Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 100


__ADS_3

"Raja, Dewa, Om lagi sakit sayang, gak bisa ikut main," sahut Desta.


"Ayo Om! ayo!" teriak Raja dan Dewa.


"Raja! Dewa! kalau bandel mendingan pulang! sini! Om Destanya lagi sakit, bandel banget sih! kalau nakal pulang yah!" bentak Mba Mirna.


"Mainnya nanti aja kalau Om udah sembuh ya sayang, main sama Tante aja yuk!" ajak Khalisa membujuk Dewa dan Raja.


"Gak mau!" Dewa menepis tangan Khalisa.


"Nakal nih! Raja mau sama dijewer juga?" jewer Mba Mirna, Dewa pun nangis.


"Uuuuhhhwaahh..." Dewa menangis.


"Kok jagoan nangis sih? sini! sini! jangan nangis ah!" sahut Desta memeluk Dewa.


"Biarin aja, kalau bandel Mamah cubit sekalian!" sahut Mba Mirna.


"Mba, udah ah, tambah nangis tuh!" sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Meskipun sakit, Desta mengajak Dewa dan Raja melihat-lihat kolam ikan. Khalisa sangat senang Dewa dan Raja begitu dekat dengan Desta. Sejak awal bertemu Raja dan Dewa udah lengket sama Desta.


"Sayang, mau kemana?" tanya Khalisa.


"Ajak Dewa sama Raja ke kolam ikan, sebentar yah, Bun, Mba Mirna," sahut Desta.


"Nanti kamu sakit lagi, janji main ke kolam ikan aja, jangan aneh-aneh yah!" minta Khalisa.


"Desta, kalau sakit mah jangan!" sahut Mba Mirna.


"Iya, nanti tambah sakit lagi," sahut Bunda Maryam.


"Enggak Kok, gak apa-apa, cuma lihat kolam ikan aja, gak apa-apa, emang loncat-loncat, kan enggak," sahut Desta.


🍁🍁🍁


Desta membawa Raja dan Dewa melihat-lihat kolam ikan, Raja dan Dewa sangat senang, Raja dan Dewa diajari Desta cara memberi makan ikan.


"Heran aku Lis, anak aku lengket banget sama suami kamu yah? sama Papahnya aja boro-boro kaya gitu," sahut Mba Mirna.


"Jelas gak dekat, Suami kamu itu gak seperti Desta kebapaan, anak nangis aja cuek kok," sahut Bunda Maryam.


"Iya Mba, terlalu cuek sama anak, jadi gitu," sahut Khalisa.


"Iya, kadang sebal aku itu," sahut Mba Mirna.


"Bantuin aku beres-beres piring yuk Mba!" minta Khalisa.


"Ayo, Bunda bantuin juga yah," sahut Bunda Maryam.


"Neng, udah semua yah, sini biar Bibi aja!" minta Bi Aning.


"Iya Bi, tolong yah," minta Khalisa.


🍁🍁🍁


Khalisa, Mba Mirna dan Bi Aning membereskan piring-piring yang kotor dan gelas-gelas. Bunda Maryam pun ikut membantu tidak mau hanya melihat saja.

__ADS_1


"Bunda, udah, gak usah! biarin aja," sahut Khalisa.


"Enggak-enggak, masa kalian kerja, Bunda hanya mandorin, Bunda gak suka kaya gitu," sahut Bunda Maryam.


"Nanti Bunda capek gak?" tanya Khalisa.


"Kamu ngeremehin Bunda yah, mentang-mentang sekarang udah punya suami, hah?" ledek Bunda Maryam.


"Bukan gitu Bunda, Bunda mah bisa aja," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Selesai mengangkat piring dan gelas, Khalisa, Bunda, dan Mba Mirna beristirahat sejenak dekat ruang tv, Bunda Maryam memberi coklat yang paling enak untuk Khalisa. Coklat nya dari buah asli, tapi Bunda Maryam pintar mengolahnya.


"Neng, Bunda punya coklat buat kamu dan Desta, Bunda dapat dari teman pengajian, habis dari Arab, udah Bunda olah jadi coklat kok, awal di kasih masih bentuk buah, rasanya enak, nih!" Bunda Maryam memberi coklat ke Khalisa.


"Ya Allah, makasih Bunda, udah repot-repot buatin coklat buat Khalisa dan Kak Desta, Khalisa suka banget," sahut Khalisa langsung tersenyum dan memeluk Bundanya.


"Sama-sama, ini untuk Umi Sarah, Bunda bawain juga, tolong kamu kasih yah," sahut Bunda Maryam.


"Hah? Umi Sarah?" tanya Khalisa langsung terdiam.


"Kenapa Neng? udah baikan kan dia sama kamu? jangan bilang sama Bunda, dia masih benci sama kamu?" tanya Bunda Maryam.


"Enggak... iya, nanti Khalisa kasih ke Umi Sarah," sahut Khalisa pelan.


"Kamu jangan ada yang di tutupin Lis, ngomong aja!" minta Mba Mirna.


"Apaan sih Mba, enggak kok," sahut Khalisa.


"Neng, kalau sampai dia begitu lagi sama kamu, Bunda bawa kamu pulang," sahut Bunda Maryam.


"Lis, Mba numpang tidur di shofa kamu yah, ngantuk habis makan, udah gitu empuk lagi, he-he-he," sahut Mba Mirna tertawa.


