Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 46


__ADS_3

"Nanti minta sama Khalisa aja ya Bang, saya buru-buru soalnya," sahut Syifa menghampiri ojek online.


"Oke, siap!" sahut Boro.


"Dasar lo, modus-modus," sahut Slamet.


"Emang kenapa? wajar gue cari cewek, karena gue belum laku, kalau lo tuh gak boleh modus," sahut Boro.


🍁🍁🍁


Gak lama Khalisa sampai rumah, dia turun dari mobil dan berpesan pada Pak Jamal agar gerbang digembok kembali.


"Pak tolong gembok lagi yah, Bang Boro sama Bang Slamet, sama Bang Joni bantu Pak Jamal Jaga-jaga yah, saya mau istirahat dulu di dalam," sahut Khalisa.


"Siap Neng, tadi ada temannya Neng, Neng Syifa," sahut Pak Jamal.


"Terus kemana Pak? pulang lagi?" tanya Khalisa.


"Ngampus Neng," sahut Pak Jamal.


"Ya udah, kalau ia datang lagi, saya ada di dalam, suruh masuk aja ya Pak, sore saya mau nginap di rumah orang tua saya," sahut Khalisa.


"Neng, maaf ini saya ganggu ya, tadi saya kenalan sama teman Neng, saya suka sama dia, saya disuruh minta nomor handphone ia, sama Neng Khalisa," sahut Boro.


"Hah? serius Bang? ya udah tunggu bentar ya Bang," sahut Khalisa.


"Heh, orang mau istirahat juga," sahut Slamet.


"Gak apa-apa kok, kalau emang benar disuruh Syifa, emang Bang Boro belum menikah?" tanya Khalisa.


"Ilok saya bohong Neng, benar dah sumpah, belum Neng, emang Abang kelihatan tua ya?" tanya Boro.


"Emang temannya Neng Khalisa mau sama lo, rapiin dulu itu ngapa muka, orang juga seram kali lihat muke lo!" sahut Bang Joni.


"Jangan gitu napa Bang, gak kasihan amat sama saya, saya belum laku ini, kan rezeki orang gak ada yang tahu, iya gak Neng?" sahut Boro.


"Iya, iya, ini nomornya, pegang aja handphone saya," sahut Khalisa.


"Handphone canggih bener ya, yah, mati Neng, Abang gak ngerti pencatnya," sahut Boro.


"Ha-ha-ha," Bang Joni dan Slamet menertawakan Boro bersamaan.


"Senang banget romannya, kalau lihat orang sengsara," sahut Boro.


"Sini deh, aku sebutin aja yah," sahut Khalisa sambil menyebutkan nomor Syifa.

__ADS_1


"Makasih ya Neng," sahut Boro.


"Sama-sama, aku masuk dulu yah, Bang Joni nanti antar saya ke rumah orang tua saya yah, agak sorean aja yah," sahut Khalisa.


"Siap Neng," sahut Bang Joni.


🍁🍁🍁


Khalisa masuk dan menghampiri Wastafel karena mual dan pusing. Bi Aning menghampirinya dan bertanya pada Khalisa.


"Neng kenapa? kok muntah-muntah? mual Neng? saya ambil minyak angin yah," sapa Bi Aning.


"Iya Bi," sahut Khalisa.


"Sini Neng, Bibi olesin lehernya, Neng jangan-jangan hamil Neng," sahut Bi Aning mengoleksi leher Khalisa sambil tersenyum, karena Bi Aning melihat tanda merah seperti kecupan.


"Masa sih Bi? aku juga udah telat datang bulan, apa iya, yah Bi? Bibi kenapa senyum kaya pengen ketawa gitu?" tanya Khalisa malu.


"Gak apa-apa Neng, Bibi senang kalau Neng benaran hamil, Neng coba aja pake alat tes kehamilan," saran Bi Aning.


"Jujur, saya gak bisa pakai gituan Bi, Bibi bisa ajarin aku," minta Khalisa.


"Sama Neng, Bibi juga gak bisa, he-he," sahut Bi Aning.


"Aamiin Neng, Bibi selalu doakan yang terbaik buat Neng Khalisa," sahut Bi Aning.


"Makasih ya Bi," sahut Khalisa.


"Sama-sama Neng," sahut Bi Aning.


