Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 74


__ADS_3

Khalisa siap-siap untuk mandi dan salat asar. Khalisa mandi dengan merasakan perih di kakinya.


Aaww_ perih banget ya Allah.


🍁🍁🍁


Setelah selesai mandi, Khalisa salat asar sambil menangis supaya nomor Desta aktif dan selalu baik-baik saja dalam lindungan-nya. Setelah selesai salat asar, Khalisa mencoba menghubungi Desta berulang kali, tapi tetap nomor-nya tidak aktif, sampai Khalisa sedih dan memandangi foto Desta sambil tiduran.



Kak, kemana sih? nomor Kak Desta gak aktif-aktif, aku gak tenang, gak bisa makan dan ngapa-ngapain Kak.


🍁🍁🍁


Gak lama, Desta pulang dengan mobil taxi online. Pak Jamal dan yang lainnya menyambut kedatangan Desta pulang.


"Den Desta? sudah pulang Den?" tanya Pak Jamal.


"Iya Pak!" jawab Desta.


"Den Desta, Neng Khalisa dari tadi gelisah terus tuh, nangis mulu Den!" sahut Bang Joni.


"Masa sih Pak? Kalian jangan ribut yah, saya mau kasih kejutan buat dia! Pak Jamal tolong gerbangnya gembok lagi yah!" sahut Desta tersenyum.


"Baik Den!" sahut Pak Jamal.


"Siap Den, he-he..." sahut Bang Joni, Bang Slamet dan Bang Boro.


🍁🍁🍁


Desta membuka pintu dengan senyuman ke Bi Aning.



"Den Desta udah pulang?" tanya Bi Aning.


"Sssttt... jangan berisik Bi, istri saya di mana?" tanya Desta.


"Di kamar Den." Sahut Bi Aning.


"Bantu bawa koper saya yah, tapi pelan-pelan aja yah!" perintah Desta.


"Siap Den!" sahut Bi Aning.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Desta dan Bi Aning sampai depan kamar, Desta menyuruh Bi Aning mengetuk pintu kamar Khalisa.


"Sekarang Den?" tanya Bi Aning.


"Iya." Sahut Desta.


Tok-tok-tok


"Iya Bi, ada apa? Bi, Bi Aning kan?" tanya Khalisa.


Kok ketuk-ketuk doang sih? biasanya Bi Aning manggil, aduh malah gak pakai hijab, siapa sih? kok jadi was-was gini.


"Bi Aning! Bi Aning kan?" tanya Khalisa langsung keluar menghampiri pintu dan membuka pintu kamar, saat membuka pintu ternyata Desta ada di depan mata Khalisa sambil tersenyum.


"Kak Desta!" panggil Khalisa sambil terkejut.


"Iya aku sayang, sini peluk!" sahut Desta.


"Hiks-hiks-hiks, Kakak jahat, aku khawatir dari pagi, aku gak mimpi kan ini Kak?" Khalisa memeluk Desta sambil menangis.


"Maafin aku ya sayang, bikin kamu khawatir, aku cuma mau kasih kejutan aja sama kamu sayang, Bi Aning kopernya taro di situ aja! makasih ya Bi," sahut Desta sambil memegang wajah Khalisa dan membelai rambut Khalisa dengan wajah tersenyum.


"Permisi ya Den, Non!" sahut Bi Aning.


"Gak apa-apa kok, cantik, kan depan suami sendiri, Iya sayang, ini aku, kamu gak mimpi, muaccch, mana Dedeknya? Papahnya mau cium!" Desta langsung mengarah ke perut Khalisa, saat mengarah ke perut Khalisa, Desta melihat kaki Khalisa luka dan terkejut.


"Astaghfirullah, ini kenapa sayang? ya Allah, kenapa ini? bilang sama aku!" sahut Desta langsung memegang kaki Khalisa yang masih luka.


"Gak apa-apa Kak, Kakak ganti baju dulu aja yah!" sahut Khalisa.


"Enggak! enggak! bilang sama aku kenapa kaki kamu? bilang sayang, ya Allah, hiks-hiks, bilang sayang! jangan nutupin dari aku!" sahut Desta memegang pipi Khalisa sambil menangis dan menempelkan keningnya ke kening Khalisa.


"Kakak jangan nangis, nanti aku malah ikut nangis ah, hiks-hiks... ini aku didorong Yuda, sampai kena batu, aku ngantar Syifa ke ke kampus, aku gak tega lihat Syifa ditarik-tarik, aku berusaha nolongin, tapi Yuda kasar, malah dorong aku Kak, aku kena batu lancip, hiks-hiks..." sahut Khalisa sambil nangis.


"Kurang ajar! ini gak bisa dibiarin, aku bakal samperin Yuda!" sahut Desta kesal.


"Jangan Kak! jangan! aku gak mau terjadi apa-apa dengan Kakak, jangan!" sahut Khalisa.