"Tidur mulu, anak dua gak diurus, malah Desta yang ajak main," sahut Bunda Maryam.


"Orang maunya sama Desta kok," sahut Mba Mirna.


"Udah, biarin Bun, tidur aja Mba, Khalisa juga sedikit ngantuk.


"Kamu mau istirahat Neng?" tanya Bunda Maryam.


"Enggak Bun, cuma sedikit ngantuk aja," sahut Khalisa.


"Kalau kamu ngantuk, gak apa-apa tidur aja!" perintah Bunda Maryam.


"Enggak Bun," sahut Khalisa.


"Neng, kan Mirna rumahnya udah jadi, sedikit lagi dia pindah, kapan-kapan sama Desta nginap di rumah Bunda, biar Bunda gak kesepian, ya meskipun tiga atau dua hari, Kira-kira kamu mau sama Desta?" tanya Bunda Maryam.


"Hmmm... mantap udah jadi, nanti Khalisa tanya Kak Desta dulu ya Bun," sahut Khalisa.


"Kalau Desta gak mau, juga gak apa-apa, sekali-kali gitu nginap, sehari juga gak apa-apa, he-he," sahut Bunda Maryam tertawa.


🍁🍁🍁


Gak lama Desta datang, menggandeng Raja dan Dewa. Dewa langsung membangunkan Mamahnya yang sedang ngorok.


"Mamah, anun! anun!" Dewa menarik-narik Mba Mirna.

__ADS_1


"Dewa, Mamahnya lagi bobo sayang, Dewa sama Raja main lagi aja sama Om yah di sini!" bujuk Khalisa.


"Lisa, suami kamu capek juga ah, Desta, kamu istirahat aja! biar anaknya bangunin Mamahnya, tidur mulu!" sahut Bunda Maryam.


"Gak apa-apa Bun, kasihan Mba Mirna kecapean kayanya," sahut Desta.


"Dewa, sini sama Om, Mamahnya bobo itu," sahut Desta.


"Gak mau, anun! Mamah anun!" teriak Dewa.


"Prak___ mulutnya minta di cabein ya, tuh Kak Raja anteng, gak rewel, rewel banget!" Mba Mirna menepak bibir Dewa sampai nangis.


"Uuuuuhhhhwaaaahhh_____ Mamah dahat!" sahut Dewa menangis dengan kencang.


"Mba! jangan kasar Mba, mukul anak mulu!" sahut Khalisa.


"Di rumah gitu Lis, tepak-tepok, ramai dia doang," sahut Bunda Maryam.


"Habis, kalau gak di gituin kebiasaan," sahut Mba Mirna kesal.


"Sini, sini! sayang sini, cup-cup-cup, kalah sama Kakak Raja tuh, Kakak Raja gak nangis, ya Kakak Raja," sahut Desta.


"Dewa mah cengeng, suka ngambek Om, Om, Om, kalau nangis mulu emang nanti dibawa ondel-ondel besar? kata Mamah," sahut Raja.


"Iya, nanti dibawa ondel-ondel besar, mau? Dewa mau dibawa ondel-ondel?" tanya Desta tersenyum sambil menghapus air mata Dewa.


🍁🍁🍁


Dewa pun terdiam, karena takut dengan ondel-ondel. Dewa dan Raja kembali bermain di kasur dekat ruangan tv bersama Desta. Sambil menempel-nempelkan mainan Raja ke wajah Desta. Desta hanya diam dan pasrah dengan kedua anak Mba Mirna itu.


Tidak terasa hari semakin sore, Bunda Maryam dan Mba Mirna pamit pulang. Tapi Khalisa menyuruh Bang Joni untuk mengantar Bunda dan Mba Mirna pulang. Karena dia ke sini naik tadi online. Bang Joni pun siap mengantar Bunda dan Mba Mirna pulang. Desta langsung bersandar di kasur ruangan tv. Khalisa melihat semua wajah Desta banyak tempelan kertas mainan Raja dan Dewa, Khalisa tertawa geli.



"Sayang, maaf ya, kalau anaknya Mba Mirna nakal, ini apa lagi di wajah kamu, ha-ha-ha," sahut Khalisa sambil tertawa.


"Dih... kenapa? kenapa sih? ada yang lucu yah?" tanya Desta.


"Kamu ngaca sayang!" perintah Khalisa.


"Astaghfirullah, ini si Raja sama Dewa, untung cuma dua, tadi banyak, kirain aku udah gak ada, di rambut aku ada gak sayang?" tanya Desta sambil mencari tempelan-tempelan yang menempel.


"Sini, aku bersihin, meskipun kertas, harus tetap dibersihin," Khalisa mengambil tisu dan oval untuk pembersih wajah.


"Apa itu sayang?" tanya Desta.


"Pembersih wajah, biar gak ada kuman-kuman di wajah kamu," sahut Khalisa.


"Kalau kuman nya kamu aku mau sayang, soalnya bakal menempel terus kemana aku pergi, ha-ha-ha," sahut Desta tertawa.


"Ikh.... jahat banget, masa aku di kata kuman, jahat," sahut Khalisa cemberut.


"Enggak sayang, maksud aku bukan kuman kotoran, tapi kuman cinta di hati aku, ha-ha-ha," ledek Desta tertawa.


"Prettt... gombal," sahut Khalisa masih cemberut, Desta langsung mencium mesra pipi dan leher Khalisa dari belakang agar tidak cemberut.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2