
"Terus Kak Desta mau gitu beliin apa aja Bi?" tanya Khalisa.
"Ya mau Neng, namanya juga cinta, kan Umi aja sering marah-marah sama Desta," sahut Bi Aning.
"Tapi kenapa ia tega ninggalin Kak Desta yah, padahal semua diturutin," sahut Khalisa.
"Cinta duitnya doang kali Neng, waktu itu Den Desta semenjak di tinggalin, ia mutusin kuliah di Mesir, katanya sih buat ngelupain semua, ya mungkin Abi Mahmud kasihan, punya kenalan teman, temannya Ayah Neng, ya udah di kenalin, he-he," sahut Bi Aning.
"Oh gitu ya Bi, makasih ya banyak cerita sama saya," sahut Khalisa.
"Jangan bilang-bilang Den Desta lagi Neng, saya gak enak," minta Bi Aning.
"Iya enggak kok, Bibi tenang aja," sahut Khalisa.
"Neng, jangan pernah sakitin Den Desta ya Neng, ia kalau udah hancur gampang drop, bisa-bisa sakit," saran Bi Aning.
"Ya enggak dong Bi, masa saya mau ninggalin suami sendiri sih," sahut Khalisa tersenyum.
"He-he," Bi Aning tertawa.
"Bi, saya mau ke kamar dulu ya," pamit Khalisa.
"Iya Neng, Bibi mau bersih-bersih ruangan juga," sahut Bi Aning.
"Makasih ya Bi," sahut Khalisa langsung ke atas melangkah ke kamarnya.
🍁🍁🍁
Khalisa masuk kamar, lalu ke toilet untuk mengambil wudhu, salat zuhur. Setelah selesai salat dan beres-beres mukena, Khalisa memandangi wajah Desta yang sedang tertidur lelap, ingin membangunkan kasihan, soalnya Desta kelihatan capek banget, luka di wajahnya masih belum kering, tapi dia tidak mengeluh sakit sedikitpun.
Kak Desta sudah salat zuhur belum ya? mau bangunin gak enak.
"Mmmm... sayang ada apa? kok mau megang wajah aku gak jadi? sini," Desta langsung menarik tangan Khalisa dan mencium tangan Khalisa mengarah ke pipi Desta.
"Aku takut ganggu Kakak tidur, cuma mau bilang, udah salat zuhur belum?" tanya Khalisa.
"Aku udah salat sayang, sebelum tidur, aku salat dulu, Mmm jangan di lepas, aku pengen pegang tangan kamu, kamu sini sayang kakinya naik aja ke kasur," Desta menyuruh Khalisa duduk di sampingnya dan Desta seakan tidak mau jauh dari Khalisa.
"Gimana Kak, lukanya masih sakit?" tanya Khalisa.
"Enggak sakit sayang, udah sembuh kok," sahut Desta.
🍁🍁🍁
Gak lama Umi Sarah datang dan main ke rumah, Bi Aning mengetuk pintu dan memberi tahu kalau Umi Sarah datang, terus marah-marah karena di gembok.
Tok-tok-tok
"Iya Bi, ada apa?" tanya Khalisa.
__ADS_1
"Ada Umi Sarah datang Neng, marah-marah karena gerbang di gembok," sahut Bi Aning.
"Ya udah Bi, nanti saya ke bawah, biar saya jelaskan pada Umi," sahut Desta.
"Permisi ya Den," sahut Bi Aning.
"Kak, gimana ini? Kakak wajahnya luka, pasti aku di marahin," sahut Khalisa panik.
"Udah, udah, kamu jangan panik yah, nanti aku yang jelasin," sahut Desta.
🍁🍁🍁
Desta dan Khalisa turun untuk menemui Umi, Khalisa dan Desta mengucapkan salam dan mencium tangan punggung Umi Sarah, Umi Sarah kaget melihat wajah Desta memar dan luka.
"Assalamu'alaikum, Umi," sahut Desta mencium tangan punggung Umi, begitu juga Khalisa.
"Wa'alaikumsalam, Desta kenapa wajah kamu Nak? kenapa memar begitu? Khalisa, kenapa suami kamu?" tanya Umi.
"Gak apa-apa Umi, Desta kemaren habis hajar teman SMA, karena udah bersikap gak baik, Umi jangan salahkan Khalisa, Khalisa gak tahu soal ini," sahut Desta.
"Udah di obatin belum tuh, ke rumah sakit kalau perlu, Khalisa kalau suami sakit gini, mau luka kecil atau apa, langsung bawa ke Dokter," sahut Umi Sarah.
"Udah kok Umi, Udah, Desta udah dibawa Khalisa ke Dokter," sahut Desta.
