
"Hai, kamu kenapa? ada yang telepon yah?" tanya Desta.
"Gak ada Kak, cuma penasaran aja liat chat Kakak," sahut Khalisa.
"Sayang, aku gak ada chatan sama cewek kok serius, ini teman kerja aku kok!" sahut Desta menatap Khalisa.
"Enggak, aku gak cemburu sama siapa-siapa, tadi kan teman kamu chat, aku gak buka chatan teman kamu, karena hp kamu nyala, aku malah lihat chatan kamu sama Umi," jawab Khalisa.
"Jangan diambil hati sama ucapan Umi yah, dia itu cuma masih berat ngelepas aku buat nikah, karena kemauan Abi, ya dia sebagai istri nurutin," sahut Desta.
"Aku gak marah atau masukin hati kok Kak, aku ingin buktiin sama Umi, kalau aku bisa ngurus kamu Kak," tegas Khalisa.
"Sini, sini, aku percaya sama kamu, semua aku terima dengan ikhlas, aku juga bukan orang sempurna, kita berdua punya kekurangan, tapi dengan kekurangan itu kita harus bisa menerima dengan ikhlas agar sempurna," sahut Desta memeluk Khalisa.
"Iya Kak, aku banyak sekali pelajaran hidup dalam rumah tangga dari Kakak, susah, senang, kita bersama ya Kak, jangan pernah ada salah paham diantara kita," sahut Khalisa.
"Semua ada kuncinya, pertama jujur dalam hal apapun itu kita harus jujur, ya dalam keuangan, orang tua, teman atau segalanya, kedua percaya dalam rumah tangga itu harus saling percaya mau kita jauh, di mana pun itu harus saling percaya, biar gak ada kesalah pahaman, ketiga setia walaupun ada seseorang diluar menggoda iman kita mau ia cantik, ganteng atau pun itu kita harus setia sama hati kita yang telah kita pilih, keempat menerima ya walaupun pasangan kita jelek, atau gak bisa apa-apa, dan lainnya kita harus ikhlas menerima, semua itu jadi satu jadilah bentuk kasih sayang kedua pasangan, gitu sayang, aku jadi ceramah, ha-ha-ha," nasehat Desta sambil tertawa.
"Gak apa-apa Kak, aku senang banget selalu dapat pelajaran dari Kakak, bahagia aja punya suami bisa membimbingku, aku aja yang kurang dewasa," sahut Khalisa sambil meneteskan air mata.
"Nah ini suatu kekurangan kamu, udah ah, jangan nangis ah!" perintah Desta sambil menghapus air mata Khalisa.
"Makasih ya Kak, udah mau jadi suami yang baik buat aku, aku nangis itu bahagia," jawab Khalisa sambil tersenyum.
"Sama-sama sayang, aku mau pake baju dulu nanti masuk angin gimana?" sahut Desta.
"Ya udah, aku tunggu dibawah ya Kak, aku siapin makanan dulu buat kakak, abis itu aku mandi," sahut Khalisa.
"Kenapa tadi gak bareng? ha-ha-ha," ledek Desta sambil tertawa.
"Udah ah, aku siapin makanan dulu!" sahut Khalisa.
"Mau nyiapin buat Den Desta Neng?" tanya Bi Aning.
"Iya Bi, tolong bantu aku yah Bi, he-he," minta Khalisa dengan sopan.
"Siap Neng, pasti Bibi bantu," jawab Bi Aning tersenyum.
🍁🍁🍁
Syifa dibawa Yuda ke taman yang sangat sepi, saat berduaan, tidak menyangka Yuda bersikap kurang ngajar kepada Syifa, padahal Yuda sahabat baik dari Desta, jika Desta tahu, pasti akan geram marah dan menghajar Yuda. Syifa lari dan menangis sulit buat dipercaya dumel batinnya.
Gue gak nyangka, Kak Yuda mau cium gue sambil ngeraba gitu, emang gue cewek apaan, Lis ternyata Kak Yuda itu bukan orang yang baik seperti Kak Desta, gue harus cerita sama lo dan suami lo Lis.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Gak lama, saat Syifa menangis, Edwin memberi tisu ke Syifa, Syifa mengambilnya dan mengucapkan Terima kasih ke Edwin, Edwin langsung membuka pembicaraan, hatinya pun sama sedang sedih.
"Gak baik lama-lama menangis, ini ambil!" sapa Edwin sambil duduk didekat Syifa.
"Makasih yah!" sahut Syifa.
"Kalau boleh tahu, kenapa sedih? abis putus?" tanya Edwin.
"Kayanya gak perlu deh saya cerita sama orang yang baru saya kenal," jawab Syifa.
"Oke, gak apa-apa, ya apa salahnya, gak kenal mangka tak sayang," sahut Edwin.
"Maksud kamu apa sih? aku gak ngerti," sahut Syifa penasaran.
