
"Kak gimana Yuda, udah pergi?" tanya Khalisa.
"Udah sayang, makin gak jelas, bilangnya mau taubat, tapi aku gak percaya sama dia!" sahut Desta.
"Iya Kak, aku takutnya gak di kasih masuk, dia dendam Kak," sahut Khalisa.
"Besok aku sewa bodyguard sama supir, jadi kamu kemana-mana gak boleh sendiri, harus sama bodyguard, supir kamu itu bodyguard, jadi aku aman dan tenang di Jogya," sahut Desta.
"Kak, apa gak berlebihan?" tanya Khalisa.
"Enggak, kalau bisa selama dua minggu kamu di rumah Umi atau Bunda yah," saran Desta.
"Iya Kak, Kak besok terakhir Kakak di sini, aku ketemu Kakak lagi, harus nunggu dua minggu, entah gimana rasanya Kak," sahut Khalisa.
"Sayang, kita kan bisa video call, aku juga gak bakal senang-senang di sana, karena tanpa istri itu hampa," sahut Desta.
"Hik-hiks-hiks," Khalisa tiba-tiba menangis dan memeluk Desta.
"Lho, kok malah nangis sih sayang? hust, udah sayang, udah yah, aku bakal pulang secepatnya kok, namanya kerjaan gak bisa aku nolak," sahut Desta sambil menghapus air mata Khalisa.
"Aku cuma sedih aja, biasanya ada Kakak disamping aku, tapi malah jauh," sahut Khalisa.
"Sini, sini, meskipun kita jauh, di mana pun itu, yang penting saling percaya sayang, kamu percaya sama aku kan?" tanya Desta.
"Percaya Kak, oh iya, aku boleh ngomong gak sama Kakak?" tanya Khalisa.
"Ngomong apa sayang? udah gak sedih kan tapi?" tanya Desta tersenyum.
"Enggak Kak, sedikit, Tadi Syifa cerita, katanya pas nangis, Edwin teman aku di Mesir, ngasih tisu ke dia, terus Syifa kagum dan suka sama Edwin, Syifa bilang, kalau dia sama Edwin gimana? ya, aku mah terserah dia, kalau emang cocok ya gak apa-apa, asalkan aku minta ke Syifa, jangan pernah diajak ke sini gitu Kak," sahut Khalisa.
"Itu hak dia sayang, asal jangan sampai namanya Edwin ngejar-ngejar kamu lagi, biar itu urusan Syifa yah, kita cukup dukung aja, tapi jangan berlebihan," saran Desta.
"Iya Kak, aku lebih setuju Syifa dengan Edwin, karena aku udah kenal lama," sahut Khalisa.
"Jangan terlalu percaya dulu sama orang lain sayang, pokoknya kamu gak boleh ikut campur, kalau sekedar curhat gak apa-apa, tapi buat kamu sampai nemuin Edwin, aku gak mau," jawab Desta.
"Iya, enggak, siapa yang mau ketemu sama Edwin sih Kak, Kakak cemburu yah?" ledek Khalisa.
"Ya pasti cemburu lah, dia kan pernah ngejar-ngejar kamu, aku gak mau istri aku diambil orang lain," sahut Desta memegang tangan Khalisa dan menciumnya.
"Iya Kak, aku nurut apa kata suamiku," sahut Khalisa.
"Alhamdulillah, oh, iya, ini cemilan dari Umi kita makan yuk, satunya kasih Bi Aning aja yah," sahut Desta.
"Iya Kak, aku ambil toples dulu ya Kak," sahut Khalisa.
"Iya sayang," sahut Desta.
"Bi, ada cemilan buat Bibi di kamar kalau iseng, ambil gih, sama Kak Desta.
__ADS_1
"Iya Neng mau, dari Umi yah?" tanya Bi Aning.
"Iya Bi, dari Umi, mertua aku he-he," sahut Khalisa tersenyum.
"Ayo Bi," ajak Khalisa ke ruang tv menghampiri Desta.
"Bi Aning mau rasa yang mana?" tanya Desta menjejer cemilannya.
"Yang mana aja Bibi mah Den, he-he," sahut Bi Aning.
"Ah, kok yang mana aja sih? ayo pilih aja Bi, ngapain malu," sahut Desta.
"Ini aja Den," sahut Bi Aning.
"Rasa jagung bakar, yakin Bi?" tanya Desta.
"Yakin Den, he-he," sahut Bi Aning.
"Ya udah, buat cemilan Bibi di kamar, kalau suntuk atau gak mood, Bibi makanin bareng Pak Jamal," sahut Desta.
