Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-186


__ADS_3

"Mas! tolong jangan usir saya! Mas tolong!" minta Jono.


"PERGI!" bentak Ayah Umar.


"Jono! jangan pernah cari Mirna lagi, sekarang kamu pergi! jangan injak rumah ini lagi!" minta Bunda Maryam.


"Tapi saya dan Mirna belum cerai Mba! kasihan Anak-anak saya!" sahut Jono.


"PERGI SEKARANG!" bentak Ayah Umar dengan nada keras.


"Istighfar Ayah, istighfar!" minta Bunda Maryam mengelus dada Ayah Umar yang penuh emosi.


"Ayah rasanya, ingin hajar orang itu!" sahut Ayah Umar.


"Jangan Ayah, nanti malah memberatkan Ayah, kalau sampai Ayah mukul dia, sebaiknya kita tahan amarah untuk memukul, Bunda gak mau, tuntutan kita ke polisi malah gagal!" nasihat Bunda Maryam.


"Bunda benar juga!" sahut Ayah Umar.


Saat di jalan, Jono berjalan sambil diledekin Ibu-ibu ngerumpi. Jono kesal menimpuk Ibu-ibu dengan batu. Akhirnya, Jono habis dipukulin warga.


"Kasihan deh lo! yang diusir sama Kakak ipar! katanya sih, Mirna minta cerai." Sahut Ibu-ibu gosip.


"Heh, jangan sembarangan lo ngomong! Mirna gak bakalan hidup tanpa gue!" sahut Jono.


"Terima nasib aja Jon, sebentar lagi, lo mau jadi duda! ha-ha-ha." Sahut Ibu-ibu tertawa. Akhirnya, Jono melempar batu dan Jono dikeroyok orang sekampung. Jono dibawa ke rumah Bunda Maryam oleh warga. Tapi Ayah Umar tidak menerima Jono, Ayah Umar malah menyuruh untuk pukulin Jono.


"Permisi! permisi!" sahut Warga.


"Ada apa Bapak-bapak?" tanya Bunda Maryam.


"Ini Adik ipar Bunda Maryam kan? dia membuat kacau di kampung ini, berani melempar batu ke Ibu-ibu, saya mau minta pertanggung jawabannya!" sahut Warga.


"Ada apa ini?" tanya Ayah Umar.


"Ayah Umar, Adik ipar Ayah, sudah menimpuk Ibu-ibu dengan batu! saya meminta pertanggung jawabannya!" sahut Warga.


"Hah, dia bukan Adik ipar saya lagi! ini, emang biang kerok! saya udah gak ada hubungannya lagi dengan orang ini! enak saja mau minta pertanggung jawaban ke sini! lo siapa Bro! bawa aja dia ke kantor polisi kalau gak bayar! atau gebukin aja sekalian sampai mati! jangan bawa-bawa orang ini ke sini lagi! karena Mirna dan orang ini, sudah ingin bercerai!" sahut Ayah Umar.


"Mas tolong Mas! saya minta tolong!" sahut Jono memohon.


"Warga-warga, silakan bawa saja orang ini! saya sudah muak lihatnya! terserah mau kalian apakan, saya sudah tidak peduli dengan dia!" sahut Ayah Umar.


"Oke kalau begitu! maaf mengganggu waktunya, Ayah! bawa dia! bawa dia!" teriak Warga.


Mas benar-benar jahat! Awas Mas! lihat pembalasan saya! lo lihat aja.

__ADS_1


"Ayah, Bunda takut Ayah! takut terjadi apa-apa sama keluarga kita, Jono mengancam seperti itu!" sahut Bunda Maryam.


"Bunda gak usah takut! sebentar lagi, orang itu akan masuk sel, kita minta pertolongan sama Allah ya Bun, agar keluarga kita selalu dilindungi!" nasihat Ayah Umar.


"Iya Ayah." Sahut Bunda Maryam.


"Ada apa Mas? kok tadi rame-rame?" tanya Mirna.


"Si buluk bikin ulah, dia nimpuk Ibu-ibu pakai batu, gila kan, emang harusnya dia tuh masuk penjara, enak saja dia minta tanggung jawab ke sini!" sahut Ayah Umar.


"Kebangetan banget Mas Jono! Mirna benar-benar takut Mas!" sahut Mirna.


"Untuk saat ini, sebelum Jono masuk penjara, kamu jangan kemana-mana dulu! bahaya! Dewa jangan suruh main kemana-mana, Bunda juga, jangan kemana-mana dulu, bahaya!" saran Ayah Umar.


