Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 64


__ADS_3

"Ya ampun, kenapa lo bisa lupa Lis?" tanya Syifa.


"Iya, di dalam tas, gue ngantuk banget dan pusing tadi, mangkanya ketiduran Fa, gue hubungin Suami dulu yah," sahut Khalisa.


"Selalu kaya gitu, kekurangan lo di sini pelupa," sahut Syifa.


"Telepon Suami gak diangkat, mungkin sibuk kali Fa," sahut Khalisa.


"Iya nanti lo coba hubungin lagi yah," saran Syifa.


"Ya ampun, chat dari Mertua banyak banget, gue telepon aja deh, biar gak khawatir," sahut Khalisa.


"Li, mendingan gak usah, biarin aja, biar ia khawatir, syukurin, sebal gue," sahut Syifa.


"Jangan gitu ah," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Khalisa menghubungi Abi Mahmud, lalu diangkat, Khalisa menjelaskan ke Abi Mahmud. Abi Mahmud pun mengerti dan paham.


"Assalamu'alaikum," salam Khalisa.


"Wa'alaikumsalam, ya Allah, Alhamdulillah, akhirnya kamu telepon, kemana aja kamu Nak, kita khawatir semua lho, Umi juga Khawatir," sahut Abi Mahmud.


"Maaf ya Abi, Khalisa pulang ke rumah, Khalisa tadi sedih jadi mata Khalisa bengkak, jadi gak berani pulang ke rumah Bunda, handphone mati lupa charger, Khalisa ketiduran dan pusing banget," sahut Khalisa.


"Ya Allah Nak, makasih yah, kamu menutupi dari orang tua kamu, kamu emang anak baik, Abi bangga sama kamu Nak, sekali lagi maafin Umi kamu yah, ini Umi mau ngomong!" sahut Abi Mahmud.


"Hallo Khalisa, maafin Umi ya Nak, Umi khilaf tadi, Desta marah sama Umi, tolong kamu bujuk Desta supaya gak marah ya Nak, sekali lagi Umi minta maaf, Umi gak akan bawelin kamu lagi Nak," sahut Umi Sarah.


"Iya Umi, gak apa-apa kok, semua salah Khalisa, harusnya Khalisa bisa hargai masakan Umi," sahut Khalisa.


"Enggak Nak, Umi yang terlalu maksa kamu, maafin Umi ya Nak!" sahut Umi Sarah.


"Iya Umi, Khalisa selalu maafin kok," sahut Khalisa.


"Makasih ya Nak, pesan Umi, jaga kandungan kamu baik-baik, jangan lupa minum vitamin dan susunya ya Nak," sahut Umi Sarah.


"Iya Umi, pasti kok, makasih udah diingatin," sahut Khalisa.

__ADS_1


"Ya udah, jangan lupa nanti salam buat Desta yah, biar ia gak marah sama Umi, kamu mau lanjut ngomong lagi sama Abi?" tanya Umi Sarah.


"Iya Mi," sahut Khalisa.


"Khalisa, kamu udah dengar kan maaf dari Umi, pesan Abi jaga kesehatan, jaga kandungan kamu yah, Abi senang kalau kalian bisa rukun lagi, Abi tutup telepon ya Nak, salam buat Keluarga kamu dan Desta," sahut Abi Mahmud.


"Iya Abi, nanti disalamin," sahut Khalisa.


"Makasih Nak, Assalamu'alaikum," salam Abi Mahmud.


"Wa'alaikumsalam." sahut Khalisa.


"Lis, hati lo terbuat dari apa sih? udah disakitin masih aja dimaafin, kalau gue sih ogah, malas banget gue," sahut Syifa.


"Fa, biar gimana juga, dia tetap Mertua gue, orang tuanya Kak Desta, yang berarti orang tua gue juga, sebesar apa pun kesalahan mereka, gue harus maafin, ia kan yang udah ngelahirin Kak Desta, sampai Kak Desta sukses," sahut Khalisa.


"Kalau dia jahat lagi sama lo gimana? lo diomelin lagi, gue gak yakin itu ia bisa sadar Lis, gak percaya, mendingan lo jangan ke rumah Umi lagi deh, kalau sendirian, khawatir gue," sahut Syifa.


"Jangan berprasangka buruk ah, gak baik Fa, kalau emang ia belum berubah juga, ya udah, mau gimana lagi, gue harus ikhlas dan terima perlakuan ia," sahut Khalisa.


