Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 7


__ADS_3

Keesokan harinya, sudah H-2 menuju pernikahan Khalisa dan Desta. Khalisa sibuk sedang di lulur seluruh tubuhnya, katanya sih, biar ada cahaya pengantinnya, apa lagi Khalisa sering berpuasa.


"Mba, aku bergetar gini yah?" tanya Khalisa ke Mirna.


"Memang seperti itu, rileks yah," perintah Mirna sambil tersenyum.


"Kalau mau jadi pengantin gitu Mba, pasti gerogi, inget waktu muda saya, he-he." Sahut mba urut yang melulur Khalisa.


"Hai Lis, wah enak banget yah di lulur gitu?" tanya Syifa yang tiba-tiba muncul.


"Lo dari mana aja sih? pokoknya lo gak boleh pulang, lo harus ada saat ijab kabul gue," sahut Khalisa.


"Neng mau di lulur juga?" tanya Mba lulur menawarkan.


"Boleh deh Mba, besok saya mau jadi pagar ayunya si Non Khalisa, harus cantik juga dong!" sahut Syifa.


🍁🍁🍁


Di rumah Khalisa, sudah dipasang tenda pengantin, dan bangku permaisuri, banyak tetangga Khalisa yang membantu untuk memasak-masak.



Saat Desta di kamar, Desta mendengar ponselnya berbunyi, Ririn mantannya Desta yang sekarang sudah menikah dengan orang lain, dan sekarang menuju perceraian, karena suaminya suka ringan tangan dan tidak menafkahi. Desta mengangkatnya dengan tenang.


"Desta, kamu mau menikah? aku mohon batalkan pernikahan ini! karena aku sangat mencintai kamu Desta," sahut Ririn di telepon.


"Maaf Rin, aku sudah tidak bisa membatalkannya, lupakanlah semua masa lalu, semua yang lalu, biar menjadi pelajaran, semua awalnya sudah menjadi takdir kita." Jawab Desta.


"Tapi aku sekarang sudah bercerai Des, kita bisa kembali seperti awal lagi, apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi?" sahut Ririn.


"Semenjak kamu meninggalkanku, dengan menikah dengan pria lain, aku sudah tidak mencintaimu lagi, betapa sakitnya hatiku saat kamu tinggalkan, saat aku sedang merintis berjaya dan berjuang, tapi kamu tidak pernah mau berjuang, kamu hanya memikirkan duniamu saja," sahut Desta tegas.


"Hiks,, hiks,, hiks,, Desta maafkan aku yang dulu, aku mau kita kembali seperti awal, semua itu, karena orang tuaku," sahut Ririn.


"Maaf Rin, sekarang aku ingin belajar mencintai yang ingin aku ta'aruf sekarang, karena aku tidak mungkin menyakiti hatinya, aku berdoa setiap malam, agar aku menemukan penggantimu, ternyata Allah baik padaku, doaku terkabul, dan aku menemukan perempuan yang soleha." Desta langsung mematikan ponselnya dan membuang kartu lama dengan yang baru.


"Nak, kenapa kartunya di buang?" tanya Umi Sarah.


"Ririn Mi, Ririn mau ajak Desta balikan lagi, mangkanya Desta buang aja, biar dia tidak menghubungi Desta lagi," sahut Desta sambil mematahkan kartu lamanya.


"Enak saja si Ririn mau balikan sama kamu, dulu kemana waktu kamu susah, setelah jadi janda malah mau balikan sama kamu, biar jadi pelajaran buat orang tuanya, giliran lihat kamu sukses aja, mau balik sama kamu, ingat Desta jangan permaluin Umi, sama Abi, kasihan Khalisa." Umi Sarah marah dan kesal.

__ADS_1


"Iya Umi, gak mungkin aku nyakitin hati Khalisa," sahut Desta.


"Iyalah, masa anak Umi dapatin janda, jandanya gak tahu diri, hanya harta yang mereka inginkan, jauh-jauh Nak, Umi gak mau kamu hancur," sahut Umi Sarah.


"Iya Umi," Desta mencium punggung tangan Uminya.


"Sekarang, kamu siap-siap deh mau di lulur, kartu, biar Udin yang beliin nanti," perintah Umi Sarah.


