Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 49


__ADS_3

"Ya udah yah, aku tinggal dulu, Assalamu'alaikum," salam Desta pamit Ke Khalisa.


"Wa'alaikumsalam Kak." Jawab Khalisa sambil menutup telepon.


"Cie, yang sebentar lagi mau punya dede bayi, semoga lo benaran hamil yah," ledek Syifa sambil mendoakan.


"Aamiin, gue juga berdoa supaya lo cepat nikah, dan mendapatkan suami seperti Kak Desta, bahkan lebih baik dari Kak Desta," sahut Khalisa tersenyum.


"Aamiin, makasih juga doanya yah," sahut Syifa.


"Lo gak kuliah?" tanya Syifa.


"Gak ada kelas," sahut Syifa.


"Gak ada kelas terus, heran gue, kampus apaan sih itu? bangkrut kali ya kampus lo sampai gak ada kelas tiap hari," sahut Khalisa.


"Gak tahu gue, namanya kampus abal-abal, gue boleh cerita sama lo," sahut Syifa menatap Khalisa.


"Cerita apa? kayanya lo lagi bahagia banget, cerita, cerita, apa?" tanya Khalisa penasaran.


"Lo jangan marah yah," minta Syifa.


"Marah? apa ada hubungannya sama gue? kenapa gue harus marah?" tanya Khalisa.


"Sebenarnya, gue udah jadian sama Edwin, baru tadi Lis," sahut Syifa.


"Serius lo, Alhamdulillah, gue ikut senang, semoga lo langgeng sama dia, kalau bisa jangan lama-lama pacaran deh, langsung nikah aja, terus kenapa gue harus marah, gue malah senang Fa," sahut Khalisa.


"Gue udah cerita semua sama Edwin, kalau gue kenal sama lo, dan lo sahabat gue, gue udah banyak cerita sama dia Lis, gue gak tega kan harus bohong sama dia," sahut Syifa.


"Lo cerita apa sama dia?" tanya Khalisa.

__ADS_1


"Ya gue jujur, kalau lo gak bisa ketemu sama dia, karena takut rumah tangga lo hancur, lo jaga perasaan Kak Desta kan, lo takut itu karena ia dulu pernah ngejar-ngejar lo kan? tapi dia udah ngerti kok Lis, ia gak akan hancurin rumah tangga lo sama Kak Desta, please dong Lis, mau ya ketemu Edwin suatu saat nanti, dia cuma ingin bersilaturahmi aja sama lo," sahut Syifa.


"Oh, gitu, ya udah bagus kalau gitu mah, gue gak bisa ketemu sama dia, kalau gue tanpa Kak Desta, takut salah paham, semua ada di tangan Kak Desta, sebagai istri gue harus izin dulu sama suami gue, kalau Kak Desta mengizinkan, baru gue mau, kalau gak ya gue harus nurut," sahut Khalisa.


"Maksud gue, ketemunya gak lo berdua sama dia, tapi ada gue, ada Kak Desta juga, biar double date gitu, lo bilang sama Kak Desta ya Lis," minta Syifa.


"Iya, gue paham, tapi semua harus izin Kak Desta dulu, mau apa pun itu Syifa, meskipun ia jauh sekali pun, kemana gue pergi, harus ada izin," sahut Khalisa menjelaskan.


"Iya, iya Lis, berarti harus nunggu Kak Desta pulang dong? baru bisa double date?" tanya Syifa.


"Iya dong, kalau mau double date ya nunggu ia pulang lah, gimana sih Neng? masa roh nya Kak Desta gue bawa ke sini, lucu lo mah ah, polos banget," sahut Khalisa mencubit pipi Syifa.


"Oh, iya, kan Kak Desta sekarang di Jogya ya? aduh kok gue pikun gini sih Lis?" sahut Syifa menggaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum.


"Mangkanya Neng, kurangin micin kenapa sih, jadi begini nih, sekarang gini aja, lupain double date sama gue, lo jalanin aja dulu sama Kak Edwin, lo pendekatan dulu, lo kenal keluarganya dulu, lo perkenalan dulu lah, nanti kalau lo udah benar-benar cocok, udah mau nikah, baru deh pikirin namanya double date, ngerti kan maksud gue Fa?" saran Khalisa.


