
"Terus Mba maunya kaya gimana? Anak aku celaka? kalau Anak aku gak selamat gimana?" tanya Khalisa.
"Ya udah, Mba minta maaf Khalisa, Mba salah, Mba khilaf!" sahut Mba Mirna.
"Mirna! sudah! sebaiknya kamu pulang! gak usah ganggu Khalisa! sana pergi! kamu di sini hanya bikin suasana ricuh, Khalisa masih sakit, saya gak mau di stres mikirin keegoisan kamu!" minta Umi Sarah.
"Iya, sebaiknya Mba pergi! Khalisa gak mau ketemu Mba lagi, tolong jangan bikin istri saya tambah sakit!" minta Desta.
"Mirna, sebaiknya kamu pulang! kasihan Anak kamu di rumah, takut Ayah Umar bingung ngurus Anak kamu!" minta Bunda Maryam.
"Khalisa, Mba pulang yah, maafin Mba Khalisa, sekali lagi! maafin! Assalamu'alaikum." Sahut Mba Mirna.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Khalisa dan yang lainnya.
"Sore kita pulang ya sayang, soalnya hari ini kamu udah dibolehkan pulang." Sahut Desta.
"Aku mau sekarang aja sayang, biar aku bisa istirahat di rumah aja, aku gak betah di sini!" minta Khalisa.
"Ya udah, aku urus administrasi kamu dulu yah!" minta Desta.
"Gak usah, biar Umi aja sama Bunda Maryam, Kamu jaga istri kamu aja Desta!" sahut Umi Sarah.
"Makasih ya Umi, Bunda." Sahut Desta dan Khalisa.
"Ayo besan! kita ke ruang admin." Ajak Umi Sarah.
"Iya, ayo silakan!" sahut Bunda Maryam.
__ADS_1
"Nanti kita sekalian ke kantin, ngopi dulu Besan!" sahut Umi Sarah.
"Bunda tinggal ya Desta, Khalisa, Assalamu'alaikum." Sahut Bunda Maryam.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Khalisa dan Desta.
"Sembuh ya sayang, kamu harus kuat!" sahut Desta.
"Aku gak nyangka aja, Mba Mirna dorong aku, aku takut banget kehilangan Dedek kembar sayang." Sahut Khalisa.
"Sama, aku juga gak nyangka, pikiran dia itu gak ada, kalau sampai Dedek kembar kita kenapa-kenapa, aku harus laporin dia ke polisi sayang, tapi Alhamdulillah, Allah, masih sayang sama kita, si Dedek masih bertahan, kamu gak boleh ngapa-ngapain ya sayang, kecapean juga gak boleh." Sahut Desta.
"Iya sayang, Dedek, kamu harus kuat ya Dek, kamu harus kuat, karena Mamah ingin lihat kamu berdua di dunia ini sayang, Izinkan Mamah buat mengurus kalian sampai kalian sukses dan menikah nanti." Sahut Khalisa meneteskan air mata.
"Dedek kembar kita, pasti kuat sayang, karena dia juga ingin main sama Papahnya, dia gak mau buat Mamah dan Papahnya sedih kedua kalinya, karena Kakaknya bilang, mereka berdua harus temanin Mamah dan Papah di dunia!" sahut Desta.
"Iya sayang, kamu tolong chatin Syifa dong, kita hari ini, gak bisa ke rumah mereka, kasih tahu aja alasannya!" minta Khalisa.
"Iya sayang, soalnya, handphone aku gak bawa, tadi pada panik, jadi gak bawa handphone." Sahut Khalisa.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Syifa. Dokter Ari chat ke ponsel Dokter Ari, sedangkan Dokter Ari sedang mandi. Syifa membuka chat dari Desta, kalau mereka tidak bisa datang karena Khalisa ada di rumah sakit. Khalisa pendarahan ringan akibat didorong Mba Mirna.
Astaghfirullah, ada-ada aja sih, kok Mba Mirna jahat banget sih, sama keponakan sendiri, syukur Alhamdulilah, bayinya Khalisa masih selamat.
"Ada apa Dek?" tanya Dokter Ari.
__ADS_1
"Khalisa pendarahan ringan, jadi dia gak bisa ke rumah kita Mas, akibat didorong Tantenya sendiri, aku gak nyangka Tantenya tega banget, untung Khalisa gak apa-apa, bayinya juga!" sahut Syifa.
"Astaghfirullah, ada-ada aja sayang, cobaan mereka, syukur Alhamdulillah, kalau Mba Khalisa dan bayinya gak apa-apa, emang ada apa? kok sampai didorong Dek?" tanya Dokter Ari.
"Aku juga gak tahu Mas, gak mungkin dia ke sini, Mas sama Emak aja besok ke rumah Khalisa, tapi agak sore aja, soalnya suaminya juga pulang sore, Biar gimana pun, kita harus minta maaf, karena kita yang salah." Sahut Syifa.
"Iya Dek, kamu sekarang, telepon Emak aja! bilangin, takut Emak nungguin aku!" minta Dokter Ari.
"Iya Mas." Sahut Syifa.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Khalisa, Mirna membawa Anak-anaknya pulang, Mirna sambil meneteskan air mata, Mirna pamit pada Ayah Umar dan yang lainnya. Bi Aning sempat kesal sama Mirna, saat Mirna pulang, Bi Aning agak cuek.
"Mirna! gimana Anak Khalisa? Khalisa gak apa-apa kan?" tanya Ayah Umar.
"Alhamdulillah, Anaknya Khalisa selamat, maafin Mirna Mas, Mirna sudah khilaf dorong Khalisa, Mirna sudah minta maaf, kayanya Khalisa dan Desta masih marah." Sahut Mirna.
"Jangan diulangin lagi yah Mirna, wajar mereka marah, karena mereka gak mau kedua kalinya kehilangan Anak, karena Anak pertama mereka meninggal, itu sangat menyakitkan mereka, kamu sabar aja! yang penting kamu sudah minta maaf." Sahut Ayah Umar.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
__ADS_1
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu