
"Astaghfirullah, Kan Khalisa nifas, habis keguguran, Umi lupa! kalau gitu Umi gak jadi bangunin Khalisa.
"Oh, gitu Umi, ya udah, Desta sama Abi salat dulu ya Mi, kalau gitu biarin Khalisa istirahat!" sahut Desta.
"Iya Nak!" sahut Umi Sarah.
Desta dan Abi berangkat ke musholah dekat rumah sakit, setelah selesai salat Abi dan Desta kembali ke ruangan Khalisa. Tapi Abi izin sama Desta untuk membeli makanan untuk Umi, Desta, Abi dan Khalisa.
"Desta, kamu duluan aja! Abi mau beli sarapan untuk kalian!" sahut Abi Mahmud.
"Iya Bi, hati-hati!" sahut Desta.
"Assalamu'alaikum, Khalisa belum bangun Umi?" tanya Desta.
"Wa'alaikumsalam, belum, Abi mana?" tanya Umi Sarah.
"Lagi beli sarapan, Umi salat aja, keburu siang!" sahut Desta.
"Umi tinggal yah!" sahut Umi Sarah.
"Iya Umi." Sahut Desta.
Sayang, kamu lelap sekali tidurnya tumben, apa karena habis minum obat? pengaruh obat? gak tega kalau bangunin kamu.
Khalisa langsung terbangun dari tidurnya. Khalisa dengan mata yang redup, melihat Desta tersenyum padanya.
"Selamat pagi istriku, lelap banget tidurnya," sahut Desta tersenyum dan mencium kening Khalisa.
"Maaf sayang, aku ngantuk banget, Umi sama Abi mana?" tanya Khalisa.
"Umi salat, Abi beli sarapan, tadinya Umi mau bangunin kamu buat salat Ta'yamum, eh, ternyata kamu lagi nifas," sahut Desta.
"Iya sayang, aku lagi gak salat dulu, kepala juga terasa sakit pusing," sahut Khalisa.
"Iya sayang, kamu istirahat aja, jangan banyak gerak," sahut Khalisa.
"Pagi, Mba Khalisa dan Mas Desta, gimana hari ini? baik-baik aja kan? saya periksa dulu yah!" sahut Dokter Ari.
"Silakan!" sahut Desta.
"Gimana Bu Khalisa masih kram?" tanya Dokter Ari.
"Masih, kepala juga pusing," sahut Khalisa.
"Iya, karena benturan kecelakaan Mba, obatnya tolong diminum dulu!" sahut Dokter Ari.
__ADS_1
"Tapi istri saya belum makan," sahut Desta.
"Gak apa-apa, yang sebelum makan aja!" sahut Dokter Ari.
"Oh, oke!" sahut Desta.
"Wah, pagi-pagi Dokter udah rajin meriksa pasien," sahut Umi Sarah.
"Ha-ha-ha, iya Bu," sahut Dokter Ari.
"Desta, Abi kamu belum sampai?" tanya Umi Sarah.
"Belum Mi," sahut Desta.
"Kok lama si Abi yah?" tanya Umi Sarah.
🌷🌷🌷🌷
Setelah lama, Abi masuk ruangan membawa tiga bubur kacang hijau. Ternyata Abi sudah makan duluan di warung.
"Assalamu'alaikum," salam Abi Mahmud.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Serempak Umi, Desta dan Khalisa. Sedangkan Dokter Ari sudah keluar ruangan.
"Abi, dari mana aja? lama banget?" tanya Umi Sarah.
"Ayo Desta, Khalisa dimakan! biar subur makan kacang hijau!" sahut Umi Sarah.
"Masa sih Umi?" tanya Khalisa.
"Iya." Sahut Umi Sarah.
"Abi, makasih yah!" sahut Khalisa.
"Sama-sama Neng!" sahut Abi Mahmud.
"Sekarang kamu makan yah, biar aku suapin!" sahut Desta.
"Gak usah, aku aja sayang, kamu makan aja! kamu kan lapar," sahut Khalisa.
"Udah, yang penting kamu dulu!" sahut Desta tersenyum sambil menyuapi Khalisa.
🌷🌷🌷🌷
Di kediaman Ririn, Ririn mendapatkan karma yang setimpal, dukun yang dia kirim untuk Umi Sarah berbalik ke Ririn yang menjadi gila. Saat itu Ines melihat keadaan Ririn yang stres dengan dua Anaknya yang masih kecil-kecil, Ibunya dan Bapaknya menangis saat tahu Ririn bersikap jahat pada orang lain. Ines merasa bersalah pada Ririn dan keluarga Desta, karena Ines yang mengajak Ririn ke dukun.
