Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 54


__ADS_3

"Tapi waktu itu gue minta antar Edwin sampai depan Puri Lis, gak sampai depan rumah lo kok, maaf yah," sahut Syifa.


"Ya udah, gak apa-apa," sahut Khalisa.


"Lisa, itu ada cowok yang waktu itu ke sini lho, dia ada di ruang tamu, tadi Bunda suruh masuk," sahut Bunda Maryam.


"Astaga, Bunda ngapain suruh masuk?" tanya Khalisa.


"Kasihan Nak, kalau sampai nunggu di luar, gak enak sama tetangga, temui dulu tuh!" sahut Bunda Maryam.


"Yah, Lis maaf yah, gimana dong?" tanya Syifa.


"Sekarang lo temuin sana! cepat-cepat pergi deh, gue mau ke Dokter nih!" sahut Khalisa.


"Iya, iya, gue jalan yah, maaf ya Lis," sahut Syifa.


"Iya gak apa-apa, selamat bersenang-senang deh," sahut Khalisa.


"Maaf Kak lama yah?" sahut Syifa.


"Iya, tidak apa-apa, Khalisa mana? kok tidak mau turun?" tanya Edwin.


"Gak mau dia, soalnya mau ke Dokter, ayo Kak kita jalan, gak enak soalnya, pamit dulu deh sama Bunda," sahut Syifa.


🍁🍁🍁


Akhirnya, Edwin dan Syifa pamit ke Bunda Ayah Umar yang sedang mengobrol dengan Bang Joni. Bunda heran kok jadinya sama Syifa, jemputnya di sini.


"Khalisa, udah siap kamu?" tanya Bunda Maryam.


"Udah, ayo Bun, mereka udah jalan kan?" tanya Khalisa.


"Gini Nak, kenapa ia jemput Syifa di sini? kirain mau ketemu kamu," sahut Bunda Maryam.


"Ngapain aku ketemu ia, aku kan udah punya suami, ia udah jadian sama Syifa Bun," sahut Khalisa.


"Tapi jangan sering-sering jemput di sini Nak, Bunda gak mau jadi gosip, kan kamu tahu tetangga sini kaya gimana," nasehat Bunda Maryam.


"Iya Bun, maaf yah," sahut Khalisa.


"Gak apa-apa Nak," sahut Bunda Maryam.


"Ya udah Bun, berangkat yuk," ajak Khalisa.


🍁🍁🍁


Akhirnya Khalisa dan Bunda Maryam bersiap-siap berangkat dan menghampiri Bang Joni dan Ayah Umar.


"Bang Joni, antar saya sama Bunda ke dokter yah," minta Khalisa.

__ADS_1


"Siap Neng, Pak saya pamit antar Neng Khalisa sama Ibu yah," sahut Bang Joni.


"Iya, hati-hati kalian yah, doa Ayah selalu menyertai kamu, supaya Ayah cepat punya cucu yah," sahut Khalisa.


"Aamiin, makasih Ayah doanya," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Akhirnya mereka berangkat ke rumah sakit Ananda, Khalisa bergetar dan takut hasilnya negatif, tapi Bunda Maryam selalu menasehati dan menyemangati Khalisa.


"Bun, Khalisa takut hasil negatif," sahut Khalisa.


"Jangan gitu sayang, berdoa yang terbaik yah," sahut Bunda Maryam.


"Bergetar Bun," sahut Khalisa.


"Coba kamu tarik nafas, sayang semua itu ada di tangan Allah, jika Allah sudah mengizinkan kamu hamil, ya kamu harus syukuri berarti Allah percaya kamu bisa kasih amanat ia untuk mengurus bayi, tapi sayang, kalau hasilnya positif, berarti Allah belum mengizinkan kamu untuk mengurus bayi, dan kamu harus Terima dengan lapang yah, negatif atau positif harus Terima ya sayang," nasehat Bunda Maryam.


"Iya Bun, tapi gak enak sama Kak Desta, sama Umi Sarah," sahut Khalisa.


"Emang mereka nuntut kamu Nak?" tanya Bunda Maryam.


"Enggak Bun, Kak Desta gak gitu kok, Umi dan Abi juga enggak, mereka baik Bun," sahut Khalisa.


"Alhamdulillah, kalau kaya gitu Nak," sahut Khalisa.


Maafin Khalisa ya Umi, udah nutupin dari Umi, sebenarnya, Umi nanyain terus kehamilan aku secara halus, aku gak mau Bunda dan keluarga Kak Desta jadi ribut.



"Bang Joni, saya tinggal dulu yah, Bang Joni tunggu di lobby aja yah," sahut Khalisa.


"Siap Neng, semoga hasilnya positif yah," sahut Bang Joni.


🍁🍁🍁


Khalisa melakukan pendaftaran dan sampai akhirnya pemeriksaan, setelah lima belas menunggu, Dokter memberi tahu hasilnya pada Khalisa dan Bunda Maryam kalau hasilnya positif hamil jalan dua minggu. Khalisa sangat senang dan bersujud syukur pada Allah dan memeluk Bundanya.


"Bunda aku hamil, ya Allah, Alhamdulillah, Terima kasih engkau mengabulkan doaku," sahut Khalisa.


"Bunda ikut senang Nak, selamat ya Nak, kamu jaga baik-baik bayi kamu, jangan terlalu capek, dan pikiran yah sayang," sahut Bunda Maryam.


"Makasih Bunda, pasti Kak Desta senang banget Bun," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Setelah selesai semua, Khalisa mendapatkan obat dan vitamin, agar mengurangi rasa mual, Khalisa harus datang kembali seminggu lagi untuk USG, Khalisa tidak berhenti tersenyum dan ingin cepat-cepat mengabari Desta.


"Gimana hasilnya Neng?" tanya Bang Joni.

__ADS_1


"Alhamdulillah, positif Bang, he-he," sahut Khalisa tersenyum.


"Alhamdulillah, Den Desta top cer juga yah, Ha-ha-ha," sahut Bang Joni tertawa.


🍁🍁🍁


Akhirnya, Khalisa kembali pulang, Khalisa, Bunda dan Bang Joni banyak mengobrol banyak dan semakin akrab.


"Tadi orang-orang pada lihatin saya Bu, Neng, mungkin karena tampang saya seram yah," sahut Bang Joni.


"Mungkin Bang, gak apa-apa, yang penting baik Bang," sahut Khalisa.


"Iya tampang seram yang penting baik, Bunda aja waktu pertama kali lihat ngeri, ha-ha-ha," sahut Bunda Maryam.


🍁🍁🍁


Khalisa langsung chat Desta, dan mengabarkan kalau ia positif, Desta membalasnya dengan rasa sujud syukur dan bahagia sekali. Desta jadi ingin cepat-cepat kembali ke Jakarta.


"Assalamu'alaikum, Kak, aku udah periksa ke Dokter," sahut Khalisa dalam chatnya.


Wa'alaikumsalam, terus hasilnya gimana sayang?" tanya Desta penasaran dalam chat.


"Alhamdulillah, positif Kak, aku hamil," sahut Khalisa bahagia.


"Alhamdulillah, ya Allah mengabulkan doa-doaku, istriku hamil, Terima kasih ya Allah, sayang kamu jaga diri kamu dan bayi kita ya sayang, kamu jangan banyak capek, dan pikiran, aku belum bisa pulang," sahut Desta dengan imoticon bahagia.


"Iya, Kakak lanjut kerja aja, jangan pikirin aku, jaga kesehatan Kakak di sana yah, aku selalu baik-baik saja, dan menjaga dede kita Kak," sahut Khalisa.


"Makasih ya sayang, apa aku beri tahu Umi yah, biar ia senang?" tanya Desta.


"Jangan Kakak, aku aja besok ke rumah Umi, takutnya ia berpikir kenapa bukan aku yang ngabarin ia, nanti malah marah sama aku," sahut Khalisa.


"Iya sayang, betul juga, Kamu sekarang sama siapa?" tanya Desta.


"Sama Bunda dan Bang Joni," sahut Khalisa.


"Ya udah, aku lanjut kerja lagi yah, nanti kalau ada waktu, aku pasti video call kamu sayang, soalnya padat banget aku, banyak yang harus aku kerjakan," sahut Desta langsung memberi fotonya ke Khalisa.



"Itu foto aku tadi pas abis meeting, tadi Staf aku yang fotoin, staf aku cowok kok, takutnya kamu curiga lagi," sahut Desta dengan imoticon tersenyum.


"Iya, aku percaya Kak, ketakutan aku cemburu yah, hmm, lihat foto Kakak buat aku rindu dan sedih," sahut Khalisa.


"Jangan sedih dong, tersenyum yah, gak boleh sedih-sedih, aku selalu rindu kamu, dan ingin banget cium dede yang ada dalam perut kamu," sahut Desta.


"Mangkanya, cepat pulang ya Kak, Kak aku udah mau sampai rumah Bunda, udah dulu ya Kak, nanti jangan lupa kalau ada waktu video call aku, I love you Kak, Assalamu'alaikum," sahut Khalisa.


"Iya sayang, aku juga mau lanjut lagi nih, wa'alaikumsalam, i love you to sayang, sahut Desta.

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2