Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-151


__ADS_3

"Kasihan, cuma mereka gak mengerti perasaan Bunda Ayah, Bunda hanya ingin buat selamatan di sini, ngerasain kebahagiaan Anak, tapi kalau emang mereka gak mau, ya udah, Bunda gak akan datang, titik." Sahut Bunda Maryam.


"Astaghfirullah, Bunda, istighfar yah! Ayah gak mau Bunda jadi orang tua egois! sekarang, Bunda bilang ke mereka, bahwa Bunda setuju dan datang di acara mereka! cepat telepon!" sahut Ayah Umar.


"Astaghfirullah, hiks-hiks-hiks, Bunda sudah jahat ya Ayah! Bunda hanya sedih aja Ayah!" sahut Bunda Maryam.


"Jangan buat Anak kita Khalisa stres Bun, ikutin keputusan dia kaya gimana, kita sebagai orang tua, harusnya mendoakan yang terbaik untuk mereka, mau di mana pun mereka selamatan, yang penting doanya Bun, Khalisa lahirnya lancar, Anaknya sehat, Ibunya sehat, kita harusnya dukung dan doakan yang terbaik, bukan egois seperti ini! sekarang Bunda telepon minta maaf sama mereka!" minta Ayah Umar.


"Iya Yah, maafin Bunda, Bunda emosi tadi! sebaiknya besok saja Yah, takut ganggu!" sahut Bunda Maryam.


"Iya, besok aja, Bunda jangan seperti itu lagi yah!" minta Ayah Umar.


"Iya, Yah, sekali lagi maafin Bunda, udah emosi dan Khilaf!" sahut Bunda Maryam.


"Istighfar, kalau Bunda seperti itu, Ayah takut Khalisa kepikiran Bun, besok secepatnya telepon yah!" minta Ayah Umar.


"Iya, Ayah." Sahut Bunda Maryam.


☀☀☀☀


Keesokan paginya, Khalisa dan Desta seperti biasa salat berjamaah dan sarapan pagi. Khalisa mendapatkan telepon Bunda jam tujuh pagi, saat Khalisa dan Desta sedang sarapan bersama.


"Sayang bangun, udah pagi! mandi salat!" minta Khalisa.


"Mmm... udah pagi sayang? kamu udah mandi?" tanya Desta.


"Udah, dong! ayo bangun!" memegang tangan Desta.


"Iya sayang, sini, aku mau ucapin pagi dulu, sama si Dedek kembar! Assalamu'alaikum, Dedek kembar Papah, selamat pagi Nak, kalian sudah bangun belum sayang? Papah kangen sama kalian, kalian baik-baik yah, dalam perut Mamah, jangan bikin Mamah sakit, mmmuacch... kamu masih kram gak sayang?" tanya Desta sambil mencium perut Khalisa.


"Alhamdulillah, enggak sayang, mungkin kemarin karena turun-naik tangga, Dedeknya juga kuat kok, kan kata Dokter gak apa-apa." Sahut Khalisa.


"Kalau sakit, bilang ya sayang," sahut Desta tersenyum memegang kepala Khalisa.


"Udah mandi sayang, nanti kita salat!" minta Khalisa.


"Siap! istriku!" sahut Desta.


☀☀☀☀


Di rumah sakit, Alhamdulillah, Adhel telah sadar dari koma, membuat Dokter Ari dan Syifa bahagia. Dokter Ari langsung bangun untuk melihat bayinya yang sadar dengan tangisan bayi yang sangat kencang. Dokter Ari menciumnya dan meminta pada Suster untuk menggantikan popok dan gurita bayi.


"Mas, Mas kan baru aja sembuh, biar istirahat aja dulu!" minta Syifa.

__ADS_1


"Enggak, enggak, Mas udah sembuh kok, Mas baik-baik, Mas mau lihat Adhel, sekarang dia lagi apa?" tanya Dokter Ari.


"Lagi di urus Suster Mas." Sahut Syifa.


"Mas mau lihat!" sahut Dokter Ari.


"Pagi, Suster, pagi Anak Papah, lagi pakai apa Nak? kamu udah sembuh sayang? Papah senang banget, terima kasih ya Allah, Suster, biar saya yang pakai gurita itu ke Adhel!" minta Dokter Ari.


"Baik Dok!" sahut Suster.


"Adek, lihatin yah, biar Adek tahu, katanya Adek belum tahu kan cara memakaikan gurita bayi? ini, namanya gurita!" sahut Dokter Ari, Syifa memperhatikan Dokter Ari.