"Hati lo benar-benar bersih Lis, suci kaya salju, gak ada dendam, gak ada sakit hatinya, dan lo nutupin semua dari keluarga lo, supaya semua baik-baik dan keluarga lo melihat lo baik-baik aja, salut gue sama lo," sahut Syifa.


"Ya udah, kalau keputusan lo seperti itu, gue dukung lo, jangan sedih-sedih lagi yah, gue gak Terima sahabat gue sampai nangis kaya tadi, gue jadi ikut sedih," sahut Syifa langsung memeluk Khalisa.


"Makasih ya Fa, lo selalu ada buat gue, saat gue lagi sedih begini, lo selalu hadir buat hibur gue," sahut Khalisa tersenyum.


"Belum ada kabar dari Kak Desta?" tanya Syifa.


"Belum, mungkin masih sibuk Fa," sahut Khalisa.


"Lis, sekarang gue yang curhat boleh?" tanya Syifa.


"Boleh dong, kenapa?" tanya Khalisa.


"Tadi kan gue sampai depan rumah lo, Bang Boro marah sama gue kayanya, gue sapa dia buang muka Lis, gue gak mau ia sakit hati Lis," sahut Syifa.


"Enggak, mungkin dia emang gak mau ditegor aja kali, karena kemarin lo udah nolak, lo chat aja, lo minta maaf lagi," saran Khalisa.


"Gue chat?" tanya Syifa.

__ADS_1


"Iya, silahturahmi jangan sampai putus," saran Khalisa.


"Ya udah, nanti gue coba deh Lis," sahut Syifa.


"Gimana lo jadi ke Mesir?" tanya Khalisa.


"Jadi, Kak Edwin udah nemuin orang tua gue, katanya sih, setelah gue nemuin orang tuanya, orang tuanya bakal dibawa ke Indonesia buat nemuin keluarga gue," sahut Syifa.


"Bagus dong, perkenalan dulu, artinya Kak Edwin serius sama lo, soalnya kan umur dia udah dua sembilan, udah pantas untuk nikah," sahut Khalisa.


"Tapi gue nikahnya gak ada prewedding kaya lo, nikah doang Lis," sahut Syifa.


"Ya bagus gak apa-apa, sebaiknya kalau Ta'aruf jangan pakai prewedding atau dansa kaya gue deh, nanti jadi omongan lagi, kaya gue di sini dibilang Ta'aruf aneh, abal-abal, gak ikutin islam, terus orang tua gue gak ngerti islam, banyak omongan gak baik tentang gue, tapi gue sih gak peduli apa kata orang, gue terima omongan orang dengan ikhlas, toh gue buktiin sama mereka sampai sekarang gue dan Desta ikhlas, tanpa paksaan dari orang tua dan diri sendiri," sahut Khalisa.


"Lah itu mah gak kita kali, yang jalanin kita bukan mereka Lis, mau nikah adat kaya gimana itu kan hak kedua belah pihak, mereka cuma bisa ngomongin doang diluar kejelekan kita, dan gak pernah tahu sepenuhnya hidup kita kaya gimana, di mata mereka itu yang dilihat keburukan aja, dilihat begini salah lo, begini, begitu, gak pernah bercermin pada dirinya sendiri," sahut Syifa.


"Itu lo pintar, ya begitu lah Fa orang-orang, kadang ada yang suka sama kita, ada yang enggak, gak semua orang itu suka sama kita, pasti ada aja yang gak suka, tapi ingat, kita gak boleh balas mereka dengan dendam atau amarah karena sakit hati, semakin banyak lemparan batu yang begitu sakit, semakin banyak berkah untuk kita untuk bersabar dan menerima dengan ikhlas," sahut Khalisa.


"Gue ingin kaya lo, sabar, tapi susah, tapi lo udah ngasih banyak gue pelajaran dalam menghadapi masalah, gue bisa belajar dari lo Lis, sabarnya lo, tabahnya lo, tegarnya lo, hadapin rumah tangga, dan tetangga yang bergosip," sahut Syifa.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Teman-teman dan readersku, sambil menunggu episode Ta'aruf Cinta, kalian bisa mampir ke cerita romantis dari sahabat Author Author ku yang keren keren ini, yang ceritanya juga gak kalah menarik, penasaran langsung aja baca ya, cekidot 😍


Tya Gunawan



Liska Oktaviani



Nurulhidayah



Tiyan Wijayanti

__ADS_1



__ADS_2