanya pusing.


"Tuh kan, udah! jangan masak ah.. biar Bi Aning aja yah, kamu istirahat!" sahut Desta.


"Maafin aku sayang, pusing banget, kenapa yah? tadi gak apa-apa," sahut Khalisa yang dibantu Desta untuk tiduran.


"Masak sayur asamnya gagal, maafin aku yah!" sahut Khalisa.


"Sssttt___ istirahat, biar kepalanya gak pusing, istirahat yah! jangan pikirin masakan, udah ada Bi Aning pasti yang masak," sahut Desta.


"Iya sayang, kepala aku sakit, aku tidur!" sahut Khalisa memejamkan mata sambil memegang tangan Desta.


🌷🌷🌷🌷


Desta memandangi Khalisa yang sudah lelap tertidur, Desta sampai meneteskan air mata dan mengelus perut Khalisa dengan raut wajah sendu.


Hiks-hiks, ya Allah, terima kasih sudah membuat istriku menjadi orang yang kuat dan sabar, Umi, kenapa tega sekali sama wanita soleha ini, hatinya gak pernah ada dendam, selalu memaafkan, kenapa Umi gak pernah melihat itu! padahal raut wajah istriku sudah bahagia banget, melihat Umi mau taubat, tapi nyatanya enggak, meskipun dia merasa sakit, tapi istriku ini benar-benar istimewah, tidak merasakan sakit atas perbuatan orang terhadapnya. Sayang, hati ini gak mau menangis, tapi melihat kamu disakiti aku lemah.


🌷🌷🌷🌷


Umi Sarah marah-marah ke Abi Mahmud. Abi Mahmud pusing mendengar bawelan Umi Sarah. Abi Mahmud membawa koper dan langsung pergi meninggalkan Umi Sarah untuk sementara.

__ADS_1


"Abi! mau kemana? balik! balik!" perintah Umi Sarah.


"Buat apa? biar Abi pergi! Umi urus diri Umi sendiri! selama ini, Abi sudah cukup sabar dan diam, tapi kesabaran Abi sudah gak ada batasnya." Sahut Abi Mahmud.


"Abi, Abi tega tinggalin Umi? Abi tega?" tanya Umi Sarah.


"Lebih tega mana, Abi atau Umi? hah? Umi ingat umur, umur kita sudah tua, percuma umi jalanin salat, kalau kelakuan Umi seperti setan, Umi mana yang tega sama anak dan mantunya sendiri, pikiran Umi di mana? istighfar Umi, nyebut! Abi mendingan minta sama Allah, agar cepat-cepat dicabut nyawa, biar Umi bisa belajar dari kesalahan, Umi mau mantu seperti apa?" tanya Abi Mahmud.


"Umi minta maaf Abi, Umi salah!" sahut Umi Sarah.


"Selalu maaf, maaf, maaf, beribu maaf, besok Umi ulangin lagi, capek Abi sama Umi, Abi maaf, Khalisa maaf, Desta maaf, gak ulangin lagi, tapi apa? nihil!" sahut Abi Mahmud.


"Abi boleh marah, asal jangan pergi!" sahut Umi Sarah.


"Buat apa? buat apa Umi tinggal sama orang yang berpendidikan, tapi kaya gak punya pendidikan, dulu waktu Desta belum mengenal pacaran, Umi selalu nasihatin Desta, Umi baik, beda sama sekarang, sekarang bukan Umi lagi, kalau mau lihat Abi mati sekarang silakan!" sahut Abi Mahmud.


"Abi, jangan pergi! Umi sama siapa? Abi! Umi akan ke rumah Desta, pasti dia mau memaafkan Umi! Abi! hiks-hiks, jangan pergi!" minta Umi Sarah menangis.


"Minggir Umi! minggir!" sahut Abi Mahmud kesal.


🌷🌷🌷🌷


Umi Sarah menghubungi Desta. Desta langsung memblokir nomor Umi, begitu juga dihandphone Khalisa. Semua Desta lakukan, agar Umi belajar dari kesalahan.


Maafin Desta Umi, Desta blokir! semua ini, Desta lakukan supaya Umi benar-benar taubat dan sadar. Desta gak suka main-mainkan maaf.


Umi Sarah gak bisa menghubungi Desta lagi, karena nomor Umi Desta blokir. Sebenarnya Desta sedih, ngelakuin ini, tapi semua demi kebaikan.


"Permisi Den! masakannya sudah matang, jadi Bibi yang masak, apa Den Desta dan Neng Khalisa mau makan sekarang?" tanya Bi Aning.


"Nanti aja ya Bi, nunggu istri saya bangun! Bibi duluan aja, sama yang orang di depan kasih yah!" perintah Desta.


"Siap Den!" sahut Bi Aning.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2