"Iya Mas, Adek gak bisa pakaiin gituan Mas! He-he-he." Sahut Syifa.


"Pokoknya nanti, kalau Adhel sudah pulang, Adek harus bisa! Mas ngerti kalau emang Adhel belum bisa, lihatin Mas atau Suster aja kalau lagi ngurus bayi ya Dek!" sahut Dokter Ari.


"Iya Mas." Sahut Syifa malu.


"Adek, sudah chat Mba Khalisa dan Mas Desta? Adek chat dong! bilang terima kasih!" minta Dokter Ari.


"Oh, iya, Adek chat Mas!" sahut Syifa.


☀☀☀☀


"Siapa sayang?" tanya Desta.


"Bunda sayang." Jawab Khalisa.


"Angkat sayang, jangan panik! sabar!" saran Desta.


"Assalamu'alaikum, Bunda." Salam Khalisa.


"Wa'alaikumsalam, Nak, Alhamdulillah, di angkat, Nak, maafin Bunda yang kemarin yah, Bunda udah egois dan emosi kemarin, Bunda akan tarik, kata-kata Bunda kemarin, Bunda akan bantu dan datang ke acara selamatan kamu, di rumah kamu." Sahut Bunda Maryam.


"Alhamdulillah, benaran Bunda? Khalisa senang dengarnya, Makasih Bunda udah mengerti." Sahut Khalisa.


"Hiks-hiks-hiks, Bunda nyesal kemarin udah emosi sama kamu dan Desta, maafin Bunda ya Nak!" sahut Bunda Maryam sambil menangis di telepon.


"Bunda, kenapa nangis, jangan nangis yah, Khalisa sama Kak Desta, sudah maafin Bunda, lagian wajar Bunda marah." Sahut Khalisa.


"Bunda salah Nak, sekali lagi maafin yah! kapan kamu mau buat acara, biar Bunda bisa bantu-bantu dan nginap di rumah kamu!" sahut Bunda Maryam.

__ADS_1


"Minggu Bun, Bunda kalau mau ke sini, ke sini aja, sekarang juga boleh." Sahut Khalisa.


"Oh, iya, sudah dua hari lagi yah? ya udah, besok aja Bunda ke rumah Khalisa yah, sekalian nanti Bunda mau telepon Umi Sarah, apa aja yang harus dibeli." Sahut Bunda Maryam.


"Alhamdulillah, gitu dong, kompak! Khalisa senang banget dengarnya!" sahut Khalisa.


"Ya udah, Nak, Bunda tutup teleponnya yah, makasih udah maafin Bunda, maaf Bunda ganggu kamu jadinya, Bunda tutup yah, Assalamu'alaikum." Bunda Maryam menutup telepon sambil mengucapkan salam.


"Wa'alaikumsalam, Bunda." Jawab Khalisa.


"Sayang, kita jadi selamatan di rumah kita, Bunda udah minta maaf, Bunda udah gak marah." Sahut Khalisa senang dan bahagia.


"Alhamdulillah, ya udah, nanti aku persiapkan semuanya yah, nanti aku pulang cepat sayang." Sahut Desta.


"Iya sayang, kamu jangan banyak dipikirin juga, semangat kerjanya!" minta Khalisa.


"Iya, istriku." Jawab Desta.


"Sayang, Syifa chat aku, katanya Adhel berhasil operasi dan sembuh, Adhel udah gak sakit lagi sayang." Sahut Khalisa.


"Alhamdulillah, syukur lah kalau begitu, aku senang dengarnya.


"Dia bilang, belum empat puluh hari Adhel, kalau lebih dari empat puluh hari, mau ke rumah kita katanya." Sahut Khalisa.


"Nanti, kita aja yang jenguk dia, ke rumahnya, nanti kita bawakan besek untuk dia, dia kan gak bisa datang." Sahut Desta.


"Iya sayang, apa gak basi besokannya kita kasih? jangan deh, sayang, mendingan, kita belikan baju atau apa untuk Anaknya, sekalian lihat-lihat peralatan bayi untuk Anak kita nanti." Sahut Khalisa.


"Oh, gitu, ya udah, terserah istriku aja, gimana baiknya yah, aku tinggal ikut aja, aku berangkat kerja ya sayang, takut kesiangan." Sahut Desta.


"Iya sayang, hati-hati yah!" sahut Khalisa sambil mencium tangan Desta.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2