Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-178


__ADS_3

"Enggak sayang, kemana pun kamu mau, aku gak akan mengeluh capek, atau apa, semua aku lakukan untuk istriku tercinta." Sahut Desta.


"Makasih ya sayang, aku benar-benar bersyukur dan bahagia banget, punya suami seperti kamu, pengertian, baik, walau keadaan aku seperti ini, kamu selalu ada buat aku!" sahut Khalisa.


"Aku akan selalu ada buat kamu, karena kamu tulang rusuk aku, jadi susah maupun senang, ya kita bersama, aku juga sekarang mau jadi calon Papah, jadi, tanggung jawab aku juga semakin besar, untuk membahagiakan kamu, dan Dedek kembar kita sayang." Sahut Desta.


"Iya, sayang, orang sejak tadi, ngelihatin aku terus, disangka orang aku lumpuh kali yah?" sahut Khalisa.


"Orang yang berpikiran seperti itu, adalah orang yang gak pernah maju sayang, orang yang berpikiran maju, itu bakal bilang, mungkin suaminya gak mau istrinya capek karena hamil besar, dan suaminya perhatian sampai dorong-dorong istrinya, dan sebagai contoh bagi orang lain agar lebih memperhatikan istri walau kondisi seperti apapun, selagi sang suami ada waktu, tapi, kalau orang berpikir gak maju, itu pasti bilang apa yang kamu pikirkan, roda ini gak harus untuk orang lumpuh aja, tapi banyak manfaatnya untuk semua orang, yang sedang sakit aja gak lumpuh, perlu roda ini, mangkanya aku bilang sama Abi, beli jangan yang bagus atau mahal, karena kamu hanya sementara dan bukan lumpuh total." Sahut Desta.


"Makasih ya sayang, kamu banyak mengajari aku banyak hal, dari keegoisan aku, manja aku, semua keburukan aku, aku banyak belajar sama kamu, selama setahun ini." Sahut Khalisa.


"Sama-sama sayang, kita sekarang belajar dari masalah-masalah yang ada, kita gak boleh goyah, atau pasrah, seperti masalah Mba Mirna kemarin, gara-gara Mba Mirna, keluarga kita hampir terpecah belah, untungnya Umi cuma prank, walaupun Umi waktu itu bukan prank, kita harus berusaha sayang menyatukan keluarga kita kembali, gimana caranya, tapi Alhamdulillah, Umi sekarang bisa mengerti, sekarang kamu gak usah pikirin Mba Mirna lagi, berpikir positif tapi harus hati-hati juga." Sahut Desta.


"Iya sayang, atau Mba Mirna ada masalah sama suaminya lagi yah? aku hanya pikirin Dewa dan Raja, sayang maafin Mba Mirna yah, kalau kelakuannya jelek kemarin." Sahut Khalisa.


"Iya sayang, gak apa-apa, senyum dong! jangan dipikirin lagi!" minta Desta.


"Hmmm..." Khalisa tersenyum.


"Nah, gitu dong! kamu mau beli apa di sini? jagung bakar kamu mau?" tanya Desta.

__ADS_1


"Mau, tapi aku ikut! jangan tinggalin aku di sini sendiri." Minta Khalisa.


"Iya sayang, enggak akan lah! kita ke tempat jagung bakar yah!" Desta mendorong Khalisa ke tempat jagung bakar.


☀☀☀☀


Desta dan Khalisa melihat seorang Ibu buta yang dituntun oleh Anaknya, lalu di usir oleh tukang bakso, karena minta-minta. Khalisa menangis dan meminta Desta untuk menolong dan memberinya makanan. Desta menasehati tukang bakso itu dengan sopan dan santun.


"Pergi kamu! bisanya hanya minta-minta saja!" sahut tukang bakso tersebut.


"Kasihan Ibu saya Pak, belum makan! tolong Pak! Hiks-hiks-hiks." Sahut Anak kecil itu menuntun Ibunya sambil memohon dan menangis.


"Alah, paling pengemis sekarang itu pintar-pintar, bilangnya buta, padahal enggak! sana pergi! pergi!" ucap tukang bakso tersebut.


"Ayo sayang!" sahut Desta.


"Permisi! ada apa ini Bang? kok Abang marah-marah sama Ibu ini dan Anaknya?" tanya Desta.


"Ini, pengemis, dari tadi kerjaannya minta-minta aja! gak tahu, dagangan sepi!" sahut Tukang bakso.


"Astaghfirullah, Bang kalau emang gak mau ngasih, Abang gak usah marah-marah, kasihan Ibu ini buta, Abang gak kasihan sama sekali?" tanya Desta.

__ADS_1


"Alah, dia itu, hanya pura-pura buta Mas, supaya banyak Dikasihani orang! jangan percaya Mas!" sahut tukang bakso.


"Astaghfirullah, Bang, jangan berburuk sangka pada orang lain, Abang gak usah takut dia pura-pura atau apa, jika emang dia pura-pura, itu akan ditanggung di akhirat nanti, kita sebagai manusia hanya bisa menolong jika kita mampu, walaupun rezeki kita sedikit, itu akan diganti Bang sama Allah, jika kita menolong Ibu ini, insya Allah berkah, meskipun kita gak tahu, Ibu ini pura-pura atau tidak!" sahut Desta.


"Iya, coba Abang pikirin, gimana kalau posisi istri Abang seperti ini, dimaki-maki orang lain, jangan ketakutan kehabisan uang atau makanan, semua akan diganti Allah." Sahut Khalisa.


"Ibu, saya ada sedikit rezeki buat Ibu sama Anak Ibu, tolong di terima yah! meskipun gak banyak." Sahut Desta.


"Alhamdulillah, ya Allah, terima kasih, ada orang baik, seperti Mas dan Mbaknya, saya doakan semoga lancar selalu rezekinya, Mbaknya juga supaya sehat terus yah Mbak." Sahut pengemis itu.


"Bu, doakan saja, biar istri saya, lahiran lancar, gak ada kendala, bayinya juga sehat ya Bu!" minta Desta.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2