"Ya apa salahnya cerita, siapa tahu orang yang belum kenal, bisa jadi teman atau sahabat," jawab Edwin.
"Gak tahu deh pusing," jawab Syifa.
"Setiap orang punya masalah, saya juga punya masalah, saya sedang patah hati sama seseorang," jawab Edwin.
"Patah hati? kenapa?" tanya Syifa.
"Boleh saya cerita?" tanya Edwin.
"Cerita aja!" sahut Syifa.
Hah, Mesir? jangan-jangan ini orang yang ngejar-ngejar Khalisa saat diMesir, kalau gue nanya gak enak, ah biarinlah, ntar gue bilang ke Khalisa aja.
"Hai, kenapa melamun?" tanya Edwin.
"Gak apa-apa kok, jauh juga ya dari Mesir kesini? hanya buat orang yang dicintai," sahut Syifa.
"Iya, rasanya itu sakit banget, boleh tahu nama kamu siapa?" tanya Edwin.
"Syifa," jawab Syifa.
"Saya Edwin," sahut Edwin.
Edwin dan Syifa akrab mengobrol bareng, dan Syifa merasa Edwin itu orang yang sangat baik.
"Kak, maaf ya lama," sahut Syifa.
"Gak apa-apa kok, aku baru selesai makan juga, tunggu turun dulu nasinya baru jalan yah," minta Desta.
"Iya Kak, gak apa-apa, Kak aku boleh jujur gak?" sahut Khalisa memegang tangan Desta.
__ADS_1
"Ya harus dong, kenapa sayang?" sahut Desta penasaran.
"Tadi Bunda telepon, katanya teman aku yang di Mesir datang ke Indonesia, dia cowok Kak, dia suka ngejar-ngejar aku, tapi aku tolak terus, aku gak mau sama dia, sekarang ia ada di Indonesia," sahut Khalisa.
"Tapi dia tahu kalau kamu sudah menikah?" tanya Desta.
"Baru tahu tadi dari Bunda, maaf ya Kak, tapi aku benaran gak ada hubungan apapun kok," sahut Khalisa.
"Hmmm,, gimana yah?" Desta terdiam hanya menatap Khalisa.
"Kak, ih Kak, jawab! Kakak marah? kok diam? katanya harus jujur," sahut Khalisa dengan raut wajah sedih.
"Mmmuaachh,, aku gak marah sayang, Ha-ha-ha," Desta langsung mencium pipi Khalisa dan memeluknya.
"Kakak kebiasaan, selalu bikin orang tegang," ucap Khalisa.
"Aku suka aja lihat semua orang tegang, ha-ha-ha," jawab Desta sambil tertawa.
"Kakak benaran gak marah kan? aku gak kasih alamat sini kok Kak," sahut Khalisa.
"Aku gak marah sayang, aku senang kamu jujur, buat apa marah gak ada gunanya, lagian kamu itu sudah jadi istri aku juga, jadi tanggung jawab aku, kasihan juga itu orang jauh-jauh dari Mesir hanya ingin bertemu kamu," jawab Desta.
"Aku juga gak tahu Kak, aku udah tolak ia berapa kali, tetap aja ngejar-ngejar," sahut Khalisa.
"Semoga dia mengerti yah, kamu itu sudah jadi milik aku, semoga ia bisa dapatkan jodoh yang lebih baik lagi," sahut Desta.
"Kak ayo berangkat, udah sore nih!" ajak Khalisa.
"Ayo, ayo!" sahut Desta.
🍁🍁🍁
Akhirnya Desta dan Khalisa berangkat ke pantai, sebelum Desta ke Jogja, Desta ingin melihat istrinya bahagia dan bisa menghabiskan waktu berdua sebelum berangkat.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku sudah setia menunggu cerita Ta'aruf Cinta, semoga suka, gak ngebosenin yah, sambil nunggu kelanjutan cerita Ta'aruf Cinta kalian boleh nih mampir ke cerita temanku ini yang gak kalah menariknya lho,, bisa bikin baper, top banget deh pokoknya🥰🥰
Perfect Idol by : Linanda Anggen
Sinopsis : SEMPURNA, mungkin itu adalah kata yang cocok untuk kehidupan para idola. Namun para idola juga hanyalah manusia biasa, mereka bisa merasakan jatuh cinta, bahagia, sedih dan kecewa apalagi jika mereka masih remaja.
Ini adalah cerita tentang sekumpulan grup idola terkenal yang bernama "Number One" yang bernama Bintang, Tirta, Marcel, Dean dan Jerry.
__ADS_1
Disisi lain ada gadis biasa yang bernama Hira. Hira adalah gadis yang tidak peduli dengan ketenaran dari Number One. Namun karena suatu hal, Hira akan terus berhubungan dengan grup idola tersebut, terutama Bintang dan Tirta. Kalau kalian mau tahu kelanjutan ceritanya mampir langsung ya teman-teman ke cerita Perfect Ido😍😍