Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-162


__ADS_3

"Oke siap! Assalamu'alaikum." Sahut Yuda.


"Wa'alaikumsalam." Sahut Desta.


"Sayang, siapa yang telepon?" Khalisa terbangun sambil membuka matanya.


"Kamu keganggu ya sayang? kok bangun?" tanya Desta.


"Kamu gak ganggu sayang, kamu mindahin aku yah?" tanya Khalisa.


"Iya, habis kamu ketiduran gitu, aku gak tega, tadi Yuda yang telepon, katanya dia itu udah insyaf, besok dia datang ke acara kita!" sahut Desta.


"Benaran udah insyaf? nanti dia buat ulah gak sayang?" tanya Khalisa.


"Insya Allah, enggak! dia sekarang kerja sebagai sales alat fitnes sayang, pokoknya, kamu tenang aja yah!" sahut Desta tersenyum sambil membelai kepala Khalisa.


"Tapi, kamu jangan gampang percaya dulu sama Yuda ya sayang, aku cuma khawatir aja!" sahut Khalisa.


"Iya, kita lihat aja nanti, kamu gak usah terlalu dipikirkan yah, tadi, Dokter Ari chat, besok Dokter Ari mau datang, tapi gak dengan Syifa, kan Syifa sibuk mengurus bayinya." Sahut Desta.


"Alhamdulillah, gak apa-apa sayang, aku ngerti, suaminya juga kan keluarga Syifa, jadi sama aja." Sahut Khalisa tersenyum.


"Iya sayang, kamu bobo lagi yah, atau malam ini, kita perang? ha-ha-ha." Sahut Desta tertawa.


"Perang apa sayang? kamu genit yah!" sahut Khalisa.


"Biarin aja genit sama istri sendiri kok!" sahut Desta.


"He-he-he," Khalisa langsung menarik Desta dan memeluk Desta.


"Yeee... kok maksa sih? ha-ha-ha." Sahut Desta tertawa.


☀☀☀☀


Gak terasa pagi pun tiba, mereka tidak lupa salat subuh berjamaah. Setelah melewati malam yang melelahkan bersama, tapi mereka tidak lupa untuk bangun pagi dan salat subuh. Setelah salat subuh, Desta meminta izin pada Khalisa untuk tidur kembali.


"Sayang, aku boleh tidur lagi gak? mata aku sepet banget nih!" minta Desta.


"Boleh dong sayang, tapi jangan kesiangan yah, nanti kamu harus sarapan pagi!" minta Khalisa.


"Iya, sayang." Sahut Desta.

__ADS_1


"Aku ke dapur ya sayang, mau lihat yang lain!" sahut Khalisa.


"Iya, tapi ingat! jangan terlalu capek yah!" minta Desta.


"Iya sayang, enggak!" Sahut Khalisa.


☀☀☀☀


Saat Khalisa menuju dapur, Khalisa melihat semua besek sudah terisi makanan semua rujak tujuh bulan pun sudah siap. Bunda Maryam, Umi Sarah, Mba Mirna, Bi Aning begadang untuk membuat semua ini.




"Ya Allah, ini udah selesai semua? Bunda, Umi, Mba Mirna, begadang semalam? Khalisa jadi merasa bersalah, gak ikut bantu!" sahut Khalisa.


"Kamu gak usah khawatir itu Neng, kalau kita gak begadang, gak kan kelar ngerjain sebanyak ini!" sahut Umi Sarah.


"Iya, yang ada, acaranya malah jadi kesorean." Sahut Mba Mirna.


"Kamu gak usah khawatir Nak, kita-kita strong semua kok! yang penting, kamu gak boleh capek!" sahut Bunda Maryam.


"Sama-sama Neng, saya senang kok bantu-bantu, sekalian ngobrol-ngobrol sama Emak-emak ini!" sahut Bi Aning.


"Kamu juga emak-emak Aning!" sahut Umi Sarah.


"Iya, maksudnya sama Ibu-ibu semua!" sahut Bi Aning.


"Emak-emak sama Ibu-ibu sama aja Bi!" sahut Mba Mirna.


"Ya, pokoknya gitu deh, he-he-he." Sahut Bi Aning sambil tertawa.


"Bunda, Umi, Mba Mirna, sama Bi Aning udah salat?" tanya Khalisa.


"Udah, kok Nak, tadi kita gantian!" sahut Bunda Maryam.


"Alhamdulillah, Umi, Bunda, Mba Mirna, sama Bi Aning kalau mau istirahat dulu gak apa-apa, nanti, ini Khalisa yang bungkus ke plastik!" sahut Khalisa.


"Mba aja Lis, Mba mau mandi, sambil nengok Anak-anak Mba di atas, takut bangun, nanti bingung nyariin!" minta Mba Mirna.


"Lah, tadi pagi salat gak sekalian mandi?" tanya Khalisa.

__ADS_1


"Mana sempat Lis, kita aja belum pada mandi, hanya salat aja, kan gak ke uber nanti!" sahut Mba Mirna.


"Ya udah, sana Mir, nanti gantian sama kita-kita!" sahut Bunda Maryam.


"Sama Bunda aja sekalian, biar Khalisa, Umi, sama Bi Aning." Sahut Khalisa.


"Gak apa-apa emang Mi?" tanya Bunda Maryam.


"Gak apa-apa Besan, biar gantian aja!" sahut Umi Sarah.


"Ya udah, saya tinggal mandi dulu ya Mi, Bi Aning, Khalisa." Sahut Bunda Maryam.


"Iya Bun." Sahut Khalisa.


"Iya Besan." Sahut Umi Sarah.


"Tahu Bunda kamarnya?" tanya Bi Aning.


"Tahu kok!" sahut Bunda Maryam.


"Lis? Desta mana?" tanya Umi Sarah.


"Kak Desta habis salat langsung tidur Mi, soalnya ngantuk banget." Jawab Khalisa.


"Lho, emang kalian habis begadang juga?" tanya Umi Sarah.


"Enggak Mi, Kak Desta ngajakin Khalisa semalam, jadi kecapean dia." Sahut Khalisa.


"Oh, gitu! wajar yah, namanya suami minta, jangan pernah di tolak! benar gak Ning?" minta Umi Sarah sambil meledek Bi Aning.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2