"Saya ke atas dulu yah, ini uang buat Bibi belanja sayuran," sahut Khalisa memberi uang dua ratus ribu ke Bi Aning.


"Banyak banget Neng, Neng mau dimasakin apa?" tanya Bi Aning.


"Buat sampai besok, aku soalnya sore mau ke rumah orang tuaku Bi, kalau kurang Bibi telepon yah," sahut Khalisa.


"Ini mah cukup banget Neng," sahut Bi Aning.


"Serius Bi?" tanya Khalisa.


"Serius Neng," sahut Bi Aning.


"Saya tinggal dulu ya Bi, kepala aku pusing banget," sahut Khalisa.


"Mau dipijat Neng?" tanya Bi Aning.

__ADS_1


"Gak usah Bi, aku mau langsung istirahat aja," sahut Khalisa.


"Siap Neng," sahut Bi Aning.


🍁🍁🍁


Khalisa akhirnya masuk kamar, dan terasa mual lagi dan pusing, dia ke wastafel muntah-muntah. Khalisa melihat handphone-nya belum ada kabar dari Desta, membuat ia khawatir. Ia berdiri sambil merasakan mual dan pusingnya.



Ya Allah, semoga aku benar-benar hamil, karena ini hadiah terindah buat Kak Desta. Kak udah sampai belum sih? kok gak ngabar-ngabarin aku.


🍁🍁🍁


Gak lama Desta menghubungi Khalisa, memberi foto Desta dan langsung Video call Khalisa. Desta tersenyum bahagia saat Khalisa mengatakan apakah dia hamil dan ingin cepat-cepat memeriksanya.



"Sayang maaf, aku baru ngabarin, ini aku udah sampai di hotel, capek banget sayang, kok wajah kamu lesu, pusing gitu, merah lagi, jangan buat aku khawatir sayang," sahut Desta memandangi Khalisa di layar ponselnya.


"Alhamdulillah, kalau Kakak sudah sampai, dari tadi aku nunggu dan Khawatir sama kakak, aku mual Kak, pusing, kata Bi Aning, aku hamil," sahut Khalisa tersenyum.


"Alhamdulillah, ya Allah, tapi kamu udah diperiksa belum sayang? sementara pakai alat kehamilan dulu aja, sekarang kamu di mana, di rumah yah kayanya?" tanya Desta dengan raut wajah gembira.


"Di rumah Kak, soalnya aku belum bawa baju ke rumah Bunda, aku juga mau mual terus dari tadi, aku gak bisa pakai alat itu Kak, gak ngerti, nanti aku ke rumah Bunda aja ya Kak, doain aku supaya aku benar-benar hamil," sahut Khalisa tersenyum.


"Aamiin ya rabb, itu hal yang terindah dan hadiah terindah buat aku, kenapa saat aku jauh, kamu baru merasakan hamil, kenapa saat aku dekat kamu, kamu belum merasakan apa-apa, membuat aku sedih, tidak bisa mencium dede yang ada di perut kamu, gak bisa manjain kamu, gak bisa ngantar kamu ke rumah sakit buat periksa," sahut Desta.


"Gak apa-apa Kak, meskipun jauh, hati kita kan dekat, aku janji kalau emang benaran hamil, aku akan jaga baik-baik anak kita," sahut Khalisa.


"Iya sayang, makasih yah, jaga kesehatan kamu, makan teratur, jangan lupa beli susu hamil ya sayang," minta Desta.


"Iya Kak," sahut Khalisa.


"Ingat jangan capek-capek kamu yah, aku rindu banget sama kamu rasanya, mendengar kabar ini," sahut Desta sambil meneteskan air mata.


"Kok Kakak sedih? jangan sedih Kak," sahut Khalisa.


"Enggak sayang, aku bahagia aja, maafin aku ya sayang, saat ini gak ada disamping kamu, gak bisa menemani kamu, maafin aku yah sayang," sahut Desta menghapus air matanya.


"Kakak gak usah minta maaf, semua kan karena pekerjaan juga, aku mengerti kok Kak, jangan pernah mengabaikan pekerjaan Kakak, dan jangan banyak panik mikirin aku yah, karena aku akan selalu baik-baik aja di sini, justru aku khawatir sama Kakak, aku mau Kakak di sana jaga kesehatan, makan teratur, minum vitaminnya yah," sahut Khalisa.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2