Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-210


__ADS_3

Apaan maksudnya sih, Bu Ningsih ini. Sayang aja dia udah bantu dipersidangan, kalau enggak, aku balikin.


"Desta sama Khalisa, masuk dulu Nak! omongan Ibu-ibu itu, jangan didengar!" sahut Bunda Maryam.


"Bun, Yah, Mba, kayanya, kita langsung aja deh, ke tempat orang yang udah nemuin Raja, kasihan Raja kelamaan!" sahut Desta.


"Iya, biar gak kesorean juga." Sahut Khalisa.


"Desta, Khalisa, Mba ikut lagi yah!" minta Mirna.


"Mba, sebaiknya, Mba di rumah aja, kasihan Ayah sama Bunda mau istirahat, Dewa gak ada yang jaga, masa Ayah sama Bunda lagi." Sahut Khalisa.


"Benar kata Khalisa tuh, Mba, biar saya sama Khalisa aja!" sahut Desta.


"Iya Mirna, kamu diam-diam aja di rumah, kasihan Anak kamu Dewa!" sahut Ayah Umar.


"Iya, nanti juga bakal ketemu Raja kok, doain aja!" sahut Bunda Maryam.


"Desta, Khalisa, makasih yah, udah mau bantu Mba, Mba banyak-banyak makasih!" sahut Mirna.


"Sama-sama Mba." Sahut Desta dan Khalisa.


"Bunda, Ayah, Mba Mirna, kami berangkat yah!" sahut Desta.


"Iya, hati-hati kalian yah!" sahut Bunda Maryam.


"Hati-hati Desta, jaga Khalisa, dia lagi hamil!" sahut Ayah Umar.


"Hati-hati Desta dan Khalisa, Khalisa, kamu kan lagi hamil, gak sebaiknya nunggu di rumah aja!" sahut Mba Mirna.


"Betul juga kata Mba Mirna, kamu gak usah ikut deh, aku aja yah! aku gak mau kamu kenapa-kenapa." Sahut Desta.


"Benar juga kata Mirna, udah kamu di rumah aja Nak!" minta Bunda Maryam.


"Iya, Ayah aja baru kepikiran, udah kamu juga jangan ikut!" sahut Ayah Umar.


"Emangnya, gak apa-apa kamu sendiri?" tanya Khalisa.


"Ya gak apa-apa sayang, udah, kamu di rumah aja yah, sekalian istirahat!" minta Desta.


"Tapi kamu hati-hati yah!" minta Khalisa.


"Iya sayang, aku berangkat yah! Bunda, Ayah, Mba, Assalamu'alaikum." Sahut Desta.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Khalisa dan yang lainnya.

__ADS_1


Akhirnya, Desta berangkat tanpa Khalisa. Saat di perjalanan, Desta di hadang lima orang penjahat, suruhan Mamahnya Jono. Mamahnya Jono menyuruh menghabisi Desta, karena sudah ikut campur dalam urusan Mirna dan Jono.


"Keluar lo!" sahut penjahat itu.


"Tunggu Bang, ada apa ini?" tanya Desta.


Brak... Brak... Brak...


Desta dikeroyok oleh beberapa orang penjahat, tapi Alhamdulillah, Desta bisa melawan satu persatu penjahat itu, meskipun kepala dan tangan Desta terluka. Ada beberapa warga menghampiri dan membantu Desta. Akhirnya, penjahat itu kabur, karena takut dikeroyok masa.


"Mas gak apa-apa? luka begitu? apa sebaiknya kita obati dulu?" tanya Warga.


"Gak usah Pak, terima kasih atas bantuan Bapak-bapak semuanya!" sahut Desta.


"Oke, Mas, hati-hati kalau lewat jalan ini!" minta Warga.


"Siap! Bapak-bapak semua terima kasih yah!" sahut Desta lemas.


Aku harus kuat, demi Raja, rasa sakit ini gak seberapa, untung istriku gak ikut, ya Allah, terima kasih, istriku masih terlindungi di rumah, penjahat itu siapa yah, kalau dia mau rampok, kenapa barang-barang aku gak ada yang dia bawa, dia hanya melukaiku saja, untungnya sempat aku rekam dan foto, aku akan laporin ini ke polisi, apa motiv dan dalang dari semua ini. Apa jangan-jangan Mamahnya Jono, dia main-main sama gue.


