Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 105


__ADS_3

Setelah dua jam, Khalisa terbangun. Khalisa memanggil Desta. Khalisa meminta maaf karena Desta belum makan karena menunggu Khalisa bangun.


"Sayang, " panggil Khalisa.


"Iya sayang, kamu yadah bangun?" tanya Desta tersenyum.


"Ya, Allah, aku dua jam tidur, maafin aku ya sayang, kamu udah makan?" tanya Khalisa.


"Belum, aku nunggu istriku bangun, gak enak makan sendiri," sahut Desta memegang kepala Khalisa.


"Astaghfirullah, kenapa gak makan? Kamu kan harus minum obat sayang, kenapa harus nunggu aku sih?" tanya Khalisa.


"Kan aku udah bilang, aku gak mau makan kalau istriku sendiri belum makan," sahut Desta.


"Ya udah, sekarang makan yuk! habis itu minum obat, kasih cream lukanya!" sahut Khalisa.


Suami aku benar-benar setia, makan aja harus nungguin aku, ya Allah, mungkin dia masih sedih karena kelakuan Umi.


🌷🌷🌷🌷


Khalisa dan Desta ke meja makan, sayur asam buatan Bi Aning menurut Desta kurang enak, dibanding masakan Desta. Tapi Desta sangat menghargai masakan Bi Aning, meskipun tak seenak masakan Khalisa.


"Maaf Den, sayur asamnya kurang enak yah, gak seperti Neng Khalisa?" tanya Bi Aning.


"Enak kok Bi, gak apa-apa, Bibi kan udah bantu kita, Bibi udah makan? ayo makan lagi!" sahut Desta.


"Bibi masih kenyang Den, Neng Khalisa gimana kepalanya masih pusing?" tanya Bi Aning.


"Enggak kok Bi, tadi aku udah tidur lama, jadi pusingnya hilang, he-he," sahut Khalisa.


"Kalau masih pusing, kita ke rumah sakit yah!" saran Desta.


"Nanti juga hilang sayang, gak apa-apa kok," sahut Khalisa.


"Iya sayang, sayang, kita jelasin ke Bunda yuk hari ini, aku pengen cepat-cepat kita ke Bali, soal Syifa biar nanti kita jelasin lagi," sahut Desta.


"Maksudnya? kita mau cepat-cepat pindah ke Bali Yang? ya, Allah, aku gak enak sama Syifa sayang, masa gak menghadiri," sahut Khalisa.


"Aku takut, Umi macam-macam, kalau Syifa sahabat yang baik, pasti dia mengerti!" sahut Desta.


"Aku ikut keputusan kamu aja, terus aku gimana udah daftar lahiran di sini," sahut Khalisa.


"Itu gampang, nanti aku yang jelasin, kita cari Dokter terbaik di Bali, kamu setuju kan?" tanya Desta.


"Gimana dengan Bi Aning dan Pak Jamal?" tanya Khalisa.


"Mereka ikut sama kita, karena aku sudah percaya sama mereka, rumah ini, biar aku jual!" sahut Desta.


"Sedih sayang, aku harus tinggalin Bunda, hiks-hiks," sahut Khalisa.


"Maafin aku sayang, kita harus ngelakuin ini, supaya Umi sadar kehilangan orang yang sangat dicintainya, kalau gak begini, dia gak akan pernah mau sadar sayang, tolong ngerti dan bantu aku yah! sekarang kita salat, terus siap-siap ke rumah Umi!" perintah Desta.

__ADS_1


"Iya sayang," sahut Khalisa.


"Sayang, udah dong! jangan sedih lagi!" sahut Desta.


"Enggak sayang," sahut Khalisa.


"Coba senyum! kalau kita sudah jelasin semua, secepatnya kita pindah!" sahut Desta.


"Mmm..." sahut Khalisa tersenyum.


Ya Allah, berat banget aku ninggalin Bunda, tapi aku harus nurut sama suami, ini semua udah keputusan suami aku.


🌷🌷🌷🌷


Khalisa dan Desta telah selesai salat ashar, Khalisa dan Desta siap-siap berangkat ke rumah Bundanya, mereka diantar oleh Bang Joni.


"Bang Joni, maaf yah, sebentar lagi kita akan pindah ke Bali, jadi Bang Joni, Bang Slamet, dan Bang Boro selesai kerja sampai besok yah, besok bayarannya akan saya kasih!" sahut Desta.


"Kenapa Den? aduh... saya jadi sedih!" sahut Bang Joni.


"Iya, karena kita sementara mau mandiri, jika Umi nanya atau apa, bilang aja gak tahu, ini semua saya lakuin buat pelajaran dia, supaya dia sadar!" sahut Desta.


