
Akhirnya Desta dan Khalisa telah sampai di pantai, mereka menikmati segarnya angin pantai. Khalisa diam-diam memotret Desta yang sedang tersenyum sambil menikmati angin laut.
"Kamu ngapain? sekarang udah berani yah foto-foto suaminya, aku lagi jelek banget sayang," sahut Desta menarik Khalisa sambil tersenyum.
"Kata siapa jelek? bagi aku suami aku tetap ganteng dihati aku," sahut Khalisa.
"Udah pintar gombal yah sekarang? diajarin siapa sih?" tanya Desta sambil mencubit pipi Khalisa.
"Diajarin Kakak lah, he-he," sahut Khalisa.
"Kok aku sih sayang? aku gak pernah gombal sama kamu," sahut Desta memegang kepala Khalisa.
"Iya, iya, aku bercanda Kak," sahut Khalisa.
"Viewnya kurang bagus yah kalau malam, lautnya juga hitam, beda sama di Bali, meskipun malam pasti ada Viewnya, kita cuma bisa nikmatin angin malamnya saja," sahut Desta.
"Gak apa-apa Kak, kemana pun tempatnya, asalkan aku sama Kakak udah bahagia banget, aku masih kepikiran kalau aku selama dua minggu gak ada Kakak disamping aku, apa-apa aku sendiri, pasti hampa banget," sahut Khalisa.
"Jangan gitu ah! kamu gak sendiri, kan nanti aku setiap hari video call kamu sayang, aku juga disana pasti bakal kangen banget sama istri aku," sahut Desta memegang tangan Khalisa.
"Iya Kak, benar yah" sahut Khalisa manja.
"Benar sayang, masa aku bohong sih?" sahut Desta.
🍁🍁🍁
Gak lama ponsel Khalisa berdering, ternyata telepon dari Syifa. Syifa menangis dan mengadu kepada Khalisa kalau Yuda itu gak baik.
"Dari siapa?" tanya Desta.
"Syifa Kak, aku angkat yah," izin Khalisa pada Desta.
__ADS_1
"Iya angkat aja, siapa tahu penting," sahut Desta.
"Assalamu'alaikum Lis, maaf gue ganggu, hik-hiks-hiks," salam Syifa sambil menangis.
"Wa'alaikumsalam Fa, lo kenapa nangis? ada apa?" tanya Khalisa panik sambil loud speaker ponselnya agar Desta dengar.
"Tadi kan gue jalan sama Kak Yuda, ternyata Kak Yuda gak baik Lis, dia bersikap kurang ajar sama gue, masa gue mau dicium terus kaya mau merkosa gue di taman, emang gue cewek apaan? untungnya gue lari dari dia, kalau enggak habis gue bisa diperkosa," sahut Syifa.
"Astaghfirullah, gue gak nyangka dia kaya gitu Fa, padahal ia sahabat Kak Desta, ketahuan banget bejatnya, ini sahabat kamu Kak bejat tahu gak!" sahut Khalisa sambil berbicara Ke Desta.
"Hik-hiks-hiks, gue gak mau dikenal-kenalin lagi Lis, mulai sekarang lo jauhin tuh Yuda! gue takut dia ngapa-ngapain lo!" sahut Syifa.
"Gue juga gak nyangka Fa, maafin gue yah! harusnya gak ngenalin lo sama ia, gue jadi gak enak sama lo Fa, lo gak marah kan?" sahut Khalisa sambil meneteskan air mata merasa sedih, jadi sahabat malah gagal dan hampir menjerumuskan.
"Lo gak salah, Kak Desta gak salah, mungkin dia emang bukan jodoh gue Lis, lo dan Kak Desta juga kan gak tahu, gue ngerti banget kok, besok gue boleh kerumah lo yah!" minta Syifa.
"Boleh Fa, boleh kok, kapan pun lo mau main pintu rumah gue selalu terbuka buat lo!" sahut Khalisa sedih.
"Gue cuma sedih aja, jadi sahabat gagal, hampir celakain sahabat gue sendiri," sahut Khalisa.
"Jangan gitu ah Lis, lo gak celakain gue kok, kalau emang gue terjadi sampai diperkosa Yuda, artinya udah takdir gue, gue bakal tuntut ia kalau sampai gak tanggung jawab, tapi Allah sayang sama gue, gue bisa kabur Lis," sahut Syifa.
