
"Mba, maafin Mirna, Mirna khilaf!" sahut Mba Mirna.
"Diam Mirna! minta maaf nanti sama Khalisa!" sahut Bunda Maryam.
Gak lama, Desta datang dengan paniknya. Desta menanyakan kejadian sebentar seperti apa. Desta benar-benar kesal dengan Mba Mirna, Mba Mirna langsung meminta maaf sama Desta.
"Umi, Bunda, Mba, gimana Khalisa? Khalisa gak apa-apa kan? saya gak mau kedua kali kehilangan Anak saya!" sahut Desta meneteskan air mata.
"Lagi di tanganin Dokter, insya Allah, gak apa-apa, semua gara-gara Mirna tuh! kamu tanya aja sama dia!" sahut Umi Sarah.
"Mba Mirna? kenapa Mba Mirna? kenapa Khalisa sampai pendarahan? kenapa?" tanya Desta dengan suara keras.
"Hiks-hiks-hiks, maafin Mba Desta, Mba emosi, Mba dorong Khalisa, Mba khilaf, karena Khalisa sudah menghina Mba, hanya ompol saja di mau cuci di laundry, akhirnya, Mba dorong Khalisa, karena Khalisa menghalangi Mba pulang." Sahut Mba Mirna.
"Astaghfirullah, Mba, cuma hal sepele aja, Mba marah sampai dorong istri saya? Khalisa salah di mana Mba Mirna? dia benar biar di cuci dengan laundry, kalau gak di laundry siapa yang mau nyuci? dia lagi hamil, Bi Aning? tega banget kita nyuruh Bi Aning, Khalisa itu benar, biar di laundry jadi gak menyusahkan Khalisa dan Bi Aning, kalau gak dicuci mau dibiarkan gitu maksud Mba? mau jadi sarang penyakit? Astaghfirullah pikiran Mba di mana sih? gitu aja baper!" sahut Desta.
"Maafin Mba Desta, maafin! Mba salah." Sahut Mba Mirna.
"Emang salah, kalau sampai terjadi apa-apa dengan istri dan Anak saya, saya bakal laporin Mba ke polisi! gak peduli saya saudara sendiri juga!" sahut Desta kesal.
"Jangan Desta! jangan! hiks-hiks-hiks, jangan!" minta Mba Mirna menangis sambil memohon ke Desta.
__ADS_1
"Terus saya harus maafin kamu Mba? saya harus sabar dan pasrah gitu, nunggu Khalisa hamil lagi? gitu? tega banget Mba Mirna, Mba sama aja membunuh Anak saya! hukum harus berlaku! kita lihat saja nanti!" sahut Desta kesal.
☀☀☀☀
Dokter Candra keluar ruangan, dan memberi tahu kondisi Khalisa. Alhamdulillah, Khalisa hanya pendarahan biasa, jadi kandungannya tidak terjadi apa-apa, kandungannya baik-baik aja. Mendengar berita baik itu Desta tenang, Desta bersyukur. Tapi Desta masih marah dengan Mba Mirna.
"Dokter, gimana istri saya?" tanya Desta.
"Alhamdulillah, kandungan Khalisa baik-baik saja, tidak mengalami keguguran, hanya pendarahan ringan saja, saya minta tolong jangan biarkan Khalisa kerja berat-berat dulu yah, banyak-banyak istirahat, sekarang juga udah dibolehkan pulang kok, tapi kalau bisa menggunakan kursi roda saja, agar tidak terlalu capek." Sahut Dokter Candra.
"Alhamdulillah, terima kasih Dokter, apa saya boleh lihat istri saya?" tanya Desta.
Desta dan semua masuk ke ruangan Khalisa. Desta langsung memeluk Khalisa. Khalisa langsung menangis begitu juga dengan Desta. Desta menenangkan Khalisa. Mba Mirna langsung menghampiri Khalisa dan meminta maaf.
"Sayang, kamu gak apa-apa kan? sakit gak sayang?" tanya Desta.
"Hiks-hiks-hiks, sayang bayi kita gak apa-apa kan? aku takut kehilangan bayi kita lagi, aku takut banget sayang, apa kata Dokter sayang? aku tanya, Dokter nya gak mau jawab." Sahut Khalisa panik.
"Alhamdulillah, bayi kita gak apa-apa sayang, kamu hanya pendarahan ringan aja, kita harus bersyukur, bayi kembar kita selamat, udah, udah! jangan nangis lagi ya sayang, aku juga panik banget tadi sayang." Sahut Desta.
"Alhamdulillah, aku udah takut banget sayang, kalau sampai mereka gak selamat, mendingan aku ikut mati!" sahut Khalisa.
__ADS_1
"Kok kamu ngomong gitu? jangan sayang! kamu tega ninggalin aku? aku gak bisa hidup tanpa kamu sayang, jangan gitu yah, ngomongnya!" minta Desta.
"Sabar Neng, Neng harus banyak bersyukur yah, Umi senang, bayi kalian selamat, kamu gak usah ngomong yang macam-macam lagi Neng, sama orang yang iri sama kamu!" sahut Umi Sarah.
"Alhamdulillah, bayi kamu selamat, Bunda juga senang, betul apa kata suami kamu, kamu jangan ngomong kaya tadi lagi, menyakitkan semua!" sahut Bunda Maryam.
"Khalisa, Mba minta maaf! Mba khilaf! kamu mau maafin Mba yah! hiks-hiks-hiks." Sahut Mba Mirna.
"Hiks-hiks-hiks, Mba enak ngomong maaf doang ke aku, Mba seorang Ibu kan? gimana perasaan Mba jika lagi hamil keguguran? dan Mba hamil lagi di celakain orang lain Anak Mba gak selamat, gimana perasaan Mba? Khalisa benar-benar kaget, Mba Mirna yang Khalisa kenal dulu, sekarang udah berubah." Sahut Khalisa.
"Mba salah Khalisa, Mba minta maaf! tolong maafin Mba, Anak kamu gak apa-apa kan? selamat kan? gak ada masalah?" sahut Mba Mirna.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil nunggu up cerita Ta'aruf Cinta, mampir ke cerita romantis sahabat author ku yuk, penasaran cekidot ya 🥰🥰🥰
DUWI SUKEMA
__ADS_1