"Dia udah berani nyelakain kamu, kalau sampai terjadi apa-apa dengan bayi kita gimana sayang? aku bakal laporin dia ke polisi, gak peduli bekas teman atau apa, gimana perut kamu sayang? sakit gak?" Desta mengelus perut Khalisa.


"Enggak Kak, enggak sakit kok, aku berdoa supaya gak ada apa-apa sama bayi kita! gak apa-apa Kak!" sahut Khalisa sambil memeluk Desta.


"Bang Joni gimana? emang dia gak jagain kamu!" sahut Desta ingin menemui Bang Joni, tapi Khalisa menarik tangan Desta dan menenangkan Desta.


"Kak, jangan salahkan Bang Joni kasihan, dia udah berusaha jagain aku kok Kak, emang aku aja yang gak hati-hati." Sahut Khalisa.

__ADS_1


"Sayang, hati kamu ini baik banget sih? aku tuh, gak habis pikir sama hati tulus kamu, sampai kamu lupa sama keselamatan diri kamu sendiri, kamu gak mikir, di perut kamu ada buah hati kita, hiks-hiks..." sahut Desta sambil berlinang air mata memandangi Khalisa khawatir.


"Kak, maafin aku ya Kak, aku gak tega lihat sahabat aku." Sahut Khalisa memeluk Desta.


"Ini gak bisa dibiarkan sayang, aku harus datangin Yuda, kalau dibiarkan aku takut dia selamanya gak akan sadar-sadar, aku bersumpah kalau sampai terjadi apa-apa sama Dedek bayi ini, aku bakal laporin dia ke polisi! maunya apa sih tuh orang, Dedek, kamu yang kuat ya sayang, kamu harus kuat buat Papah dan Mamah kamu ya sayang, Papah sayang banget sama kamu Dek, mmmuacch, mmmuacch, biar kuat!" Desta menciumi perut Khalisa dan menghapus air mata Khalisa begitu pun Khalisa.


"Aku hanya takut terjadi apa-apa sama Kakak, mendingan udah Kak biarin aja, yah Kak, aku khawatir!" sahut Khalisa.


"Iya sayang, aduh, sakit banget ya sayang? kamu jangan ngapa-ngapain dulu yah, oh, iya, kamu udah sempat cek lagi ke Dokter?" tanya Desta.


"Belum Kak." Sahut Khalisa.


"Astaghfirullah, kenapa belum sayang? kalau sampai kenapa-kenapa gimana? nanti setelah ganti baju kita langsung periksa yah!" ajak Desta.


"Aku kepikiran Kakak terus, maafin aku ya Kak!" sahut Khalisa.


"Ya udah, gak apa-apa sayang, semoga gak ada apa-apa ya sayang, aku mandi dulu ya sayang." Sahut Desta.


"Biar aku ambil baju-nya Kak, Aaaww..." sahut Khalisa saking semangatnya sampai lupa kalau ada luka.


"Sayang, sayang, udah yah, gak usah, biar aku ambil sendiri aja ya sayang, sakit banget yah, nanti sekalian ah, periksa kaki kamu, takut infeksi!" sahut Desta meniupi luka Khalisa dan sambil berlinang air mata.


"Kakak gak jijik lihatin luka aku terus, aku gak apa-apa Kak, rasa sakit ini gak seberapa sakit, dibanding aku harus pisah sama Kakak." Sahut Khalisa sambil menghapus air mata Desta.


"Aku udah gagal buat jaga kamu, harusnya aku bisa jagain kamu sayang, aku malah sibuk kerja ninggalin kamu." Sahut Desta.


"Kak, kata siapa gagal, enggak kok, semua itu kan karena Kak Desta kerja, bukan buat senang-senang, tapi buat masa depan kita, iya kan Kak?" tanya Khalisa.


"Iya sayang, maafin aku yah sayang, mmm... kemarin pengen peluk gak bisa, sekarang bisa lagi deh, mmmuacch, mmmuacch, mmmuacch, I love you istriku." Sahut Desta.


"I love you to suamiku, udah sana mandi Kak, katanya mau antarin aku!" sahut Khalisa.


"Alhamdulillah, sekarang istriku udah berani manggil aku dengan sebutan suamiku, bahagia banget aku sayang, aku masih kangen sama istri aku." Sahut Desta.


"Atau besok aja ya Kak ke Dokternya, aku benaran gak apa-apa kok, Kakak kan capek baru pulang, masa harus ngantar aku lagi, aku gak mau Kakak kelelahan!" sahut Khalisa.


"Buat kamu aku gak pernah capek sayang, kita periksa nanti gak boleh di tunda-tunda yah!" sahut Desta.


"Tapi aku cek dulu ya Kak ke Bidan Susi-nya takutnya gak ada jadwal, besok Kakak kerja yah?" sahut dan tanya Khalisa.


"Mulai Senin sayang, jadi aku bisa manja-manjaan sama kamu, ha-ha-ha..." sahut Desta mengedipkan mata genitnya.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2