"Ngerti Lis, tapi kalau makan gak pakai micin gak nikmat tahu, Emak gue kalau masak selalu banyakin micin, gak sedap katanya," sahut Syifa.


"Lo aja yang bilang sama Emak gue, gue udah pernah bilang, katanya kalau gak suka, gak usah makan," sahut Syifa.


"Yah, masa gue sih, lo yang benar aja, atau lo aja yang masak, kalau di tanya pakai micin apa enggak, bilang aja pakai gitu, jangan bilang lo gak bisa masak," sahut Khalisa.


"Iya, he-he, gue gak bisa masak Lis, cuma bisa masak mie, air, sama nasi goreng, he-he," sahut Syifa tersenyum.


"Astaga Syifa, nanti lo kalau punya suami gimana? apa lagi kalau dapat Mertua yang kaya Umi nya Desta, bisa-bisa abis dibacotin terus," sahut Khalisa.


"Jangan sampai, amit-amit deh, kalau masak tinggal lihat aja di Mbah Google, gampang kan?" sahut Syifa.


"Ya jangan dong Syifa, kalau mertua lo ngelihatin gimana? kaya gue masak di Mandorin?" sahut Khalisa.


"Benar juga sih? emang orang tuanya Kak Edwin suka nyuruh masak Lis?" tanya Syifa.

__ADS_1


"Mana gue tahu, emang gue pacarnya ia, waktu gue di Mesir, main ya main aja," sahut Khalisa.


"He-he, kirain, emang orang tuanya di Jeddah yah Lis?" tanya Syifa.


"Iya Fa, di Jeddah, ntar juga lo tahu, kapan lo mau diajak ke Mesir?" tanya Khalisa.


"Gak tahu Fa, gue takut, ntar gak balik ke sini lagi, temanin gue dong Lis," sahut Syifa.


"Ngaco, terus Kak Desta mau gue tinggal, ntar suami gue siapa yang ngurus," sahut Khalisa.


"Ya ajak Khalisa, sekalian lo refresing," sahut Syifa.


"Kalau gue hamil gimana? masa gue jalan-jalan jauh sih? kalau gue sampai kenapa-napa gimana?" tanya Khalisa.


"Oh, iya, ya, terus gue sendiri dong? gue takut banget Lis, Kak Edwin pasti balikin gue ke sini lagi kan?" tanya Syifa.


"Ya, balikinlah, anak orang, masa iya Kak Edwin gak balikin lo ke sini, ngaco Syifa mah ah," sahut Khalisa.


"Ya, kali Lis, kalau gue balik sendiri, gue gak ngerti caranya," sahut Syifa.


"Lo jangan berpikiran negatif dulu sama orang, lo berpikir positif aja sih Fa, masa iya Kak Edwin tega gak balikin lo ke Indonesia, lo harus jadi cewek yang berani, tangguh, jangan pernah takut oleh apa pun, lo harus maju dan punya masa depan, jangan mau jadi orang stay di tempat doang, kalau bisa lo harus keliling dunia, semua negara lo kunjungin, lo harus punya wawasan yang luas, di luar negeri tuh begini, oh, bedanya kalau di sini tuh kaya gini, di sana kaya gitu, lebih banyak pengalaman dan wawasan Fa, jadi lo bisa belajar apa yang pernah lo rasain, gitu maksud gue Fa, ngerti gak Fa?" nasehat Khalisa.


"Iya Bu Guru Khalisa, lo cerdas banget sih, gue beruntung punya sahabat kaya lo Lis, gue ingin maju Lis, gue gak mau stay di sini doang, seperti apa yang lo bilang, makasih ya Lis," sahut Syifa.


"Iya, sama-sama Fa, lo udah gak takut lagi kan? buktikan lo bisa, oke!" sahut Khalisa memberi semangat pada Syifa.


"Iya Lis, semangat gue, Lis ajarin gue masak dong biar gue gak canggung," minta Syifa.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2