"Gue gak rela Fa, kalau caranya seperti itu!" sahut Khalisa.
"Udah dulu ya Lis, gue ngantuk mau tidur, besok gue kerumah lo yah!" sahut Syifa.
"Iya lo istirahat aja, sekali lagi gue dan Kak Desta minta maaf yah Fa," sahut Khalisa kembali.
"Gak apa-apa kok, gak usah minta maaf, gue pamit yah Assalamu'alaikum," sahut sambil mengucapkan salam.
"Wa'alaikumsalam." jawab Khalisa.
"Sayang maafin aku yah, aku benar-benar gak tahu dia kaya gitu, SMA ia gak kaya gitu, besok aku hajar dia biar tahu rasa, nyesel aku ngenalin dia!" sahut Desta kesal.
__ADS_1
"Aku tuh percaya sama dia, karena dia sahabat Kakak, mangkanya aku izinin Syifa buat kenalan sama Yuda, tapi nyatanya malah kaya gini, ngecewain," sahut Khalisa.
"Besok aku selesain urusannya sama dia! kamu jangan marah sama aku dong, kalau tahu begini aku gak bakal ngenalin, aku usir dia dari rumah aku, aku kan gak pernah ketemu lagi sama dia, jadi akhir-akhir ini aku gak tahu sifat ia sayang," sahut Desta.
"Harusnya dari awal Kakak bilang kaya gitu, itu kan SMA sifat ia baik, sekarang baru bilang, akhir-akhir ini gak tahu sifat dia, aku malu Kak, malu! Hik-hiks-hiks," sahut Khalisa gregetan sambil nangis.
"Sayang, jangan nangis dong, oke aku salah, harusnya gak usah kenal-kenalin mereka, aku minta maaf, maaf yah!" Desta memelas dan memegang tangan Khalisa erat.
"Aku mau pulang! lepasin Kak! lepasin!" minta Khalisa buat ngelepasin genggaman tangan Desta.
"Iya ayo kita pulang, tapi jangan dilepasin! jangan!" Desta menenangkan Khalisa dan memeluknya.
"Kamu jangan kaya gitu sayang sama aku, aku gak bisa ngelepasin kalau kamu marah kaya gini, besok aku selesain kerumah Yuda, maafin aku yah sayang," sahut Desta memeluk Khalisa.
"Maafin aku juga Kak, udah emosi sama Kakak," sahut Khalisa.
"Gak apa-apa emosi, tapi jangan pernah lari atau pergi dari aku yah, aku gak bakal biarin kamu lari, tangan aku bakal selalu mengenggam tangan kamu," sahut Desta.
"Iya maaf Kak, kacamata Kakak pecah ya Allah, makin bersalah aja aku Kak," sahut Khalisa melihat kacamata Desta retak karena ulahnya.
"Gak apa-apa sayang, besok aku bisa beli lagi, yang penting kamu jangan sampai pergi dari aku, kacamata bisa aku beli, tapi kalau hati retak gak akan bisa kebeli atau terganti," sahut Desta.
"Aku ini apa sih yah, terlalu kebawa emosian, gak mikir panjang lagi, pasti kakak ilfil lihat tingkah aku kaya gini," sahut Khalisa.
"Gak ilfil, kamu itu terlalu sayang sama seseorang dan selalu menyalahkan diri kamu sendiri, sampai akhirnya emosi, kamu itu lebih mementingkan kepentingan orang lain dari pada diri kamu sendiri, gak peduli mau kamu terluka yang penting bagi kamu orang yang kamu sayang bahagia, gitu kan? maaf kalau aku salah lagi," sahut Desta.
"Iya Kak, aku gak bisa lihat sahabat aku sedih atau apa aku tuh gak tega," sahut Khalisa.
"Tapi jangan begitu juga yah sayang, ingat kepentingan diri kamu sendiri dulu, dan emosi kamu itu tinggi, itulah yang harus aku terima dari kekurangan kamu, yang tadi aku bahas," sahut Desta tersenyum.
Bersambung...
Terima kasih sudah teman-teman dan readersku yang sudah setia baca sampai part ini atas dukungan dan semangatnya, semoga kalian semakin suka, gak bosan, bisa menghibur yah, selamat membaca semoga bisa menghibur kalian semua ya guys😍😍😍
__ADS_1