Desta langsung menelepon Istri si Marbut itu. Desta memberi tahu, kalau Desta sedang di perjalanan menuju tempat dagang istri si Marbut itu.


Assalamu'alaikum, Bu, saya menuju lokasi Ibu berdagang, sekarang saya minta Ibu bawa Raja yah!" minta Desta sambil menahan sakit di tangannya.


"Ibu, gak usah takut atau khawatir, saya sudah mempersiapkan semua!" sahut Desta.


"Siap Mas, siap!" sahut istri si Marbut.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah si Marbut. Istrinya si Marbut sangat senang dan memberi tahu Raja, Rina dan si Marbut.


"Yes... aku dapat duit lima juta! Pak! Pak sekarang kita ke tempat mie Ayam, karena saudaranya Desta akan menjemputnya." Sahut Istri si Marbut.


"Tapi Bapak gak mau, Ibu minta-minta uang yah!" sahut si Marbut.


"Udah, Bapak gak usah gengsi, kalau Bapak kebanyakan gengsi, kita miskin terus selamanya Pak!" sahut istri si Marbut.


"Astaghfirullah, Ibu, sadar Bu, kita harus bersyukur dengan apa yang kita punya!" sahut si Marbut.


"Raja, sekarang ikut Ibu yuk! kamu pulang ke keluarga kamu yah!" minta istri si Marbut.


"Rina ikut Bu, hiks-hiks-hiks, Raja." Sahut Rina.


"Jangan cengeng ah, Rina! Bapak cepatan kita ke tempat dagangan!" minta istri si Marbut.

__ADS_1


"Ibu duluan! nanti Bapak nyusul!" sahut si Marbut.


"Cepat Pak! jangan lama-lama!" minta istri si Marbut.


Akhirnya, istri si Marbut, Raja, dan Rina, ke tempat dagangan. Raja sangat senang bisa berkumpul dengan keluarga, satu sisi lagi, Raja sedih karena berpisah dengan orang yang sangat disayangin. Akhirnya, Istri si Marbut, Rina dan Raja menunggu Desta datang.


Akhirnya, Desta sampai di warung tersebut, Desta langsung melihat Raja dan memeluknya. Desta menangis, akhirnya, dia bisa menemukan Raja.


"Raja, sini Nak! ini Om!" minta Desta.


"Om.... hiks-hiks-hiks..." sahut Raja menangis.


"Kamu baik-baik aja kan Nak? Om kangen banget sama Raja, jagoan Om gak apa-apa kan?" tanya Desta.


"Raja juga kangen Om, Om kenapa berdarah tangannya?" tanya Raja.


"Ini gak apa-apa sayang, tadi ada orang jahat." Sahut Desta.


"Maafin Raja Om, karena Raja sudah menyusahkan, Raja tinggal sama Ibu, Rina dan Bapak yang baik sama Raja." Sahut Raja.


"Jadi, Raja selama ini tinggal sama Ibu?" tanya Desta.


"Maafin Ibu, waktu itu gak jujur, karena Ibu ingin musyawarah sama suami dulu!" sahut istri si Marbut.


"Saya sangat berterima kasih dengan Ibu dan Bapak, sudah mau merawat Raja dengan tulus dan mengembalikan pada kami!" sahut Desta.


"Jujur, saya senang Raja kembali, tapi sisi lain saya berat akan kehilangan Anak ini, karena saya sayang sekali sama Raja, seperti Anak saya sendiri, hiks-hiks-hiks." Sahut si Marbut.


"Alhamdulillah, saya bersyukur, di dunia ini, masih ada orang baik seperti Bapak dan Ibu, saya berterima kasih sudah mau mengembalikan Raja, sebagai tanda makasih saya, saya akan transfer uang untuk Bapak dan Ibu." Sahut Desta.


"Jangan Mas, saya ikhlas mengembalikan, tanpa uang apapun!" sahut si Marbut.


"Bapak apa-apaan sih, kita lagi butuh uang Pak, Bapak jangan sok-sok gengsi dan gak mau, untuk Rina sekolah Pak!" bentak istri si Marbut.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2