Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-234


__ADS_3

Desta dan Khalisa kembali pulang. Saat di perjalanan, Khalisa hanya diam, Khalisa masih memikirkan Ayahnya yang sedang sakit. Bang Sandi ikut pulang bersama Desta.


"Sayang, kenapa? kok diam aja?" tanya Desta.


"Aku masih memikirkan Ayah." Sahut Khalisa.


"Jangan gitu dong sayang, nanti kesehatan kamu terganggu, kamu kan lagi hamil." Sahut Desta.


"Gimana aku gak mikirin, kondisi Ayah sekarang masih koma, aku takut terjadi apa-apa sama Ayah, Bunda dan Ayah, kenapa harus merahasiakan penyakit jantung Ayah sama aku." Sahut Khalisa.


"Sayang, mereka merahasiakan itu, karena ada alasan tertentu, mungkin Ayah dan Bunda gak mau kamu kepikiran, mereka tahu kamu lagi hamil, takut ada apa-apa sama kamu!" sahut Desta.


"Tapi, giliran udah parah, baru aku tahu." Sahut Khalisa.


"Ya udah, yang sabar yah, banyak-banyak berdoa, senyum dong!" minta Desta tersenyum.


"Semoga Ayah cepat sembuh ya sayang." Sahut Khalisa.


"Aamiin..." sahut Khalisa dan Desta.


"Sayang, Bang Sandi kayanya tidur tuh, pantas gak ada suaranya, kasihan dia, tangannya sampai terluka." Sahut Desta.


"Iya sayang, kayanya capek banget, sampai ngorok gitu." Sahut Khalisa.


"Biarin aja sayang, jangan dibangunin kasihan." Sahut Desta.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah sakit. Mirna menasehati Dewa, agar Dewa nurut dan tidak bandel lagi. Dewa meminta maaf pada Mirna. Sedangkan Bunda Maryam masih saja menangis melihat kondisi Ayah Umar.


"Dewa, Raja, sini! di sini, kamu gak boleh nakal yah, Dewa juga! Dewa kenapa gak nurut sama Mamah? kalau ada orang gak kenal, Dewa jangan mau ikut, Dewa nurut sama Mamah dan Kakak, lihat Tante, Om, Om sakit belum sadarkan diri! Mamah gak mau ini terulang lagi!" nasihat Mirna.


"Hiks-hiks-hiks... maafin Dewa Mah." Sahut Dewa menangis.


"Sudah Mirna, jangan kamu omelin lagi, mereka masih kecil, gak tahu apa-apa." Sahut Bunda Maryam.


"Maafin Mirna ya Mba, karena masalah Mirna berlarut, Mas Umar jadi syok dan belum sadarkan diri, Mirna benar-benar bingung, cobaan begitu berat." Sahut Mirna.

__ADS_1


"Jangan salahkan diri kamu sendiri, kamu harus kuat, tanah menghadapi semua ini, karena kamu sekarang berperan sebagai Bapak juga, besar tanggung jawab kamu pada Anak-anak kamu, Mba cuma minta doanya aja, agar Mas Umar lekas sembuh dan membaik." Sahut Bunda Maryam.


"Aamiin... Mirna selalu berdoa untuk kesembuhan Mas Umar Mba." Sahut Mirna.


"Dewa, jangan bikin Mamah kamu sedih lagi ya Nak, kamu harus nurut sama Mamah, Raja juga yah, gak boleh nakal lagi!" sahut Bunda Maryam.


"Iya Tante." Sahut Raja dan Dewa.


"Anak pintar." Sahut Bunda Maryam.


☀☀☀☀


Khalisa dan Desta akhirnya, sampai rumah. Desta tidak tega membangunkan Bang Sandi yang sedang tidur lelap. Desta dan Khalisa membiarkan Bang Sandi tidur di mobil.


"Sayang, bangunin gak?" tanya Khalisa.


"Gak usah sayang, biarin aja, kasihan capek banget." Sahut Desta.


"Iya sayang." Sahut Khalisa.


"Bang Joni, tolong ambil roda istri saya yah, di Bagasi mobil, Bang Sandi ada di dalam mobil ketiduran biarin aja, gak usah dibangunin!" minta Desta.


"Sayang, aku gak usah pakai roda, aku jalan aja!" minta Khalisa.


"Benaran? ya udah, Bang Joni, tolong bantu bawa masuk kursi rodanya yah! yang lain, biarin Bang Sandi tidur kasihan." Sahut Desta.


"Siap Den!" sahut Pak Jamal dan yang lainnya.


"Pelan-pelan ya sayang, masih kram gak?" tanya Khalisa.


"Enggak sayang, Alhamdulillah." Sahut Khalisa.


"Sampai sini aja ya Den, lanjut sama Bi Aning, gak enak saya harus ikut ke kamar buat naro kursi roda." Sahut Bang Joni.


"Ya Allah, kaya sama siapa aja sih, udah gak apa-apa." Sahut Desta.


"Nah, itu ada Bi Aning, Bi, tolong bantu bawain dong! saya gak enak!" sahut Bang Joni.

__ADS_1


"Suka begitu Bang Joni, kasih kucing aja, gak enak mah, Bi, Pak Dani sudah pulang?" tanya Desta.


"Sudah Den, titip salam buat Den Desta, besok dia datang agak siang, karena mau beli WC jongkok, sesuai pesanan Den Desta." Sahut Bi Aning.


"Oke, gak apa-apa." Sahut Desta.


"Saya permisi ya Den, mau saya buatin minum Den, Neng?" tanya Bi Aning.


"Boleh Bi, bikinin saya jus tomat yah, kamu mau gak sayang?" tanya Desta.


"Boleh." Sahut Khalisa.


"Siap Den, Neng, ditunggu yah!" minta Bi Aning.


"Makasih Bi." Jawab Desta dan Khalisa.


"Dih... barengan lagi, ha-ha-ha." Sahut Desta.


"Gak mau emang?" tanya Khalisa.


"Mau dong sayang, sensi banget, ha-ha-ha." Sahut Desta.


"He-he-he. Sahut Khalisa tertawa.


☀☀☀☀


Di dalam mobil, Bang Sandi terbangun dan kaget. Dia kaget sudah sampai rumah, Bang Sandi merasa tidak enak dengan Khalisa dan Desta.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- CINTA DAN DETIK TERAKHIR


- CINTA COWOK DINGIN

__ADS_1


- CINTA GADIS BISU


__ADS_2