"Iya Mas." Sahut Mirna.


"Iya Yah, Yah, Bunda Khawatir dengan Khalisa Yah, gimana keadaan Khalisa, Desta kan kerja, Bunda takut Khalisa diapa-apain Jono!" sahut Bunda Maryam.


"Bunda gak usah Khawatir, penjagaan di rumah Desta itu ketat! Desta itu pintar, banyak bodyguard yang menjaga di sana, gak sembarangan orang bisa masuk!" sahut Ayah Umar.


"Iya Mba, pagar rumah Khalisa juga tertutup, kalau buat manjat pun sulit karena tinggi, Mba gak usah Khawatir yah!" sahut Mirna.


"Namanya orang jahat, pasti pintar!" sahut Bunda Maryam.


"Ini semua gara-gara kamu Mirna, kita semua kena imbasnya, coba dulu kamu gak usah rujuk, gak akan kaya gini! kalau sampai Khalisa kenapa-kenapa, Mba gak akan pernah maafin kamu!" sahut Bunda Maryam kesal dan masuk ke dalam kamar.


"Mba! hiks-hiks-hiks... Mas Mirna pembawa sial yah?" tanya Mirna.


"Hust... kamu jangan berpikiran seperti itu Mirna, wajar Mba Maryam marah kesal, karena dia Khawatir sama Anaknya, udah, kamu gak usah ambil hati!" sahut Ayah Umar.


☀☀☀☀


Raja dan Rina sedang menikmati es cream. Si Marbut tersenyum melihat Raja dan Rina. Meskipun Raja masih sedikit rewel ingin pulang.


"Gimana es creamnya Raja? enak?" tanya si Marbut.


"Raja mau pulang!" minta Raja.


"Rumah kamu di mana Nak?" tanya si Marbut, Raja hanya menggeleng tidak tahu.


"Hiks-hiks-hiks..." Raja langsung menangis.


"Kok Raja nangis? jangan nangis dong! Bapak akan antar Raja pulang, tapi Bapak gak tahu rumah Raja." Sahut si Marbut.


"Pak, jangan bawa Raja pulang, Raja udah seperti Adik Rina! Raja, kamu jangan pulang yah, Kakak gak ada teman!" sahut Rina.

__ADS_1


"Rina, kalau emang Raja bertemu orang tuanya, biarkan! kasihan Raja Rina, meskipun Raja nanti sudah pulang, kan kalian masih bisa bertemu." Sahut si Marbut.


"Ketemu Mamah Pak! Raja mau pulang!" minta Raja.


"Iya Raja, nanti kita cari seluruh wilayah yah, Mudah-mudahan, kamu bisa ketemu orang tua kamu!" sahut si Marbut.


"Kakak jangan sedih, aku gak akan lupa sama Kakak, Raja sayang Kakak!" sahut Raja.


"Iya Raja." Sahut Rina memeluk Raja.


"Sekarang kan sudah sore, besok kalau Bapak pulang, kita cari orang tua kamu yah!" sahut si Marbut.


☀☀☀☀


Desta baru keluar kantor. Desta langsung berangkat ke rumah Bunda Maryam. Saat sampai di dekat gang rumah Bunda Maryam, Desta mengirim foto kalau dia sudah ingin sampai rumah Bunda Maryam.


"Sayang, aku sudah sampai rumah Bunda nih, aku kirim foto aku yah!" sahut Desta sambil mengirim foto ke Khalisa.



"Alhamdulillah, ya sudah, kamu hati-hati ya sayang, cepat pulang, kalau masalahnya selesai." Sahut Desta.


"Iya sayang." Sahut Desta.


Desta sampai depan rumah Bunda Maryam dan mengucapkan salam. Desta mencium tangan Bunda Maryam, Ayah Umar dan Mba Mirna, meskipun kesal dengan Mba Mirna, Desta masih punya sopan santun.


"Assalamu'alaikum. Salam Desta.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Ayah Umar, Bunda Maryam dan Mirna.


"Eh, Desta, ayo sini masuk Nak!" ajak Bunda Maryam.


"Desta! maafin Mba! maafin Mba atas kejadian waktu itu! Mba lakuin itu karena terpaksa Desta! Mba disuruh suami Mba! maafin Mba! hiks-hiks-hiks." Mba Mirna langsung bersujud di kaki Desta.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2