"Dari tadi Desta mulu yang jawab, sekali-kali kamu dong jawab Khalisa," sahut Umi Sarah.
"Iya Umi," sahut Khalisa.
"Kemaren sempat ada maling Umi, jadi Desta siaga aja buat gembok gerbang," sahut Desta.
"Bagus kalau gitu, jadi suami harus siap-siaga yah, kabar kamu gimana Khalisa, apa sudah hamil?" tanya Umi Sarah.
"Belum Umi," sahut Khalisa.
"Ya udah, kalian berdua sabar, kalau bisa ikut program hamil gitu kan bisa," sahut Umi Sarah.
"Iya Umi nanti Khalisa coba, Umi mau minum apa? biar Khalisa ambilin," sahut Khalisa.
"Gak usah, Umi mau cepat-cepat pulang, soalnya ada pengajian, ini Umi bawa kue buat kalian, buat cemilan aja," sahut Umi mengeluarkan kue dalam tasnya.
"Makasih ya Umi," sahut Khalisa.
"Sama-sama, katanya Desta mau ke Jogja yah? kalau sepi di sini, Khalisa bisa main ke rumah Umi yah, dari pada sendirian," saran Umi Sarah.
"Iya kan Desta bilang kaya gitu juga sama Khalisa Umi," sahut Desta.
"Ya sudah, Umi gak bisa lama-lama, takut ditunggu, Khalisa ingat pesan Umi yah, buat program hamil yah, Desta jaga diri kamu baik-baik kalau di Jogya, Khalisa juga harus bisa rawat suami kamu yah," perintah dan nasehat Umi Sarah.
"Iya Umi," sahut Khalisa dan Desta kompak.
__ADS_1
"Ya Allah, bisa kompak gitu kalian?" sahut Umi Sarah tersenyum.
"Umi, Desta antar yah," sahut Desta.
"Gak usah, Umi diantar Pak Mamad," sahut Umi Sarah.
"Oh gitu, ya udah hati-hati ya Mi, salam buat Abi," sahut Desta.
"Hati-hati Umi," sahut Khalisa mencium tangan punggung Umi, dan mencium pipi kanan dan kiri.
🍁🍁🍁
Akhirnya Umi pulang, Desta menyuruh Pak Jamal untuk menggembok gerbang rumah, dari kejauhan Yuda datang berteriak-teriak meminta maaf pada Desta.
"Sayang masuk!" perintah Desta.
"Kak jangan diladenin ayo masuk aja!" minta Khalisa.
"Udah kamu masuk sayang," minta Desta.
"Pak Jamal, biarin orang ini mau teriak sampai kapan pun, jangan pernah bukain yah!" perintah Desta.
"Desta, gue mau ngomong dulu sama lo! gue mau minta maaf, tolong maafin gue, gue khilaf, gue mau balikan sama Syifa, lo harus tolongin gue Des!" teriak Yuda.
"Lo gak usah minta maaf sama gue, minta maaf sama Allah, percuma kalau lo minta maaf sama gue, semua udah terjadi, lo bersihin diri lo dulu, lo salat taubat, jangan hanya maaf di bibir doang, tapi dihati," nasehat Desta.
"Iya gue mau salat taubat Des, tapi apa Syifa masih mau sama gue?" tanya Yuda.
"Gak usah pakai omongan buktiin, dan lo gak usah mengharapkan orang yang udah gak mau sama lo, lo harus ikhlas kehilangan emas yang berharga dalam hidup lo! sekarang lo pergi! bersihin diri lo!" perintah Desta.
"Oke, oke gue pergi! gue janji bakal jadi orang yang benar," sahut Yuda.
"Gue harus bilang berapa kali sama lo, gak usah banyak omong, buktiin aja!" sahut Desta.
"Oke, permisi!" sahut Yuda pamit.
"Pak Jamal, saya kan dua hari lagi berangkat ke Jogja, kalau orang itu datang jangan pernah kasih masuk!" perintah Desta.
"Baik Den," sahut Pak Jamal.
"Kalau sampai ada apa-apa dengan istri saya karena orang itu, langsung lapor saya dan lapor polisi!" perintah Desta.
"Baik Den, siap!" sahut Pak Jamal.
🍁🍁🍁
Desta tidak pernah percaya pada Yuda, untuk menjaga-jaga saat ia di Jogya, Desta akan menyewa bodyguard untuk menjaga Khalisa, kemana pun Khalisa pergi atau di rumah.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih teman-teman dan readersku yang setia udah berkunjung ke cerita Ta'aruf cinta, ikutin terus ya ceritanya semoga kalian bisa terhibur dan gak bosan, happy Reading teman-teman dan readersku semua🥰🥰🥰