"Kadang abis sama Pak Jamal Den, di bawa ke pos," sahut Bi Aning.
"Ya udah, ini satu lagi buat Pak Jamal, kasihan ia kan jaga rumah, biar gak ngantuk, tolong kasih ya Bi," sahut Desta.
"Ini masih ada dua Bi, dua aja gak habis, saya kan sabtu mau ke Jogya, Khalisa nginap di rumah orang tuanya, gak mungkin Khalisa abis semua kan?" sahut Desta.
"Aduh, Bibi bakal sepi ini Den," sahut Bi Aning.
"Iya, Khalisa juga nanti sering ke sini juga, saya khawatir sama ia Bi, mangkanya saya suruh nginap di rumah orang tuanya atau Umi saya," sahut Desta.
"Iya Den, baiknya gitu aja, Bibi bakal jaga rumah ini kok Den," sahut Bi Aning.
"Bibi hati-hati yah, saya juga di sini bakal banyak sewa bodyguard juga," sahut Desta.
"Oh di sini nanti ada bodyguard juga Den?" tanya Bi Aning.
"Iya ada, buat temanin Pak Jamal," sahut Desta.
"Sip deh Den, kalau begitu, saya permisi dulu ya Den, Neng, makasih cemilannya," sahut Bi Aning.
"Sama-sama Bi," sahut Desta dan Khalisa bersamaan.
"Kak, makasih atas perhatian Kakak sama aku selama ini, sampai aku disewakan Bodyguard buat jaga aku," sahut Khalisa.
"Sama-sama sayang, itu udah jadi kewajiban aku buat jaga istri aku, gak mau terjadi apa-apa sama istri aku," sahut Desta.
"Emang Yuda bakal dendam sampai segitunya Kak?" tanya Khalisa.
__ADS_1
"Enggak juga sih, tapi buat Jaga-jaga aja sayang, bukan hanya untuk Yuda, tapi buat yang lainnya, atau ada maling atau apa, kita kan gak tahu," sahut Desta.
"Iya Kak, sekali lagi makasih yah," sahut Khalisa.
"Iya sayang, kok makasih mulu sih?" sahut Desta.
"Terus apa?" tanya Khalisa.
"Cium dong, ha-ha-ha," sahut Desta tertawa.
"Gak mau," Khalisa langsung menutupi bantal karena malu.
"Hey, kok ditutupin sih? ayo dong, sayang, kalau gak mau aku paksa nih, aku kelitikin nih," sahut Desta memegang perut Khalisa.
"Malu Kak, tatapan Kakak kan tajam," sahut Khalisa.
"Emang pisau apa tajam, Mmmm,, bikin gregetan aku nih," Desta menggelitiki Khalisa sampai lemas.
"Udah Kak, udah aku gak kuat, iya, iya aku cium nih," sahut Khalisa mencium pipi kanan, kiri Desta.
"Ya Allah, bahagianya aku dicium sama istriku," sahut Desta.
"Aku bukan gak mau Kak, tapi aku malu," sahut Khalisa.
"Iya sayang, kenapa harus malu sih? sini ah," sahut Desta langsung memeluk Khalisa dengan erat dan menciumnya.
Gak lama ponselnya Khalisa berbunyi, ternyata chat dari Syifa, ia pulang kuliah dijemput oleh Edwin.
"Siapa sayang?" tanya Desta.
"Syifa Kak, katanya Edwin jemput ia di tempat kuliah," sahut Khalisa.
"Oh, gitu, senang banget ya kayanya ia, ingat ya sayang, kalau disuruh Syifa buat ketemu sama Edwin gak usah," sahut Desta.
"Iya Kak, iya enggak," sahut Khalisa.
"Iya, nanti bukannya jadian sama Syifa, malah berusaha deketin kamu lagi, aku gak mau itu terjadi," sahut Desta.
"Kan hati aku udah di bawa Kakak, dan di kunci buat orang lain," sahut Khalisa tersenyum.
"Masa sih? udah belajar gombal yah," sahut Desta.
"Aku gak gombal, benaran Kak," sahut Khalisa.
"Iya, iya istriku, aku percaya, Alhamdulillah, aku juga sama sayang," Desta mencium tangan Khalisa.
Bersambung....
Hallo readersku dan teman-teman terima kasih udah setia ikutin terus cerita Ta'aruf Cinta, semoga dalam cerita bisa menghibur dan sebagai contoh kalau hidup saling setia itu indah pacaran setelah menikah, ikutin terus ya teman-teman dan readersku, karena ceritanya semakin seru nih, karena dukungan kalian sangat berarti, selamat membaca yah Terima kasih🥰🥰🥰
__ADS_1