__ADS_1
Ines ke rumah Uminya Desta. Tapi kata Satpam lagi di rumah sakit, menjenguk istrinya Desta. Ines meminta alamat rumah sakit pada Satpam di rumah Umi. Ines ingin meminta maaf pada keluarga Desta. Saat itu Ines sampai rumah sakit.
Ines bersujud di keluarga Desta, Khalisa dan Desta, Ines mengakui kesalahannya karena membujuk Ririn, Ines menangis karena Umi sangat marah dan mengusirnya.
"Assalamu'alaikum," salam Ines.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Desta, Khalisa, Umi, dan Abi Mahmud.
"Heh! perempuan ngapain kamu kesini! kamu kurang puas atas guna-guna kamu dan teman kamu itu!" sahut Umi Sarah.
"Desta, Khalisa, Umi, Abi, Ines minta maaf atas kelakuan Ines dan Ririn, sekarang Ririn gila! hiks-hiks-hiks, Umi, maafkan saya! Khalisa, Desta, Abi," sahut Ines.
"Heh! gara-gara kamu, rumah tangga Khalisa hancur, gara-gara kamu, anggapan orang saya jahat, dan saya sama suami saya hampir pisah, sekarang pergi kamu dari ruangan ini! pergi!" sahut Umi Sarah.
"Ines, sekarang kamu pergi deh, gak usah tongolin wajah kamu di sini!" sahut Desta.
"Desta setelah semua maafin aku, aku akan pergi, kembali ke Bali lagi!" sahut Ines.
"Pergi kamu! saya gak butuh maaf kamu, kamu sudah bikin saya gila, dan benci sama menantu saya! pergi!" sahut Umi Sarah.
"Umi, Umi, udah Umi, sebaiknya kita memaafkan kesalahan orang lain, sebesar apapun kesalahan dia, kalau dia sudah minta maaf, tolong Umi maafin! Allah aja Maha Pemaaf, masa kita manusia biasa gak mau maafin, Mba Ines, kita sudah maafin, tolong jangan diulangin lagi!" sahut Khalisa.
"Alhamdulillah, Hiks-hiks-hiks, Khalisa terima Kasih Khalisa, terima kasih, kamu benar-benar perempuan baik, saya salah sudah jahatin kamu, pantas Desta cinta banget sama kamu, ternyata Desta menemukan perempuan yang berhati mulia seperti kamu! maafin saya Khalisa!" sahut Ines.
"Desta maafin aku yah! kamu beruntung banget punya istri seperti Khalisa, Umi maafin saya, Abi." Sahut Ines.
"Iya Nes, gue udah maafin kok, jangan diulang yah lagi yah! meskipun ada yang berusaha misahin gue sama Khalisa, itu gak akan pernah bisa, iya, lo benar, gue beruntung banget punya istri soleha seperti Khalisa.
"Makasih Des!" sahut Ines.
"Umi maafin, awas aja kalau sampai diulangin!" sahut Umi Sarah.
"Abi maafin, gimana Ririn gak dibawa ke rumah sakit jiwa?" tanya Abi Mahmud.
"Enggak Abi, Bapaknya Ines suruh minta maaf ke sini gak mau!" sahut Ines.
"Jelas gak mau lah, orang dulu Desta gak punya apa-apa, Bapaknya maki-maki Desta, jodohin sama orang lain, giliran Desta sukses, Anaknya cerai sama suaminya, baru mau minta balik, gak tahu malu itu! sudah sana kamu pergi, cari teman tuh yang baik, seperti mantu Umi, bukan si Ririn itu!" sahut Umi Sarah.
"Iya Umi, Desta, Khalisa, Abi, Umi, Ines pamit yah! makasih udah maafin Ines!" sahut Ines.
Ines pun pamit dan keluar ruangan. Ines merasa lega, karena sudah dimaafkan Khalisa, Desta, dan keluarganya. Kalau urusan Ririn, Ines sudah angkat tangan, karena keluarga Ririn gak mau minta maaf dan gengsi. Ines baru menyadari kalau Khalisa itu benar-benar wanita yang baik, padahal kesalahan fatal, tapi Khalisa berbaik hati memaafkan.
"Umi, kontrol dong, emosi Umi!" sahut Abi Mahmud.
"Gak bisa Abi, gara-gara dia, semua orang menyangka Umi jahat, Umi seperti gak punya pendidikan, Umi selalu jahat sama Khalisa. Maafin Umi ya Neng," sahut Umi Sarah.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