"Iya tolong ya Mi, takut Khalisa telepon Desta," minta Desta ke Uminya.


"Iya sayang, Umi cari Udin dulu!" Umi Sarah langsung keluar sambil tersenyum ke Desta.


"Terima kasih Umi," sahut Desta.


"Udin, sini kamu!" panggil Umi Sarah.


"Iya Umi, ada apa yah?" tanya Udin.


"Tolong kamu beliin kartu simpati buat Desta yah, ini uangnya!" perintah Umi Sarah.


"Tapi Mi, nomornya mau yang kaya gimana? Udin gak ngerti?" tanya Udin.


"Bro, boleh masuk!" sahut Udin.


"Masuk Bro! ada apa?" tanya Desta.


"Lo mau nomor yang kaya gimana? gue kan gak tahu selera lo," tanya Udin.


"Oh, yang gampang di ingat aja, nomor kembarnya banyak, jangan ngacak yah!" perintah Desta.


"Mahal Bro, Umi cuma ngasih dua puluh lima ribu, udah gak ada duit rokok lagi," sahut Udin.


"Oh, Umi gimana sih? kok ngasih dua puluh lima ribu, ini dua ratus ribu, sisanya buat lo aja yah!" jawab Desta.


"Wah, mas bro mah baik deh, gak kaya Umi ngasih pas-pasan." Sahut Udin.


"Ssst,, nanti Umi dengar lo, udah sana Bro! gue mau pakai." Sahut Desta.


"Oke, Mas Bro! permisi Mbok!" sahut Udin permisi dengan yang melulur Desta.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Di rumah Desta pun banyak orang, banyak yang mempersiapkan segala macam bawaan untuk Khalisa begitu pula dengan makanan-makanan untuk besanan.


"Lis, kapan gue bisa kaya lo yah?" tanya Syifa.


"Sabar, jodoh kan gak ada yang tahu, gue aja udah lama sama Reza, nyatanya gak jadi, malah sama Desta yang gak gue kenal sama sekali, gue malah berjodoh." Sahut Khalisa sambil menenangkan Syifa.


"Gue mau ta'aruf aja ah kaya lo, he-he, mudah-mudahan gue dapat calon suami yang sama kaya Desta, he-he." Sahut Syifa.


"Gue doain Fa, kalau gue ada waktu, gue tanya sama Desta yah, kali aja ia punya teman yang jomblo, nanti bisa gue kenalin ke lo," Sahut Khalisa.


"Oke Lis, mudah-mudahan ada yah, kenalin sama gue, he-he." Jawab Syifa.


"Lis, gue pernah lihat Reza nangis waktu di kampus, kayanya ia sudah sadar deh," sahut Syifa.


"Kalau dia sudah sadar, ya syukurlah, tapi kalau buat balik lagi sama ia, itu gak mungkin!" sahut Khalisa.


Gak lama, ponsel Khalisa berdering, Desta menghubungi dengan nomor barunya, karena takut, Khalisa menyuruh Syifa untuk angkat.


"Hallo, ini siapa?" tanya Syifa.


"Assalamu'alaikum, ini Desta, bisa bicara dengan Khalisa?" tanya Desta.


"Wa'alaikum salam, eh iya, nih!" Syifa langsung memberi ponselnya ke Khalisa.


"Assalamu'alaikum, Khalisa ini aku Desta, ini nomor baru aku yah, tolong kamu save! nomor lama sudah mati." Sahut Desta di telepon.


"Wa'alaikum salam Ka, iya Ka, kirain Khalisa siapa, mangkanya suruh teman angkat." Jawab Khalisa.


"Iya, tidak apa-apa, besok hari pernikahan kita, kamu siap yah!" sahut Desta.


"Iya Ka, Khalisa siap!" sahut Khalisa dengan raut wajah memerah dan pucat.


"Jaga diri kamu yah! jangan sampai sakit pas besok, besok aku datang," perintah Desta.


"Iya Ka, Kakak juga yah!" sahut Khalisa.


"Terima kasih yah! aku tutup yah, Assalamu'alaikum," sahut Desta.


"Wa'alaikum salam," jawab Khalisa.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2