"Siap Den, saya gak habis pikir, Umi kenapa begitu yah, padahal Neng Khalisa baik banget, soleha, kenapa begitu ya Den," sahut Bang Joni.


"Saya gak ngerti Bang Joni, apa mau dia, berapa kali kita beri maaf, tapi diulangi lagi, saya heran, menyiksa batin saya dan istri saya," sahut Desta.


"Iya Den, kalau begitu, semoga di tempat baru tenang, bahagia, dan selalu baik-baik aja ya Den, kalau ada apa-apa, panggil saya!" sahut Bang Joni.


"Sayang, aku mau es cream itu, boleh berhenti dulu!" minta Khalisa.


"Kamu mau itu? ya, udah, Bang Joni berhenti dulu yah! Bang Joni mau?" tanya Desta.


"Enggak ah, Den, ngilu! ha-ha-ha," sahut Bang Joni.


🌷🌷🌷🌷


Mereka berhenti di tepi jalan, Khalisa dan Desta membeli es cream Abang-abang, Desta gak beli, hanya nyobain punya Khalisa. Khalisa memotret Desta yang sedang makan es cream sambil mengilu.



"Kamu gak beli?" tanya Khalisa.


"Enggak, aku cobain punya kamu aja dikit!" minta Desta.


"Ha-ha-ha, lucu banget sih, gemas! nih lihat foto kamu!" sahut Khalisa tertawa.


"Mana?" tanya Desta.


"Ini! ha-ha-ha," sahut Khalisa tertawa.


"Iseng banget, jelek banget, ngilu sayangku!" sahut Desta.

__ADS_1


"Gak jelek, lucu kok," sahut Khalisa.


"Ha-ha-ha, ada-ada aja kamu!" sahut Desta tersenyum.


🌷🌷🌷🌷


Setelah Khalisa selesai memakan es cream, mereka melanjutkan perjalanan ke rumah Bunda. Saat Khalisa tersenyum, Desta gantian memotret Khalisa dan dijadikan wallpaper diponsel Desta.



"Ih... curang di potret, hapus ah... jelek!" sahut Khalisa.


"Enggak! awas aja kalau dihapus! aku udah jadiin wallpaper kok," sahut Desta.


"Ya, udah, aku juga!" sahut Khalisa.


"Jangan itu, jelek sayang!" sahut Desta.


"Biarin, handphone aku ini!" sahut Khalisa tersenyum.


"Aku senang banget, meskipun kamu banyak masalah, tapi kamu masih bisa tersenyum, kalau melihat kamu tersenyum, alangkah bahagianya aku, tapi entah kenapa kalau lihat kamu menangis, hati ini sakit," sahut Desta.


"Sama sayang, aku juga! janji mau gak?" tanya Khalisa.


"Janji dulu!" minta Khalisa.


"Janji!" sahut Desta tersenyum.


"Janji kita bakal selalu tersenyum, meskipun rasa hati ingin nangis, tapi sekarang kita harus tahan! kita senyum untuk kebahagiaan kita, kita hadapi sama-sama, suka maupun suka, oke!" minta Khalisa.


"Oke, sayang!" sahut Desta memeluk Khalisa.


"Wah, kalian benar-benar kompak yah, saya melihatnya terharu lho, andaikan istri saya bisa mengerti seperti Neng Khalisa, pasti bahagia benar!" sahut Bang Joni.


"Masa sih Bang?" tanya Desta.


"Iya, kalau pulang gak bawa duit, habis mulutnya ngoceh-ngoceh, ngomel mulu!" sahut Bang Joni.


"Sabar ya Bang, nanti Abang bawa duit banyak buat istri Bang Joni yah!" sahut Desta.


"Maksudnya Den?" tanya Bang Joni.


"Nanti ada rezeki dari saya sama Khalisa, buat Bang Joni, Bang Slamet, dan Bang Boro, bukan gaji yah, tapi bonus, karena Bang Joni dan teman-teman udah bantu saya, menjaga Khalisa, boleh dong, saya kasih bonus!" sahut Desta.


"Alhamdulillah, makasih banyak nih Den, Neng, mudah-mudahan masalah Den Desta dan Khalisa cepat selesai, Rezeki ngalir dan lancar, selalu sehat, panjang umur, Neng Khalisa lahiran lancar, bayi dan Ibunya selamat sehat Wal'afiat." Doa Bang Joni.


"Aamiin..." sahut Khalisa dan Desta sambil pegangan tangan, Desta mencium mesra tangan Khalisa dan mengelus bayi yang diperut Khalisa.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2